Guys, gue bukan golongan orang pembenci Malaysia. Tp kelakuannya makin hari makin njengkelin. Mentang2 dia punya duit lebih dan banyak org Indo kerja di sana, tingkahnya makin lama makin ngeselin. Mau apa sih sebetulnya mereka??
----
Malaysia Kembali Geser Patok Batas
JAKARTA--MIOL: Malaysia dan Indonesia kembali bersengketa soal patok perbatasan. Kali ini terkait tindakan Malaysia yang membuat patok baru di Desa Temanjuk, Kalimantan Barat, tanpa sepengetahuan pihak Indonesia.
Apabila dibiarkan, Indonesia terancam kehilangan wilayah laut teritorial seluas 6,48 juta meter persegi.
Fakta tersebut disampaikan oleh Danrem 121/ ABW Pontianak Kolonel (Inf) Edy Susanto saat beraudiensi dengan wartawan seksi Dephan/TNI di Pontianak, Kalbar, Selasa (31/7).
Dan Rem Kolonel Edy Susanto mengatakan patok yang bermasalah tersebut adalah patok A1. Berdasarkan perjanjian kedua negara, posisi asli patok A1 adalah 02 derajat 04' 52,82" Lintang Utara dan 109 derajat 38' 41,7" Bujur Timur.
Ketika dicek ke lapangan, ujar Edy, pihaknya menemukan bahwa patok asli di tempat tersebut telah hancur.
Posisi patok yang hilang tersebut kemudian digantikan dengan patok Malaysia SRTP 011 yang berdasarkan perhitungan TNI, telah bergeser 1 detik dari patok yang lama. Patok baru tersebut terletak di wilayah Temajuk, Kalbar.
"Padahal sebelumnya, RI-Malaysia sudah menyepakati bahwa batas RI-Malaysia adalah patok yang lama. Kita juga baru tahu sekitar 4 bulan yang lalu. Ada informasi dari internet soal itu. Lalu kita laksanakan pengecekan," ujar Edy.
Ia melanjutkan bahwa berdasarkan perhitungan pihak Indonesia terancam kehilangan kedaulatan wilayahnya bila Tentara Diraja Malaysia menggunakan patok SRTP 011 tersebut sebagai referensi pembuatan peta.
Luas wilayah laut Indonesia yang bisa menjadi milik Malaysia bisa mencapai 6,48 juta meter persegi bila patok SRTP 011 dibiarkan.
"Berdasarkan UU internasional tentang perbatasan, posisi Indonesia sebenarnya kuat. Tapi tetap kita bisa kehilangan laut sebesar itu yang akan mempengaruhi batas dua negara. Makanya patok baru itu harus kita permasalahkan," tandasnya.
Edy mengatakan pihaknya sudah berusaha mengajak pihak Malaysia berunding tentang masalah itu. Pihaknya juga sudah memberikan informasi tentang masalah tersebut kepada Mabes TNI maupun instansi terkait.
"Sudah kita laporkan. Kita tinggal menunggu hasil perundingan antarkedua negara. Pusat yang nanti memberitahukan hasilnya kepada kita," tutur Edy.
Sementara Palaksa Lanal Pontianak Mayor Ganda Permana mengatakan pihaknya sudah mengecat patok SRTP yang dibuat Malaysia itu dengan cat merah putih sesuai warna bendera nasional RI.
"Wilayah Itu memang asli bukan milik Malaysia. Makanya kita cat warna merah putih sebagai tanda kedaulatan NKRI," tandas Mayor Ganda. (Mjs/OL-03)
http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=139328
===




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote


Bookmarks