All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 5 of 5
  1. #1
    Junior khomar is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2007
    Kiriman
    172
    Rep Power
    5

    Default BILA ANAK TERKENA CAMPAK ( Serampah )

    Hati-hati bila anak demam dibarengi munculnya bercak merah di sekitar tubuh. Jangan dianggap enteng, Bu.
    Hari itu, di rumah keluarga Ibu Niken terjadi kepanikan. Pasalnya, kulit Nandia (13 bulan) berbercak merah, bahkan seperti menghitam. "Memang, beberapa hari ini dia panas tinggi. Tapi, saya pikir dia demam biasa saja," ujar Ibu Niken dengan rasa bersalah.

    Ternyata, dari pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nandia terkena campak. "Hal itu bisa saja terjadi. Memang adakalanya penyakit campak tak terlihat karena campaknya belum keluar," ujar DR.Sri Rezeki H. Hadinegoro, Dr. Sp.A(K), dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.

    Apa yang dialami Ibu Niken kerap juga dialami ibu-ibu lain. Mari kita mengenal campak lebih jauh, agar tak langsung panik saat menghadapinya.


    PENYEBABNYA ADALAH VIRUS Penyakit campak/measles disebabkan oleh virus Morbili. Pada tahun 60-an, di Amerika campak merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian 400 balita setiap tahunnya. Gejala campak memang agak sulit dideteksi secara dini. Karena, gejala campak, seperti batuk, pilek, dan demam, menurut Sri, hampir sama dengan penyakit flu biasa. "Padahal, campak merupakan penyakit infeksi yang berbahaya." Bahkan, gejala munculnya bercak merah di kulit pun hampir mirip dengan karena keracunan obat atau alergi karena dingin.

    Gejala awal penyakit campak ini dimulai dengan adanya batuk-batuk. Lalu, 1-2 hari kemudian timbul demam yang tinggi dan turun naik berkisar antara 38-40 derajat, selama lima hari. Biasanya dibarengi dengan mata merah dan seperti berair.

    Pada saat itu pula, biasanya muncul bintik putih seperti Koplik spot di sebelah dalam mulut. Dan ini biasanya akan bertahan 3-4 hari. Kadang-kadang juga disertai dengan munculnya diare. Memasuki hari kelima demamnya akan tinggi sekali. "Pada waktu itulah, bercak merah mulai keluar."

    Bercak merah campak berbeda dengan bercak biang keringat, misalnya. Karena, biang keringat tidak dibarengi dengan demam. Bercak-bercak merah ini muncul secara bertahap dan merambat. Lokasi "khusus" ini biasanya muncul pertama kali di belakang kuping, leher, dada ke bawah, tangan, kaki lalu ke muka.

    Jadi, terang Sri, bercak-bercak merah ini tak sekaligus muncul ke seluruh tubuh. Perlu waktu, biasanya seminggu barulah memenuhi seluruh tubuh. Tetapi, jika daya tahan tubuh anak cukup bagus bercak merahnya tak terlalu menyebar atau tak terlalu penuh. Umumnya jika bercak merah ini sudah keluar, demamnya akan turun dengan sendirinya. Usai itu, kulit kemudian menjadi hitam bersisik, kira-kira selama 2 minggu. Timbul warna kehitaman itu merupakan periode penyembuhan. Lama-lama tanda hitam itu akan rontok, hilang atau sembuh dengan sendirinya.

    Yang jelas, bercak-bercak merah ini menimbulkan gatal luar biasa. Yang dikhawatirkan, kata Sri, timbul infeksi karena anak menggaruk dengan tangan yang tidak bersih. Infeksi ini muncul seperti bisul-bisul kecil bernanah. Ditambah lagi kebiasaan yang tidak benar dari para ibu ini, yang tidak memandikan anak yang sedang terkena campak. "Padahal anak yang campak, bila panasnya sudah turun tetap harus dimandikan," tandas Sri. Minimal, dilap handuk basah untuk membersihkan keringatnya. Dan, usahakan untuk menggunakan sabun bayi yang tak terlalu merangsang kulit atau yang tak terlalu keras. Gosoklah seluruh bagian tubuhnya seperti biasa, asal tidak terlalu keras. Justru, bila anak tak dimandikan, anak akan berkeringat dan tentu rasanya lebih gatal lagi. "Dengan mandi anak akan merasa nyaman. Nah, untuk mengurangi rasa gatalnya, sehabis mandi bisa dibedaki dengan salycyl talc," papar Sri.


    KOMPLIKASI "Yang terang, disebut campak apabila demam itu berlanjut dengan timbulnya bercak-bercak merah. Kita sering salah kaprah, bila anak demam tinggi dan tidak mengeluarkan bercak-bercak merah, menandakan bahwa campaknya tidak keluar. "Tanpa bercak merah, kendati demamnya tinggi, namanya bukan campak."

    Anak yang terkena campak ini tergolong sakit berat. Paling tidak menghabiskan waktu sakit selama tiga minggu. Dan campak ini juga dikategorikan atas ringan dan berat. Disebut ringan, kata Sri, apabila setelah keluar campak, demamnya akan turun. "Sedangkan campak yang berat bila sampai ada komplikasinya. Komplikasi itu bisa terjadi disepanjang berlangsung penyakitnya," jelas Sri. Komplikasi terberat bisa sampai menimbulkan kematian. Radang paru (pneumonia) merupakan komplikasi yang paling sering mengakibatkan kematian pada anak.

    Komplikasi ini bisa terjadi karena virus Morbilli bisa menyebar melalui aliran darah ke mana-mana. Selain ke kulit, ke selaput lendir hidung, mulut, pencernaan. Bahkan bila virus itu masuk ke daerah otak bisa menimbulkan kejang-kejang, kesadaran menurun/ensefalopati. Bila ke daerah pencernaan bisa menimbulkan diare atau muntah-muntah sehingga anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu karena ada sariawan juga membuatnya perih dan tak mau makan. "Umumnya campak yang berat ini terjadi pada anak yang gizinya buruk," ujar Sri.

    Perlu diketahui, campak ditularkan lewat udara yang terhisap melalui hidung atau mulut. Karena penularannya terjadi langsung, penyakit campak menular begitu cepat. Penularan sudah berlangsung 1-2 hari sebelum keluarnya bercak-bercak merah. Karena itu, anak yang campak harus diisolasi agar tidak menularkan pada anak yang lain. Ia pun perlu mendapat istirahat yang cukup. Kemudian, makan bergizi.


    PENANGANAN CAMPAK Anak yang diduga terkena campak harus dipastikan dulu apakah betul-betul campak atau bukan. Bila diagnosis sudah ditegakkan, dan tak ada komplikasi, anak cukup dirawat di rumah. "Tetapi, bila sampai terjadi komplikasi harus dirawat di rumah sakit." Yang terang, bila campak tak diobati akan berbahaya karena dampaknya yang bisa bermacam-macam tadi. Anak pun akan rewel, sulit minum, tak bisa tidur, bisa kejang, kekurangan cairan, sesak nafas dan sebagainya. "Jadi jangan punya anggapan bahwa campak didiamkanpun tak apa-apa. Karena ini termasuk penyakit berat," tandas Sri.

    Dan, pengobatan campak dilakukan untuk mengobati gejalanya. Hal ini disebabkan karena penyebab campak adalah virus. "Jadi, bukan mematikan virusnya. Karena begitu gejala penyakitnya timbul virusnya sendiri sudah tak ada," jelas Sri. Jadi, anak akan diberi obat penurun panas untuk demam, obat sariawan untuk sariawan (bila ada), dan obat diare untuk mengatasi diarenya. Dan obat batuk untuk mengobati batuknya. Lalu disiapkan pula obat anti kejang bila anak punya bakat kejang.

    Sebaiknya anak berpantang makanan yang merangsang batuk, seperti goreng-gorengan, permen dan coklat. Selain itu, berilah anak makanan yang mudah dicerna.

    Umumnya bila anak terkena campak akan rentan sehingga mudah sekali terkena penyakit lain. Misalnya bila di sekitarnya ada yang flu, radang tenggorokan atau bahkan TBC, maka diapun bisa terkena. Biasanya masa rentan ini berlangsung sebulan setelah sembuh.


    IMUNISASI Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya timbulnya campak pada anak?

    Untuk diketahui, semua penyakit virus itu bersifat endemis. Artinya penyakit itu tidak mengenal musim, karena bisa muncul sepanjang tahun. Karena itu, pencegahan dilakukan hanya dengan imunisasi campak. "Imunisasi pertama dilakukan pada usia antara 6-9 bulan. Lalu diulang pada usia 5-6 tan atau ketika sekolah TK atau SD kelas satu."

    Vaksin campak ini tergolong ringan sekali, tak ada efeknya. Cuma biasanya setelah satu minggu, badan agak hangat dan adakalanya diare. "Tapi, vaksin ini lebih ringan daripada vaksin DPT."

    Karena umumnya campak banak menyerang anak usia balita, itulah mengapa imunisasi diberikan di bawah usia setahun. Karena itu bila dalam satu keluarga, misalnya kakaknya yang usia TK terkena campak, lalu ada adiknya yang masih bayi, orang tua harus ekstra hati-hati. "Jika adiknya belum diimunisasi akan berbahaya sekali. Sebaiknya kakak atau adiknya dipisahkan dari rumah, misalnya dititipkan atau tinggal sementara di rumah nenek atau saudara lainnya," saran Sri.

    Kemudian, lakukan pemantauan terhadap si adik selama kurang lebih tiga minggu, apakah tertular atau tidak. Bila adiknya tak terkena dalam waktu itu, segera berikan imunisasi. "Tapi, bila yang terjadi dalam waktu 3 minggu itu adiknya terkena campak, tak perlu diimunisasi tapi harus diobati." Hal ini disebabkan, lanjut Sri, vaksin imunisasi merupakan virus yang hidup tapi dilemahkan. Jadi, kalau sudah tertular virus dalam badannya maka jangan diberikan lagi. Anak yang sudah mendapatkan imunisasi diharapkan tak terkena campak. Karena sudah ada imunnya. Kalau toh terkena tak akan sampai berat. Perlu diingat, "Seorang anak akan terkena campak sekali seumur hidup. Kalau dikatakan sampai 2-3 kali terkena campak, itu salah, berarti diagnosisnya tak betul," kata Sri. Dan bila masa kecilnya tak terkena campak bisa saja terkena di usia setelah besar. Kecuali bila daya tahan tubuhnya kuat, ada kemungkinan tidak terkena.

    Nah, sudah lebih jelas kan, Bu, Pak. Jadi, tidak panik lagi, ya. Dedeh kurniasih .











































  2. #2
    Junior pitalo is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2007
    Kiriman
    47
    Rep Power
    0

    Default Re: BILA ANAK TERKENA CAMPAK ( Serampah )

    MERAWAT ANAK CAMPAK
    Bila anak tak perlu dirawat di rumah sakit, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua tatkala merawat anak campak, diantaranya:

    * Isolasi Anak campak perlu diisolasi, karena akan mudah menularkan pada yang lain. Terutama bila ada saudaranya yang masih bayi. Apalagi bila dia belum mendapat imunisasi campak. Pisahkan mereka. Atau, untuk sementara, bayi Anda mengungsi dulu ke rumah nenek atau saudara lain. * Peralatan Khusus Untuk sementara waktu, selama sakit dan pemulihan, siapkan peralatan khusus untuk si penderita. Misalnya, piring, gelas, sendok, handuk, dan sebagainya. Ini untuk menghindrai penularan lewat kontak tak langsung. * Pengobatan yang Benar Beri anak pengobatan yang selayaknya. Tentu saja atas konsultasi dan resep dokter. Sehingga Anda bisa memberikan pengobatan yang tepat. * Jaga Kebersihan Kendati dia sedang sakit, apabila sudah tidak panas, Anda tetap perlu memandikannya. Agar si anak tetap merasa segar dan untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan.
    http://img230.imageshack.us/img230/5518/bocekig4.gif

  3. #3
    Junior pitalo is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2007
    Kiriman
    47
    Rep Power
    0

    Default Re: BILA ANAK TERKENA CAMPAK ( Serampah )

    Dear all,
    Gejalanya bukan campak, boleh dibaca lagi dengan teliti. (saya tandai dengan warna merah)

    Gejala awal penyakit campak ini dimulai dengan adanya batuk-batuk. Lalu, 1-2 hari kemudian timbul demam yang tinggi dan turun naik berkisar antara 38-40 derajat, selama lima hari. Biasanya dibarengi dengan mata merah dan seperti berair. Pada saat itu pula, biasanya muncul bintik putih seperti Koplik spot di sebelah dalam mulut. Dan ini biasanya akan bertahan 3-4 hari. Kadang-kadang juga disertai dengan munculnya diare. Memasuki hari kelima demamnya akan tinggi sekali. "Pada waktu itulah, bercak merah mulai keluar."

    Bercak merah campak berbeda dengan bercak biang keringat, misalnya. Karena, biang keringat tidak dibarengi dengan demam. Bercak-bercak merah ini muncul secara bertahap dan merambat. Lokasi "khusus" ini biasanya muncul pertama kali di belakang kuping, leher, dada ke bawah, tangan, kaki lalu ke muka.

    Campak itu mulai dari batuk pilek , lalu hari ke 3 panas disertai bercak merah di kepala dan menjalar ke badan.Panas + Bercak di tubuh ada kira kira 30 an jenis penyakit. Tidak selalu mudah mendiagnosa campak, bahkan oleh DSA kecuali dijumpai adanya Koplik Spot (ini tanda pasti) yang biasanya hilang < 24 jam.
    http://img230.imageshack.us/img230/5518/bocekig4.gif

  4. #4
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default Re: BILA ANAK TERKENA CAMPAK ( Serampah )

    Campak pada orang dewasa
    Sumber: Ibu-ibu DI

    Tanya

    Ibu, suamiku hari ini kena campak. Badannya merah-merah dan agak hangat. Aku mau tanya kalau kena campak boleh mandi tidak?

    Selain air kelapa hijau, minum apalagi biar cepat sembuh? Suamiku baru mau ke dokter sore ini. Tapi sebelumnya aku ingin tanya dulu ke Ibu-ibu disini. Mohon infonya ya.
    Terima kasih sebelumnya. [Ty]

    Jawab

    Kebetulan saya langganan campak. Sudah 3 kali sepanjang hidupku kena penyakit campak. Pantangannya tidak boleh mandi dan tidak boleh kena angin, serta jangan digaruk nanti tambah banyak. Biasanya kalau campak kan ada batuk pilek jadi bagus juga dikasih minum air lohankuo (di hero ada) atau chrisantemum tea. Banyak minum air putih supaya peradangan di tenggorokan tidak tambah parah. Daun kemangi mentah dan daun ketumbar juga bagus buat batuknya. Kalau ada daun dewa direbus termasuk akarnya. Oya berhubung tidak boleh mandi, biar tetap wangi pakai bedak saja. Mudah-mudahan cepat sembuh ya suaminya. Jangan dekat dengan anak-anak, kasihan nanti ikut sakit [An]

    Kebetulan beberapa bulan lalu aku kena campak (bersamaan dengan sakit Thypus). Yang pasti aku tidak boleh mandi sama dokter dan tidak boleh kena angin (keluar rumah). Waktu itu aku di kasih obat dan juga bedak salycil. Oya banyak minum air putih ya, karena biasanya tenggorokan terasa kering dan badan lemas. Sebaiknya segera dibawa ke dokter, Insya Allah sebelum seminggu sudah sembuh. [Wi]

    Ibu, Aku sudah tiga kali kena campak. Campak terakhir malah baru dua minggu yang lalu. Pada dasarnya campak itu adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri, hanya saja ketika campak menyerang seringkali diikuti penyakit yang lain. Kalau aku kemarin, campakku berikut batuk pilek. Saat campak menyerang, badan rasanya sakit remuk. Kemudian kelenjar getah bening di belakang telingaku membengkak, dan kepalaku jadi sakit sekali. Badan lemas dan meriang, serta muka rasanya tebal dan hangat karena gatal dan panas. Obatnya hanya antibiotik, dan kemudian aku dikasih obat untuk mengurangi rasa gatal dan paracetamol untuk mengurangi demam. Setelah itu banyak istirahat saja, minum vitamin C, makan yang banyak sehingga tubuh cukup kuat untuk melawan virus campak itu. Aku mandi kok. Pakai air hangat, soalnya tidak tahan sama gatalnya. Badan rasanya lengket dan tidak enak sekali, makanya mandi saja. Soal kelapa hijau, mungkin bisa mempercepat keluar campak. Tapi aku kemarin, hanya tiga hari saja campakku mereda, kemudian aku sudah masuk kantor lagi tanpa minum air kelapa. Ohya campaknya juga bisa naik ke mata. Mataku jadi merah dan bengkak. Tapi tidak apa-apa, asal cukup istirahat saja dan jangan angin-anginan. Tidur adalah yang terbaik untuk membantu penyembuhan. Aku tidur seharian soalnya tidak tahan sama gatalnya [Fe]

    Mau menambahkan sedikit saja, campak itu penyebabnya kan virus, dan kita semua tahu, virus tidak bisa diobatin dengan antibiotika kecuali memang ada infeksi sekunder, misalnya ada pneumonia atau infeksi telinga jadi mungkin dalam kasus Fe (mudah-mudahan) dokternya kasih antibiotik karena ada infeksi sekunder. Jadi supaya tidak memperparah komplikasi, tapi antibiotic itu sama sekali bukan ditujukan untuk menyembuhkan campak. Begitu tubuh berhasil membentuk daya imun virus ini akan keluar dengan sendirinya. Minum antibiotik untuk penyakit
    karena virus sama seperti menembak dengan mata ditutup. Kita jadi tidak tahu mana kawan mana lawan, alhasil si bakteri yang bagus-bagus
    malah mati. Lama-lama badan malah resisten, dan si bakteri makin pintar bermutasi jadi yang aneh-aneh. Untuk penyakit yang disebabkan virus satu-satunya penawar adalah daya tahan tubuh kita. Tidak ada yang lain lagi selain itu. Jadi hidup sehat, istirahat cukup, makan bergizi, jaga kebersihan. Ini semua betul-betul akan bermanfaat kalau sudah banyak virus merajalela di sekitar kita. Selain itu, upaya preventif lainnya adalah imunisasi [Hn]

    Iya benar. Antibiotik itu bukan untuk campaknya, tapi karena aku juga ada infeksi ikutan, waktu itu aku juga batuk pilek dan badanku panas dingin. Makanya dokter bilang campakku itu akan sembuh sendiri, tergantung daya tahan tubuh. Terima kasih buat penjelasan detailnya Mbak Hn [Fe]


  5. #5
    Junior gracelia is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2007
    Kiriman
    37
    Rep Power
    0

    Default Re: BILA ANAK TERKENA CAMPAK ( Serampah )

    Waspadai Gejala Campak pada Anak
    Si mungil terserang demam disertai batuk pilek sejak dua hari dan ia tampak lemah, kedua matanya juga tampak merah. Ibunya memberinya obat penurun panas, tapi demamnya tidak turun juga, bahkan kemudian timbul bercak-bercak merah pada wajah si mungil. Takut terjadi sesuatu, dibawalah si anak ke dokter. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa sang anak terserang penyakit campak. Apa penyebabnya?
    --------------

    CAMPAK adalah penyakit yang sangat menular, disebabkan oleh virus, ditandai dengan timbulnya gejala demam yang makin lama makin tinggi, batuk, pilek, mata merah, bercak kecil pada mukosa pipi, yang kemudian disusul dengan timbulnya ruam kemerahan pada tubuh. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia 5-9 tahun, namun di negara berkembang seringkali juga menyerang anak usia balita.

    Sejak tahun 1970, penyakit campak di Indonesia telah mendapatkan perhatian khusus yaitu sejak terjadinya wabah campak yang cukup serius di Lombok yang menyebabkan 330 kematian di antara 12.107 kasus. Meski tampaknya tidak berbahaya, namun jika kita lalai tidak memberikan makanan yang bergizi pada anak campak, maka dapat timbul komplikasi seperti bronkopneumonia (infeksi pada saluran pernapasan bawah), encephalitis (infeksi pada jaringan otak) dan penyulit lain yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

    Virus campak ditularkan melalui percikan ludah (droplet infection). Virus masuk melalui saluran pernapasan, ke peredaran darah, dan menyebar ke seluruh tubuh. Karena menyerang sel darah putih, maka terjadilah penurunan daya tahan tubuh. Perjalanan penyakitnya sangat khas, diawali dengan timbulnya demam yang makin lama makin tinggi disertai tanda infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk pilek, dan timbulnya mata merah.

    Kemudian, pada hari ke-3 atau ke-4 dari perjalanan penyakitnya, disusul dengan timbulnya bercak-bercak kemerahan yang awalnya timbul pada belakang telinga menyebar ke muka, leher, tangan, badan, dan akhirnya ke kaki. Panas menurun setelah bercak menyeluruh dan dalam waktu 4-5 hari menjadi kehitaman dan selanjutnya berangsur-angsur menghilang.


    Tak Ada Obatnya
    Yang terpenting yang harus kita pahami adalah bahwa penyakit campak tidak ada obatnya. Obat yang diberikan oleh dokter hanya bersifat simptomatis atau mengurangi gejalanya saja. Campak dapat sembuh sendiri jika kekebalan tubuh si anak baik. Maka dari itu, di sinilah pentingnya pemberian makanan yang bergizi terutama yang mengandung daging, susu, atau telur. Jangan lupa untuk memberikan vitamin agar daya tahan tubuh anak meningkat.

    Tidak hanya soal makanan yang harus diperhatikan, seringkali seorang ibu percaya pada pemahaman yang timbul di masyarakat bahwa pasien campak tidak boleh mandi atau kena angin. Hal ini membuat pasien dikurung dalam kamar yang pengap tanpa ventilasi. Keadaan ini tentunya membuat pasien semakin lemah karena kekurangan oksigen dan cairan. Untuk itu, hendaknya pasien dirawat di ruang dengan ventilasi yang baik sehingga udara bisa keluar masuk dengan mudah.

    Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah yaitu dengan pemberian imunisasi campak yang dimulai pada anak usia 9 bulan, dan diulang lagi pada usia 15 bulan. Vaksinasi campak (measles) ini biasanya digabung dengan vaksinasi untuk penyakit mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman), yaitu berupa suntikan MMR (mumps, measles, rubella). Jadi, untuk para ibu, jangan lupa untuk membawa putra-putri tercinta ke pusat pelayanan kesehatan untuk memperoleh imunisasi. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>