Proyek terbaru TiVo baru-baru ini telah mengalami kerugian sebesar 8 juta USD (80 milyar rupiah) hingga 10 juta USD (100 milyar rupiah) pada 3 kwartal tahun ini saja. Dan ini ternyata lebih besar dari pada perkiraan Wall Street yang menyebutkan kalau pendapatan proyek tersebut lebih rendah.

Di tengah kerugian yang melanda, TiVo juga sedang melayangkan gugatannya kepada AT&T dan Verizon berkaitan dengan 3 hak paten DVR nya. Adapun ke-3 hak paten yang tersebut adalah Nos. 6,233,389 B1 (”Multimedia Time Warping System”), 7,529,465 B2 (”System for Time Shifting Multimedia Content Streams”), dan 7,493,015 B1 (”Automatic Playback Overshoot Correction System”).

Sementara itu, TiVo baru-baru ini juga telah memenangkan kemenangan legal lainnya melawan EchoStar. Dan telah berhasil memperoleh uang sebesar 103 juta USD atau sekitar 1 trilyun rupiah. Namun demikian, berhubung pihak EchoStar meminta naik banding maka kasusnya pun masih akan dilanjutkan pada bulan November 2009 mendatang. Berkenan dengan itu, U.S. Patent and Trademark Office (Departemen Hak Paten & Merk Dagang Amerika) tampaknya masih mereview kembali hak paten TiVo atas permintaan banding pihak EchoStar.

Dalam pernyataannya, Tom Rogers sebagai CEO TiVo mengatakan kalau pihaknya akan melanjutkan menegakkan undang-undang dengan yang terpenting seadalah menghentikan pelanggaran hak milik intektual. Dan pada konferensi call, ia pun menyatakan bahwa pihak TiVo masih akan membina nilai pertemanan dan perjanjian pendistribusian, tapi telah mencari investor untuk mengakui portfolio hak milik intektual perusahaannya.

Perkara hukum melawan AT&T dan Verizon memunculkan keuangan fiskal perusahaan TiVo pada kuartal kedua telah mengalami kerugian sebesar 2,9 bilyun rupiah (sekitar 290 trilyun rupiah), atau 3 sen yang dishare, dibanding dengan keuntungan 3 sen yang dishare setahun yang lalu. Perusahaan tersebut dilaporkan memperoleh pendapatan sebesar 57,3 juta USD atau sekitar 5,73 milyar rupiah, menurun pendapatan dari 65,2 juta USD atau sekitar 6,5 milyar rupiah pada tahun yang lalu. Wall Street telah memprediksi kerugian sebesar 5 sen yang dishare.

Rogers menyebutnya “solid” kuartal sejak perusahaan tersebut mengirim EBITDA sebesar 5,2 juta USD atau sekitar 520 milyar rupiah. TiVo mengatakan bahwa pihaknya memfokuskan pada penyaluran melalui RCN dan BestBuy. Sesuai rencana, pihaknya juga telah mengeluarkan perangkat DVR dengan Camcast dan DirectTV.