Untuk memenuhi kebutuhan gas di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, PT Indonesia Power (IP) mengupayakan mendapat pasokan gas dari Blok Cepu, Bojonegoro, yang dimiliki PT Exxon Mobil.
Direktur Produksi IP Achmad Sadikin berharap Exxon dapat memasok gas sebesar 50 MMSCFD (millions standard cubic feet per day/juta kaki kubik per hari).
Harapannya ini, berdasarkan informasi yang diterima, bahwa selain menghasilkan minyak, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu juga mengandung gas ikutan yang cukup besar.
"Gas ikutan ini memang harus disertifikasi dulu. Tapi, Exxon berkeinginan, karena jaraknya juga tidak jauh, cuma 10 kilometer, jadi gasnya daripada dibiarkan, kalau dijadikan flare kan lumayan," kata Achmad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8).
Menurut dia, kebutuhan gas buat PLTGU Tambak Lorok berkapasitas 1.000 megawatt (Mw) adalah 200 mile mile standard cubic feet per day (MMSCFD).
Saat ini, PLTGU Tambak Lorok baru mendapat kepastian pasokan gas dari Lapangan Gundih milik PT Pertamina (Persero) sebanyak 50 MMSCFD.
Namun, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan Direksi PT PLN (Persero) terkait harga gas Lapangan Gundih sebesar 4,8 dolar AS per mile-mile British thermal unit (MMBTU).
"Kami berharap keputusannya segera keluar, sehingga ditargetkan pada 2010 sudah PLTGU Tambak Lorok sudah mendapat gas Lapangan Gundih," katanya.
Sementara itu, Vice President for Planning, Commercial, and Public Affairs ExxonMobil, Maman Budiman, ketika dihubungi wartawan mengakui bahwa Lapangan Banyuurip memang mengandung gas ikutan.
"Namun, kemungkinan akan kami pakai sendiri," katanya.
Menurut Sadikin, selain gas ikutan Lapangan Banyuurip, pihaknya berkeinginan mendapatkan gas dari Lapangan Jambaran yang juga termasuk dalam Blok Cepu. Lapangan tersebut diperkirakan mengandung cadangan gas cukup besar yakni mencapai 1,7 triliun kaki kubik.
Meski diperkirakan mengandung kadar karbondioksida (CO2) cukup tinggi mencapai 45 persen, sehingga harga gas menjadi tinggi, namun Sadikin tetap berharap mendapatkan gas Lapangan Jambaran.
Tambak Lorok berjarak sekitar 150 km dari Blok Cepu, Bojonegoro. Rencananya, gas Blok Cepu tersebut dialirkan melalui pipa transmisi gas jalur Gresik-Semarang-Cirebon.
Hingga saat ini, PLTGU yang seharusnya memakai bahan bakar gas memang masih menggunakan bahan bakar minyak. Karena, pasokan gas yang diperlukan masih belum memenuhi.
"Kami masih terus mencari gas buat Tambak Lorok. Karena selain lebih hemat, bersih, di mesin juga lebih awet. Pasokan gas ini salah satunya, kami berharap dari Blok Cepu," katanya.
Selama ini untuk menghemat pemakaian BBM (Bahan Bakar Minyak), Tambak Lorok terpaksa dimatikan operasinya setiap Sabtu dan Minggu. Saat ini, rata-rata penggunaan BBM di enam unit pembangkit tersebut mencapai sebesar 4.000 kiloliter per hari.
Sebelumnya, Petronas juga akan memasok kebutuhan gas Tambak Lorok dari Lapangan Kepodang, Jateng sebesar 145 MMSCFD.
Namun, kepastiannya masih belum didapatkan, karena masih dibahas di BP Migas.




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks