Setelah dekade teknologi pengembangan untuk menjelajah ruang angkasa, NASA mendedikasikan keahliannya pada sistem ketahanan diri untuk kembali ke bumi. NASA Ames Research Center yang berpusat di lapangan Moffet, California, baru-baru ini telah menyelenggarakan acara pencangkulan pertama untuk basis ketahanan yang akan dijadikan sebagai pusat penelitian gedung net Zero energy.

Proyek ini sendiri menjadi bukti konsep rancangan ketahanan dan sejumlah teknologi lingkungan hidup yang dikembangkan NASA. Gedung tersebut akan didukung oleh pompa panas bumi yang berasal dari 72 sumur geothermal, yang merupakan cara yang paling efisien untuk bangunan panas dan sejuk.

Di sana akan menjadi pengumpul air panas dan jaringan sensor untuk pembangkit perubahan kondisi seperti sinar matahari, temperatur, angin dan pemakainan energi tertentu. Data pada sistem mekanis gedung bisa dimonitor melalui konsol yang berbasis web.

Dalam hal ini, NASA pun telah melibatkan perusahaan kontraktor William McDonough “Credle to Cradle” dan pembangun Swinerton yang terkenal itu pada proyek tersebut. Pembangunan gedung yang menelan biaya sebesar 20,6 juta USD (sekitar 206 milyar rupiah) itu diharapkan akan rampung dibangun pada akhir tahun 2011 mendatang. Dari kegiatan ini NASA berharap memperoleh sertifikasi LEED setingkat Platinum yang berasal dari US Green Building Council (Konsul Gedung Lingkungan Hidup Amerika) atau tingkatan yang paling tinggi lagi.