MANFAAT listrik yang kita nikmati saat ini hanya sebatas sumber penerangan. Padahal, di balik semua itu, listrik punya potensi yang belum tergali secara maksimal. Listrik ternyata dapat digunakan sebagai media untuk mengalirkan data kecepatan tinggi berpita lebar alias broadband.

Stop kontak yang selama ini digunakan untuk melayani listrik melalui steker (colokan listrik) dapat digunakan sebagai koneksi rumah berkecepatan tinggi dengan menggunakan jalur data pita lebar. Ini berkat sebuah chip terbaru hasil inovasi raksasa elektronik dari negeri Sakura, Matsushita Electric Industrial Co.

Memang, produk tersebut masih dalam taraf pengembangan. Namun, ke depan gadget yang di dalamnya telah dibenami chip tersebut akan segera diluncurkan. Pabrikan yang akan memanfaatkan inovasi tersebut adalah Panasonic. Pabrikan yang berpusat di Osaka Jepang ini menciptakan teknologi yang memungkinkan instalasi listrik di rumah tidak hanya dapat mengalirkan listrik, tapi juga data.

Ternyata, teknologi ini tidak hanya dikembangkan di Jepang. Tak kalah inovatifnya, dua perusahaan AS, Consolidated Edison Inc. dan Ambient Corp. sedang mengembangkan projek yang sama. Meski demikian, ada yang membedakan keduanya. Salah satu perbedaan tersebut adalah dalam hal kecepatan transfer data. Sistem yang dikembangkan oleh Matsushita begitu unik. Dalam mengalirkan informasi data pita lebar, Matsushita lebih unggul dengan kecepatan transfer data hingga 170 megabit per detik. Dengan kecepatan transfer data sebesar itu, jelas lebih kencang daripada ethernet (sistem transfer data melalui kabel).

Soket listrik bisa kita jumpai di setiap tempat. Saat ini sebuah gerai broadband masih memiliki kondisi di mana tidak semua ruangan tersedia stop kontak. Hal ini sama kondisinya dengan rumah yang memiliki koneksi broadband.

Rumah masa depan seperti yang diimpikan Matsushita adalah masyarakat dapat mengunduh (download) dan menonton film definisi tinggi di dalam ruangan yang memiliki outlet listrik.

Untuk mewujudkan impian tersebut, cukup dengan memasang peranti khusus yang dibuat oleh Matsushita ke dalam sebuah soket. Setelah itu, pesawat televisi atau gadget lain dapat dipasangkan ke dalam soket untuk mendapatkan koneksi praktis broadband. Dengan demikian, pengguna bisa mendapatkan transmisi data lebih cepat daripada koneksi dial-up konvensional.

Matsushita berencana mengeluarkan produknya seperti lemari es, televisi, mesin cuci, pendingin ruangan, dan produk elektronik lainnya “dibenami” dengan chip pintar tersebut.

Sebuah jaringan terhubung dengan lemari es memungkinkan pengguna dapat terhubung dengan peranti tersebut hanya dengan menggunakan handphone, PDA, atau laptop. Misalnya untuk mengecek berapa banyak telur yang masih ada di lemari es. Atau ingin menghidupkan dan mematikan gadget, seperti mesin cuci atau pendingin ruangan dari luar rumah.

Tapi, untuk kondisi saat ini, sebuah adaptor yang ditancapkan pada stop kontak memungkinkan gadget menggunakan koneksi ethernet -- walaupun tanpa menggunakan chip buatan Matsushita -- untuk menerima koneksi broadband.

Menurut juru bicara Matsushita, Tomiya Miyazaki, setiap rumah yang memiliki koneksi fiber optik tidak memiliki broadband outlet di setiap ruangannya. Biasanya orang malas untuk mengeset gadget dengan peranti home wireless LAN mereka. "Tujuan kami adalah menciptakan agar setiap gadget dapat terhubung. Jadi, orang tidak harus memikirkan tentang koneksi broadband," ujarnya.

Prototipe dari teknologi ini telah dipamerkan pada ajang pameran dagang teknologi informasi CEATEC yang diadakan di Tokyo Jepang.

Lucunya, teknologi ini kurang mendapat respons di Jepang sendiri. Hal ini berbeda dengan kondisi di Eropa atau AS. Ketatnya regulasi menyangkut penggunaan jaringan listrik, disinyalir sebagai salah satu faktor mengapa teknologi tersebut kurang direspons.

Matsushita kini tengah bernegosiasi dengan pemerintah Jepang untuk mendapatkan keringanan regulasi. (Made Palguan/AP)***