Pilah-Pilih Suplemen Anak
Mother And Baby Mon, 30 Jul 2007 10:46:00 WIBPemberian multivitamin atau makanan suplemen bisa jadi bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Tapi hati-hati tak semua anak pasti memerlukan suplemen. The American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan sebaiknya orangtua berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen.
Syarat pemberian multivitamin yang tepat ialah tidak melebihi dosis yang dianjurkan atau Recommended Daily Allomance (RDA). Sehingga kegunaannya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan makanan sehari-hari.
Secara alami vitamin sebenarnya ada yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, misalnya vitamin K. Dan ada pula vitamin yang tidak diproduksi tubuh. Khusus jenis terakhir, pemberian vitamin tambahan dari luar tubuh memang bisa dilakukan. Dengan catatan, vitamin tersebut memang dibutuhkan anak. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping.
Kekhawatiran orangtua akan perkembangan anak seringkali mengandalkan pemberian multivitamin terutama pada anak yang sulit makan. Orangtua pun menyiasatinya dengan memberikan vitamin penambah nafsu makan. Menurut Nancy Showen, M.D seorang pakar gizi dari Children's Hospital, Oakland, California, mengatakan vitamin bukan ditujukan untuk menambah nafsu makan. Jika kondisi anak tidak sehat, tentu si anak akan menjadi kurang nafsu makan. Sembuhkan sakitnya terlebih dulu, setelah pulih baru bisa dibantu dibantu dengan pemberian vitamin.
Untuk balita Anda, berikan multivitamin dalam bentuk cair atau yang dapat dikunyah. Sehingga anak terhindar dari risiko tersedak. Sesuaikan pemberian vitamin dengan pola makan anak. Pada anak vegetarian, berikan suplemen yang mengandung vitamin B12 karena kurang dikonsumsi anak. Suplemen yang mengandung zat besi bisa diberikan pada anak yang kurang darah (anemia).
Selain macamnya, perhatikan pula kadar kandungan vitamin per dosisnya. Jangan pilih suplemen dengan dosis tinggi agar anak bisa mendapatkannya dari sumber lain, misalnya makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Misalnya anak tidak suka susu atau makanan yang mengandung susu, berikan suplemen kalsium dengan kandungan 15-20 persen dari dosis yang dianjurkan. Sedangkan 80 persen lagi bisa diambil dari sumber makanan lain, misalnya buah jeruk. Agar anak terhindar dari overdosis, berikan satu macam vitamin atau suplemen dalam satu hari. Anda bisa memberikan macam vitamin yang berbeda di lain hari. Bagaimana jika anak sedang berdiet? Nancy menganjurkan untuk tetap berikan satu macam vitamin setiap hari.
Awasi anak saat meminum vitamin. Terkadang anak menganggap vitamin seperti permen karena rasa, bentuk dan warnya yang menyerupai permen. Jelaskan pada anak waktu yang tepat minum vitamin dan dampak yang ditimbulkan jika terlalu sering mengkonsumsinya. Agar aman, sebaiknya taruh vitamin di tempat yang sulit dijangkau anak.
Kelebihan vitamin akan menimbulkan efek samping. Pada beberapa anak jenis vitamin tertentu bisa menyebabkan alergi. Padahal bila kondisi tubuh anak ternyata tidak memerlukannya hingga vitamin tambahan yang dikonsumsi menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kelebihan vitamin malah bisa berakibat buruk bagi si anak. Seperti kelebihan vitamin C yang bisa merusak lambung karena kadar asam yang tinggi atau kelebihan vitamin D yang bisa menyebabkan tumbuh batu di ginjal anak. Orangtua perlu memahami bahwa suplemen atau vitamin bukanlah pengganti makanan.
(Mita Zoelandari)




LinkBack URL
About LinkBacks
Pemberian multivitamin atau makanan suplemen bisa jadi bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Tapi hati-hati tak semua anak pasti memerlukan suplemen. The American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan sebaiknya orangtua berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen. 

Reply With Quote

Bookmarks