SERBA ALAMI UNTUK DB

BIDARA UPAS

Berperan menurunkan demam/panas tinggi pada DB, tifus, dan radang tenggorokan. Caranya, sediakan bidara upas kira-kira seruas ibu jari, kemudian iris-iris dan parut. Seduh dengan air panas sambil diaduk-aduk. Biarkan dingin dan tambahkan madu. Minum sebanyak 2-6x sehari sampai demamnya turun, sebelum atau sesudah makan. Karena bahan dasarnya seperti ubi, ramuan ini rasanya tidak pahit, meski agak bergetah.

MENIRAN, TEMU IRENG, DAN DAUN PEPAYA

Sediakan temu ireng (Curcuma aeruginosa) kira-kira 2 ruas jari, meniran (Phylanthus urinaria) yang kering sedikit saja dan daun pepaya (Carica papaya) sebanyak setengah pelepah. Campur dalam satu wadah lalu tumbuk dan godok. Minumkan setiap pagi, siang, dan sore.



KELAPA HIJAU

Kelapa hijau (Cocos nucifera) berperan menurunkan demam selain banyak mengandung zat yang bermanfaat, seperti glukosa, protein, fosfor dan belerang. Air dari sebuah kelapa hijau, minum sedikit-sedikit dan habiskan dalam sehari.



AKAR ALANG-ALANG

Imperata cylindrica dikenal berkhasiat menurunkan demam. Caranya, cuci bersih seikat akar alang-alang. Campur dengan temu lawak lalu rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1/2 gelas. Untuk anak, berikan sedikit saja, cukup 1 sendok makan setiap hari.

SIRIH

Sirih kaya akan kandungan obat, di antaranya minyak atsiri, hidrokavicol, betlephenol, chavocol, chavibetol, estragol, tannin, dan diastase. Khasiatnya mematikan kuman dan jamur (fungisida), menghentikan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, gangguan saluran pencernaan, dan mengeluarkan dahak. Caranya, sediakan 30 helai daun sirih, cuci bersih lalu rebus dalam 4 l air.

JAMBU BIJI

Jambu biji (Psidium guajava) yang juga disebut jambu klutuk/jambu batu berperan meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Selain itu, jambu biji yang dagingnya berwarna merah mengandung vitamin C dosis tinggi, selain zat antioksidan. Pohon jambu biji memiliki sejumlah zat aktif yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat. Terutama daunnya yang banyak mengandung minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guaja vermin, disamping kandungan vitamin A dan B serta beberapa mineral. Taninnya mampu membantu mengatasi peradangan dan menghentikan perdarahan-perdarahan kecil yang terjadi di usus.

Caranya, untuk buahnya, pilih yang berukuran kecil-kecil, buang semua bijinya lalu buat jus. Karena hasilnya akan kental, maka campur dengan sedikit air. Berikan jus jambu biji setidaknya 2x sehari. Bisa diminum kapan saja. Agar tidak banyak kehilangan darah (zat pembeku darah/trombosit), dianjurkan penderita DBD minum jus jambu merah sesering mungkin. Untuk meningkatkan kadar trombosit dalam darah, bisa gunakan kulit batang jambu biji sebanyak 2 jari. Tambahkan 2-3 gelas air dan rebus hingga tinggal setengahnya. Setelah dingin segera minum 1-2x sehari.Daunnya, rebus 10 lembar daun jambu biji dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Untuk anak, minumkan + gelas air rebusan daun jambu biji.

JERUK NIPIS

Citrus aurantifolia juga dikenal dengan nama jeruk pecel (Jawa), kelangsa (Aceh), lemo (Bali) dan lemo kadasa (Makassar). Dalam 100 g buahnya terkandung 27 mg Vitamin C, 40 mg kalsium, 22 mg fosfor, 0,04mg Vitamin B1, 0,6 mg zat besi, 0,01 g lemak, dan 0,8 g protein. Berkhasiat sebagai obat penawar DBD meski secara umum digunakan untuk mengobati batuk, meluruhkan dahak, melancarkan buang air kecil, meluruhkan keringat, dan membantu proses pencernaan. Caranya, cukup diperas atau dijus, kemudian minumkan pada penderita.

SAMBILOTO, PEGAGAN, DAN TAPAK DARA

Trio obat tradisional ini diyakini mampu melawan DBD karena bisa menurunkan demam sekaligus meningkatkan kadar trombosit. Caranya, ambil sambiloto, pegagan, dan tapak dara masing-masing 5 gram kemudian rebus dalam 3 gelas air. Biarkan mendidih hingga tersisa 1,5 gelas. Minumkan air seduhan ini pagi, siang, sore, sebelum makan.

RACIKAN ANTINYAMUK

* ANTINYAMUK OLES

1. Kenanga. Zat antinyamuk yang dikandungnya baru bisa digunakan setelah disuling menggunakan pelarut heksana 96% (sejenis alkohol) yang bisa didapat di toko kimia. Caranya, 1 g kenanga digerus lalu dilarutkan ke dalam 500 ml heksana, kemudian saring. Oleskan ke tubuh untuk mencegah gigitan nyamuk.

2. Lavender mengandung linalool dan lynalyl acetate, zat yang tidak disukai nyamuk. Senyawa ini bisa diambil melalui proses penyulingan. Caranya, gerus lalu dioleskan ke badan.

* ANTINYAMUK SEMPROT

1. Mimba. Caranya, biji mimba diekstraksi dengan cara diperas. Sementara untuk melepas minyak dari zat lain digunakan pelarut heksana. Hasil pelarutan ini menyisakan dedak yang kaya zat azadiractin. Namun bukan zat itu yang digunakan, melainkan minyaknya.

2. Serai wangi. Caranya, 1 kg batang dan daun serai wangi digerus setelah dicampur etanol. Bisa juga diblender, dicampur air tawar. Siapkan segelas air (250 ml), masukkan hasil ekstrak tadi dan rendam selama 24 jam. Setelah disaring, simpan dalam botol. Setelah itu masukkan air suling (aquades) setengah dari ukuran rendaman. Bisa langsung dipakai atau terlebih dulu dimasukkan ke alat semprot.

3. Pyrethrum. Caranya, kumpulkan bunga ini dan angin-anginkan selama 1-2 hari hingga benar-benar kering. Lalu tumbuk halus, aduk rata dengan alkohol, kemudian endapkan seharian. Setelah itu uapkan sampai tersisa larutan kental. Bahan inilah yang digunakan untuk membasmi nyamuk. Jika perlu tambahkan larutan lain, semisal minyak lada hingga daya bunuh nyamuknya naik 5x lipat karena ramuan ini menyerang sistim saraf serangga.

* ANTINYAMUK BAKAR

1. Kulit duku, durian, dan bunga kluwih

Sebelum dibakar, jemur kulit duku dan durian sampai kering. Saat akan digunakan, taruh kulit yang sudah kering ini di atas tungku, kemudian bakar. Supaya hasilnya optimal, letakkan tungku tersebut di tempat yang banyak nyamuknya. Untuk bunga kluwih, bagian pangkal yang kering ditusuk lidi atau kawat. Lalu bagian ujung bunga disulut. Antinyamuk bakar ini bisa bertahan hingga 3-4 jam.

Tanaman PENGUSIR NYAMUK

1. Geranium. Tanaman ini mengandung zat yang mudah terbang memenuhi udara di sekitarnya. Sebagai pengusir nyamuk, letakkan tanaman ini di dalam ruangan maupun di halaman.

2. Rosemery. Wangi tanaman ini membuat nyamuk stres dan ogah mendekat. Mengingat tanaman ini haus sinar matahari dan butuh cukup air, sebaiknya tempatkan di luar rumah, tepatnya di dekat jendela atau pintu.

3. Selasih. Tanaman ini mengeluarkan aroma tajam. Tak jarang aromanya membuat orang yang ada di dekatnya pusing dan mual. Jadi, sebaiknya letakkan tanaman ini di luar saja.

4. Zodia. Walau kecil, dengan bunga putih kekuningan, tanaman ini sanggup mengusir nyamuk keluar dari rumah. Cocok diletakkan di pot sebagai tanaman hias.

5. Citrosa mosquito fighter. Seperti namanya, tanaman ini membuat nyamuk takut berada di dekatnya. Mengeluarkan aroma mint yang akan bertambah menyengat jika daunnya digoyang-goyang. Letakkan 1 pot tanaman hias ini dalam kamar berukuran 3x4 meter.

6. Mintrosa of lady diana. Nama tanaman ini memang keren, tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lady Di dari kerajaan Inggris. Yang pasti, tanaman ini tidak hanya mampu mengusir nyamuk, tapi juga kecoa.

7. Citrosa queen of lemon. Tanaman ini menimbulkan aroma lemon. Karena mengandung minyak atsiri, daun tanaman ini bisa dijadikan kapur barus. Aromanya akan semakin tercium jika daunnya diremas atau pohonnya digoyang-goyang.

8. Tembelekan. Kandungan minyak atsiri, asam lantanilat, lantanina, dan asam lantabetulat, memunculkan bau yang khas yang tak disukai nyamuk.

9. Tai kotok. Tanaman ini dikenal sebagai pestisida. Bahkan tanaman ini mampu merangsang telur larva cepat menetas, tapi beracun bagi larva yang sudah menetas.



Pilih-Pilih LOSION ANTINYAMUK yang AMAN

Seiring semakin meningkatnya jumlah pasien DBD di Indonesia, produsen kian gencar mengiklankan losion antinyamuk yang diklaim aman untuk anak dan bayi. Kami mencoba mengonfirmasikan keamanannya pada DR.rer. nat .Budiawan seorang pakar keselamatan lingkungan. Ternyata pemakaian 3 merek losion antinyamuk anak yang kami ajukan, menurutnya tetap harus dengan aturan. Inilah kandungannya:

* Merek 1

Active ingredient: Diethyl toluamide 12%

* Merek 2

Ingredient: Ethyl buthylacetylaminopropionate 12.50%, solvent, purified water 70.14%, inert ingredient 17.36%.

* Merek 3

Ingredient: Citronella oil 2.5%, Chamomile extract 2.5%, Aqua, Glycerin, proppylene glycol, Mineral oil, Sodium Dihydroxycetyl Phosphate, VP/Eicosena Copolymer, Carbomer, Triethanolamine, DMDM, Hydantoin & IPBC, Tocopherol, Tetrasodium EDTA, BHT, Panthenol, Methylcloroisothiazolinone, Methylisothiozolinone.

Menurut Budi meskipun ada komponennya yang berasal dari bahan alami, bahan merek 1 dan senyawa turunannya, merek 2, serta merek 3 diketahui berisiko menimbulkan iritasi kulit. Disamping dapat menyebabkan efek kronis berupa gangguan/kerusakan hati dan ginjal. "Sebab itu gunakan berdasarkan tingkat kebutuhan dan oleskan pada permukaan kulit secukupnya." Sebaiknya, saran Direktur Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan (Puska RKL) Universitas Indonesia ini, penggunaannya harus jauh dari mata, hidung dan mulut agar risikonya dapat diminimalkan. Berikut tip dari Budi:

Kedepankan sikap hati-hati terhadap kemungkinan adanya bahan aktif kandungan losion tersebut yang merugikan kesehatan, terutama kandungan bahan aktif pestisida/insektisida. Jadi, selalu perhatikan keterangan pada kemasan.

Perhatikan pula label dan adakah izin resmi dari badan pengawas (Depkes RI/BPOM RI).

Baca instruksi penggunaannya. Bila memungkinkan ciumi dulu bau losion apakah mengganggu sistem saraf (pusing/mual/tidak nyaman) selang beberapa menit kemudian. Jika perlu coba oleskan sedikit losion pada kulit dewasa, tepatnya pada pergelangan tangan bagian bawah. Amati reaksinya beberapa menit kemudian. Jika terasa gatal/panas/merah, atau membuat mual/pusing/tidak nyaman, sebaiknya jangan beli produk semacam itu.

Ikuti aturan pakai. Seaman-amannya losion antinyamuk pastilah tidak boleh digunakan sembarangan. Gunakan losion antinyamuk secukupnya dan oleskan tipis-tipis saja. Tidak diperkenankan terlalu sering atau secara berulang-ulang dalam tenggang waktu cukup lama. Jika muncul keluhan, segera hentikan penggunaan. Lekas basuh kulit si kecil dengan sabun di bawah air mengalir. Selain itu, hindari pemberian losion antinyamuk di daerah kulit sekitar mata, hidung dan mulut karena di masing-masing organ tubuh yang penting ini terdapat banyak kelenjar dan pembuluh darah halus. Segeralah cuci tangan se-telah mengoleskan losion tersebut.


Semoga bermanfaat dan jgn lupa ijo2nya bos....:beer:

Sumber : http://www.tabloid-nakita.com/