All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 3 of 3
  1. #1
    Junior yustina is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    177
    Rep Power
    6

    Default 16 Pertanda Gangguan Kehamilan

    Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil, segera kunjungi dokter atau bidan terdekat. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung.

    Plasenta Praevia
    Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah, atau di atas leher rahim. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. Untuk mencegahnya, wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar.

    Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG). Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim, padahal mungkin tidak. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu, tidak terdiagnosa plasenta praevia, maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini.
    Placenta Abruption
    Istilah awamnya, 'pemisahan plasenta'. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok, suka minum-minuman keras, pemakai narkoba, dan pernah mengalami trauma fisik berat.

    Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin. Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

    Trombosis pembuluh darah
    Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah. Risikonya, bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru. Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur. Bila kondisinya berat, mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit.

    16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini:

    1. Perdarahan pada vagina, meskipun jumlahnya sedikit
    Gangguan yg mungkin terjadi:
    - keguguran
    - plasenta praevia
    - placentaabruption
    - melahirkan prematur

    2. Rasa sakit pada bagian perut
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - hamil di luar rahim
    - keguguran
    - placenta abruption
    - kontraksi melahirkan prematur
    - melahirkan prematur

    3. Perut mengencang berkepanjangan, kejang, sebentar-sebentar kontraksi
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - melahirkan prematur

    4. Perut kokoh (keras) yang tetap, disertai rasa sakit, dengan atau tanpa pendarahan di vagina.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - Placenta abruption

    5. Cairan vagina keluar atau menyembur.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - selaput pecah

    6. Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan, kaki atau wajah.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.

    7. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.

    8. Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip, remang-remang atau buta pada titik tertentu.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.

    9. Pusing sekali dan terus menerus, serta sakit kepala ringan.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.

    10. Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.

    11. Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah, atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah)

    12. Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint)

    13. Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil.
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - infeksi saluran air seni
    - penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks

    14. Adanya iritasi pada daerah vagina, rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - Infeksi vagina

    15. Demam (suhu di atas 380 derajat)
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - infeksi

    16. Mual dan muntah-muntah berkepanjangan
    Gangguan yang mungkin terjadi:
    - muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum)

  2. #2
    Junior yustina is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    177
    Rep Power
    6

    Default Re: 16 Pertanda Gangguan Kehamilan

    KOK, JADI SERBA MELEBAR & MELAR?

    Para ahli setuju, sebagian besar tubuh wanita yang tengah berbadan dua akan mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari munculnya guratan di kulit sampai kaki yang membesar sehingga ukuran kaki bertambah satu nomor dan tidak kembali ke ukuran semula sampai anaknya berusia beberapa tahun. Apa, sih, yang menyebabkan perubahan ini dan adakah yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya?

    * PAYUDARA
    Bagi banyak wanita, sesudah menyusui payudara mengecil dan mengendur. Penyebabnya, saat bayi lahir, payudara yang memproduksi air susu akan membesar. Sesudah melahirkan dan payudara sibuk memproduksi susu, maka ukurannya bertambah besar. Tetapi begitu ASI habis, ligamen mengendur dan menyebabkan payudara mengecil serta mengendur.

    Faktor lain yang juga merupakan penyebabnya adalah berat badan yang turun dan hormon yang berfluktuasi.

    Untuk mengatasi kendurnya payudara, lakukan olah raga semisal mengangkat dumbell dengan gerakan-gerakan khusus untuk mengencangkan payudara. Pastikan mengenakan BH yang dapat menyangga payudara dengan benar.

    * KULIT
    Hampir separuh dari wanita hamil mengalami perubahan kulit pada payudara, pangkal paha, juga di perut. Perubahan ini dapat berupa guratan atau garis halus berwarna cokelat yang terlihat, mulai dari perut sampai ke atas tulang pubis. Atau garis kecokelatan di kening, hidung, bagian atas bibir, dan pipi. Tahi lalat membesar dan berwarna gelap, baik di leher atau ketiak.

    Hal ini disebabkan saat urat otot yang elastis pada kulit melebar dan pecah karena berat badan yang bertambah. Bila sejak remaja Ada telah memiliki beberapa guratan, saat hamil kemungkinan guratan tersebut akan bertambah banyak karena hormon kehamilan meningkatkan produksi melanin, zat pigmen yang memberi warna pada kulit, ada yang berupa chloasma di muka dan atau berupa garis hitam.

    Mengatasinya? Semua guratan dan garis-garis hitam akan menghilang sesudah melahirkan kendati untuk sebagian ibu, guratan atau garis terus melekat. Pemakaian tabir surya dapat membantu mengurangi perubahan pigmen. Tahi lalat akan kembali normal. Jika tidak kembali normal, segera konsultasikan ke dokter.

    * PEMBULUH DARAH
    Pada akhir kehamilan, pembuluh darah pada kaki akan terlihat jelas. Bila terlihat pembuluh darah yang besar, biru dan menonjol, kemungkinan Anda mengidap varises. Tetapi ada juga pembuluh darah yang melebar namun tidak menonjol yang berwarna merah, biru, atau ungu pada pangkal paha, lutut, dan pergelangan kaki.

    Bila penyebab persisnya tidak diketahui, maka kehamilan merupakan faktor satu-satunya. Wanita hamil memiliki 20 persen lebih banyak darah pada sistem sirkulasinya untuk memberi makan bagi pertumbuhan bayinya. Sekitar 70 persen sirkulasi darah disimpan di sistem pembuluh darah dan kelebihan darah ini meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah yang dapat membuat pembuluh darah menonjol dan menjadi lebih gelap.

    Ditambah lagi, janin yang sedang tumbuh menekan pembuluh darah pelvis yang memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung. Hal ini dapat menghancurkan katup yang sangat kecil yang dapat membantu aliran darah, sehingga menyebabkan melebarnya pembuluh darah.

    Tapi tak perlu cemas berlebihan. Pembuluh darah yang tidak terlalu terlihat dapat dirawat. Anda dapat menggunakan stocking yang ketat, mengikuti terapi laser, atau dengan pengobatan sclerotherapy, yaitu menyuntik pembuluh darah agar mengempis dan tidak menonjol.

    * PANGKAL PAHA
    Sebagian calon ibu mengalami pelebaran paha saat hamil. Selama kehamilan trimester ketiga, hormon kehamilan menyebabkan ligamen menahan otot pelvis serta melunakkan dan melebarkan jalan lahir pada saat persalinan. Pertumbuhan kehamilan menyebabkan berat badan bertambah sehingga meningkatkan lemak pada pangkal paha.

    Solusi untuk mengurangi lemak yang berlebih di sekitar pinggang adalah dengan diet atau senam. Ligamen yang mengendur akan dapat kembali seperti semula, tetapi tidak demikian halnya dengan otot pelvis. Oleh karena itu, bila nomor baju ataupun celana panjang Anda bertambah dua ukuran, Anda harus dapat menerimanya dengan lapang dada.

    * KAKI
    Sadarilah, kaki Anda bertambah besar selama dan sesudah kehamilan. Yang terjadi, selama kehamilan, tubuh menampung cairan dan membuat jaringan halus membengkak di sekitar kaki. Tambahan lagi, hormon kehamilan melemaskan dan membuat sendi-sendi di kaki melebar.
    Walaupun pembengkakan menghilang sesudah persalinan, kemungkinan kaki Anda tidak kembali pada ukuran semula seperti sebelum hamil. Oleh karena itu, ini merupakan saat yang tepat untuk membeli sepatu baru.

    * USUS BESAR & KANDUNG KEMIH
    Hampir separuh dari wanita yang melahirkan normal, selama beberapa bulan mengalami masalah dengan kandung kemih, usus besar, serta menderita turun berok.

    Pada umumnya, masalah kandung kemih yang disebabkan oleh kelahiran normal karena syaraf dan otot pelvis melebar dan mengeras. Akibatnya, syaraf dan otot menjadi rusak. Hal ini menyebabkan bocornya kandung kemih dan usus besar.

    Untuk mengatasinya, lakukan senam Kegel. Dengan senam Kegel, otot pelvis akan kembali normal. Bila masalah kandung kemih menjadi lebih serius, konsultasikan dengan dokter kebidanan Anda. Untuk kasus-kasus tertentu, obat atau operasi dapat dilakukan. Untuk masalah usus besar, cara efektif yang terbaik adalah dengan melakukan senam Kegel dan operasi.

  3. #3
    Junior yustina is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    177
    Rep Power
    6

    Default Re: 16 Pertanda Gangguan Kehamilan

    VARISES SAAT HAMIL BISA DICEGAH?

    Varises di kaki bukan cuma merusak penampilan tapi juga menimbulkan keluhan pegal, kaku, dan rasa nyeri pada bagian betis. Apa yang harus kita lakukan?

    Varises kerap muncul pada saat kita berbadan dua. Gangguan berupa pelebaran pembuluh darah balik ini tampaknya memang sepele, tapi ternyata cukup mengganggu. Kadang, kaki terasa pegal atau kaku.


    Kemunculan varises ditandai dengan penonjolan-penonjolan pembuluh darah ke permukaan kulit di daerah betis. Biasanya varises berwarna hijau kebiru-biruan. Tonjolan ini bisa kecil, bisa juga sangat besar. Yang jelas, kurang sedaplah jika dipandang dan kerap membuat si pemilik varises merasa rendah diri.

    ASAL-USUL
    Apa sebetulnya yang terjadi? Sebenarnya penonjolan-penonjolan ini merupakan pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). “Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbondioksida) kembali ke jantung,” ujar dr. Nanang Hasani, Sp.OG, dari RSIA Hermina .
    Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar, seperti kaki dan anus. Nah, karena terbendung, aliran darah pun mencari jalan alternatif.
    Caranya ? Dengan membuat “jalan baru” melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. “Jalan baru” ini bisa terbentuk bukan cuma di kaki saja, melainkan di bagian tubuh mana saja.

    MUNCUL SAAT HAMIL
    Gangguan varises cenderung lebih banyak menyerang wanita yang bertubuh gemuk dibanding pria. Dan kerap dialami pertama kali oleh wanita yang sedang hamil. Bisa diduga penyebabnya adalah perubahan bentuk rahim yang kian membesar ukurannya, semakin menekan sejumlah pembuluh darah balik di sekitar bagian perut. Akibatnya, terjadilah penyempitan pada pembuluh darah yang tertekan, sehingga aliran darah di beberapa daerah bagian bawah perut menjadi tidak lancar.
    Kecuali pembesaran ukuran rahim, hormon pun diduga menjadi penyebab timbulnya varises. Seperti kita tahu kehamilan membawa perubahan hormon. Hormon progresteronlah yang bertanggung jawab pada keadaan yang menyebabkan perubahan pada elastisitas dinding pembuluh darah.
    Umumnya wanita yang sudah terkena varises sebelum hamil, akan mengalami varises yang lebih parah saat berbadan dua. Begitu juga varises akan muncul pada wanita hamil di atas usia 40 tahun atau pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya serta pada kehamilan dengan bayi kembar.
    Kecuali hal yang sudah disebutkan, varises saat hamil bisa juga muncul akibat adanya infeksi.

    BISA DI VAGINA
    Betis memang bagian yang paling sering terkena serangan varises. Dan varises di bagian inilah yang paling mengganggu penampilan. Tapi sebenarnya varises bisa menyerang bagian tubuh lain, misalnya di anus, yang dikenal dengan istilah wasir atau ambeien.
    Pada ibu hamil, varises pun bisa menyerang daerah vagina dan jalan lahir. Memang sangat jarang terjadi. Tapi, varises di bagian bisa menjadi masalah yang cukup serius karena akan mengganggu kelancaran proses melahirkan. “Gangguan proses persalinan akibat varises bisa membahayakan jiwa calon ibu yang menjalani persalinan normal. Sebab, saat proses mengejan yang kuat bisa mengakibatkan pecahnya varises yang ada di daerah vagina. Akibatnya akan terjadi perdarahan hebat,” ungkap dr. Nanang.
    Umumnya dokter akan menyarankan bedah caesar bagi ibu hamil yang sejak awal sudah terdeteksi mengalami varises di jalan lahir atau di vagina. Tujuannya untuk mencegah perdarahan yang tidak diharapkan.

    MIRING KIRI
    Varises yang muncul saat hamil umumnya diakibatkan oleh kehamilan itu sendiri. Varises ini muncul karena adanya perubahan pada fungsi dan alat tubuh, juga akibat perubahan hormon. Varises ini sulit dicegah kemunculannya.
    Beberapa latihan memang bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan varises, seperti pegal dan rasa kaku di kaki. Sering-seringlah mengangkat kaki sehingga posisinya menjadi lebih tinggi dari bagian tubuh lain. Ini bisa dilakukan selama beberapa waktu untuk mengurangi bendungan darah.
    Tapi, perlu diingat cara tersebut di atas tidak menghilangkan varises sama sekali. Begitu juga dengan obat-obatan antivarises atau stocking kaki varises.
    Untuk mengurangi terjadinya varises, ibu hamil sebaiknya sering berbaring dengan posisi miring ke kiri. Tujuannya agar pembuluh darah balik yang menuju ke jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan, tidak tertekan.

    INFEKSI
    Keluhan varises berupa kaki bengkak atau rasa nyeri biasanya timbul apabila varises terserang infeksi. Keadaan ini disebut plebitis. Kuman penyebab infeksi ini masuk ke dalam tubuh pada waktu proses persalinan berlangsung. Kuman yang berhasil masuk lalu akan ikut aliran darah dan sampai di bagian tubuh yang terserang varises.
    Inilah salah satu yang menyebabkan varises menetap kendati persalinan sudah berlalu. Malah si ibu akan merasakan sakit yang bertambah. Infeksi varises ini bisa menimbulkan demam dan pembengkakan.

    Plebitis bisa juga diakibatkan oleh thrombus, yaitu zat pembeku pada darah dari rahim yang masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini dalam dunia kedokteran disebut thromboplebitis. Umumnya dokter akan memberi obat anti-pembengkakan dan anti-infeksi untuk mencegah thromboplebitis. Memang jenis yang ini jarang terjadi. Tapi mungkin saja, kan?


    Mengurangi Rasa Nyeri
    *Tegakkan Tungkai

    Istirahat sambil tiduran, angkat kaki lebih tinggi untuk beberapa waktu. Apabila Anda duduk di kursi, letakkan kaki pada bangku penyangga. Atau bersantailah dengan menyelonjorkan kaki.

    * Jalan-Jalan
    Rajin-rajinlah berjalan kaki karena berjalan akan merangsang aliran darah. Gunakanlah alas kaki yang enak dipakai dan aman. Yang perlu diingat, jangan berdiri terlalu lama atau duduk terlalu lama. Berganti-ganti posisi dengan mencari posisi yang nyaman.

    * Senam Hamil
    Senam hamil akan membantu si ibu berlatih pernafasan pada waktu mengejan, melatih otot-otot panggul, dan mengurangi rasa sakit akibat varises.

    * Hindari Pakaian Ketat
    Hindari pakaian sempit yang mengganggu sirkulasi darah.

    * Konsumsi Makanan Bergizi
    Perbanyaklah makanan berserat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan. Ini bisa mencegah sembelit dan menjauhkan Anda dari varises di sekitar anus dan vagina.

    * Mencegah Infeksi
    Cegahlah infeksi dengan pola hidup bersih. Misalnya, biasakan mencuci tangan dan kaki dengan sabun. Segera hubungi dokter apabila terjadi pembengkakan atau rasa nyeri.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>