All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default Puluhan Warga Ende Terserang Antraks

    Selasa, 30 Oktober 2007
    KUPANG (Suara Karya): Sejak sepekan terakhir, puluhan warga di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terserang penyakit antraks. Diduga kuat serangan penyakit itu terjadi karena mereka mengonsumsi daging kerbau yang mati mendadak akibat terserang penyakit antraks.




    Informasi yang dihimpun Suara Karya dari Ende menyebutkan, gejala penyakit antraks yang biasanya menyerang ternak, dan berjangkit ke manusia itu mulai menyerang warga di lima desa di Kecamatan Kota Baru, setelah mereka mengonsumsi daging kerbau yang dikabarkan mati mendadak. Usai mengonsumsi daging kerbau itu warga merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya.

    Sudah lima ekor kerbau mati mendadak. Bangkai binatang itu bukannya dikuburkan, tetapi malah dipotong dan dibagi-bagikan kepada warga untuk dikonsumsi, dan sebagian lagi dijual bebas. Belum diketahui, apakah warga luar Kecamatan Kota Baru yang membeli daging kerbau itu menderita penyakit antraks atau tidak.
    Di Desa Wolotou, misalnya, dari sekitar 50-an KK di desa tersebut, sudah 20-an orang yang menderita gejala penyakit antraks. Bahkan lima orang di antara mereka sudah masuk kategori parah. Bupati Ende, Paulinus Domi, yang dihubungi dari Kupang ke Ende, Senin (29/10), membenarkan bahwa puluhan warga Kecamatan Kota Baru itu terserang penyakit antraks akibat kesalahan mereka sendiri.

    Kerbau yang mati mendadak itu bukannya dikuburkan, namun malah dibelah dan dibagi-bagikan kepada warga lainnya, bahkan sebagiannya dijual bebas. Domi menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Ende untuk turun ke lokasi dan memberikan pengobatan kepada warga yang terserang penyakit antraks tersebut sekaligus memberikan penyuluhan.
    "Saya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan untuk menurunkan tim ke Kecamatan Kota Baru. Warga yang menderita harus diberi pertolongan secepatnya, supaya warga lainnya jangan terjangkit," kata Bupati Domi.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Dominggus M, yang dikonfirmasi kemarin, membenarkan telah menurunkan aparat bersama tim dari Dinas Peternakan ke lokasi kejadian di Kecamatan Kota Baru. Tim sudah ke lokasi sejak Sabtu (27/10). Dominggus menjelaskan, setelah tim turun ke lokasi, mereka melaporkan bahwa hingga Minggu (28/10) sudah enam ekor kerbau yang mati karena terserang antraks. Ketika tim mengunjungi Desa Wolotou, tim menemukan sejumlah warga terkena antraks. Mereka mengakui, penyakit aneh itu muncul setelah mereka mengonsumsi daging kerbau yang mati mendadak itu. Mereka sendiri tidak tahu kalau kerbau itu mati karena antraks. "Tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan sudah turun langung ke lokasi. Mereka akan berada di lokasi hingga penanganan penyakit antraks, baik yang menyerang manusia mapun ternak, diatasi dengan baik," kata Dominggus.

    Warga yang sudah serius terserang antraks akan mendapatkan penanganan serius dan teratur. "Mereka yang sudah serius akan dirawat di puskesmas setempat. Jika belum bisa diatasi, mereka akan dirujuk ke RSUD Ende," katanya. (Bonne Pukan)

  2. #2
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default 761 Warga NTT Teridentifikasi Antraks

    TEMPO Interaktif, Kupang:Pemerintah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memutuskan untuk mengisolasi tiga desa di wilayah itu guna menghindari kemungkinan meluasnya kuman antraks ke beberapa desa di daerah perbatasan kedua kabupaten.

    Sekitar 761 warga yang diidentifikasi telah tertular kuman antraks karena ikut mengkonsumsi bangkai kerbau telah mendapat pengobatan dari petugas medis.

    Camat Kota ratu, Kabupaten Ende, Kornelis Wara, mengatakan tim medis dan petugas kesehatan hewan setempat telah mendirikan posko pemantauan perkembangan antraks dan masih melakukan penyisiran untuk melakukan pengobatan terhadap warga di tiga desa tersebut, yakni Desa Tou Timur, Desa Kota Baru yang berada di Kabupaten Ende dan Desa Rero Roja, Kabupaten Sikka.

    Menurut Kornelis, selain mengobati warga yang tertular kuman antraks, tim penanggulangan antraks melakukan pengobatan dan vaksinasi terhadap sekitar 500 ekor sapi, kerbau, kuda, kambing dan babi.

    Menurut laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, sampai Selasa siang, sebanyak 10 warga masih menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat karena tergolong kritis. “Ratusan warga yang setelah mengkonsumsi daging bangkai kerbau mati menunjukkan gejala klinis antraks langsung mendapat perawatan, sehingga kondisi mereka tidak terlalu parah,” ujar Kornelis.

    Secara terpisah, Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan Dinas Kesehatan NTT, Maria Geong, mengatakan pihaknya telah mengirim vaksin antraks sebanyak 40 ribu dosis ke Kabupaten Ende dan Sikka. “Vaksin tersebut diharapkan dapat dipakai untuk melakukan vaksinasi total terhadap ternak besar di kedua kabupaten bertetangga tersebut,” kata Maria.

    Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan 145 ribu dosis vaksin pada tahun 2007 dan telah didistribusikan ke Pulau Sumba, Timor, Rote Ndao, Alor dan Flores agar dilakukan vaksinasi massal.

    Sebagian warga yang positif antraks menunjukkan gejala klinis seperti badan membengkak dan hanya dalam beberapa jam muncul luka borok dan mengeluarkan nanah. Penyakit antraks disebabkan oleh kuman bacillus anthraxis dan umumnya menyerang ternak berdarah panas seperti babi, kerbau, sapi, kuda, kambing dan ternak besar lainnya.

    Spora yang berfungsi melindungi bakteri antraks mampu bertahan hidup sampai usia 60 tahun. Penyakit antraks pada hewan pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1884. Daerah endemis antraks di Indonesia, yakni NTT, NTB, Jawa Barat (Bogor dan Purwakarta), Jawa Tengah (Boyolali), DI Yokyakarta (Sleman) dan Sulawesi Selatan.



    Jems de Fortuna


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>