Si pengarang novel berjudul "Amok" (inset) dan pengarangnya, Krystian Bala, yang ditangkap polisi Polandia berkaitan tudingan alur cerita novelnya dibuat karena dia telah melakukan pembunuhan seperti kisahnya di novel itu. Novel itu sempat jadi 'best seller' di negerinya, mungkin karena ceritanya yang 'hidup'. Sebuah e-mail yang dikirimkannya dari Indonesia (saat dia 'travelling' kesini) menjadi petunjuk polisi tentang misteri pembunuhan itu. Makanya, hati-hati kalo nulis e-mail sekarang ini, gampang sekali disadap aparat keamanan
Ditangkap Setelah Kirim E-mail Dari Indonesia
Friday, 10 August 2007
Penulis Rancang Pembunuhan Sesuai Plot Novelnya
Kejahatan disebut sempurna bila pelaku menbuat polisi kehilangan petunjuk untuk mengungkapkannya. Tetapi polisi Polandia berhasil mengungkapkan pembunuhan yang mengendap tujuh tahun, dengan menyelami plot atau alur cerita sebuah novel. Ternyata, pembunuhnya novelis itu sendiri.
Komisaris Polisi Warsawa, Jaceck Wroblewski, mengaku sudah beberapa kali membaca Amok, novel karya Krystian Bala sebelum menemukan petunjuk pembunuhan Dariusz J, seorang pengusaha yang jenazahnya ditemukan di Sungai Ode tahun 2000. Wroblewski mengaku terkejut ketika melihat data diri Bala dan penokohan dalam novel bertema kriminal itu sangat mirip.
Wroblewski berteori, Bala, 33, yang juga jurnalis, begitu terobsesi dan membayangkan setiap kejadian yang dialaminya menjadi inspirasi Amok. Empat tahun setelah menerbitkan novel best-seller itu, Bala kini duduk di kursi pesakitan pengadilan Warsawa dengan dakwaan pembunuhan Dariusz.
Bala dituduh melakukan pembunuhan terencana, berkonspirasi membunuh, dan memanipulasi korbannya untuk mendapat inspirasi bagi novel yang disebutnya mahakarya (masterpiece) itu. Karena ia melakukan penyiksaan dan pembunuhan atas Dariusz, tindakan yang dilakukan karakter dalam novelnya, bahkan plotnya pun tidak jauh berbeda dengan Bala.
Polisi menemukan korban dalam keadaan terikat dan tubuh penuh luka dan diidentifikasi bernama Dariusz. Tanpa petunjuk apa pun, polisi Polandia pun angkat tangan. Kasus misterius ini diangkat dalam program televisi BBC berbahasa Polandia, Crimewatch.
Petunjuk kecil mulai muncul setelah polisi mendapat kiriman surat elektronik (e-mail) misterius. Interpol melacak asal e-mail -yang memuji pembunuhan itu sebagai perfect crime. Ternyata e-mail itu dikirim dari warnet di Indonesia dan Korsel.
Tahun 2003, tiga tahun setelah pembunuhan, Amok terbit, namun polisi tidak terilhami sedikit pun. Baru tahun 2005, Wroblewski menerima telepon misterius yang menyarankannya membaca Amok. Wroblewski tercengang karena novel itu menguraikan detail pembunuhan yang hanya diketahui polisi -dan pembunuhnya sendiri. Penyelidikan pun dikembangkan.
Dari berbagai petunjuk, diketahui Dariusz ternyata kenalan dari mantan istri Bala. Persis dengan karakter dalam Amok.
Bala ditangkap. Penulis perlente itu mengaku disiksa selama interogasi. Bala berdalih Amok ditulis setelah membaca berita pembunuhan pengusaha periklanan di Kota Wroclaw tahun 2000. “Polisi lebih hafal isi novel saya dari pada saya sendiri,” katanya. “Mereka mengutip komentar dalam novel dan memakainya untuk menginterogasi saya.”
Wroblewski menyerang balik. Dari penyelidikan, Bala berada di Indonesia ketika e-mail misterius pertama dikirim usai acara Crimewatch tahun 2000. Selain itu, rekaman pembicaraan telepon menunjukkan Bala menjual ponselnya empat hari setelah jenazah Dariusz ditemukan. Model pembunuhan dan penghilangan jejak ini yang juga ditulis dalam Amok.
Meskipun Bala lolos dari alat deteksi kebohongan, Wroblewski menetapkan Bala sebagai tersangka. Alasannya, Bala penggemar olahraga selam, sehingga punya teknik menyamarkan suara dan nafasnya agar ketidakwajaran pada detak jantungnya tak terbaca alat itu.
Menurut mantan istrinya, Bala terobsesi membunuh dan ingin mengendalikan teman-temannya. Dijadwalkan, vonis dijatuhkan pekan depan. Bisa jadi nasib Bala tak akan berbeda dengan ending kisah Amok yang ditulisnya sendiri!
Dari "The Guardian" yang ditranslated koran "Surya online"




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks