Kamis, 28 Agustus 2008

PLN Siapkan USD 6 Miliar
Tahun 2009, Tambah Kapasitas Pembangkit

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyiapkan dana investasi hingga USD 6 miliar atau sekitar Rp 54 triliun, untuk menambah kapasitas pembangkit listrik di sistem Jawa-Bali. Dana sebesar itu digunakan untuk tambahan kapasitas sebesar 6 ribu MW (megawatt).

"Ini termasuk dalam program 2009 hingga 2010 nanti," kata Dirut PT PLN Fahmi Mochtar usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR kemarin.

Fahmi mengatakan, peningkatan kapasitas pembangkit listrik mendesak dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan kapasitas yang selama lima tahun terakhir hanya tumbuh sekitar 3,5 persen per tahun. ''Karena itu, kita butuh pembangunan pembangkit-pembangkit baru,'' katanya.

Menurut dia, dengan adanya tambahan kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Bali pada 2009-2010 sebesar 6 ribu MW, kapasitas pembangkit akan meningkat hingga 26 ribu MW.

''Jika program penghematan bisa jalan, maka cadangan listrik akan meningkat menjadi 30 persen. Artinya, kehandalan meningkat dan pemadaman bergilir bisa ditekan,'' paparnya.

Fahmi mengatakan, sumber pendanaan untuk menambah kapasitas pembangkit yang masuk dalam proyek percepatan PLTU 10.000 MW tersebut akan akan diperoleh dari perbankan asing seperti dari Barclays, Bank of China maupun Chexim Bank (China Export Import). Sedangkan beberapa perbankan dalam negeri yang ikut mendanai adalah Bank Mandiri, BNI, BCA, serta konsorsium Bank Mega.

Sementara itu, terkait dengan rencana audit pembangkit, Fahmi mengatakan, hal tersebut sudah merupakan kewajiban bagi perusahaan yang bergerak di sektor ketenagalistrik. "Audit sudah rutin dilakukan oleh PLN, hanya saja tidak kami laporkan secara khusus,'' terangnya.

Berdasar hasil audit rutin tersebut, lanjut dia, performance pembangkit-pembangkit PLN cukup baik. Itu jika dibandingkan dengan standar internasional. ''Kami memiliki best practice atas kinerja pembangkit,'' ujarnya tanpa bersedia merinci labih jauh.

Fahmi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan audit untuk PLTU Cilacap, sehingga Oktober nanti diharapkan bisa selesai dan diketahui hasilnya.

Sedangkan untuk pembangkit-pembangkit lainnya, PLN akan melakukan audit mulai September nanti dan diperkirakan akan tuntas dalam waktu enam bulan ke depan .