Syaukani (Terpidana Korupsi mantan Bupati Kutai, KALTIM)
Ikut Konvensi Partai Golkar untuk Kabatan Gubernur Kaltim
Keluarga Pesimistis Dapat Izin Keluar dari Tahanan
SAMARINDA - Status terpidana kasus dugaan korupsi yang disandang Syaukani H.R. ternyata tidak menyurutkan semangat bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif itu untuk mengikuti suksesi pemilu gubernur (pilgub) mendatang.
Hal tersebut ditunjukkan Syaukani dengan memberikan mandat kepada Ketua DPD Golkar Balikpapan Mukmin Faizal untuk mewakili dirinya mengambil formulir pendaftaran konvensi.
Putri kedua Syaukani, Rita Widyasari, tidak memungkiri pihaknya saat ini cukup realistis tentang peluang ayahnya merebut kursi gubernur Kaltim periode 2008-2013. Dia bahkan menyatakan tidak yakin ayahnya akan mendapatkan izin dari pihak berwenang keluar sementara dari bui Polda Metro Jaya untuk mendaftar konvensi.
"Segala upaya sedang kami lakukan. Tapi, kalau menganalisa hal-hal yang terjadi selama ini, saya kurang yakin bapak (Syaukani, Red) bisa dapat izin," kata Rita kepada koran ini kemarin.
Meski demikian, pihaknya tetap akan berusaha. Dukungan pihak keluarga juga akan terus mengalir. Paling tidak, Syaukani bisa ikut mendaftar untuk ikut konvensi 16 Februari mendatang.
Selanjutnya, mengenai kemungkinan Syaukani lolos verifikasi untuk bersaing di konvensi menjadi calon gubernur, Rita tidak terlalu memikirkan. "Harapan kami, paling tidak, bisa daftar konvensi dulu. Soal lolos atau tidak, itu urusan belakang," jelasnya.
Seperti diketahui, syarat yang ditentukan panitia konvensi adalah calon peserta harus datang langsung ke tempat pendaftaran saat mengembalikan formulir. Sementara, saat ini, Syaukani masih ditahan dan tidak ada jaminan bisa keluar untuk mengembalikan formulir pendaftaran.
Tak Mau Diwakili
Plt Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh memilih mengambil sendiri formulir pendaftaran untuk mengikuti persaingan dalam konvensi Partai Golkar di Sekretariat DPD Partai Golkar, Jl Mulawarman, Minggu (27/1) kemarin.
Kali ini, Ngayoh hanya didampingi sopir dan ajudannya. "Saya sengaja datang sendiri mengambil formulir, karena kalau orang lain yang mengambilkan, belum tentu sama keinginannya dengan saya," kata Ngayoh setelah mengambil formulir kemarin.
Ngayoh diterima Wakil Sekretaris Tim Pilkada DPD Golkar Kaltim Didik Mulyadi yang didampingi sejumlah anggota lain tim pilkada DPD Partai Golkar.
Ngayoh mengaku, pada prinsipnya dia siap untuk ikut bersaing dalam pemilihan balon gubernur yang akan diputuskan dalam rapat tim pilkada pusat di daerah atau yang dikenal konvensi pada 16 Februari 2008.
"Golkar kan partai terbuka dan sekarang membuka pendaftaran seluas-luasnya. Saya akan tetap berdoa agar dapat dukungan. Meskipun saya tahu Golkar nanti yang menentukan pilihannya," sebutnya.
"Saya ini kan juga punya ikatan emosional dengan Golkar. Saya menjadi kepala daerah dua periode juga dari Golkar. Saya memang bukan kader Golkar, tapi saya kan juga punya banyak sertifikat Golkar," kelakarnya.
Satu formulir kembali dikeluarkan Panitia Tim Pilkada DPD Golkar Kaltim ini menambah jumlah balon gubernur yang mendaftar ke Partai Golkar. Sebelumnya, sembilan formulir diambil balon gubernur Kaltim.
Mereka adalah Ketua DPD Golkar Kaltim yang juga Bupati Kukar (nonaktif) Syaukani H.R., mantan Bupati Paser Sulaiman Ismail, Wali Kota Samarinda Achmad Amins, Wali Kota Tarakan Yusuf S.K., mantan Bupati Kukar A.M. Sulaiman, tokoh masyarakat Suriansyah, Bupati Kutim Awang Faroek Ishak, dan Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam.
http://www.jawapos.co.id/index.php?a...&id=193006&c=1
----------------
Kalau Gubernurnya NAPI, lalu rakyatnya yang memilihnya ... apa namanya? ....![]()
![]()
Btapa blo'onnya pmrintah Indo kita ini !




LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote

Bookmarks