Bupati Berau Ungkapkan Kekesalan
Bupati Berau Makmur kesal. Sebab, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 1 x 12 megawatt (MW) terus menemui kendala.
Ironisnya, kendala itu justru berasal dari pusat. Hingga saat ini, belum ada kesepakatan antara pemerintah pusat dan PT PLN terkait proses izin pemakaian modal dari bank untuk membangun pembangkit baru tersebut.
Kekesalan Makmur terungkap ketika memberi sambutan pada peresmian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilang Bujangga Internusa Sabtu (30/8). Menurut dia, sampai kiamat pun, pembangunan PLTU itu tidak akan pernah terealisasi. ''Bagaimana bisa, kalau pemerintah pusat dan PLN tak pernah sinkron,'' katanya kesal.
Padahal, lanjut dia, pemerintah daerah bersama dengan dua perusahaan yang terlibat dalam pembangunan pembangkit baru itu berniat untuk mengatasi krisis listrik yang mulai melanda Berau. Saat ini kapasitas pembangkit lama 2 x 7 MW sudah berada di ambang batas untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Berau.
Sementara itu, pihak PLN tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat melalui pembangkitnya (PLTD). ''Seharusnya antara pemerintah pusat dan PLN itu bersinergi agar persoalan listrik bisa teratasi. Presiden telah mencanangkan 75/100 yang artinya di HUT Ke-75 Kemerdekaan RI nanti, 100 persen masyarakat Indonesia sudah menikmati listrik. Tapi, kalau seperti ini, apa bisa terealisasi," tegas bupati Berau.
Dia menandaskan, Pemkab Berau sangat berkomitmen dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta fasilitas umum yang juga memerlukan listrik. Salah satu buktinya, pemerintah daerah tak hanya berkeinginan menambah PLTU, tapi juga membangun pembangkit listrik untuk daerah pedesaan.
''Kami sudah membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH, Red) di Teluk Sumbang. Bahkan, kapasitas listrik di sana (Teluk Sumbang) bisa melayani masyarakat yang ada di kampung sekitarnya. Kalau PLN mau, ambil saja listrik di sana," kata bupati.
Dia menambahkan, di Berau saat ini sedang marak pembangunan fasilitas umum yang memerlukan tenaga listrik. Di antaranya pasar induk dan PDAM yang berada di kilometer (KM) 5.
Selain itu, ke depan ada beberapa fasilitas umum yang memerlukan listrik dengan daya lumayan besar serta memenuhi kebutuhan listrik pelanggan rumah tangga




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks