Doa Bersama Buat Soeharto, 8 Siswa Tersambar Petir
Selasa, 29 Januari 2008 - 19:20 wib
BERITA LAINNYA
MOJOKERTO - Acara istighosah dan doa bersama berakhir petaka. Sedianya, acara doa bersama itu selain untuk menyambut Ujian Nasional (UN), juga untuk almarhum Presiden Soeharto.
Acara gelar doa bersama itu diselenggarakan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Falah, Kecamatan Kutorejo, di makam keramat Sunan Krapyak, lereng gunung Welirang, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/1/2008).
Sedikitnya satu orang siswa kritis dan tujuh lainnya pingsan. Kedelapan korban itu pingsan setelah disambar petir yang datang bersamaan dengan acara tersebut digelar.
Hingga saat ini korban kritis, Maratus Sholihah (14) adalah siswa kelas III. Maratus masih menjalani perawatan intensif di RSUD Prof Dr Soekandar menyusul kondisinya yang gosong. Sementara, tujuh lainnya diperbolehkan pulang setelah sebelumnya di rawat di Puskemas setempat.
Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat mereka mengikuti kegiatan penjelejahan Pramuka menuju ke lereng gunung Welirang sekitar pukul 14.30 WIB. Sesampainya di makam keramat itulah, sebanyak 125 siswa dengan didampingi sejumlah pembina menggelar acara istighosah dan doa bersama. Tujuannya, UN yang akan diselenggarakan bebarapa bulan lagi bisa dilalui dengan lancar. Sehingga semua siswa lulus.
Namun nahas, baru beberapa menit acara doa itu dimulai, hujan deras mengguyur kawasan itu. Tak hanya itu beberapa kali petir menyambar hingga akhirnya mengenai mereka. Tak pelak seluruh siswa pun semburat, hingga beberapa dari mereka pun pingsan.
"Mengetahui itu kami lantas turun meminta pertolongan warga. Hingga mereka yang pingsan bisa segera dievakuasi," terang guru pembina, Khoirul Anam kemarin. Namun demikian, Anam mengaku tidak masalah. Sebab luka yang diderita sejumlah siswanya tersebut terbilang biasa.
Kecuali seorang siswa (Maratus Solihah), yang sedikit mengalami luka gosong. Kendati demikian pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke polisi. Sementara acara penjelajahan juga dibatalkan dan seluruh siswa dipulangkan.
Kapolsek Pacet, AKP Totong Siharto membenarkan kejadian tersebut. Namun dia menegaskan jika kedelapan siswa itu pingsan lantaran kaget hingga akhirnya terjatuh. Bukan terkena langsung sengatan petir. Karenanya mereka masih bisa tertolong.
"Kalau tepat terkena sengatan petir pastinya mereka sudah tewas. Tetapi mereka semua masih selamat. Sehingga besar kemungkinan karena radiasi saja," pungkasnya.(Ihya' Ulumuddin/Sindo/sjn)
http://news.okezone.com/index.php/Re...ersambar-petir




LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote

Bookmarks