5 CARA MENGATASI GEMUK KARENA PEKERJAAN

Umumnya wanita karier menghabiskan waktunya dari rapat ke rapat, telepon ke telepon,atau berlama-lama di depan komputer. Bokong mereka seolah terpatri di bangku. ''Olah raga'' terjauh paling hanya jalan ke kamar kerja bos.

Akibatnya, badan langsing tinggal kenangan. Pekerjaan yang membuat tak banyak bergerak itu membuat tubuh jadi tambun.

Berikut 5 cara mengembalikan tubuh ''remaja'' Anda:

1. Jauhi soft drink dan snack
Pada jam tanggung, sekitar pukul 15.00, kita sering terbayang-bayang segarnya soft drink dan gurihnya snack. Tapi bila godaan ini diikuti, amat berpotensi menambah berat badan.

Sebagai gantinya, pilih yoghurt, wortel dengan sedikit saus, puding segar tanpa banyak susu dan gula. Boleh juga crakers dioles tipis dengan selai kacang.

2.Pilih makanan sehat di restoran
Kini banyak restoran besar dan warung fast food yang sadar perlunya menu makanan sehat. Rasanya oke dan aman untuk berat badan. Jauhi gorengan dan makanan berlemak. Lebih baik sepiring salad atau sup dan setengah porsi sandwich, daripada burger, kentang, dan spageti yang mengenyangkan.

3. Prioritaskan berolahraga

Kebanyakan orang berpikir, ''Mana sempat?'' berolahraga sebelum dan selama di kantor. Di dalam hati, paling berjanji,''Pokoknya, nanti pasti, deh, saya olahraga sepulang dari kantor!'' Tidak tahunya, pulang kerja kemalaman atau sudah kecapekan. Akhirnya, janji tinggal janji.

Jadi, paksakan olahraga pagi hari pada jam istirahat makan siang. Tak berarti harus lari 10 kilometer, tentunya. Jalan-jalan sekitar 20 menit sudah cukup untuk menyegarkan badan.

Kalau kebetulan ditugaskan ke luar kota, jangan lupa bawa baju senam. Kebanyakan hotel punya tempat fitness. Keluarkan keringat setelah rapat yang melelahkan.

4. Jangan biarkan ''pesta'' kantor merusak diet.
Kadang ada saja pesta di kantor. Pesta betulan atau karena ada yang hobi membawa kue-kue kering, tart, dan brownies.

Kalau ada ''pesta'' kecil begini, sebisa mungkin hindarkan. Kalau ada pesta betulan, datang belakangan, setelah kue-kue yang menggoda tandas. Bawa botol air mineral sebagai pengganti tawaran es krim atau potongan kue tart yang memiliki 1.000 kalori.

5. Berdiri dan bergerak.
Apa pun profesi Anda, usahakan jangan diam di tempat sepanjang jam kantor. Bila sudah kelamaan di depan komputer, bangun. Jalan-jalan sebentar untuk melancarkan peredaran darah.

Kalau sudah menyetir berjam-jam, stop sebentar di tempat istirahat, lalu goyangkan badan. Pilih naik tangga daripada naik lift atau eskalator. Ambil sendiri surat-surat atau minuman ke dapur kantor daripada menyuruh orang.

Bergerak di antara rutinitas kerja, tidak hanya membuat Anda kelihatan dan merasa lebih baik. Boleh jadi itu malah membuat Anda lebih produktif.


MITOS SEPUTAR TIDUR

Benarkah mendengkur bisa diobati? Apakah berat badan kita berpengaruh pada pola tidur? Ada berbagai jawaban mengenai hal itu dan sebagian adalah berupa mitos.

Yang mana yang benar?
Mitos #1: Mengorok sangat mengganggu, tetapi tidak terlalu berbahaya. Siapa bilang? Yang jelas, mengorok sangat mengganggu bagi teman tidurnya atau bagi orang yang tidur di kamar yang sama atau bahkan di rumah yang sama. Mengorok dapat merupakan tanda-tanda orang tersebut mengidap gangguan pada tidur atau yang disebut apnea.

Mitos #2: Mengorok dapat diobati, yaitu dengan cara menggunakan alat khusus Walaupun berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mengatasi masalah mendengkur dengan menggunakan alat khusus, hal ini berbahaya. Konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Mungkin dokter akan memberikan resep khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Mitos #3: Tubuh dapat beradaptasi paling tidak hanya dengan tidur selama dua atau tiga jam. Walaupun kebutuhan tidur setiap orang tidak sama, 8 jam setiap malam adalah jumlah jam yang disarankan untuk tidur setiap malam. Bila tidur kurang dari 6 jam semalam, dapat mempengaruhi kesehatan Anda, baik fisik maupun mental.

Mitos#4: Bila kurang tidur beberapa jam semalam, Anda dapat menggantinya pada malam berikutnya. Hal ini tidak benar. Kekurangan tidur tidak pernah bisa digantikan. Anda dapat tidur sesuai jadwal keesokan malamnya tetapi tetap tidak dapat menggantikan kekurangannya.

Mitos #5: Mengonsumi minuman beralkohol sebelum tidur dapat membuat tidur nyenyak. Memang, sih, alkohol memberikan efek penenang dan dapat membuat Anda mengantuk lalu tertidur. Tetapi ketenangan tidur tersebut hanya berlangsung selama 3-4 jam. Lalu, minuman yang menenangkan tersebut mulai mengganggu pola tidur Anda. Bentuk gangguan bisa berupa terbangun tengah malam, mimpi buruk, dan sakit kepala. Bila ingin tidur nyenyak, sebelum tidur minum susu hangat, teh herbal hangat, atau tenemukan cara lain selain minum alkohol.

Mitos #6: Berat badan tidak ada hubungannya dengan cara tidur. Hal ini jauh dari benar. Orang yang gemuk biasanya lebih banyak mendengkur. Penderita obesitas umumnya mengidap gejala apnea. Tambahan lagi, bila mengidap obesitas, posisi tidur sangat terbatas, tidak dapat menggerakan badan sesuka hati.

Mitos #7
: Mimpi buruk dan nightmare merupakan hal yang sama. Kedua jenis ini merupakan gangguan yang berbeda. Mimpi buruk merupakan mimpi yang menyeramkan. Bila terbangun tengah malam karena mimpi buruk, si pemimpi dapat ingat akan mimpinya sampai hal yang sekecil-kecilnya. Sementara nightmare merupakan hal yang menakutkan. Si pemimpi, pada waktu terbangun tengah malam, biasanya tidak dapat mengingat apa yang membuat dia takut tetapi gejala teror tetap ada dan membutuhkan waktu untuk kembali tenang.

Mitos #8: Enuresis /mengompol adalah jenis gangguan yang hanya dialami oleh anak-anak. Enuresis /mengompol memang lebih sering dialami oleh anak-anak, tetapi orang dewasa dapat mengalaminya dan biasanya bisa menimbulkan berbagai macam masalah. Ada beberapa metode untuk mengatasi enuresis. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Mitos #9: Sebaiknya jangan menggunakan alarm untuk membangunkan Anda. Dulu hal ini dibenarkan tetapi penelitian membuktikan, selama alarm tidak mengejutkan, hal ini tidak masalah.

Mitos #10: Jumlah jam tidur kaum manula/orang tua biasanya lebih sedikit dibanding orang muda. Hal ini tidak benar. Pada dasarnya, manusia membutuhkan jumlah jam tidur yang sama, baik tua maupun muda. Kaum manula, biar bagaimanapun, memiliki masalah-masalah khusus yang menghalangi mereka untuk tidur sesuai dengan yang mereka butuhkan.