Laki-laki atau Perempuan ya?

Lidia (27) sangat gembira menyambut kehamilan pertamanya. "Kalau bisa sih perempuan, biar bisa bantu-bantu masak," kelakarnya mengenai jenis kelamin calon anaknya. Rasanya familiar sekali ya ungkapan ini? Pada kehamilan pertama, orang tua khususnya ibu, ingin mendapatkan anak dengan jenis kelamin 'sesuai impiannya'. Masalahnya, dapatkah jenis kelamin calon bayi kita tentukan?
Bisa, jika bayi merupakan hasil inseminasi buatan alias bayi tabung. Sperma yang akan dipertemukan dengan ovum sudah diteropong membawa bibit laki-laki atau perempuan, mana saja sesuai keinginan orang tua. Nah, kalau pembuahan terjadi secara alami, bagaimana cara menentukan jenis kelamin jabang bayi?
Bisa diusahakan kok, namun tentu saja tak berlaku mutlak, karena sekali lagi urusan jenis kelamin merupakan kehendak Yang Kuasa. Kita boleh berusaha semampunya, hasil akhirnya tetap Tuhan menentukan.
Mungkin sebagiandari Anda sudah tahu, sperma yang membawa bibit laki-laki berenang lebih cepat dibanding sperma yang membawa bibit perempuan. Agar urusan 'menentukan jenis kelamin' calon jabang bayi bisa terwujud, mari kita hitung masa subur calon ibu. Jika ingin mendapatkan anak laki-laki, maka hubungan intim dilakukan berdekatan dengan masa subur. Jika mendambakan anak perempuan, seks bisa dilakukan beberapa hari sebelum atau sesudah masa subur. Namun tentu saja perhitungan ini tak berlaku mutlak.
Ada juga yang percaya, jenis kelamin seorang jabang bayi bisa ditebak dengan melihat penampakan kulit ibu yang tengah mengandung. Kalau kulit calon ibu terlihat bersih, pigmennya tidak terlihat terlalu jelas, kemungkinan besar bayinya perempuan. Jika sebaliknya, kulit sang ibu tampak lebih gelap, termasuk kulit leher, pigmentasi banyak, bisa jadi itu laki-laki.

Tapi terlepas dari itu semua, laki-laki perempuan kan sama saja? Kalau besar kelak, toh dia akan mendapatkan jodoh lawan jenis. Jadi, santai saja deh.