Peluru Masih Bersarang di Tubuh Korban Bentrok Alor

KUPANG--MIOL: Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, hingga Senin (30/7) belum berhasil mengeluarkan peluru di tubuh dua korban penembakan bentrok Alor karena keterbatasan peralatan operasi.
Dua korban itu adalah Rofinus Olang, 24, yang terkena tembakan di kepala bagian kanan, dan Edison Tubulau, 18, yang ditembak dua kali di dada kanan dan punggung. Edison adalah siswa kelas II Sekolah Teknik Menengah (STM) Kalabahi, sedangkan Rofinus adalah pegawai honorer pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Alor.
Dokter RSUD Kalabahi hanya berhasil mengeluarkan peluru dari tubuh tiga korban yakni Hartono Jalamau, Mustafa Bura dan Tonjel.
Seorang korban bernama Semy Alang, anggota Polisi Pamong Praja kantor bupati Alor, hanya mengalami luka memar di bagian wajah karena dipukul aparat keamanan.
Sementara itu, Edison dan Rofinus, Senin (30/7) sekitar pukul 08.00 Wita, tiba di Kupang dari Alor menggunakan kapal laut. Keduanya akan dioperasi di ruang bedah Rumah Sakit WZ Johannes.
Ketika turun dari kapal, kedua korban terlihat mengenakan alat bantu pernapasan dan infus. Mereka diantar tiga perawat dan anggota keluarga dan langsung dijemput dua mobil ambulans.
Kepala Rumah Sakit WZ Johannes Dokter Yovita Maria Mitak mengatakan dua korban tersebut bisa berkomunikasi dengan dokter. "Kami langsung tangani dan hari ini (Senin (30/7) langsung dioperasi untuk mengeluarkan peluru," katanya kepada Media Indonesia, Senin (30/7).
Dari hasil foto rongent, diketahui dari dua peluru yang mengenai tubuh Edison Tubulau, hanya satu peluru yang masih bersarang, yaitu peluru yang mengenai bagian dada. Sementara peluru yang mengenai punggung, diduga tembus.
Menurut Yovita, peluru yang mengenai kepala Rofinus Olang, diduga masih bersarang di kepalanya. "Dokter bedah sedang melakukan pemeriksaan intensif," katanya.
Selain itu, saudara Edison Tubuhue, Novri Tubuhue, mengatakan sebelum terkena tembakan polisi, Edison sedang dalam perjalanan dari rumah membeli makanan di sebuah warung. "Edison tidak termasuk dalam kelompok massa yang bentrok dengan polisi," katanya.
Menurut Novri, usai terkena tembakan, pria itu juga masih sempat dipukul oleh sejumlah anggota polisi.
Novri minta polisi segera menangkap tersangka penembakan terhadap saudaranya, serta memroses mereka sesuai hukum yang berlaku.
Di tempat terpisah, Kapolres Alor Ajun Komisaris Besar (AKB) Hery Purnomo mengatakan pihaknya tidak memerintahkan anggotanya menembak warga.
"Saya minta anggota untuk menembak ke udara," katanya.
Terkait kasus itu, polisi juga belum melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penembakan.