Honda Motor Co. meluncurkan generasi ketiga minivan Odyssey di Jepang dengan mesin berkapasitas 2.4 liter empat silinder DOHC dengan teknologi i-VTEC. Sistem transmisi yang ditawarkan adalah CVT 7-speed yang menghasilkan pengendaraan luarbiasa dan 5-speed automatic transmission.
Inovasi terbaru yang dilakukan Honda adalah penggunaan platform baru dengan lantai rendah hingga memungkinkan Odyssey dibuat lebih pendek tanpa mengorbankan volume interior. Dengan mendisain tinggi Odyssey hanya 1,550 mm, Honda berharap minvan ini bisa menyesuaikan diri dengan ketinggian rata-rata gerbang parkir di Jepang. Disain interior lega dan nyaman untuk mengakomodasi tujuh penumpang dalam tiga baris kursi.
Menurut Honda, Odyssey memadukan unsur kecepatan (pusat gravitasi rendah untuk menyempurnakan pengendalian dan pengendaraan), elegan (berkat sosoknya yang rebah/tidak tinggi) dan kelegaan ruang (ruang kepala lebih lega dibanding model sebelumnya berkat low-floor plaform baru).
Untuk versi top-of-the-line, Odyssey Absolut, menawarkan sistem transmisi 5-speed matik, fitur Drive by Wire, racikan suspensi khusus dan sistem pengereman.
Fitur-fitur utama Odyssey termasuk Intelligent Highway Cruise Control (IHCC) yang mengontrol kecepatan dan jarak antar mobil ketika berkendara di jalan tol. Juga Honda HDD Navigation System plus Progressive Commander yang dioperasikan dengan suara. Ditambah kamera belakang untuk penyempurnaan fungsi dan kemudahan operasional.
Honda juga melakukan penyempurnaan pada sistem safety. Odyssey dilengkapi dengan Collision Mitigation Brake System (CMS) yang pertamakali digunakan pada Honda Inspire, dan E-Pretensioners (pengemudi dan penumpang depan). Kapabilitas body untuk untuk menahan benturan juga disempurnakan.
Minivan ini dikatagorikan sebagai Ultra Low Emission Vehicle atau Excellent Low Emission Vehicle berdasarkan sertifikat yang diterbitkan Kementerian Pertanahan dan Infrastruktur Jepang. Honda menjadwalkan penjualan Odyssey dimulai 24 Oktober dengan target bulanan 5,000 unit.
Yang paling menarik adalah Collision Mitigation Brake System (CMS). Teknologi pre-crash ini dirancang untuk memperhitungkan/menilai resiko benturan dan mengurangi dampaknya pada penumpang dan kerusakan mobil. Collision Mitigate Brake System akan memperingatkan pengemudi agar terhindar dari benturan dan mengendalikan sistem pengereman untuk mengurangi kecepatan mobil. Pada saat bersamaan, E-Pretensioner, secara otomatis mengencangkan seatbelt sebelum tumbukan.
Sistem ini menggunakan radar untuk mendeteksi kendaraan lain dalam jarak 100 meter di depan, memperhitungkan resiko tabrakan berdasarkan jarak antar mobil, kecepatan relatif dan perkiraan lintasan mobil. Jika sistem menilai resiko kecelakaan meningkat, maka alarm akan berbunyi untuk mengingatkan pengemudi agar bertindak. Sistem juga akan mengurangi sedikit kecepatan mobil, cara lain menyadarkan pengemudi terhadap bahaya.
Untuk meningkatkan perlindungan pada penumpang bila kecelakaan terjadi, sistem akan mengaktifkan brake assist bila tekanan kaki pada pedal rem dianggap kurang. Demikian pula seatbelt yang mengencang. E-Pretensioner dirancang untuk bekerja ketika pengemudi mengerem mendadak dan brake assist berfungsi. Sistem ini tetap bekerja meskipun CMS tidak diaktifkan.
(mobilku.com)




LinkBack URL
About LinkBacks








Reply With Quote

Bookmarks