Terbiasa menyantap hidangan yang nikmat tanpa kontrol, tentu saja bisa berbahaya bagi kesehatan. Belum tentu makanan tersebut menyehatkan karena mengandung kolesterol tinggi. Ini tentu meningkatkan resiko terhadap serangan penyakit stroke. Bagaimana mencegahnya?
Saat ini stroke menempati urutan ketiga sebagai penyakit mematikan setelah penyakit jantung dan kanker. Sedangkan di Indonesia, stroke menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di rumah sakit. Perlu diingat bahwa ancaman serangan stroke tidak hanya menyerang usia lanjut saja, tetapi juga usia produktif. Di negara kita, sekitar 35,8% orang lanjut usia terkena serangan stroke dan 12,9% pada usia lebih muda. Setiap tahun diperkirakan, 500 ribu penduduk di Indonesia terkena serangan stroke, dimana sekitar 25% meninggal dunia dan sisanya cacat ringan maupun berat. Bisa dibayangkan bila dalam usia muda kita terkena stroke, maka aktifitas pasti akan terganggu akibat kondisi cacat yang dialami.
Menurut Prof. Dr. Jusuf Misbach, dokter spesialis penyakit syaraf sekaligus menjabat sebagai Kepala Departemen Neurologi RSCM Jakarta, stroke adalah suatu penyakit kardiovaskular yang mempengaruhi pembuluh darah arteri yang menuju ke otak dan didalam otak. Stroke disebabkan antara lain karena suplai oksigen dan nutrisi makanan ke otak clan didalam otak terganggu karena pembuluh darah tersumbat atau pecah. Sering juga penyakit ini disebut sebagai serangan otak (brain attack).
Bila dilihat dari cara terjadinya, stroke terbagi dalam dua jenis, yaitu stroke iskemik dan hemoragik. Stroke sumbatan (iskemik) meliputi kurang lebih 88 persen dari semua stroke dan terjadi ketika aliran darah ke otak secara tiba-tiba terhambat. Akibatnya, sel-sel dan jaringan otak akan mati karena tidak lagi menerima oksigen dan bahan makanan dari darah. Sedangkan stroke pendarahan (hemoragik) terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, sehingga darah mengalir ke rongga di sekitar jaringan otak. Akibatnya, sel-sel dan jaringan otak akan mati karena tidak menerima oksigen dan bahan makanan dari darah.
Sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak, penyakit stroke hanya diidentikkan dengan kelumpuhan anggota gerak yang menyerang secara tiba-tiba serta terjadinya penurunan kesadaran. Justru gejala tersamar dari stroke kurang diwaspadai, seperti gangguan bahasa, gangguan memori, gangguan emosi, gangguan perilaku, dan demensia (pikun). Padahal, deteksi dini terhadap gejala stroke merupakan hal yang utama, sebab sampai saat ini belum semua pelayanan kesehatan memiliki alat mutakhir yang mampu mendeteksi stroke.
Salah satu penyebab tingginya
angka kejadian stroke di Indonesia Iebih disebabkan karena gaya dan pola hidup masyarakat yang tidak sehat, seperti malas bergerak, makanan berlemak dan kolesterol tinggi. Serangan stroke yang terjadi pada usia produktif dan muda relatif lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup modern yang salah. Tidak peduli makanan yang disantap mengandung kolesterol tinggi. Belum lagi kehidupan malam seperti clubbing yang lekat dengan nuansa alkohol, rokok, dan narkoba. Akibatnya, hal ini dapat memupuk faktor pemicu stroke yang dapat terjadi kapan saja.
Saat ini serangan stroke juga Iebih banyak dipicu oleh adanya hipertensi yang disebut sebagai silent killer, diabetes, obesitas dan berbagai gangguan kesehatan yang terkait dengan penyakit degeneratif.
Kolesterol
Sering disebutkan bahwa kolesterol merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan stroke. Padahal tidak selamanya kolesterol itu merugikan atau berbahaya bagi tubuh. Periu dicatat bahwa kolesterol bukanlah musuh, karena ia juga dibutuhkan oleh tubuh. la hanya mengancam bila jumlahnya didalam darah berlebihan.
Kolesterol adalah salah satu turunan lemak. Bila kadar kolesterol dalam tubuh cukup, maka zat ini sangat berguna untuk menjalankan fungsi beberapa organ tubuh. Apabila tubuh mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kolesterol secara berlebihan, maka kolesterol dalam darah cenderung akan meningkat. Kolesterol darah berlebihan ini dapat mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah, yang kemudian dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Bahan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi adalah kuning telur, hati, otak, paru, usus, kepiting, kerang-kerangan dan lain-lain.
Nah sebenarnya kolesterol itu terbagi dua yaitu HDL (high-density lipoprotein) yang sifatnya baik dan tidak berbahaya serta LDL (low-density lipoprotein) yang bersifat jahat dan bisa membahayakan tubuh. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk pertumbuhan jaringan otak dan saraf. Jumlah kolesterol dalam kelenjar adrenalin sangat terbatas. Meskipun demikian, pengaruhnya sangat besar. Jika kadar kolesterol terlalu rendah, kelenjar adrenalin akan sulit membentuk hormon seks. Manfaat lain kolesterol adalah sebagai bahan baku pembentukan garam empedu. Garam empedu berperan meningkatkan pembuangan lemak, dengan cara mengikat lemak darah sebelum lemak tersebut sempat diserap dinding usus. Asupan lemak yang memadai justru dapat meningkatkan kemampuan tubuh membuang kelebihan kolesterol, sehingga tidak menumpuk di dalam tubuh.
Kuncinya agar kolesterol tidak berbahaya adalah menjaga tingkat kolesterol dalam darah, yaitu menjaga HDL agar tetap tinggi dan LDL atau kolesterol berbahaya tetap rendah. Jadi sebenarnya, penyebab serangan stroke adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat yang sangat tinggi. Kolesterol jahat inilah yang banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena hipertensi.
Namun ketakutan berlebihan terhadap akibat kelebihan kolesterol justru menghapuskan sejumlah manfaat baik tersebut. Kolesterol hanya selalu diidentikkan dengan stroke atau serangan jantung. Selain itu, perlu diingat jauhi faktor pencetus stroke dengan mengontrol pola makan Anda. Kini banyak tersaji hidangan dengan menu sehat, namun tetap mengundang selera. Pilih dan perbanyaklah mengkonsumsi makanan berserat dan batasi makanan berlemak serta garam. Stres juga termasuk salah satu pemicu serangan stroke. Anda bisa mengurangi tingkat stres dengan menyibukkan diri dalam berbagai kegiatan positif, seperti menekuni hobi dan relaksasi secara teratur. Olahraga teratur juga dianjurkan, minimal 30 menit sehari. Misalnya jogging, senam atau berjalan kaki. Nah, dengan menata ulang hidup Anda mulai saat ini, maka resiko terkena stroke pun bisa dihindari. Irw
FAKTOR RESIKO TERKENA STROKE:
- Merokok
- Hipertensi
- Kadar lemak darah tinggi
- Diabetes
- Kegemukan (obesitas)
- Gangguan pembuluh darah/jantung
- Kurang aktifitas fisik/olah raga
- Minuman alkohol
- Penyalahgunaan obat (Narkoba)




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks