PORNOGRAFI DI SEKITAR KITA
[ Senin, 4 Oktober 2004 | 1732 pembaca ]
Dewasa ini, pornografi dan pornoaksi makin marak ditampilkan diberbagai media massa. Baik dari media massa cetak seperti majalah dan tabloid, hingga media massa elektronik seperti tayangan televisi dan berbagai informasi di internet.
Fenomena ini, kontan saja menimbulkan reaksi dan perspektif yang beragam di masyarakat kita. Bahkan maraknya sajian pornografi dan pornoaksi itu dituding sebagai penyebab tingginya tindak kriminalitas dimasyarakat, khususnya kriminalitas seksual.
Pada tindak kriminalitas seksual, bisa dipastikan korbannya adalah perempuan. Pasalnya fenomena pornografi, banyak mengekplorasikan tingginya tingkat eksploitasi terhadap perempuan. Sehingga perempuan pun kerap menjadi obyek seks, pelecehan, dan juga tindak kekerasan.
Hal ini juga diperparah, oleh tidak tegasnya perundang-undangan pornografi dan pornoaksi di Indonesia. Misalnya saja RUU pornografi dan pornoaksi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang masih samar dalam memberikan batasan dan bersifat umum. Alhasil, interprestasi yang muncul di masyarakat pun cukup beragam.
Di Indonesia, saat ini pornografi dan pornoaksi berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Bahkan menurut kantor berita Associated Press (AP), melansir bahwa Indonesia akan menjadi ‘Surga Pornografi Berikutnya’. Bahkan Thailand yang selama ini terkenal terbuka dan vulgar, kini mulai menata dengan serius peraturan tentang pornografi dan pornoaksi. Sehingga industri pornografi ilegal pun, akhirnya makin menyempit.
Untuk mencegah semakin maraknya pornografi di masyarakat, kemampuan undang-undang dirasa tak lagi berarti tanpa ditunjang oleh elemen lainnya. Seperti pembuat UU, pelaksana UU, para aparat atau penegak hukum dan juga masyarakat luas.
''Pemberantasan pornografi dan pornoaksi harus melibatkan semua elemen yang ada, termasuk pemerintah dan tokoh agama. Tanpa itu, sulit rasanya mengenyahkan maraknya pornografi dan pornoaksi dari lingkungan masyarakat,'' jelas Ade Armando, pakar media dan komunikasi. (republika.co.id)
Selain didukung oleh semua elemen masyarakat, wawasan akan agama juga bisa dijadikan benteng untuk mendapat pengaruh dari lingkungan sekitar. Salah satunya, pengaruh dari berbagai media massa tentang pornografi dan pornoaksi.[




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks