Harapan di Balik Restrukturisasi PLN
INILAH.COM, Jakarta - Pengembang perumahan sederhana menanggapi positif program restrukturisasi dan reorganisasi PT PLN. Dengan manajemen yang lebih baik dan menerapkan pola desentralisasi, PLN diharapkan meningkatkan layanan kebutuhan listrik perumahan.
Pola desentralisasi PLN diharapkan mampu menjawab kendala birokrasi manajerial yang selama ini dihadapi pengembang di daerah. Diharapkan perbaikan kinerja dan efisiensi PLN akan mempermudah penyediaan kebutuhan akan listrik bagi perumahan murah.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI), Teguh Satria, menjelaskan, pola kerja PLN selama ini sudah dipersiapkan untuk menjadi otonom. Pemangkasan birokrasi administrasi diharapkan bisa mendorong pelayanan listrik di proyek perumahan lebih baik.
“Penentuan tarif secara otonom akan lebih baik karena bisa diselaraskan dengan kebutuhan pada masing-masing daerah,” jelas Teguh kepada INILAH.COM, Sabtu (11/1).
Restrukturisasi dan reorganisasi PT PLN juga disambut baik Epi Suryawijaya, Direktur Utama PT Catur Mitra Persada. Menurutnya, pengembang rumah sehat sederhana (RSh) sangat membutuhkan ketersediaan sambungan listrik. Mekanisme otonomi penetapan tarif dasar listrik (TDL) di masing-masing wilayah kerja PLN akan memacu pertumbuhan cakupan listrik di daerah.
“Kalau PLN di masing-masing wilayah diberi keleluasaan otonom, akan menguntungkan konsumen. Kebijakan itu juga akan lebih menarik karena pimpinan PLN di masing-masing daerah bisa melakukan eksplorasi serta berinovasi di wilayahnya,” paparnya.
Namun yang menjadi problematika, kata Teguh, adalah pengambilan keputusan terkait kelangkaan pasok daya listrik di sejumlah wilayah. “Apakah pola restrukturisasi itu juga meliputi masalah penyiapan pembangkit listrik. Untuk wilayah dengan kendala ketersediaan daya, pola restrukturisasi tentu menjadi problem besar,” timpal Teguh.
Epi melanjutkan, kendala pasok daya listrik bisa ditanggulangi melalui pola kerjasama operasi antara PLN dengan investor pemasok kapasitas listrik. Epi mencontohkan pengalamannya menangani pembangunan rumah bagi pekerja PT International Nickel Tbk (Inco) yang berlokasi di Sorowako, Sulawesi Selatan.
“Banyak perusahaan yang memiliki pembangkit listrik melebihi kapasitas industrinya sehingga kelebihan daya listriknya bisa dijual kepada PLN. Selanjutnya PLN bisa menjualnya kepada konsumen umum, tentunya dengan harga lebih kompetitif,” paparnya.
Sementara Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Alvin Lie mengungkapkan, penyediaan fasilitas pembangkit listrik tetap harus melalui koordinasi lintas wilayah. DPR tidak menghendaki desentralisasi itu menciptakan pengkotak-kotakan kepentingan listrik di tiap daerah.
“Tetap ada koordinasi oleh tingkat pusat untuk penyediaan pasokan daya listrik. Kepentingan nasional tetap diupayakan dengan mempertimbangkan potensi di tiap wilayah,” jelas Alvin.
Ia menjelaskan, desentralisasi PLN sejalan dengan rekomendasi DPR yang mengurusi sektor energi. Dalam anjuran yang disampaikan sejak 2006 silam, Komisi VII DPR mengusulkan agar PLN menerapkan otonomi untuk setiap kantor distribusinya.
Begitu pula otonomi dalam memutuskan besaran TDL di tiap wilayah yang disesuaikan dengan kondisi setempat. “Sekarang tinggal bagaimana implementasinya, siapa orang-orang yang bakal ditunjuk menempati posisi strategis, struktur permodalan, dan kapan kebijakan itu diterapkan,” paparnya.
Restrukturisasi dan reorganisasi merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang dilaksanakan Selasa (8/1). Hingga akhir tahun ini, lima wilayah distribusi Jawa dan Bali akan diubah menjadi anak perusahaan baru.
Restrukturisasi itu juga mencakup persoalan diferensiasi tarif di tiap wilayah yang mengacu pada ketersediaan sumber daya primer serta kemampuan konsumen di daerah tersebut.
Pengembang menginginkan agar program itu mampu memperbaiki ketersediaan sarana dan prasarana kelistrikan di proyek-proyek RSh. Restrukturisasi dan reorganisasi di tubuh PLN diharapkan dapat melahirkan efisiensi kinerja yang berujung pada peningkatan layanan.
Sumber: INILAH.COM
Bookmarks