All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    Karyawan nandar is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2006
    Kiriman
    409
    Rep Power
    6

    Default Free Sex Dan Aborsi

    FREE SEX DAN ABORSI
    [ Kamis, 26 Juni 2003 | 1010 pembaca ]
    Perbuatan sex diluar nikah (free sex), selamanya tidak dibenarkan dalam norma kehidupan, baik norma Agama maupun norma Sosial. Walau demikian, kenyataannya kasus hubungan sex pra nikah makin meluas saja. Bahkan dari sekian banyak kasus yang ada, free sex kebanyakan dilakukan oleh kalangan remaja, mungkin juga sudah membudaya dikalangan teman-teman kita sendiri. Hal ini merupakan bukti nyata dampak dari tingginya keinginan sex dikalangan kita (baca:remaja).

    Tingginya keinginan sex ini, merupakan dampak dari berkembang cepatnya hormon dan organ genetalia(baca:reproduksi) kita. Nah, oleh karena itu kita harus pandai-pandai mengendalikan keinginan sex kita. Soalnya, hubungan sex yang dilakukan di usia dini dan diluar nikah banyak merugikan kehidupan pribadi kita (terutama perempuan).

    Selain itu, hubungan sex diluar nikah ternyata membawa cukup banyak dampak negatif pada diri kita. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah.
    Maraknya freesex saat ini, ternyata berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki beresiko tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.

    Resiko melakukan Aborsi pada remaja:
    1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
    2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
    3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
    4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation)
    5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
    6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
    7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
    8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
    9. Kanker hati (Liver Cancer)
    10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
    11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
    12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
    13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
    14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
    15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
    16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.
    17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.
    Nah, udah ngerti kan akibat melakukan hubungan sex diluar nikah. Makanya kamu (terutama cewek), kudu tegas menolak ajakan hubungan sex apabila dilakukan diluar pernikahan. Selain ngrugiin kamu, orang tua tentunya bakal kecewa juga kan?.(noe,berbagai sumber)

  2. #2
    cakra88 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Feb 2008
    Kiriman
    4
    Rep Power
    0

    Default Re: Free Sex Dan Aborsi

    Aborsi sebagai sebuah tindakan penyelematan dapat di lakukan asal lepas dari pertimbangan2 agama. Secara medis aborsi bisa dilakukan dan di beberapa negara itu di bolehkan. Okelah soal agama ada aturannya, bahkan di katolik aborsi sangat di haramkan. Tapi coba lihat dampak dari aspek lainnya.
    Dari sisi biologis ABG sebenarnya sudah bisa melakukan hubungan sex. Banyak diantaranya yang tidak faham akan efek dari kelanjutan berhubungan sex tersebut. Jangan hardik mereka sebagai kurang iman atau salah pergaulan, tapi kalau itu sudah terjadi dan kebablasan, apa boleh buat. Kadang naluri biologis mengalahkan pertimbangan lain. Dan nyatanya mereka hamil. Itu kenyataan biologisnya. Lalu gimana?
    Jika, katakanlah anak itu baru SMP atau SMA, mau aborsi atau di lanjutkan? Jika di lanjutkan kehamialn tersebut maka dampak sosialnya akan panjang. Bagaiman si anak harus berhenti sekolah dan terpaksa menjadi ibu muda yang belum siap dari berbagai aspek, kecuali aspek biologisnya thok. Tapi coba kalau di liat dari di lakukannya aborsi. Si anak akan tetap lanjut skeolah dan punya masa depan. Apakah tindakan yang terakhir lebih baik dari tindakan mencegah aborsi?? Anda punya keputusan
    fficeffice" />>>
    Jika terpaksa aborsi coba kontak ke email ayu_wardani@yahoo
    Dia berpengalaman dan hanya menggunakan ramuan khusus yang aman asal usia kehamilan di bawah 12 minggu (3 bulan)
    >>


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>