Selasa, 30 Oktober 2007
KUPANG (Suara Karya): Sejak sepekan terakhir, puluhan warga di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terserang penyakit antraks. Diduga kuat serangan penyakit itu terjadi karena mereka mengonsumsi daging kerbau yang mati mendadak akibat terserang penyakit antraks.
- Informasi yang dihimpun Suara Karya dari Ende menyebutkan, gejala penyakit antraks yang biasanya menyerang ternak, dan berjangkit ke manusia itu mulai menyerang warga di lima desa di Kecamatan Kota Baru, setelah mereka mengonsumsi daging kerbau yang dikabarkan mati mendadak. Usai mengonsumsi daging kerbau itu warga merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya.
- Sudah lima ekor kerbau mati mendadak. Bangkai binatang itu bukannya dikuburkan, tetapi malah dipotong dan dibagi-bagikan kepada warga untuk dikonsumsi, dan sebagian lagi dijual bebas. Belum diketahui, apakah warga luar Kecamatan Kota Baru yang membeli daging kerbau itu menderita penyakit antraks atau tidak.
- Di Desa Wolotou, misalnya, dari sekitar 50-an KK di desa tersebut, sudah 20-an orang yang menderita gejala penyakit antraks. Bahkan lima orang di antara mereka sudah masuk kategori parah. Bupati Ende, Paulinus Domi, yang dihubungi dari Kupang ke Ende, Senin (29/10), membenarkan bahwa puluhan warga Kecamatan Kota Baru itu terserang penyakit antraks akibat kesalahan mereka sendiri.
- Kerbau yang mati mendadak itu bukannya dikuburkan, namun malah dibelah dan dibagi-bagikan kepada warga lainnya, bahkan sebagiannya dijual bebas. Domi menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Ende untuk turun ke lokasi dan memberikan pengobatan kepada warga yang terserang penyakit antraks tersebut sekaligus memberikan penyuluhan.
- "Saya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan untuk menurunkan tim ke Kecamatan Kota Baru. Warga yang menderita harus diberi pertolongan secepatnya, supaya warga lainnya jangan terjangkit," kata Bupati Domi.
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Dominggus M, yang dikonfirmasi kemarin, membenarkan telah menurunkan aparat bersama tim dari Dinas Peternakan ke lokasi kejadian di Kecamatan Kota Baru. Tim sudah ke lokasi sejak Sabtu (27/10). Dominggus menjelaskan, setelah tim turun ke lokasi, mereka melaporkan bahwa hingga Minggu (28/10) sudah enam ekor kerbau yang mati karena terserang antraks. Ketika tim mengunjungi Desa Wolotou, tim menemukan sejumlah warga terkena antraks. Mereka mengakui, penyakit aneh itu muncul setelah mereka mengonsumsi daging kerbau yang mati mendadak itu. Mereka sendiri tidak tahu kalau kerbau itu mati karena antraks. "Tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan sudah turun langung ke lokasi. Mereka akan berada di lokasi hingga penanganan penyakit antraks, baik yang menyerang manusia mapun ternak, diatasi dengan baik," kata Dominggus.
- Warga yang sudah serius terserang antraks akan mendapatkan penanganan serius dan teratur. "Mereka yang sudah serius akan dirawat di puskesmas setempat. Jika belum bisa diatasi, mereka akan dirujuk ke RSUD Ende," katanya. (Bonne Pukan)




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks