Wawancaranya dalam bahasa Inggris bisa ditemukan di home page
www.faithfreedom.org. Click di Watch Brigitte Gabriel's Interview, 31/03/06.
Briggite Gabriel
http://www.americancongressfortruth.com/
Brigitte Gabriel adalah wanita Kristen Lebanon yg menetap di AS dan membentuk the AMERICAN CONGRESS FOR TRUTH (Kongres AS bagi Kebenaran)
Ini transkrip wawancaranya secara singkat:
Q: Ceritakan secara singkat latar belakang anda.
A: Saya lahir dan dibesarkan di Lebanon, di keluarga Kristen. Saya tahu benar bgm tumbuh di negara Arab spt kami. Walaupun kami negara Kristen, negara kami sangat dipengaruhi oleh budaya, negara2 tetangga dan media Arab. Jadi cara berpikir kami persis spt Arab.
Kami diajarkan bahwa "Israel, Yesrael" (Israel adalah setan), biadab, demon, dan sumber segala permasalahan di Timur Tengah. Dan perdamaian hanya tercapai jika kita membunuh semua Yahudi dan membuang Israel ke laut. Ini yg kita dengar dari TV, radio dan media yg dikuasai pemerintah. Jadi kami mendpt laporan secara sepihak.
Bahkan di sekolah Kristen-pun kita dilarang membahas Perjanjian Lama/Torah, buku suci Yahudi.
Q: bagaimana dgn keseimbangan populasi antara Kristen dan Muslim ketika?
Ketika kami mendpt kemerdekaan dari Perancis pd thn 40-an, Kristen adalah mayoritas, Muslim minoritas. Tetapi setelah thn 70-an, Muslim menjadi mayoritas karena 2 alasan;
1) keluarga Kristen mempraktekkan monogami "till death do us part". Jadi setiap keluarga kristen paling banyak anaknya 3 atau 4. Sementara lelaki muslim bisa memiliki lebih dari 1 isteri. Contoh, ayahnya Bin laden memiliki 53 anak. Bin laden sendiri memiliki 27 anak. Jadi bapak dan anak sampai memiliki 80 anak ! Ini tidak mungkin dalam keluarga Kristen. Tetapi dgn sedikitnya anak itu kami berhasil menyekolahkan anak2 kami, hal yg paling penting dalam budaya kami, shg kebanyakan Kristen berpendidikan tinggi. Berbeda dgn kaum Muslim yg berpendidikan rendah karena tidak mampu mendidik anak2 mereka. Jadi ini menciptakan 2 segmen masyarakat.
2) membanjirnya orang Palestina kedalam Lebanon dari Yordania pd thn 70-an. Arafat, mencoba mengkudeta raja Yordania tapi tidak berhasil dan didepak dari Yordania. Lalu ingin menetapkan markasnya di Lebanon utk memerangi Israel. Ia berhasil dan utk melakukannya ia harus mengontrol populasi. Oleh karena itu, dgn Muslim Lebanon (the Arabic Lebanese Army), ia menyatakan jihad terhdp Kristen.
Keadaan semakin memburuk pada th 74. Muslim Palestina dan Lebanon mendirikan "checkpoint" dimana2. Mereka menghentikan mobil2 yg lewat, memeriksa KTP mereka. Dan kalau anda ketahuan Kristen, ANDA DAN SELURUH ISI MOBIL ITU AKAN DITEMBAKI SAMPAI MATI. Ini menciptakan ketakutan. Jadi Kristen menjadi tahanan dalam rumah mereka sendiri.
Yang paling parah adalah pemboman rumah saya. Tentara Muslim ingin menghancurkan markas tentara Lebanon tetapi peluru nyasar menghantam rumah kami. Saya sendiri sampai terkubur oleh puing2 rumah kami. Selama 2 1/2 bulan saya di Rumah sakti. saya tanya ibu saya mengapa mereka melakukan ini pada kami? Ayah saya mengatakan "Karena kita Kristen". Dan bahkan sbg anak kecil saya sudah mengertti bahwa ada orang yg ingin membunuh saya. Kami terpaksa hidup di bawah puing2 rumah kami dan pagi hari ibu saya harus menyusup keluar mencari RUMPUT2an, BUNGA2AN yang bisa dimakan keluarga kami.
Ini dilakukannya dibawah ancaman tembakan. Kami tidak memiliki listrik ataupun air. Malam hari kami kedinginan dan ayah saya mengumpulkan batang2 pohon2 utk dibakar dan menghangatkan tubuh kita. Pagi hari kita bangun dan mengalami keracunan carbonmonoxide akibat asap lampu tempel. Dan kami harus dibawa keluar, ditampar di muka kami agar kami sadar kembali. Ini berlangsung dari saya umur 10 -17.
Q: Apa taktik yg digunakan Palestina selama perang ?
Perang begitu biadab sampai anda tidak bisa membayangkannya.
Tentara muslim membunuh masal setiap desa Kristen yg mereka temukan. Yg paling terkenal adalah pembunuhan masal di kota Moor.
Mereka menemukan sebuah keluarga dalam puing2: suami isteri dan seorang bayi. Mereka mengikat satu kaki bayi ke ibunya dan satu kaki bayi ke ayahnya. Lalu mereka menarik kedua ayah ibu itu shg membelah tubuh bayi itu. Mereka akan menyerang gereja, mengencingi dan memberaki altar, menggunakan halaman2 Injil utk membersihkan pantat mereka.
Teman saya menjadi gila karena tentara muslim mengikat pisau ditangannya dan membuatnya menggorok leher putera2nya.
Tetapi cara pembunuhan khas mereka adalah memotong alat kelamin lelaki, memasukkannya kedalam mulutnya dan menggaretkan dgn pisau tanda salib pada dada korban.
Di tempat saya, terdapat 8-10 orang dalam satu ruang. Tentara muslim Palestina menggunakan kami sbg tameng saat mereka menembaki isarel. Mereka tahu Israel akan membalas. Begitu Israel membalas, tentara muslim akan memundurkan tank mereka yg menjadi perlindungan kami dan peluru Israel menyasar pada tubuh kami. Ini yang kemudian menjadi headline dlm surat kabar Timur Tengah maupun internasional. Inilah taktik Muslim Palestina di Lebanon. Mereka bersembunyi dibelakang penduduk sipil agar mereka kena peluru nyasar isarel. Mereka hanya memanfaatkan rumah keluarga Kristen. Bukan keluarga Muslim. Dan kami, Kristen, sekalipun tidak bisa membayangkan kebiadaban ini karena kami tidak memiliki referensi akan kebiadaban macam itu.
Jadi punggung kami menghadapi Israel sementara Muslim Palestina mengelilingi kami utk setiap saat siap membunuhi kami. Jadi kami seakan2 berada diantara 2 setan. Tetapi paling tidak, Yahudi tidak akan membunuh masal kita. Kami terpaksa mengemis bantuan kpd mereka. Dan tentara Israel apda malam hari, mengorbankan nyawa mereka, akan menyelundup masuk Lebanon utk memberi bantuan kpd militer, makanan dan obat2an kpd kelaurga2 spt kami. Para lelaki Kristen akan diselundupkan kedlm Israel dan dilatih utk dapat berperang. Mereka tahu kami berpendidikan tetapi tidak mampu berperang di jalan2 (streetfights), apalagi menghadapi orang2 yg tujuan agamanya adalah menghabisi kami.
Orang Yahudi mengerti benar nasib kami dan itulah alasan kami bisa selamat. Israel akhirnya "memasuki" Lebanon. Orang Kristen memang bedoa keras agar Israel datang dan menyelamatkan kita dari Hesbollah
yg semakin mengobrak-abrik negara kita. Mereka juga menembaki kota2 di perbatasan Isarel, oleh karena itu Israel harus masuk utk menghentikan Hezbollah.
Muslim menembaki kami spt orang gila shg ibu saya luka2. Satu2nya penyelamat kami adalah Israel. Hanya rumah sakit Isarel yg dapat membantu kami. Sebuah RS lebanon dgn dokter dan suster Yahudi membantu kami dan memasukkan kami dalam ambulans ke wilayah Israel. Setelah perjalanan 10 menit kami sampai di Israel, si supir Lebanon itu meminta saya utk membayarnya. Saya membayarnya dlm junlah tinggi.
Akhirnya kami ditransfer ke ambulans Israel dan sang supir begitu baik kpd saya karena ia melihat bgm khawatirnya saya (Saya ingat: israel Yisrael). Tapi saya heran dgn baiknya tentara Yyahudi ini. Ketika setelah 3 jam kami sampai di RS, saya ingin membayarnya tapi ia menolak uang saya. Saya semakin terheran2. Ia malah mengatakan, simpanlah uangmu dan jagalah ibumu. Ini servis gratis dari rakyat Yahudi utk rakyatmu.
Inlah pelajaran pertama saya akan betapa jujur dan etisnya orang Yahudi dan betapa besar bedanya dgn karakter orang Arab.
Dlm ruang darurat saya melihat ratusan orang luka2: Kristen, Muslim dari Lebanon, Palestina. Saya tidak percaya mata saya. Saya mengerti mengapa mereka merawat saya, karena saya memang sekutu mereka. Tetapi Yahudi membantu Muslim ? Ternyata itulah nilai2 etika mereka; merawat orang terlepas dari agama dan suku bangsa, merawat orang tergantung dari lukanya. Didekat ibu saya ada tentara Yahudi yg juga luka2 tetapi ia ditunda perawatannya karena luka2 ibu saya lebih parah.
Lalu saya mendengar 2 helikopter mendarat. Saya melihat lewat jendela dan menyaksikan bgm tentara2 Yahudi muda yg luka2 diturunkan dari heli. Saya tiba2 menjadi MALU, MALU SEKALI, tidak pantas, karena mereka ini luka2 gara2 perang di negara kami.
Seorang suster menepuk punggung saya dan melihat ketakutan dlm mata saya dan merangkul saya dan mengatakan, "Jangan khawatir, kami akan menjaga ibumu baik2." Saat itu juga saya menangis keras karena terharu dan malu.
Utk pertama kalinya saya mengalami peradaban ! Cinta kasih ! Peri-Kemanusiaan ! Masyarakat saya tidak mampu menunjukkan sedikitpun rasa belas kasihan pada musuh mereka. Kalau ada Yahudi yang sampai masuk RS Lebanon, rakyat saya AKAN MENGGANTUNGNYA dgn gembira, dibarengi teriakan ALLAHU AKBAR.
Ketika penguasa Israel tahu bahwa ada orang Lebanon dlm RS, mereka menemui kita, berjabatan tangan, membawa coklat dan mengatakan bawha "Ini rumah kalian juga. Apapun yg kalian perlukan, kami akan bantu." ... Luar biasa ...
Saya menjadi bersahabat dgn keluarga tentara2 Yahudi di RS itu. Seorang wanita dan putera satu2nya, Amir, 19 th, luka2 di matanya, menjadi teman erat saya selama 21 hari di rumah sakit itu.
Suatu ketika kelompok musik Yahudi masuk rumah sakit dan menyanyikan lagu2 nasional utk memulihkan semangat tentara2 yg luka2. Saat mereka menyanyi saya tidak tahan dan berjalan keluar ruangan Amir. Ibunya melihat saya dan memeluk saya dan mengatakan, "Ini bukan salah kamu." Ibu Yahudi ini mampu mencintai saya, anak Arab, penyebab luka2 atas anak satu2nya. Betapa besar kontras antara ibu satu anak ini dgn ibu2 Palestina yg mendorong anak mereka menjadi suicide bomber.
Hari2 di RS ini merubah hidup saya. Sekarang saya tidak lagi dgn mudah mempercayai berita TV, radio yg diisi kebohongan ttg Yahudi yg sangat jauh dari realitas. Budaya saya mengajarkan kebencian dan telah kehilangan segala rasa kemanusiaan. Cinta kasih hanya ditunjukkan bagi sesama Muslim, sesama Palestina.
Q: Apa yg terjadi sesudah itu ?
Setelah ibu saya sehat kami harus kembali ke Lebanon. Tapi bagi saya ini sama saja kembali ke neraka. Saya menangis2 dan merengek agar kita tidak kembali lagi. Tetapi bgm dgn ayah saya yg masih tinggal di Lebanon ? Saya sempat depresi berat. Karena hati saya tertinggal di Israel, tempat yg mengajarkan saya respek pada kemanusiaan, respek kpd nyawa orang, sesuatu yang ABSEN DARI BUDAYA ARAB.
3 tahun kemudian mimpi saya utk kembali ke Isarel terkabul. Saya bekerja sbg wartawan dan sempat bertemu pemimpin dunia, dan bisa melihat sendiri berita yg tidak diracuni propaganda Arab. Saya semakin melihat perbedaan karakter antara Palestina dan Yahudi.
Contoh : Yerusalem, tempat bertemunya budaya timur dan barat. Dan kontrasnya sangat menyilaukan mata. Lihat sendiri kontras antara cara hidup keduanya.
Di Bethlehem, saya mewawancarai keluarga2 Kristen yg merasa terancam nyawanya karena intimidasi Palestina. Mereka memasuki kuburan kristen, merusak salib2 dan mengeluarkan mayat2 dari lobang2 kuburan. Saat diwawancarai, kami harus menutup muka mereka karena kalau tetangga Palestina mereka tahu bahwa mereka membuka mulut, maka keesokan harinya mereka akan dibunuh. Tingkat intimidasi dan ancaman mati sungguh tidak bisa anda percaya. Anak2 Katolik yg berjalan pulang dari sekolah disirami muka mereka dgn air raksa oleh pemuda Muslim Palestina sampai wajah2 mereka cacad selama2nya.
Lihatlah beda antara bgm Israel dan Palestina mendidik anak2 mereka. Israel akan mengajarkan pada anak2nya; SATU HARI kami akan hidup damai dgn tetangga kami. Sementara anak2 Palestinta akan diajarkan: SATU HARI kita akan membunuh SEMUA YAHUDI dan mendorong mereka ke laut. Yang satu wajah cinta kasih dan yang lainnya wajah penuh kebencian.
Q: Apa bahaya yg kau hadapi dari teroris Islam ?
Saya dikejar2 teroris karena berita2 saya. Orang di Barat tidak menghargai kebebasan berbicara didalam negara mereka. Di AS, orang
tidak akan dipenjara karena mengata2i presiden. Di Palestina, kalau berita tidak sesuai dgn kemauan Arafat dan antek2nya, kau akan dibunuh. Semudah itu !
Mereka menembaki saya, saya pura2 mati dalam got. Mereka menyangka saya mati dan meninggalkan tubuh saya yg lunglai di jalanan.
Hmmm... ini mengingatkan saya dengan ini:
Penyerangan Terhadap Umm Qirfa dari B. Fazarah oleh Zayd b. Haritha/Abu Bakr—January, 628M
Muhammad mengirim Zayd b. Haritha dengan sepasukan tentara untuk menyerang B. Fazarah. Dia menyerang mereka di Wadi al-Qura dan menghancurkan sebagian besar dari mereka. Dia menawan Umm Qirfa (nama sebenarnya adalah Fatimah bt. Rabiah b. Badr), istri dari Malik b. Hudhayfah, ketua suku B. Fazarah, sebagai tawanan. Umm Qirfa adalah wanita yang sangat tua dan memiliki anak wanita yang muda dan sangat cantik. Dia (Umm Qirfa) adalah bibi Uyeina dan menikah dengan saudara sepupunya yakni Malik, yang adalah paman dari Uyeina. Mereka membentuk cabang suku Fazarah, dan Fazarah adalah cabang suku Ghatafan. Zayd mengambil anak wanitanya sebagai tawan dan memerintahkan seorang Jihadis yang bernama Qays b. Mohsin untuk membunuh Umm Qirfa. Walaupun dia telah berusia tua dan seorang wanita, hal ini tidak menghindarkan dirinya untuk mengalami hukuman barbar Islam dari tentara Muslim (ingat ini sebagai kemunafikan hukum Islam terhadap pembunuhan atas seorang wanita).
Qays mengikat kedua kakinya dengan tali dan mengikatkan tali2 pada dua unta. Dia lalu memacu unta2 ke dua arah berlawanan sehingga membelah tubuh Umm Qirfa menjadi dua. [Ibn Ishak, pp.664-665]
Rodinson menulis bahwa tubuh Umm Qirfa tercabik dari seluruh anggota badannya karena ditarik berlawanan arah oleh 4 unta.[ Rodinson, p.248]
Tetapi cara pembunuhan khas mereka adalah memotong alat kelamin lelaki, memasukkannya kedalam mulutnya dan menggaretkan dgn pisau tanda salib pada dada korban.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=19190#1919 0
![]()
Nasib para Muslim yang bekerja sama dengan Perancis dan akhirnya dibunuh oleh FLN sekitar tahun 1956-57.




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks