All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    Junior melani is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jul 2007
    Kiriman
    59
    Rep Power
    5

    Default Hati2 melahirkan di Harapan Kita

    Rekans kawanan kuli PLN Smua,

    Sekedar info buat ibu2 yang akan melahirkan, ini bukan mengintimidasi ya..tapi sedapat mungkin hindari RS bersalin Harapan Kita. Adik saya tanggal 4 agustus kemarin baru saja melahirkan di harapan kita secara caesar karena denyut jantung bayi terus menurun dan ketubannya sudah berubah warna. Karena proses melahirkannya tidak normal, adik saya belum boleh bangun dari tempat tidurnya selama satu hari dan belum boleh menyusui bayinya. Pada hari ke3 si bayi belum diperkenankan pulang karena terkena infeksi (saya belum sempat tanya apa yang infeksi) singkat kata karena adik saya sudah merasa sehat, pada malam ke 3 dia bermaksud melihat anaknya yang berada dalam ruang perawatan khusus.

    Wah...adik saya kaget banget waktu liat bayi2 lain di ruang bayi karena yang dia liat semua bayi dikasih dot (mpeng) dan dotnya di plester dimulut bayi biar nggak lepas kata susternya (hi...jahat banget ya...saya ngetik ini sampai gemeteran tangan saya...) langsung dia liat anaknya ternyata diperlakukan sama dengan bayi2 lain. Adik saya tanga sama susternya kenapa kok mulutnya di kasih dot terus di plester, kata susternya biar nggak nagis bu malem2 biar nggak berisik. Lha adik saya bales nanya khan kalo nagis paling dia minta susu, kasih aja ke Ibunya atau kasih susu formula.....tau apa jawaban susternya, Ibu ini gimama sih...kita nggak ada tenaga buat yang ngurus begituan makanya kasih dot aja biar diem terus dotnya diplester biar nggak lepas....... Ya ampun saya pengen nagis denger cerita adik saya kasian banget....makanya saya nggak mau hal ini terjadi lagi di orang lain......


    Salam,

    Melani

  2. #2
    Member siska is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2006
    Kiriman
    346
    Rep Power
    6

    Default Re: Hati2 melahirkan di Harapan Kita

    Emang banyak si yg ngeluh . . , ada juga gw dapetin crita yg mirip . . .


    Dear all,
    Sekedar info utk Moms & Dads yg punya balita, aku baru saja dpt dari teman kantor.

    untuk yang punya balita, ponakan dan yang lagi hamil untuk info medis okay.

    tks

    >
    > Lagi2 keteledoran medis yang terjadi di Indonesia !!!
    >______________________________________________
    >
    >
    >Semoga kita dpt lebih berhati-2..
    >
    >Saya dan istri pada tanggal 16 Januari 2003, hari Kamis, membawa anak kami
    >Maureen Aprilia Salim (9 bulan) ke Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB)
    >Harapan Kita untuk memeriksakan adanya lendir di tenggorokan anak kami.
    >Memang sebelum ini kamai sudah menanyakan ke beberapa dokter anak, baik di
    >Padang maupun Jakarta (kami mutasi kerja) mengatakan itu hal biasa yg
    >terjadi pada beberapa bayi dan disarankan untuk memeriksakan anak kami di
    >RSAB Harapan Kita mengenai penyebab dan pengobatannya.
    >
    >Pertama kali kami menemui dokter Eva J.S DSA (spesialis gastro/dalam), dia
    >menyarankan untuk :
    >1. USG kepala oleh dr. Sanata Polo. Hasilnya sudah diberitahu ke dr. Eva
    >2. Tes darah anak (sudah dilakukan, menunggu hasil)
    >3. Fisioterapi (mengeluarkan lendir di tenggorokan anak)
    >
    >Karena saran ketiga inilah (fisioterapi) anak kami pergi untuk selama
    >lamanya, kejadiannya yaitu :
    >1. Penguapan pada hidung anak, berjalan dengan baik
    >2. Anak kami ditelungkupkan dan ditepuk punggungnya sehingga keluarnya
    >lendir dari mulut anak kami (masih berjalan dengan baik)
    >3. Dalam keadaan telentang anak kami disedot lendirnya (suction) dari
    >mulutnya terus langsung ke hidung secara cepat / tidak perlahan-lahan
    >sehingga anak kami tidak sempat untuk bernafas pelan-pelan dan wajahnya
    >sudah bereaksi kebiruan, tetapi orang tersebut (bag. Fisioterapi) masih
    >juga memasukkan selang ke mulutnya tanpa peduli anak kami sudah biru, saat
    >dia memasukkan selang lagi itulah anak kami berhenti jantungnya dan
    >wajahnya berwarna ungu. Saat kami sudah marah dan berteriak, orang tersebut
    >baru melarikan anak kami ke UGD yang kebetulan ruangannya tidak jauh dari
    >ruang fisioterapi.
    >
    >Saat di ruangan UGD anak kami sementara tertolong lebih kurang 2,5 jam oleh
    >dr. Willy dan 2 asistennya (dr. Willy juga mengatakan andaikata telat
    >beberapa detik lagi anak kami tidak tertolong karena jantungnya sempat
    >berhenti apalagi pihak UGD mengatakan saat fisioterapi kenapa tidak memakai
    >oksigen utnuk pernafasan anak kami). Dr. Willy menyarankan anak kami
    >dirawat inap tetapi alat untuk membantu pernafasan anak kami sudah terpakai
    >semua maka kami disarankan untuk dipindah ke beberapa rumah sakit lain di
    >Jakarta yang ternyata malam itu juga hanya tinggal rumah sakit Cikini yang
    >ada.
    >
    >Dari RSAB Harapan Kita ke RS Cikini, kami menggunakan ambulance 118 tetapi
    >dari pihak RSAB Harapan Kita tidak ada yang mengantar kami ke RS Cikini.
    >Sesampai di RS Cikini anak kami tidak dapat tertolong lagi karena mereka
    >mengatakan anak kami sudah sangat parah dan menyesali tindakan orang yang
    >memfisioterapi anak kami kenapa dipaksakan, sebab dari situlah dokter
    >mengatakan anak kami tidak tertolong lagi akibat dari cara fisioterapi
    >tersebut.
    >
    >Kami ikhlas atas kepergian anak kami ke Surga karena ia adalah bayi tanpa
    >dosa. Kami menyesali tindakan paramedis RSAB Harapan Kita terutama bag.
    >Fisioterapi yang menyepelekan/tidak peduli atas nyawa manusia.
    >
    >Semoga tidak terjadi lagi pada anak-anak lainnya, hanya itu yang bisa kami
    >harapkan. Kami harapkan juga orang yang melakukan fisioterapi tersebut
    >(pihak fisioterapi dan UGD RSAB Harapan Kita mengenalnya) sadar akan
    >tindakannya dan tidak terulang lagi pada anak yang lain.
    >
    >Atas perhatiannya, kami mengucapkan banyak terima kasih.
    >Orang tua Maureen Aprilia Salim
    >Ayah : Budi Yanto Salim
    >
    Sumber: http://www.mail-archive.com/balita-a.../msg53877.html


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>