All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 3 of 3
  1. #1
    arjuna
    Notlogin

    Default WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)


    (Worldwide Interoperability for Microwave Access)‏ Kebutuhan akan koneksi, khususnya internet yang dewasa ini sudah menjadi keperluan sekunder terlebih lagi pada kota kota besar, tentunya membutuhkan sistem koneksi yang baik, cepat, dan ekonomis agar dapat mempergunakan fasilitias ini dengan nyaman.
    Dua kemajuan dalam internet masa kini adalah broadband (akses cepat) dan nirkabel. Standar WiMAX menggabungkan kedua hal ini, menyediakan akses internet berkecepatan tinggi melalui koneksi nirkabel. Karena WiMAX dapat diakses dari jarak yang relatif jauh, standar ini merupakan
    solusi “terkini” yang efektif untuk menyediakan akses cepat pada pengguna-pengguna rumahan, dan untuk membuat hotspot-ho spot di berbagai tempat seperti bandara, kampus, dan komunitas2 kecil lainnya.
    Berdasarkan pada standar IEEE 802.16, WiMAX menggunakan arsitektur point-to-multipoint, yang membuatnya merupakan cara yang ideal untuk menyediakan akses cepat ke lokasi-lokasi yang mana koneksi berbasis kabel akan sangat sulit dilakukan dan memerlukan biaya yang besar. WiMAX juga dapat menjadi solusi untuk menyediakan akses cepat ke wilayah-wilayah pinggiran kota,
    di mana jalur-jalur kecepatan tinggi belum tersedia. Kompatibilitas lainnya adalah bahwa koneksi WiMAX dapat digabungkan atau dialihkan ke jaringan LAN berbasis kabel atau nirkabel lainnya.

    Analisis Permasalahan dan Solusi Yang Ada
    Jika kita berbicara mengenai akses internet pada masa sekarang, pada dasarnya ada tiga pilihan yang tersedia, di antaranya:
    1. Akses broadband (berkecepatan tinggi) - Di rumah, kita dapat menggunakan koneksi DSL atau modem kabel. Atau jika kita berada di perkantoran, perusahaan tempat kita bekerja dapat
    menggunakan jalur T1 atau T3.
    2. Akses WiFi -Di rumah, kita dapat membangun router WiFi yang memungkinkan kita menjelajah web dengan menggunakan laptop. Dan di perjalanan, kita dapat menemukan hot spot WiFi di berbagai
    restoran, hotel, kedai kopi, perpustakaan, dan sebagainya.
    3. Akses Dial-Up - Akses internet yang satu ini sudah jarang digunakan. Kalaupun digunakan, kemungkinannya adalah jika akses broadband tidak tersedia,atau jika anda berasumsi bahwa akses broadband terlalu mahal.

    Permasalahan utama yang ada dalam akses broadband adalah
    bahwa koneksi tersebut sangat mahal dan tidak dapat menjangkau seluruh wilayah. Sedangkan pada teknologi WiFi, jangkauan hot-spot nya relatif sangat kecil, sehingga cakupannya sangat minimal.
    Lebih parah lagi, akses dial-up memiliki kecepatan koneksi yang relatif sangat kecil (Maksimal 56 kbps) dan biaya akses yang relatif lebih mahal dibanding dengan kedua teknologi tersebut di atas. Dari formulasi permasalahan tersebut di atas, teknologi baru idealnya harus memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
    Layanan broadband berkecepatan tinggi Bersifat nirkabel, sehingga akan lebih murah daripada teknologi berbasis kabel atau DSL dan lebih mudah untuk memperluas cakupan ke daerah-daerah pinggiran dan/atau pedalaman Jangkauan yang luas seperti halnya jaringan telepon selular, tidak seperti halnya hot spot WiFi yang sangat terbatas cakupannya.
    WiMAX dibentuk untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada pada teknologi Bluetooth dan WiFi. Dalam hal ini, WiMAX menyediakan solusi yang mudah dan relatif lebih murah. Walaupun merupakan teknologi nirkabel, tidak seperti teknologi nirkabel lainnya, WiMAX mempunyai kelebihan seperti halnya akses pengguna telepon selular, di mana WiMAX tidak memerlukan jarak
    pandang langsung (line of sight) antara pemancar dengan penerima, dan jangkauannya sampai 50 kilometer (bandingkan dengan WiFi yang hanya 30m). Kecepatan data yang diberikan bisa mencapai 70Mbps (lebih tinggi dari WiFi yang hanya 54Mbps), sehingga cukup untuk melayani ribuan rumah dengan akses berkecepatan tinggi. Di sisi lain, WiMAX juga akan sangat mudah dikonfigurasi dan digunakan - menyalakan perangkat keras anda akan secara otomatis mengoneksikan anda ke
    pemancar WiMAX terdekat yang tersedia.

    Manfaat WiMAX
    Bandwidth dan jangkauan WiMAX memungkinkan teknologi ini digunakan pada aplikasi-aplikasi berikut:
    -Menghubungkan satu hotspot Wi-Fi dengan hotspot Wi-Fi lainnya dan internet;
    -Menyediakan alternatif akses broadband termutakhir selain kabel dan DSL;
    -Menyediakan layanan telekomunikasi dan data berkecepatan tinggi;
    -Menyediakan sumber yang berbeda untuk konektivitas internet
    sebagai bagian dari rencana kesinambungan perusahaan. Di mana, jika
    sebuah perusahaan memiliki koneksi internet berbasis kabel dan
    nirkabel, khususnya dari penyedia yang berbeda, konektivitas tersebut
    tidak akan dipengaruhi oleh ketidaktersediaan layanan yang sama.

    Komponen Sistem WiMAX
    Sebuah sistem WiMAX terdiri dari dua bagian:
    Tiang pemancar WiMAX, mirip dengan konsep tiang pemancar telepon selular, di mana sebuah tiang pemancar WiMAX dapat mencakup area yang relatif sangat luas (~8.000 km persegi) Penerima WiMAX, yang dapat berupa kotak kecil atau kartu PCMCIA, atau dapat diimplementasikan ke dalam laptop, sama halnya dengan akses WiFi sekarang.


    Stasiun tiang pemancar WiMAX dapat berkoneksi langsung ke Internet menggunakan koneksi berbasis kabel dengan bandwidth tinggi (misalnya, jalur T3). Dapat juga berkoneksi dengan pemancar WiMAX lain dengan sambungan gelombang mikro. Koneksi ke pemancar lainnya (sering diacu dengan nama backhaul) dan kemampuan sebuah pemancar yang dapat mencakup sekitar 8.000 km persegi adalah dua hal yang memungkinkan WiMAX dapat menyediakan cakupan internet ke wilayah-wilayah pinggiran kota/pedalaman.

    Perbedaan Wireless dan Wimax
    Apasaja kelebihan dan kekurangan Wireless?
    Kelebihan:
    Bila dibandingkan dengan dial-up
    · Akses secepat broadband
    · Nomor IP yang bisa berubah-ubah seperti akses Dial-Up
    · Akses bisa di mana saja, asal di daerah hotspot
    · Murah, cepat dan fleksibel
    · Memayungi banyak pengguna dalam satu hotspot.
    Kekurangan:
    · Untuk menggunakan WiFi kita harus ada di area yang dijangkau oleh WiFi atau istilahnya ‘hotspot’.
    · Area jangkauan WiFi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok.
    · Access Point lebih mudah disusupi virus
    · Pertukaran data gampang disadap

    Apasaja kelebihan dan kekurangan Wimax?
    Kelebihan:
    · Akses secepat broadband
    · Pembangunan infrastrukturnya jauh lebih cepat dan lebih murah ketimbang akses broadband
    · Area jangkauannya lebih luas ketimbang WiFi dan akses broadband
    · WiMAX akan menjadi pelengkap sekaligus sebagai penantang baru terutama terhadap teknologi wireless sekarang
    · Terget pasar baru bagi perusahaan yang menggeluti bidang nirkabel
    · Para produsen mikrolektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan
    · Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet. WiMAX merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi dengan internet secara mudah dan berkualitas
    · Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11
    · Dari segi coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal, WiMAX sudah memberikan kontribusi yang sangat besar
    Kekurangan:
    · Seperti terjadi dengan negara lain di dunia, maka pemerintah Indonesia pun belum menentukan frekuensi WiMAX yang akan digunakan. Kemungkinan besar vendor pertama kali membuat perangkat WiMAX di frekuensi 3,5 GHz. Sedangkan di Indonesia, frekuensi dimaksud juga digunakan untuk komunikasi satelit. Sehingga diperlukan penentuan range frekuensi yang tepat agar menguntungkan baik bagi operator, regulator maupun pengguna.
    · Harga peralatan infrastruktur yang masih sangat mahal
    · Teknologinya masih berkembang terus, sehingga bisa salah investasi.
    · Terlalu banyak jenis perangkat yang tidak saling kompatibel.
    · Dibutuhkan pengalaman untuk memasang perangkatnya
    · Kesulitan lain yang akan dihadapi orang Indonesia adalah peraturan yang belum siap untuk mengadaptasi teknologi ini karena kalau produsen peranti WiMax sudah membuat satu card PCMCIA atau berbasis USB dengan menggunakan standar WiMax Nomadic, perantinya akan mudah didapat di mana saja.

    Base Station (BS)‏
    Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya. Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:











    • NPU - networking processing unit card)
    • AU - access unit card (up to 6 +1)
    • PIU - power interface unit (1+1)
    • AVU - air ventilation unit
    • PSU - power supply unit - (3+1)‏
    Secara umum (Customer Premises Equipment) atau lokasi pelanggan peralatan CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
    Base Station memiliki fungsi utama yaitu membangun hubungan dengan mobile station. BS juga memiliki fungsi lain yaitu mengatur micromobility management seperti proses handover, radio resource management.
    Base Transceiver Station. berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain.
    Dimana base station ( radio dan antena ) dimisalkan untuk stasiun radio kemudian melakukan pengiriman informasi / data ( akses internet ) dan alat berlangganan seperti WiMAX CPE yang digunakan untuk menerima layanan .

    Radio WiMAX
    Sebuah radio terdiri dari sebuah transmitter ( pengirim ) dan sebuah receiver ( penerima ) .
    WiMAX aristektur merupakan arsitektur yang simple , dibangun dengan dua komponen utama yaitu radio dan antenna . Banyak produk WiMAX yang menawarkan perangkat radio base station terpisah dengan antennanya . Sebaliknya , banyak perangkat CPE yang ditawarkan merupakan 2 jenis solusi yaitu CPE dengan sebuah antenna untuk luar gedung dan CPE sebagai perangkat langganan didalam ruangan , seperti gambar berikut :













    1. Outdoor CPE
    2. Indoor CPE
    fungsi cpe yaitu penghubung atau penghantar antara antena melalui gelombang radio ke pelanggan / komsumen

    Antena WiMAX
    Tipe antenna yang didesain untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda Antena WiMAX , seperti halnya antenna yang digunakan pada radio mobil , telepon selular , radio FM , atau TV didesain untuk mengoptimalkan kinerja terhadap penerima sinyal . Gambar diatas menunjukkan 3 tipe utama yang biasa digunakan untuk pengembangan WiMAX .
    Dari Atas ke bawa adalah :
    1. Omnidirectional Antena
    2. Antena Sector
    3. Antena Panel , memiliki fungsi khusus.

    Antena Omni Directional
    Antena Omni directional digunakan untuk konfigurasi point-to-multipoint Halangan utama pada penggunaan antenna omni directional adalah penggunaan dan penghamburan energi yang besar dalam proses mem-broadcast 360 derajat . Hal ini menjadi batasan terhadap jarak dan kekuatan akhir sinyal . Omni directional sangat ideal digunakan pada situasi dimana subscriber / pelanggan yang banyak berada sangat dekat dengan Base Station . Sebagai contoh dari aplikasi omni directional ada hotspot WiFi dimana cakupan area 100 meter dan pelanggan yang terkoneksi dikonsentrasikan pada area yang tidak terlalu besar

    Antena Sectoral
    Antena Sector / Sektoral difokuskan pada area yang terfokus Perangkat antenna sectoral , dengan memfokuskan penyebaran sinyal pada sebuah area yang difokuskan , memberikan cakupan area yang lebih luas dan energi / power yang digunakan lebih sedikit . Banyak operator lebih memilih untuk menggunakan antenna sektoral untuk mengcover 360 derajat service area daripada menggunakan antenna omni directional , hal ini berkaitan dengan kinerja yang lebih baik untuk antenna sektoral .

    Antena Panel
    Antena Panel sering digunakan untuk kebutuhan aplikasi point-to-point. Antena Panel biasanya berbentuk panel datar dengan ukuran kurang lebih 30 cm persegi . Antena panel dapat dikonfigurasikan dengan baik untuk penggunaan casing / box yang berbentuk persegi empat . Konfigurasi daya dilakukan dengan memberikan aliran listrik melalui kabel ethernet yang dikoneksikan ke radio/antenna . Sumber daya listrik semacam ini dikenal dengan Power over Ethernet ( PoE) .



    Instalasi Perangkat Subscriber Station (SS)‏

    1. Menentukan Posisi Antenna dengan BTS
    Untuk melakukan Instalasi Antenna di sisi SS ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan yang harus di persiapkan antara lain adalah Menentukan Posisi Antena dengan BTS, dengan asumsi sebagai subscriber harus menyesuaikan poisi kita dengan BTS dan jarak yang harus dilampaui dengan BTS
    2. Instalasi Antenna ke Tiang
    Sebelum Antenna diarahkan ke BTS terlebih dahulu antenna BWA (Broadband Wireless Acces) dipersiapkan antara lain, pemasanga antenna ke tiang, agar antenna mudah diarahkan.
    3. Instalasi kabel Antenna & Kabel Ground
    Untuk menghubungkan Antenna keperangkat BWA diperlukan kabel, kabel yang digunakan untuk penhubung antenna digunakan Kabel Coaxial
    4. d. Interkoneksi BWA
    Tahap berikutnya adalah melakukan koneksi melalui backbone melalui terminal station.

  2. #2
    arjuna
    Notlogin

    Default Re: WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)

    Apakah itu WiMAX?

    WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

    Perkembangan Teknologi Wireless

    Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
    Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS,EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.
    Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless

    WiFi 802.11g WiMAX 802.16-2004* WiMAX 802.16e CDMA2000 1x EV-DO WCDMA/ UMTS
    Approximate max reach (dependent on many factors) 100 Meters 8 Km 5 Km 12 Km 12 Km
    Maximum throughput 54 Mbps 75 Mbps (20 MHz band) 30 Mbps (10 MHz band) 2.4 Mbps (higher for EV-DV) 2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA)
    Typical Frequency bands 2.4 GHz 2-11 GHz 2-6 GHz 400,800,900,1700,1800,1900,2100 MHz 1800,1900,2100 MHz
    Application Wireless LAN Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative) Portable Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband

    Sekilas Tentang WiMAX

    WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections,backhaul, dan high speed enterprise.
    Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.
    Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.

    Spektrum Frekuensi WiMAX

    Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.
    WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.
    Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.
    Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.

    Elemen Perangkat WiMAX

    Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.

    Base Station (BS)

    Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol(IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
    • NPU (networking processing unit card)
    • AU (access unit card)up to 6 +1
    • PIU (power interface unit) 1+1
    • AVU (air ventilation unit)
    • PSU (power supply unit) 3+1

    Antena

    Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.

    Subscriber Station (SS)

    Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.

    Teknologi WiMAX dan Layanannya

    BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.
    Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.

    Tinjauan Teknologi

    WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.
    Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (sepertitimeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.
    Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.
    Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.
    Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.
    Manfaat dan Keuntungan

    Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).
    WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.
    Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.
    Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.
    Test Equipment WiMAX

    Vendor / Manufactures WiMAX

    Berikut adalah perusahaan pembuat perangkat WiMAX
    Source:http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX

  3. #3
    arjuna
    Notlogin

    Default Re: WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)

    JAKARTA: Pemerintah wiMax optimistis industri lokal dan operator akan dapat menggelar WiMax untuk layanan Internet yang terjangkau, karena skala ekonomis pasar akan cepat tercapai.



    Suhono Harso Supangkat, staf khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), menuturkan kalangan industri lokal tidak perlu khawatir berlebihan untuk merespons tingginya biaya yang ditanggung operator dari hasil tender itu.



    “Menurut hitungan kami, jika sudah ada basis di atas 100.000 pelanggan, harga terminal CPE [customer premise equipment] akan semakin murah,” ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.
    Menurut Suhono, untuk setiap pembayaran frekuensi, operator akan membayar up front fee (biaya di muka) dengan persentase yang telah ditentukan dari belanja modal. Dengan itu, maka operator sudah menghitung keberaniannya dalam mengalokasikan belanja perangkat.
    “Mereka sudah berani memperhitungkan model bisnis di WiMax, berapa potensi pengguna di daerah dan bagaimana bisa menyediakan layanan murah. Harapannya dengan skala penggunaan yang banyak di 15 zona, CPE dan base transceiver station [BTS] bisa murah,” jelasnya.
    Di sisi lain, lanjut Suhono, kehadiran operator lokal baru Berca Hardaya Perkasa patut diberi kesempatan.
    “Sejak prakualifikasi panitia telah menilai kompetensinya dan dalam hal ini diberikan ruang untuk berkompetisi secara sehat,” tuturnya.
    Sejumlah manufaktur lokal telah mengikuti proses pengadaan perangkat WiMax 2,3 GHz di sejumlah operator, di antaranya PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk. Kalangan industri memperkirakan order perangkat WiMax baru akan masif pada Oktober 2009.
    Gatot Tetuko, Direktur PT Teknologi Riset Global, optimistis semua industri perangkat WiMax akan mendapatkan pasar dari tender pertama BWA tersebut.



    “Sebagian besar tergabung dalam Aptiki [Asosiasi Produsen Perangkat Telekomunikasi Indonesia] dan berkompetisi dengan spesialisasi di areanya masing-masing,” ujarnya.
    Aptiki sementara ini beranggotakan PT Inti, PT LEN, PT Quasar, PT Harrif, Xirka, TRG, dan CMI. Industri itu berharap basis volume produksi tetap akan besar agar biaya menurun dan harga di pengguna akhir relatif terjangkau.



    Budi Permana, Presdir PT Hariff Daya Tunggal Engineering-manufaktur komponen WiMax lokal, sebelumnya menuturkan penyempurnaan teknis termasuk revisi perangkat sudah diselenggarakan untuk mengantisipasi pesanan massal.
    “Kami memperkirakan pesanan massal pada Oktober 2009 atau 2 bulan setelah proses tender,” ujarnya kepada Bisnis.

    Vendor lokal

    Produsen perlengkapan telekomunikasi nasional mengklaim kelebihan masing-masing untuk segera terlibat dalam implementasi tender WiMax yang digelar dua pekan lalu.



    Irfan Setiaputra, Dirut PT Inti, mengungkapkan pihaknya memiliki pengalaman panjang dalam gelaran perangkat telekomunikasi di Tanah Air, baik di daerah terpencil apalagi di Pulau Jawa.
    Selain pernah memegang hak tunggal pemasangan sentral komunikasi digital seluruh Indonesia dari PT Telkom Tbk, BUMN strategis ini belakangan memasang dan memelihara perangkat milik tiga besar operator seluler.



    “Di wilayah mana pun, sekali pun remote area, kami pernah terlibat [memasang perangkat]. Mau di Aceh, mau Papua, itu tetap Indonesia. Beda-beda tipis saja,” katanya kepada Bisnis di Bandung pekan lalu
    Dengan demikian, lanjut Irfan, pihaknya optimistis bisa memperoleh kontrak pekerjaan dari para pemenang tender yang notabene tidak memiliki pengalaman memasang perangkat di wilayah inti maupun terpencil.
    PT Inti mengaku belum sepenuhnya siap menghadapi tender pekerjaan proyek dalam waktu dekat. Hal itu karena BUMN tersebut masih mempersiapkan sumber daya manusia, perangkat, dan sistem terkait.
    Akan tetapi, jika tender lanjutan dari setiap pemegang lisensi dilakukan misalnya pada akhir tahun ini, PT Inti sepenuhnya siap menjadi pihak ketiga instalator yang ditunjuk operator pemenang.



    “Yang jelas, kami sudah siap berangkat sendiri. Mengerjakan kontrak sendirian, jika menang sekalipun sebelumnya sudah ada konsorsium Merah Putih yang mau menangkap peluang pembangunan jaringan ini.”
    Konsorsium tersebut awal tahun ini dibentuk mantan Dirut Inti Abdul Aziz, dengan anggota lainnya seperti. PT Len Industri, PT Pos Indonesia, dan PT Quasar. Akan tetapi, seiring dengan waktu, konsorsium ini tidak bergerak lagi.



    Dahyar, Corporate Communication PT Indonesia Tower, menambahkan anak perusahaan yang khusus menangani perlengkapan WiMax, yakni PT Teknologi Riset Global (TRG), sudah memiliki semua komponen dan tinggal menunggu produksi.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>