Untuk penderita diabetes, penting untuk mengendalikan gula darah. Seperti telah diketahui, mengontrol gula darah saat waktu makan merupakan tantangan. Menjaga kadar gula darah pada waktu makan setiap hari dapat membantu anda mencapai A1C yang diinginkan.

Bersama dengan olahraga, insulin basal dan rencana makan yang baik, Apidra terbukti membantu kadar A1C pada dewasa penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Tes A1C merupakan tes darah untuk menentukan kadar gula darah rata-rata 2 sampai 3 bulan. Asosiasi Diabetes Amerika merekomendasikan agar A1C di bawah 7% untuk mengendalikan gula darah.

Sanofi-aventis Indonesia saat ini telah memperkenalkan ApidraŽ (insulin glulisine) sebagai salah satu alternatif pengobatan diabetes tipe 1 dan tipe 2 bagi pasien dewasa. ApidraŽ merupakan insulin analog prandial yang bisa digunakan untuk mengendalikan hiperglikemia.

Insulin Glulisine ini memiliki aksi yang lebih cepat dan durasi yang lebih singkat dibandingkan insulin biasa, sehingga akan memberikan keleluasaan bagi pasien dalam menggunakan insulin, sebelum maupun saat makan.

Untuk mencapai target terapi, maka penderita diabetes perlu mendapatkan insulin yang bekerja seperti insulin alami. Insulin sebelumnya memiliki efek samping hipoglikemia yaitu kadar glukosa darah yang sangat rendah yaitu 60 mg/dL (normalnya 110 mg/dL). Hipoglikemia dapat menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap.

Profil kerja insulin glulisine menyerupai insulin fisiologis (alami). Insulin ini memiliki risiko hipoglikemia yang lebih rendah dibandingkan insulin yang dibuat sebelumnya. Insulin ini terbagi menjadi 2 yaitu rapid acting (kerja cepat) dan long acting (kerja lama).

Untuk jenis yang long acting, sekali suntik sebelum makan cukup untuk sehari sehingga lebih praktis pada penderita dengan gaya hidup dinamis.

Apidra berbeda dengan insulin manusia biasa dari segi mulai yang cepat dan durasi kerja yang lebih singkat. Ketika digunakan sebagai insulin waktu makan, apidra diberikan 15 menit sebelum atau 20 menit setelah makan.

Dikarenakan durasi kerja yang singkat, pasien juga memerlukan insulin kerja panjang atau pompa infusi insulin. Setiap perubahan insulin sebaiknya berdasarkan izin dari dokter.

Efek samping yang dapat terjadi termasuk gula darah rendah, reaksi tempat suntik, alergi. Sedikit tapi berpotensi lebih serius mengancam jiwa adalah alergi terhadap insulin termasuk reaksi anafilaktik.

Ketika menggunakan sebuah pompa, jangan mencampur Apidra dengan insulin lain atau cairan. Jika pompa atau infusi tidak bekerja dengan baik, anda tidak akan mendapatkan jumlah insulin yang tepat. Hipoglikemia, hiperglikemia atau ketosis dapat terjadi.

Jangan gunakan apidra selama terjadi reaksi hipoglikemia atau jika anda alegi tehadap insulin glulisine. Masalah harus diidentifikasi dan diperbaiki secepat mungkin.