Pada dekade yang lalu, jarang sekali perusahaan besar seperti Microsoft dan Nokia. Satu sisi Microsoft sebagai perusahaan software raksasa dan pada sisi yang lain Nokia sebagai perusahaan Handset raksasa, ternyata keduanya mampu menjalin kerjasama. Yang pasti kedua perusahaan raksasa tersebut bukanlah pesaing secara langsung melainkan sebagai rekan bisnis. Dan adakalanya hanya berdasarkan inisiatif semata seperti halnya DLNA.

Akan tetapi pada tahun ini keduanya telah menandai hubungan kerjasama yang telah mengalami perbaikan. Pada bulan Maret yang lalu, Nokia telah memperkenalkan kalau produknya yang akan mendukung Microsoft Silverlight pad perangkat handset S60 miliknya. Dan pada awal bulan ini saja, ke 2 perusahaan telah memperkenalkan aliansi global yang akan dimulai dengan memadukan Microsoft Mobile Office pada sistem operasi Symbian agar bersaing lebih efektif melawan penelitian berkembang pesat.

Baru saja seminggu setelah pemberitahuannya tersebut, kedua perusahaan telah membuat gebrakan baru untuk menjaga jarak. Dengan begitu dari tampaknya ke 2 perusahaan tersebut mengindikasikan kalau mereka berkehendak untuk memutuskan hubungan sebagai rekan bisnis yang telah terjalin saat ini. Dan kemungkinan ini disebabkan karena keduanya masih belum ada kata sepakat mengenai pembagian keuntungan atas kerjasama yang telah mereka lakukan tersebut.