Tokyo-RoL-- Kyodo--Jepang dan Cina membuka forum tiga hari di Tokyo Senin untuk membicarakan upaya penaghematan energi dan konservasi lingkungan bagi Cina, karena permintaan energi ekonomi yang baru tumbuh cepat itu diperkirakan meningkat tajam sejalan dengan perkembangan ekonomi negara itu.

Lebih dari 700 pejabat pemerintah, utusan-utusan bisnis dan akademisi dari dua negara itu ambil bagian dalam forum tersebut.

Delegasi itu termasuk Menteri Industri, Perdagangan dan Ekonomi Jepang Toshihiro Nikai, Menteri Lingkungan Hidup Yuriko Koike dan Duta Besar Cina untuk Jepang Wang Yi.

Selama forum tersebut yang diprakarsai oleh Kementrian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Cina dan Kementrian Perdagangan, para peserta akan mengadakan pembicaraan pada sektor industri masing-masing seperti membahas masalah baja, mobil, semen dan juga bahan bakar.

Delegasi Cina juga akan melakukan perjalanana ke enam kawasan di Jepang pada Selasa dan Rabu untuk memperkuat upaya negara itu mempromosikan efisiensi energi dan konservasi lingkungan pada tempat-tempat seperti pembangkit tenaga listrik dan pengembalian berbagai fasilitas.

Cina, yang merupakan konsumen energi terbesar ke dua dunia setelah Amerika Serikat, menyumbang 12 persen dari konsumsi energi dunia pada 2002 dan rasio tersebut diperkirakan akan mencapai 15 persen pada 2030.

Beijing menetapkan suatu keberhasilan penurunan konsumsi energi per unit produk domestik bruto (PDB) dengan 20 persen pada akhir 2010 di banding tingkat pada 2005.

Di banding dengan Jepang, negara itu menggunakan sembilan kali lipat lebih banyak energi guna memproduksi satu unit PDB.

Setelah mengalami `shock` minyak pada 1970-an, Jepang berhasil dalam peningkatan efisiensi energinya dengan 37 persen selama 30 tahun terakhir dengan mengklaim status negara hemat energi dunia.

Pertumbuhan ekonomi Cina yang cepat diperkirakan akan menghadapi kekurangan energi secara serius dan kerusakan lingkungan selama pertumbuhan ekonominya.

Berbagai perusahaan Jepang terkemuka seperti Nippon Steel Corp., Kyocera Corp., Sumitomo Metal Industries Ltd., JFE Steel Corp. dan Toyota Motor Corp. akan ambil bagian dalam forum diskusi tersebut. kyodo/antara/pur