All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Mafia Singapore dan Phillipine Beraksi di Indonesia

    Ternyata bukan pemerintah singapore aja yg sudah beraksi dalam menguasai berbagai perusahaan strategis di Indonesia.

    Sekarang ...

    Dengan di bantu mafia dari Philipine .. Mafia Singapore sekarang juga beraksi di Indonesia ..

    http://poskota.co.id/news_baca.asp?id=36141&ik=2

    =============================>>>>>

    Pengusaha Papua Diculik Ditebus Rp 1,9 Milyar

    Senin 30 Juli 2007, Jam: 9:41:00

    JAKARTA (Pos Kota) – Jaringan sindikat penculik melibatkan mafia Philipina dan Singapura dibongkar Resmob Polda Metro Jaya, Sabtu (28/7) malam. Korban penculikan sindikat ini adalah pengusaha batubara asal Papua. Ia tiga hari disekap di rumah kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat dan berhasil dibebaskan setelah mentransfer uang tebusan Rp 1,9 milyar.

    Dalam membongkar sindikat penculik ini, petugas tidak hanya menyelamatkan nyawa Zainal, 50, pengusaha asal Papua, tapi juga berhasil meringkus Carlos, 30, mafia Philipina dan dua teman wanitanya asal Indonesia. Mereka, tersangka Cristin, 27, dan Martina, 30.

    Selain menciduk tiga pelaku penculik, Polda Metro Jaya juga memblokir uang Rp 1,9 mliyar yang ditransfer Zainal ke rekening Cristin di Bank BCA. Sedangkan, Robert, mafia Singapura yang memberi order penculikan kepada Carlos, lolos dari sergapan petugas.

    “ Peristiwa penculikan ini masih terus kami kembangkan. Tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat, “ kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Carlo B. Tewu, didampingi Kepala Satuan Resmob AKBP RC Gumay, Minggu (29/7) siang.

    3 HARI DISEKAP
    Keterangan yang didapat Pos Kota, tiga hari disekap kawanan penculik di sebuah rumah mewah kawasan Puri Kembangan, Zainal diperlakukan tidak manusiawi. Di dalam kamar yang terkunci rapat, kaki dan tangan pengusaha batubara ini diikat. Bahkan mulutnya dilakban. “ Labkan batu dibuka ketika saya mau makan dan minum, “ kata Zainal kepada petugas yang membebaskannya.

    “ Saya tidak diijinkan keluar kamar. Kalau saya berniat melarikan diri, pelaku mau membacok pakai golok. Mereka menginjak-injak badan saya, “ tambah Zainal.

    Drama penculikan yang mnelibatkan mafia Philipina dan Singapura ini berawal dari Hotel Media Sheraton di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Kamis (26/7) siang, Zainal kedatangan Robert, teman lamanya ketika berbisnis batubara di Papua.

    Dari kamar hotel tersebut, Robert mengajak Zainal makan siang di luar hotel. Tanpa curiga, korban meninggalkan kamar menuju halaman parkir. Di dalam mobil, Zainal dikenalkan kepada Carlos, Cristin, dan Martina. Dalam perjalanan menuju restoran, Cristin bertindak sebagai pengemudi mobil. Carlos, duduk di depan samping Cristin. Sedangkan Zainal ditemani Robert dan Matina, duduk di jok belakang.

    Di tengah jalan raya yang padat, tiba-tiba saja Carlos mengeluarkan golok dari dalam tasnya. Mafia Philipina ini mengancam akan membunuh Zainal jika ia berteriak. “ Saya tidak berani melawan. Robert juga mengancam saya, “ ujar Zainal.

    Tiba di rumah mewah, pelaku menggiring Zainal masuk ke kamar. Di kamar inilah ia disekap. Kedua kaki dan tangan korban diikat. Mulutnya dilakban. Saat Zainal melawan, pelaku menginjak-injak tubuh pengusaha asal Papua itu.

    DIBEBASKAN
    Sehari setelah Zainal disekap, pelaku menghubungi keluarga Zainal di Papua. Penculik ini akan membebaskan Zainal jika ada uang tebusan Rp 1,9 milyar. Ancaman pelaku akan membunuh Zainal, tidak membuat hati keluarga ciut. Mereka langsung terbang ke Jakarta dan melapor ke Polda Metro Jaya.

    Petugas bergerak cepat. Strategi untuk membebaskan Zainal diatur. Saran petugas kepada keluarga Zainal, penuhi saja uang tebusan Rp 1,9 milyar yang diminta pelaku. Menjelang pembebasan, uang tersebut dikirim keluarga korban ke rekening Cristin di Bank BCA Cabang Puri Kembangan.

    “ Kami lebih dulu menghubungi pihak bank untuk memblokir rekening Cristin jika uang Rp 1,9 milyar sudah ditransfer, “ kata Carlo.

    Tahu kalau uang tebusan sudah ditransfer, Zainal dibebaskan Cristin dan Martina di tengah jalan. Petugas yang mengawasi pelaku, langsung menyergap. Kedua wanita ini berhasil ditangkap.

    Kepada petugas, tersangka Cristina Martina mengaku bahwa aksi penculikan ini melibatkan Carlos dan Robet. Dalam kontak telepon dengan Carlos, didapat tahu kalau pria WN Philipina berada di Bandara Soekarno-Hatta. Carlos ditangkap ketika mau terbang ke negaranya. Sedangkan Robet, yang memberi order menculik Zainal, lolos dari sergapan petugas.

    Dari hasil interogasi terungkap, latar belakang kasus ini karena Robet dendam sama Zainal. Ketika ia membuka usaha batubara di Papua, Robet bangkrut. Ia menuduh Zainal biang keladinya.

    Sebelum peristiwa penculikan ini terjadi, Robet menghubungi Carlos di Philinpina. Mafia ini dijanjikan imbalan Rp 600 juta, jika berhasil mendapat uang tebusan. Menurut Carlos, uang ini akan dibagi dengan Cristin dan Martina. “ Kami akan menghubungi Interpol agar menangkap Robet, “ kata Gumay.

    (edi)

  2. #2
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Di Indonesia, 30% Siswa Sekolah Menengah Telah Aktif Bersenggama?



    Kehidupan modern memang serba sulit. Usia pernikahan diusahakan ditunda selama-lamanya karena alasan-alasan sosial dan ekonomi. Padahal manusia pada usia 15-25 sedang tinggi-tingginya tensi sex mereka. Ditambah lagi lingkungan yang permisive, informasi media yang penuh daya ransang, makanan penuh gizi yang bikin syaraf sex aktif bekerja, dan pergaulan yang semakin terbuka ...bagaimana anak muda seusia itu bisa bertahan? Bahkan agama saja, sebenarnya sudah menganjurkan perkawinan segera dilaksanakan saja bila ada 2 jenis anak muda sudah 'kesemsem', antara lain untuk mencegah kejadian spt kisah kali ini. Jadi, terkadang nilai-nilai ajaran eyang kita dulu ada benarnya, mengawinkan anaknya se dini mungkin, bahkan 'sangat takut' kalau sampai jadi 'estewe' (setengah tua alias bujang lapuk atau p[erawan tua}. Apa kita perlu 'back to old tradition?'

    30% Murid SMP/SMA Aktif Melakukan Hubungan Seksual

    BANDUNG, (PR).-
    Sedikitnya 30% siswa-siswi SMP dan SMA di Indonesia, sudah melakukan hubungan seks bebas secara aktif. Selama ini, pengenalan dan sosialisasi mengenai dampak negatif pergaulan bebas terhadap tubuh, lingkungan sekolah, dan sosial masih sangat minim.

    ”Data menunjukkan ada berbagai perilaku seks bebas yang dilakukan remaja. Angka tidak jadi patokan, tapi kenyataan ada remaja yang melakukan seks bebas di luar nikah itu yang harus jadi perhatian semua pihak,” kata ahli kebidanan dan kandungan, dr. Boy Abidin, Sp.O.G., dalam seminar ”Laurier Cares: Keep Virgin be Healthy” yang digelar di Piset Mall, Jln. Pelajar Pejuang Bandung, Sabtu (28/7).

    Salah satu risiko melakukan hubungan seks secara aktif, diantaranya kehamilan. Berdasarkan data BKKBN 2006, remaja pada usia 13-17 tahun yang mengalami hamil di luar nikah 12,9%. ”Kalau sampai terjadi kehamilan, pihak perempuan yang akan menanggung malu, belum tahu mengurusi seorang bayi, dan kesulitan lainnya,” ujarnya. Penyakit kelamin akibat hubungan seks bebas pun meningkat, seperti sifilis, gonorrhoe, dan paling parah bisa tertular HIV-AIDS.

    ”Kita berharap norma agama dan sosial tidak berges bahwa hubungan seks dilakukan setelah resmi menikah, sebagai suatu hal yang sakral dan dihormati semua pihak. Kita tidak mesti berubah norma meski mendapat pengaruh dari luar,” ungkapnya.

    Menurut dia , pengetahuan mengenai seks seharusnya dimasukkan dalam kurikulum sekolah, sehingga para siswa mendapat bekal pengetahuan mengenai hal itu tanpa harus mencari tahu sendiri lewat coba-coba.

    Peran keluarga

    Hal senada diungkapkan Psikolog Roslina Verauli, M. Psi. Terkadang perilaku seks dianggap sesuatu hal yang tabu untuk dibicarakan di tengah keluarga. ”Padahal, ibarat tidak diberi sarapan, anak akan mencari jajan di luar,” ujarnya.

    Untuk itu, diskusi dan pembahasan mengenai masalah seksual perlu dilakukan di rumah, dengan melibatkan semua anggota keluarga. ”Jangan memberi kelonggaran kepada anak mengenai hal ini. Jika itu terjadi, berarti orang tuanya lari dari tanggung jawab. Untuk itu, bekal utama kasih sayang dan pengetahuan harus dimulai dari rumah,” kata Vera.
    http://www.pikiran-rakyat.co.id/ceta...07/30/0208.htm


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>