All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 8 of 8
  1. #1
    Junior khomar is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2007
    Kiriman
    172
    Rep Power
    5

    Default Rokok itu berbahaya !

    Rokok itu berbahaya.




    Kalo belum bisa ngebayangin sakitnya punya kanker dan punya penyakit jantung, gimana dengan risiko impotensi dan pertumbuhan sperma yang jelek? Bayangin yang satu ini.


    Siapa yang nggak tau bahwa rokok adalah pemicu nomor satu segala penyakit gawat yang menurunkan kualitas hidup. Kanker paru-paru, sakit jantung, kanker kandung kemih, kanker prostat, dan insomnia adalah segudang risiko yang dihadapi seorang perokok. Tapi apa yang terjadi? Kita nggak peduli! Biasalah, selagi kesehatan itu menjadi milik kita, maka sulit untuk menghargainya. Apalagi, banyak yang berpikir bahwa cepat atau lambat seseorang itu pasti akan mati. Ancaman kematian yang ngepul bersama asap rokok sama sekali nggak bikin bergidik. Padahal bukan soal kapan matinya, tapi lebih kepada gimana kita melewati proses menuju kematian itu. Apakah dengan cara yang lebih enak atau yang nggak enak?

    Juga jangan lupa dengan nasib kesehatan orang lain yang menjadi perokok pasif. Betulkan kita nggak cuma berbasa-basi waktu minta izin ke mereka untuk menghisap rokok? Karena tentu aja jawaban yang diharapkan adalah ,"Boleh." Sementara seluruh organ tubuh kita sendiri (kalo aja mereka bisa bicara dengan bahasa yang kita mengerti) pasti akan menolak. Rokok mengandung kurang lebih 400 zat racun dan 40 di antaranya menyebabkan kanker (karsinogen).








    • IMPOTENSI
      Dampak merokok nggak terjadi secara seketika. Tapi ketika kebiasaan itu berlangsung menahun maka berhati-hatilah. Sebab belum ada penelitian yang menyatakan berapa jumlah rokok yang aman buat dikonsumsi dalam sehari. Bisa dibilang setiap batangnya memiliki kadar risiko terhadap tubuh. Lagi pula ada ancaman lain yang bisa jadi mimpi buruk buat cowok, yaitu impotensi dan terganggunya pertumbuhan sperma. Faktanya, zat yang dikandung rokok mengurangi kelancaran aliran darah di pembuluh-pembuluh periferal (yang letaknya jauh dari pusat). Dengan kata lain, aliran darah yang diperlukan untuk mencapai ereksi bisa terblokade.
      Di Amerika, satu dari dua laki-laki berusia di atas 40 tahun mengalami impotensi. Kondisi tersebut sebelumnya dianggap sebagai akibat masalah psikis. Tapi penelitian kemudian menemukan bahwa kerusakan fisik juga ikut berperan. Di antaranya disebabkan kebiasaan merokok.



    "Terhadap fungsi ereksi, rokok itu jelas mengganggu," tegas DR.Dr Akmal Taher, Spesialis Urologi di Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran UI. Kalo sampai hari ini kita masih mampu mengalami ereksi, bukan berarti merokok layak diteruskan sebagai kebiasaan. "Habis merokok emang nggak terus langsung impoten," katanya. "Itu makan waktu, tapi jelas itu adalah risiko yang dihadapi perokok." "Kalo kita kumpulkan sekelompok laki-laki yang perokok dan bukan perokok, lalu kita evaluasi setelah lima sampai sepuluh tahun ke depan, maka kelihatan bahwa gangguan ereksi itu lebih banyak ada pada golongan perokok," tambah Pak Dokter.





    • SOAL SPERMA
      "Kedua, merokok juga berpengaruh jelek terhadap pertumbuhan sperma. Yang ini sih nggak usah lama-lama juga udah bisa dilihat akibatnya," kata Dr. Akmal. Dan apakah impotensi atau pertumbuhan sperma yang buruk itu bersifat menetap atau sementara, ia berkomentar bahwa hal itu belum bisa dijelasin. "Belum ada yang bikin penelitian tentang hal itu," tambahnya. "Tapi jelas, dari studi yang kita bikin didapat angka bahwa orang yang merokok punya gangguan pertumbuhan sperma lebih besar daripada yang nggak merokok. " Terganggunya pertumbuhan sperma bakal berkaitan dengan jumlah dan kualitas sperma yang dihasilkan seseorang. "Jumlahnya jadi lebih sedikit dan kualitasnya jadi lebih jelek," tandas Dr Akmal. Semua itu emang nggak otomatis mengakibatkan kemandulan hingga yang bersangkutan nggak bisa punya anak. Tetapi yang jelas, merokok memperbesar kemungkinan untuk menjadi seperti itu.


    "Kalo ngomong soal bisa nggaknya punya keturunan kan harus melihat faktor istri dan segala macemnya," timpal Dr Akmal. "Sementara untuk gangguan ereksi, jelas bahwa seorang perokok punya risiko dua kali lipat lebih besar ketimbang yang bukan perokok. Bahkan hampir tiga kali lipat. Dan itu independen terhadap faktor lain. " Artinya, risiko gangguan ereksi atau impotensi pada setiap perokok kemungkinannya selalu sama. "Dalam hal faktor risiko, maka ada risiko yang muncul karena faktor lain. Tapi kalo merokok ini, nggak usah ada faktor lain pun risikonya selalu ada.





    " Kesimpulannya, risiko gangguan ereksi pada perokok nggak bisa dikurangi meskipun yang bersangkutan makan makanan sehat dan berolahraga teratur misalnya. "Saya pikir merokok ini masalah serius lho," tambah Pak dokter. Bisa dibayangin, gimana nggak ngeselinnya kalo pada saat udah berkeluarga nanti, sementara umur pun belum beranjak uzur, tau-tau alat vital yang cuma satu itu mogok bekerja. Wah apes...

  2. #2
    Junior medanmania is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    116
    Rep Power
    5

    Default Polusi Rokok melebihi Diesel

    Polusi Rokok melebihi Diesel

    Bahan pencemar udara yang dikeluarkan rokok ternyata sepuluh kali lebih besar dibanding yang dikeluarkan mesin diesel, demikian hasil penelitian di Italia. Para ilmuwan membandingkan jumlah bahan-bahan yang dikandung dalam asap mesin mobil berbahan bakar diesel dengan asap rokok.



    Hasilnya, tiga batang rokok yang mengepul ternyata menghasilkan peningkatan partikel di udara sepuluh kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan asap mesin yang menyala. Ini sangat mengejutkan karena kami tidak mengira perbedaan patikel yang dihasilkan bisa begitu besar, kata Giovanni Invernizzi dari unit Pengendalian Tembakau, Institut Kanker Nasional Italia di Milan, yang memimpin penyelidikan. Sementara Ivan Vince, ahli polusi udara dari Ask Consultants di London, mengatakan temuan itu masuk akal. Ia menyebutkan bahwa rokok mengeluarkan lebih banyak partikel dibanding mesin berbahan bakar diesel rendah belerang. Adapun Invernizzi dan rekan-rekannya melakukan percobaan di sebuah garasi di kota kecil Chiavenna, dekat Alpin.

    Mereka menggunakan mobil Ford Mondeo turbo diesel tahun 2002 bermesin 2 liter dan telah dipakai selama enam bulan. Mobil itu dibiarkan menyaladalam garasi tertutup selama 30 menit dimana alat penganalisa akan mengambil contoh udara tiap dua menit. Garasi kemudian dibuka dan dibersihkan dari asap selama empat jam. Kemudian pintunya ditutup lagi dan tiga batang rokok dinyalakan bergantian selama total 30 menit. Selanjutnya para ilmuwan melakukan pengukuran dan alat penganalisa menunjukkan adanya partikel pencemar sepuluh kali lebih banyak dari asap rokok dibanding asap mesin diesel. Bahkan tingkat polusi partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan jauh lebih banyak. Partikel-partikel kecil yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer dari asap rokok itu bisa masuk ke alveoli paru-paru dimana ia bisa menimbulkan kerusakan parah, kata Vince.




    Kebanyakan bahan kimia yang dikeluarkan asap rokok merupakan bahan-bahan yang merusakkan lingkungan. Aldehyd misalnya merusakkan tanaman, mata dan saluran pernafasan, lanjutnya. Sedangkan nitric oksida adalah biang keladi terbentuknya lapisan ozon. Invernizzi berharap hasil penelitian ini menjadi senjata baru untuk memerangi rokok. Ironisnya saat ini banyak orang berkempanye menentang polusi dengan rokok menggantung di bibirnya. Padahal asap rokok mereka berbahaya pula bagi lingkungan.


    (newscientist.com)

  3. #3
    Junior medanmania is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    116
    Rep Power
    5

    Default Re: Rokok itu berbahaya !




    Racun pada Rokok
    Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
    • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
    • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
    • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.


    Efek Racun
    Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
    • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
    • 4x menderita kanker esophagus
    • 2x kanker kandung kemih
    • 2x serangan jantung
    Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.


    Batas Aman
    Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

    TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.

  4. #4
    Member siska is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    346
    Rep Power
    6

    Default Re: Rokok itu berbahaya !

    Pembunuh Terbesar di Tahun 2030 !



    Apa yang akan menjadi pembunuh terbesar di dunia pada tahun 2030 ?

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, Tembakau saat ini menjadi penyebab utama kedua kematian di dunia. Tembakau bertanggung jawab atas kematian 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia, sekitar lima juta kematian setiap tahunnya, sementar kanker saat ini membunuh tujuh juta orang dalam setahun.

    Apabila angka-angka terus meningkat pada level yang sekarang ini, Tembakaudan berbagai penyakit yang berhubungan dengan merokokakan menjadi pembunuh terbesar di dunia pada tahun 2030, membunuh 10 juta orang dalam setahun.

    Sekitar 1,3 milyar orang adalah perokok tetap. Separuh dari merekaberarti 650 juta orangpada akhirnya akan tewas gara-gara tembakau.

    Negara-negara berkembang yang paling banyak menderita. Saat ini 84 persen perokok berada di Negara-negara berpendapatan menengah sampai rendah, tempat kebiasaan merokok meningkat secara bertahap sejak tahun 1970.

    Sebaliknya, tingkat merokok di kalangan laki-laki dari Amerika Serikat menirun 55 persen pada tahun 1950-an menjadi 28 persen pada tahun 1990-an. Di Timur Tengahtempat separuh laki-laki dewasanya merokokkonsumsi tembakau meningkat 24 persen antara tahun 1990 dan 1997.
    Konsekuensi ekonomi dari kebiasaan merokok di dunia berkembang sama berbahayanya dengan dampaknya terhadap kesehatan. Di tempat-tempat seperti Nigeria, Vietnam, dan Bangladesh, keluarga-keluarga miskin ,menghabiskan uang sepertiga lebih banyak dari pada produk-produk tembakau dari pada makanan.

  5. #5
    Junior aljufri is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2007
    Kiriman
    28
    Rep Power
    0

    Default Re: Rokok itu berbahaya !

    Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana megeluarkan fatwa rokok haramsecara bertahap. Klasifikasi tahapan didasarkan pada kategori usia.

    'Rokokharam itu prediksi saya diberlakukan secara bertahap,' kata Ketua MUICholil Ridwan seusai Halal Bihalal dan Rapat Kerja Nasional MajelisUlama Indonesia (MUI) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu(26/10/2008).

    Dengan adanya pentahapan pengharaman rokokdengan didasarkan pada usia, menurutnya, tidak dikhawatirkan munculnyaprotes dari masyarakat.

    'Nggak bisa protes, anak-anak dilarang merokok,' ungkapnya.

    Cholilmencontohkan pola semacam ini pernah digunakan di zaman Nabi Muhammaduntuk mengharamkan minuman keras. Tadinya minuman keras tidak dilarang.Namun kemudian pelarangan dilakukan secara bertahap, dimulai darimelarang orang yang sedang mabuk untuk melakukan salat. Lama kelamaanpelarangan dilakukan secara permanen.

    Alasan pengharaman rokok itu, kata Cholil, karena rokok bisa membunuh manusia secara perlahan.

    'Islam melarang bunuh diri secara perlahan. Rokok merugikan, makanya dilarang,' imbunya.

    NamunCholil belum dapat memastikan kapan MUI akan mengeluarkan fatwa rokokharam itu. Agenda pembahasan fatwa itu baru akan dilangsungkan dalampertemuan Komisi Fatwa Se-Indonesia Januari mendatang.

    'Januari 2009 pertemuan Komisi Fatwa Se-Indonesia akan diagendakan,' ujarnya.

  6. #6
    bujang lapook is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2009
    Kiriman
    4
    Rep Power
    0

    Default Re: Rokok itu berbahaya !

    makasih artikelnya
    bagus...

  7. #7
    Junior irvan is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2007
    Kiriman
    94
    Rep Power
    5

    Default Re: Rokok itu berbahaya !

    Menurut prakiraan WHO jumlah kematian yang terkait dengan rokok saat ini mencapai 5,4 juta orang per tahun. Jika dibiarkan maka jumlah kematian dapat mencapai satu miliar pada akhir abad 21. 80%-nya merupakan penduduk negara berkembang. Tidak ada yang menyangkal kalau kebiasaan yang telah dimulai 4-5000 tahun lalu merupakan salah satu biang keladi yang menggrogoti kesehatan manusia. Secara nyata pula berimbas negatif pada ekonomi negara maju dan berkembang.

    Jika dibuatkan daftar penyakit yang dapat ditimbulkan dari 4000 jenis zat, unsur, dan senyawa kimia yang ada dalam rokok dan asap rokok. Maka daftar itu akan merupakan yang terpanjang yang sulit dicarikan tandingannya. Sebuah penelitian yang lebih dikenal dengan "British Doctors Study" selama kurun waktu 1951-2001, menyimpulkan kebiasaan merokok telah menyebabkan turunnya harapan hidup sampai 10 tahun.

    Kesimpulan itu tentunya semakin menguatkan stigma perokok sebagai orang yang "awet muda". Artinya mereka memang tidak pernah menjadi tua karena umur mereka memang lebih pendek. Tak ajal. Semakin banyak negara yang membuat peraturan yang membatasi atau bahkan melarang. Seperti Bhutan yang memasukan aktivitas merokok sebagai perbuatan melanggar hukum.

    Senyawa Berbahaya dan Beracun dalam Rokok
    Adalah proses fermentasi tembakau (curing) sebelum dilinting menjadi rokok dan proses pembakaran saat merokok yang menjadikan rokok sarat dengan zat kimia berbahaya dan beracun. Proses curing yang banyak dilakukan dengan pemanasan.

    Pemanasan baik melalui kontak langsung atau pun tidak langsung dengan api yang menyebabkan terjadinya proses reaksi kimia (oksidasi dan pirolisis) pada senyawa-senyawa kimia dalam tembakau. Proses curing yang ditujukan untuk memberikan ciri khas rasa serta kontrol kadar nikotin pada tembakau juga menghasilkan nitrosamines yang merupakan salah satu karsinogen utama (zat yang dapat menyebabkan kanker) dalam rokok.

    Selanjutnya pada proses pembakaran saat rokok dinyalakan, selain nitrosamines dalam rokok yang terhisap, nitrosamines tambahan sebagai hasil reaksi oksidasi nikotin dan karsinogen lainnya sebagai produk reaksi pirolisis (penguraian suhu tinggi tanpa oksigen) pun ikut terhisap. Bersama nitrosamines terdapat deret panjang karsinogen lainnya yang ikut terhisap seperti logam berat (timbal (Pb), cadmium, mercury, arsenik), acrolein, formaldehyde, benzene, radioaktif (210Pb, 210Po), PAH (poly-aromatic hydrocarbons) dan lain-lain.

    Polonium (Po) sendiri adalah unsur radioaktif yang sangat beracun. 250 ribu kali lebih beracun dari gas sianida dan hanya dibutuhkan satu gram untuk membunuh 10 juta manusia dalam tempo singkat. Po inilah yang merupakan salah satu dari 69 jenis karsinogen dalam asap rokok yang ikut "dinikmati" oleh perokok pasif, yang mungkin termasuk anak istri dari perokok sendiri.

    Kebiasaan merokok dalam ruang ber-AC semakin memperburuk keadaan perokok
    pasif. Terjadi pemekatan radioaktif serta zat-zat berbahaya dan beracun di atas.

    Merokok yang "Sehat"

    Bagi yang bukan perokok sangatlah gampang mengatakan tidak pada rokok. Tapi, bagi pencandu berat nikotin mereka mungkin akan memilih tidak makan sehari daripada tidak merokok sehari. Sementara itu efek asap rokok bagi perokok pasif pun bukan lagi suatu yang diperdebatkan seperti dua atau tiga dasawarsa silam.

    Hasil studi epidemiologi sudah begitu kuat menunjukkan perokok pasif pun ikut menuai akibat dari aktivitas perokok di sekitar mereka. Namun, adakah pilihan yang lebih bijaksana sehingga bagi yang tidak makan nangka tidak perlu kebagian getahnya.

    Walaupun setiap jenis rokok memberikan cita rasa tersendiri bagi pemakainya efek "nendang" dalam rokok bakar ditentukan oleh tinggi rendahnya kandungan nikotin yang juga merupakan senyawa utama yang bertanggung jawab pada proses kecanduan. Saat rokok dinyalakan dan dihisap hanya diperlukan 7 detik bagi nikotin untuk mencapai otak. Walaupun sebenarnya nikotin yang terhisap dan masuk dalam aliran darah hanyalah sebagian kecil dibandingkan dengan total kandungan nikotin dalam rokok.

    Kadar yang kecil itu cukup untuk memaksa otak yang berkerja berdasarkan "reward system" untuk melepaskan neurotransmitter dopamine yang memberikan efek menyenangkan. Dan, mekanisme pelepasan dopamine yang dirangsang oleh nikotin tidaklah beda dengan narkoba lainnya seperti cocaine dan heroin. Dari hasil studi selama ini efek buruk nikotin sendiri bagi kesehatan memang lebih "lembut" dibandingkan senyawa dan unsur kimia dalam asap rokok hasil pembakaran yang masuk ke dalam paru.

    Dan sampai saat ini IARC (International Agency for Research on Cancer) belum mengklasifikasi nikotin sebagai senyawa karsinogenik. Walaupun beberapa studi terakhir menunjukkan nikotin sebagai "pupuk" dalam pertumbuhan tumor kanker.

    Smokeless Tobacco
    Rokok tanpa asap (smokeless tobacco) seperti tembakau kunyah (chewing tobacco, dipping tobacco), snuff dan snus, melepaskan jauh lebih banyak nikotin ke dalam tubuh dibandingkan rokok bakar. Smokeless tobacco boleh jadi menjadi pilihan yang lebih bijaksana jika kecanduan nikotin tidak dapat dihentikan ataupun dikurangi.

    Dengan beralih ke smokeless tobacco setidaknya collateral damage alias tebar racun kepada orang sekitarnya yang tidak merokok dapat dihindari. Di antara jenis smokeless tobacco terdapat dua pilihan yang cukup "baik".

    Pilihan pertama tentunya adalah kembali pada kebiasaan "nyirih". Suatu budaya yang keberadaannya telah dirongrong oleh budaya rokok bakar ala barat. Dengan mengganti pinang (yang menurut IARC bersifat karsinogenik) dengan tembakau kering alami, campuran gambir, tembakau, dan kapur dalam bungkusan daun sirih tentukan akan memberikan efek "nendang" yang lebih
    "sehat" dibandingkan dengan rokok bakar.

    Pilihan kedua adalah snus (http://en.wikipedia.org/wiki/Snus). Dilihat sekilas snus adalah versi modern dari "nyirih". Campuran bubuk tembakau mentah (tanpa fermentasi), rempah-rempah, garam, sodium karbonat, dimasukkan dalam kantong-kantong kecil. Snus yang telah digunakan selama kurang lebih 200 tahun di Swedia dan dipercaya sebagai cara mendapatkan nikotin "paling sehat" di antara jenis smokeless tobacco.

    Hal ini terbukti dari hasil studi yang menunjukkan jumlah kasus kanker paru pada kaum pria di Swedia adalah yang terkecil di antara negara-negara di benua Eropa. Berbeda dengan tembakau kunyah ala Amerika (http://en.wikipedia.org/wiki/Dipping_tobacco), proses curing tembakau dalam snus tidak melalui pembakaran dengan api melainkan dengan uap air panas yang akhirnya menghasilkan produk dengan kadar nitrosamines yang jauh lebih rendah.

    Walaupun mungkin terkesan kurang "macho" karena tidak "ngebul", snus yang pemakaiannya dilakukan dengan menyelipkan kantong kecil berisi snus pada gusi bibir atas berhasil "dipopulerkan" oleh pemerintah Swedia. Keberhasilan snus menggeser tahta rokok bakar ini tak lepas dari kontrol ketat terhadap asap rokok pada fasilitas umum serta pemberlakukan cukai yang tinggi pada rokok bakar.

    Belajar pada kasus Swedia Pemerintah Indonesia harusnya jangan ragu memberlakukan cukai tinggi pada rokok bakar. Jangan takut pula kehilangan cukai dari rokok bakar karena pemasukan cukai itu tak lebih dari menabung untuk membeli obat yang apabila dihitung dengan memasukan aspek turun kualitas sumber daya manusia Indonesia tabungan cukai rokok itu menjadi kurang. Atau bahkan tidak berarti sama sekali.



    SUMPAH GAN BUKAN GW YANG NGOMONG...!!



    NI orang nya,,,
    Spoiler for pelaku:


    Kian Siong Ph D
    645 Shimo Okubo, Saitama I house 3103
    Sakura ku, Saitama Shi
    siong@mail.saitama-u.ac.jp
    +81-90-6042-1487


    Penulis adalah peneliti di Saitama University Japan.

  8. #8
    Member susanti is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    527
    Rep Power
    6

    Default MITOS Rokok Rendah Nikotin

    MITOS Rokok Rendah Nikotin



    Sekitar 90% perokok tahu bahwa merokok itu dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan sekitar 60% perokok menyatakan ingin berhenti. Mungkin kita sering mendengar pecandu rokok berkata “Saya belum bisa berhenti merokok, tetapi sekarang saya sudah mengisap rokok rendah nikotin”. Para perokok yang malang ini telah menjadi korban mitos rokok rendah nikotin.

    Nikotin adalah zat yang menyebabkan kecanduan. Perusahaan rokok sebenarnya dapat memproduksi rokok dengan kadar nikotin yang sangat rendah atau bahkan nol, tetapi mereka tidak mau melakukannya karena tidak akan ada yang mau membelinya.

    Para pecandu rokok membutuhkan nikotin secara berkelanjutan untuk membuat mereka merasa tetap “normal”. Rata-rata perokok memiliki 40 miligram nikotin dalam setiap milliliter darahnya. Nikotin dapat menimbulkan efek yang berlawanan bergantung dari dosisnya. Pada dosis rendah, nikotin akan merangsang pikiran dan meningkatkan detak jantung serta tekanan darah. Pada dosis tinggi, nikotin akan menenangkan dan menurunkan detak jantung. Para perokok akan dengan secara sadar maupun tidak menyesuaikan jumlah nikotin yang dihisap untuk mendapatkan jumlah nikotin yang dibutuhkannya.

    Apakah rokok rendah nikotin memang memiliki kadar nikotin lebih rendah? Ya, tetapi itu hanya ketika diuji dengan alat untuk mendeteksi kadar nikotin. Para perokok memiliki kebutuhan nikotin dalam dosis tertentu. Jadi ketika mereka mulai mengisap rokok rendah nikotin, mereka akan mengisap lebih banyak guna mendapatkan kadar nikotin dalam jumlah yang sama. Misalnya, seseorang yang biasa merokok kretek 1 batang, akan membutuhkan 2 atau 3 batang rokok mild untuk mendapatkan kadar nikotin yang sama.

    Masalahnya, rokok rendah nikotin hanya memiliki kadar nikotin yang lebih rendah, tetapi kandungan racun-racun lain seperti karbon monoksida atau cyanida tetap sama.
    Jadi ketika anda mengisap 1 batang rokok kretek, anda mendapat dosis nikotin dan karbon monoksida dari 1 batang rokok, tetapi ketika anda berganti dengan rokok mild, anda tetap mendapat dosis nikotin dari 1 batang rokok tapi mendapat karbon monoksida dari 3 batang rokok.

    Sumber: Mythconception, Dr. Karl Kruszelnicki


    Sumber: Mythconception, Dr. Karl Kruszelnicki
    http://netverum. blogspot. com



    Spoiler for more pic:


















    :repost2:repost



    Spoiler for all photo property:
    photobucket.com





    :maho


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>