All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 5 of 5
  1. #1
    Senior Member ksudiarta is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2006
    Kiriman
    1,141
    Rep Power
    7

    Default Sekilas Sarang Semut


    Sarang Semut merupakan tanaman obat asal Papua yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman. Secara turun-temurun sebetulnya Sarang Semut telah digunakan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat pedalaman bagian barat Wamena, Papua, seperti suku-suku di Bogondini dan Tolikara. Ahli gizi Dr Mien Karmini yang sempat eksplorasi di Papua pada 1995 menemukan, Sarang Semut sebagai campuran bubur dan minuman sehari-hari. "Sarang Semut dipercaya meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan energi", kata Mien. Zat-zat aktif seperti antioksidan, polifenol, dan glikosida yang terkandung dalam Sarang Semut mampu mengontrol beragam penyakit maut. Jenis masing-masing zat aktif itu memang masih terus diteliti dengan metode elusidasi struktur.

    Benarkah antioksidan, flavonoida, glikosida, dan polifenol mampu menyembuhkan beragam penyakit? Menurut Dr Subagus Wahyuono Apt MSc dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, glikosida berfungsi sebagai imuno stimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. "Antioksidan itu melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Kalau sel bekerja dengan baik, penyakit yang mengganggu fungsi sel seperti kanker dapat dicegah," ujar Dr Mangestuti Agil Apt MS, dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya. Meski demikian ia mengatakan, "Mengenai kandungannya itu saya belum tahu apakah bisa mengobati beragam penyakit, karena polifenol banyak jenisnya."

    Menurut entomolog (ahli serangga), Dr Wijaya, Sarang Semut mengandung senyawa antioksidan, vitamin, dan mineral. "Pada semut, antioksidan berperan dalam pembentukan koloni, menjaga tempat telur jauh dari kuman penyakit, sama seperti pada lebah madu," ujar Wijaya. Selain itu sarang semut juga mengandung asam formiat. Hal senada diungkapkan oleh Dr Rosichon Ubaidillah, ahli semut Puslitbang Biologi LIPI. Rosichon yang kerap keluar-masuk hutan Wamena mengatakan, yang berkhasiat mungkin saliva alias kelenjar liur semut, tanaman, dan mikroba yang berasosiasi dengan semut. "Yang jelas semut mengandung asam formiat atau asam semut," ujar ahli serangga itu.

    Ahli pengobatan cina, Prof Muhammad Yusuf beberapa kali mendengar dan melihat tumbuhan Sarang Semut, mengatakan sejak 3.000 tahun silam di Cina Sarang Semut dan semut dimanfaatkan sebagai obat. "Semut dan Sarang Semut memperbaiki fungsi ginjal. Ginjal mempengaruhi banyak fungsi tubuh," katanya. Willian Aditeja, ahli pengobatan cina lainnya, mengungkapkan, semut berfungsi menghentikan nyeri, mengatasi rematik, dan melancarkan pembuluh darah.


    Sarang Semut Tanaman Nonendemik


    Sarang Semut kini menjadi obat baru untuk mengatasi beragam penyakit maut. Itu tak hanya di Wamena, Jayapura, atau kota-kota lain di tanah Papua.

    Para produsen memperoleh Sarang Semut dengan berburu di hutan-hutan Papua. Sebetulnya, Sarang Semut tak hanya terdapat di Papua. Di pulau terbesar itu keragaman Sarang Semut memang tinggi, 10 varietas terdapat di sana.Selain Myrmecodia pendans, di sana juga terdapat M jobiensis, M erinacea, dan M alata. Sebaran Myrmecodia tuberosa ada di Ambon, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan.

    Budidaya Sarang Semut

    Menurut Heny JD Latupapua, peneliti Kebun Biologi Wamena, Sarang Semut memungkinkan untuk dibudidayakan. Sebab, tumbuhan itu berbunga, berbuah, dan berbiji. Itu juga dikemukakan Dr Tukirin Partomiharjo dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Doktor ahli epifit dan entomologi alumnus Kagoshima University itu adalah kurator tanaman anggota famili Rubiaceae yang juga kerap mengeksplorasi Sarang Semut.

    Di Australia Sarang Semut juga dikembangkan dengan teknologi kultur jaringan.Pengembangbiakan massal melalui kultur jaringan tak mempengaruhi kandungan senyawa aktif sebuah tanaman. Syaratnya dalam budidaya harus dikondisikan (suhu, iklim, intensitas cahaya,nutrisi) seperti habitat aslinya. Dengan pengembangan itu perburuan Sarang Semut di hutan dapat dibatasi.

    Dapat diprediksi, ketika popularitasnya melambung, kian banyak orang memburu Sarang Semut. Padahal, selama ini para produsen menyandarkan kontinuitas produksi dari kemurahan alam. Bagi konsumen juga mesti hati-hati lantaran Sarang Semut mudah dipalsukan, bentuknya mirip serbuk kayu biasa berwarna cokelat kehitaman. Sikap itu perlu lantaran peluang Sarang Semut sebagai obat amat besar.

    "Dengan adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat. Banyak senyawa baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi," ujar Dr Muhammad Ahkam Subroto. Oleh karena itu banyak orang yang mendambakan sehat memilih Sarang Semut sebagai jalan pengobatan. (Dari berbagai sumber, sumber utama: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

  2. #2
    Senior Member ksudiarta is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2006
    Kiriman
    1,141
    Rep Power
    7

    Default Kandungan Sarang Semut

    Uji penapisan kimia dari tumbuhan sarang semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-­senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan sarang semut.
    Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
    Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.

    Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid sarang semut.

    Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif Tumbuhan Sarang Semut

    No Parameter Satuan Nilai
    1 Energi Kkal/ 100 g 350,52
    2 Kadar air g/ 100 g 4,54
    3 Kadar abug/100 g 11,13
    4 Kadar lemak g/ 100 g 2,64
    5 Kadar proteing/100 g 2,75
    6 Kadar karbohidratg/100 g 78,94
    7 Tokoferol mg/100 g 31,34
    8 Total fenol g/100 g 0,25
    9 Kalsium (Ca) g/100 g 0.37
    10 Natrium (Na) mg/100 g 68,58
    11 Kalium (K) g/100 g 3,61
    12 Seng (Zn) mg/100 g 1,36
    13 Besi (Fe) mg/100 g 29,24
    14 Fosfor (P) g/100 g 0,99
    15 Magnesium (Mg) g/100 g 1,50

    Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman berasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin digunakan untuk aplikasi di bidang pengobatan, misal­nya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan taninnya.

    Seperti dalam Tabel di atas tumbuhan sarang semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.

    Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa­tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-­konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsen­trasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%. Dalam sistem metabolisme tubuh, Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf. Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Sementara Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuskuler.

    Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari sarang semut, misalnya khasiatnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migren (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.

    Hasil analisis penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase &eh ekstrak tumbuhan sarang semut menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan sarang semut dapat menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase dengan aktivitas yang setara dengan allopurinol, obat komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat atau gout, salah satu jenis penyakit rematik. Diduga senyawa inhibitor xanthine oxidase yang bertanggung jawab dalam mekanisme ini adalah senyawa dari golongan flavonoid. Fenomena ini yang kemungkinan dapat memperkuat khasiat tumbuhan sarang semut untuk pengobatan rematik yang telah terbukti secara empiris. (Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

  3. #3
    Senior Member ksudiarta is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2006
    Kiriman
    1,141
    Rep Power
    7

    Default Bukti Ilmiah Sarang Semut

    Dalam uji in vitro, terbukti bahwa sarang semut ampuh mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

    Qui Kim Tran mengambil by ki nam-sebutan sarang semut di Vietnam-dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Provinsi Lamdong. Tumbuhan berbobot 2-3 kg itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, sarang semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu.

    Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, para peneliti tersebut menuturkan bahwa seluruh ekstrak sarang semut menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak sarang semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset itu seperti meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker.

    Di samping sarang semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.
    Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan sarang semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. (Dari berbagai sumber, sumber utama: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

  4. #4
    Senior Member ksudiarta is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2006
    Kiriman
    1,141
    Rep Power
    7

    Default Khasiat Sarang Semut

    Penyakit yang Bisa Disembuhkan


    Secara empiris rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsulnya telah terbukti dapat meyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif sarang semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.
    A. BERBAGAI PENYAKIT Adapun beberapa penyakit yang bisa diobati dengan rang semut sebagai berikut.
    1. Kanker dan tumor

    Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan sarang semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.
    Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
    2. Gangguan jantung, terutama jantung koroner

    Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan sarang semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral sarang semut, terutama kalsium dan kalium.
    3. Stroke ringan maupun berat

    Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam sarang semut.
    4. Ambeien (wasir), baru maupun lama

    Kemampuan sarang semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.
    5. Benjolan-benjolan dalam payudara bagi wanita (tanpa perlu diangkat melalui operasi)

    Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam sarang semut.
    6. Gangguan fungsi ginjal dan prostat

    Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam jamu sarang semut.
    7. Haid dan keputihan

    Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.
    8. Melancarkan peredaran darah

    Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.
    9. Migren (sakit kepala sebelah)

    Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam sarang semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.
    10. Penyakit paru-paru (TBC)

    Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam sarang semut yang berfungsi sebagai antibakteri.
    11. Rematik (encok)

    Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang semut.
    12. Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin pada pagi hari atau pada perubahan cuaca

    Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.
    13. Sakit maag

    Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam sarang semut sebagai antibakteri.
    14. Penyakit lain

    Beberapa penyakit lain yang juga bisa diobati dengan sarang semut antara lain pegal-pegal, nyeri otot, sakit tulang, dan asam urat.
    B. KEGUNAAN LAIN Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsul ekstrak airnya telah terbukti pula dapat digunakan sebagai berikut.
    1. Melancarkan dan meningkatkan air susu ibu (ASI), mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet)

    Kandungan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI.
    2. Memulihkan gairah seksual bagi pria maupun wanita, meningkatkan keperkasaan/kejantanan pria

    Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.
    3. Memulihkan kesegaran dan stamina tubuh sepanjang hari

    Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dais tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh. (Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

  5. #5
    Senior Member ksudiarta is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jun 2006
    Kiriman
    1,141
    Rep Power
    7

    Default Testimonial Pengguna Sarang Semut

    Penyakit Jantung
    Meyti Mangelep (40 th), Jayapura-Papua


    Sudah sejak lama saya mengalami gangguan jantung. Setiap kali kaget atau mendengar berita-berita yang mengejutkan, jantungku langsung berdebar-debar dan terasa nyeri seperti ada yang menusuk-nusuk, bahkan kadang kala agak terasa sakit di bagian jantung. Sudah beberapa kali saya memeriksakan diri ke dokter ahli jantung dan saya diberikan obat pencegah agar tidak mengalami serangan jantung. Namun, semua itu tidak banyak membantu dan tidak ada perubahan gangguan yang saya alami.

    Tiga setengah tahun yang lalu saya mendapatkan informasi dari teman bahwa ada sejenis ramuan obat yang bisa mengobati jantung saya. Ramuan itu namanya sarang semut. Saya pun membeli ramuan sarang semut tersebut untuk saya konsumsi dengan harapan bisa sehat kembali.

    Alangkah bahagianya saya, ternyata setelah tiga minggu secara terus-menerus meminum hasil rebusan sarang semut, saya mengalami perubahan yang sangat besar, jantung saya tidak lagi berdebar-debar. Bahkan, rasa nyeri dan sakit pada jantung saya hilang.

    Sampai sekarang sudah lebih dari tiga tahun berlalu setelah saya mengonsumsi jamu sarang semut. Tidak pernah lagi ada gangguan jantung seperti yang saya alami di masa lalu. Puji Tuhan saya sekarang sehat berkat sarang semut.
    Kanker Payudara
    Meyti Ngantun (34 th), Jayapura-Papua


    Saya seorang ibu rumah tangga asal Sulawesi Utara, sekarang mempunyai dua orang putra dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Tiga tahun yang lalu pada waktu saya baru mempunyai anak pertama, saya mengalami gangguan kanker payudara di bagian sebelah kanan. Awalnya saya tidak begitu menaruh perhatian, tetapi lama-kelamaan saya mulai merasa tergang¬gu karena mulai merasakan sakit. Lantas saya memeriksa¬kan diri ke dokter internis dan divonis mengidap kanker payudara. Oleh karena berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya segera diangkat melalui operasi. Menurut dokter, itu satu-satunya jalan untuk mengatasinya.

    Saat itu saya sangat takut dan tidak siap untuk dioperasi. Saya berusaha mendapatkan obat-obat alternatif yang kata orang bisa menyembuhkannya. Namun, semuanya itu sia-sia dan penyakit saya makin berkembang dari waktu ke waktu sehingga kalau tersentuh saja rasanya sakit luar biasa.

    Suatu ketika suamiku mendapat informasi dari teman kerja di kantor. Ia meminta kepada saya untuk mencoba meminum jamu sarang semut dari Wamena. Katanya jamu tersebut sangat ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk tumor dan kanker. Saya pun mulai mencoba meminum jamu sarang semut tersebut. Oleh karena saya bertekat mau sembuh maka saya rajin mengonsumsi setiap hari sesuai takarannya, 3 kali sehari.

    Tiga hari kemudian saya mulai merasa tidak begitu sakit lagi dan saya bertekad terus mengonsumsinya. Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang dan benjolan¬nva sudah agak lembek. Pada minggu ketiga di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan berwarna kekuning¬kuningan keluar di atas puting saya dan cairan tersebut secara terus-menerus keluar dalam beberapa hari. Saya masih terus mengonsumsi sarang semut agar bisa sembuh benar-benar dan temyata luka lubang yang mengeluarkan cairan tersebut tertutup sendiri dan lukanya sembuh.

    Saya sangat lega dan bahagia karena saya sudah merasa sembuh berkat sarang semut. Kesembuhan ini terasa hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah lagi hingga saya melahirkan anak kami yang kedua. Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja dan normal sebagaimana biasa.
    Kanker Rahim
    lbu Rini (65 th), Jayapura-Papua


    Saya seorang ibu yang divonis oleh dokter telah mengidap kanker rahim. Namun, dokter menyarankan untuk tidak dioperasi karena alasan kondisi kersehatan saya yang sudah menurun akibat faktor umur. Namun, di sisi lain dokter juga menyampaikan kalau dibiarkan bibit kanker bisa berkembang dan menyebar. Dokter pun hanya merekomendasikan untuk mengonsumsi obat dokter. Oleh karena kurang puas, saya pun berusaha mencari alternatif lain. Atas saran dari saudara, saya pun mengon¬sumsi jamu sarang semut. Ternyata, setelah 2 bulan mengonsumsi sarang semut setiap hari ternyata mengecil. Bahkan, saya memeriksakan kembali ke dokter, sungguh luar biasa, kanker di rahim telah hilang sama sekali.
    Tumor dan Gangguan Paru-Paru
    Mona Pangkey (32 th), Jayapura-Papua


    Saya ibu rumah tangga asal Sulawesi Utara dan bertem¬pat tinggal di Jayapura. Pada pertengahan tahun 2003 saya mengalami gangguan dengan adanya benjolan pada bagian leher, persis di bawah rahang kanan. Benjolan tersebut berupa pembengkakan yang sangat menggangu saya sehari¬hari, terutama pada waktu sedang mengunyah makanan. Bahkan, sering menghilangkan nafsu makan saya.

    Saya sudah keliling periksa dari dokter ke dokter dan diberi berbagai obat. Tidak hanya itu, sudah banyak uang yang saya habiskan, tetapi tidak ada perubahan yang berarti. Begitu pula dengan ramuan obat alternatif lainnya, saya sudah mencobanya, tetap saja tidak bisa tertolong. Selain gangguan pada rahang, saya juga sebenarnya gangguan atau flek paru-paru sehingga sering batuk-batuk. Saya sangat khawatir dan gelisah karena saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak yang masih kecil.

    Sejak suami saya mendengar tentang khasiat jamu sarang semut yang beredar di Jayapura, dia pun menyuruh saya mecoba meminumnya. Setelah saya mencoba meminumnya untuk beberapa hari, ternyata ada perubahan. Rasa sakit yang sering timbul kini mulai berkurang, batuk saya pun mereda. Akhirnya, saya pun terus mengonsum¬sinya hingga lebih dari satu bulan. Hasilnya sungguh diluar dugaan saya. Benjolan di rahang saya lenyap total. Flek di paru-paru pun hilang dan saya tidak pernah batuk lagi.

    Saya merasa penasaran dengan kenyataan ini. Saya pun pergi lagi memeriksakan diri ke dokter dan ternyata dokter mengatakan bahwa saya sudah sembuh. Dokter pun heran dan menanyakan obat yang saya konsumsi. Menurut dokter, selama ini pasien-pasiennya dengan penyakit yang sama tidak pernah bisa sembuh secepat yang saya alami. Saya sangat bersyukur dapat disembuhkan berkat sarang semut. Hingga kini saya tetap sehat dan bahagia bersama keluarga.
    Tumor di Leher
    Agnes Horoni (40 th), Jayapura-Papua


    Saya seorang karyawati asal Sulawesi Utara yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Selama di Jayapura saya mengalami benjolan di bagian leher sebelah kanan pada tiga tahun yang lampau. Benjolan tersebut tumbuh secara cepat hingga sudah sebesar kelereng. Saya pun memeriksakan ke dokter ahli. Dokter pun berkesim¬pulan bahwa yang tumbuh di leher saya adalah sejenis tumor yang bisa berkembang terus. Ia pun mengajurkan supaya segera dioperasi saja.

    Oleh karena saya merasa sangat khawatir dengan benjolan tersebut maka saya memutuskan supaya dioperasi saja sesuai anjuran dokter. Oleh dokter telah ditetapkan hari dan tanggal operasi. Untuk itu, sebelumnya saya menyampaikan kepada pimpinan saya, di mana saat itu pimpinan saya menganjurkan supaya jangan terburu-buru untuk dioperasi. Pimpinan saya menganjurkan supaya saya mencoba meminum jamu sarang semut yang menurutnya sangat berkhasiat untuk mengobati benjolan saya tersebut. Akan tetapi, suami saya menyarankan untuk tetap dioperasi karena sudah janji waktu dengan dokternya.

    Selama tiga minggu setelah dioperasi saya merasa aman dan tenang-tenang saja. Akan tetapi, tiba-tiba pada minggu berikutnya saya merasa tempat bekas operasi ada benjolan baru yang mulai tumbuh kembali dan berkembang secara cepat. Hal ini saya sampaikan kepada pimpinan saya dan pimpinan saya menganjurkan kembali untuk mencoba meminum jamu sarang semut. Akhirnya, saya pun menu¬rutinya. Saya memulai meminum jamu sarang semut dengan takaran 3 kali sehari selama satu bulan. Ternyata secara berangsur-angsur benjolan tersebut mengecil hingga akhirnya lenyap sama sekali. Bahkan, bekas sayatan pilau operasi pun tidak tampak sama sekali. Rupanya sarang semut benar-benar sangat dahsyat. Saya sangat bersyukur bahwa dalam beberapa tahun ini sudah tidak ada lagi gangguan dengan benjolan tersebut. Puji Tuhan saya sudah benar-benar sehat berkat jamu sarang semut.
    Ambeien (Wasir)
    Bapak Hendra (68 th), Jayapura


    Saya sudah mengalai ambeien sejak 48 tahun yang lalu. Selama ini untuk mengobati penyakit tersebut saya mengon¬sumsi obat dokter. Namun, hasilnya tidak begitu baik. Tidak hanva itu, semua jenis pengobatan alternatif pun sudah saya coba, tetapi hasilnya juga kurang memuaskan. Hingga pada suatu hari, saudara saya menyarankan untuk mengonsumsi jamu sarang semut. Saya pun mulai mencoba mengonsum¬sinya. Sesuai dosis rekomendasi pada kemasannya, saya pun mengikutinya. Setelah mengonsumsinya beberapa hari, ambeien saya mengecil. Saya pun terus mengonsumsi sarang semut terus-menerus selama 2 bulan. Hasilnya, ambeien saya yang selama 40 tahun menyiksa kini hilang sama sekali dan tidak pernah muncul lagi.
    Melancarkan dan Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu (ASI) Tri Wayat Turyanti (34 th), Sentani, Jayapura-Papua


    Saya seorang ibu asal Jawa Tengah, dan suami saya berwiraswasta dan bertempat tinggal di Sentani Jayapura. Kami dikaruniai tiga orang anak, anak pertama laki-laki dan anak kedua adalah kembar, kedua-duanya laki-laki. Saat melahirkan prosesnya berjalan normal dan sehat-sehat saja. Hanya saja setelah melahirkan kedua bayiku itu, saya mengalami kekurangan ASI. Padahal saya sangat berkeinginan untuk memberi ASI secukupnya kepada kedua bayiku sekurang-kurangnya untuk beberapa bulan ke depan. Saya berusaha mencari makanan tambahan untuk bisa nmeningkatkan air susu, tetapi tidak banyak tertolong sehingga terpaksa saya harus mencukupi kebuthan ASI untuk mereka dengan memberikan tambahan susu bubuk.

    Pada suatu hari saya mendapatkan kiriman paket dari saudaraku di Wamena yang di dalamnya berisi beberapa bungkus jamu sarang semut. Jamu tersebut katanya dapat mempercepat pemulihan kesehatan ibu yang baru melahirkan dan juga untuk meningkatkan stamina. Saya kemudian mencoba untuk meminumnya sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam kemasannya, yaitu 2 kali sehari. Ternyata setelah beberapa hari mengonsumsinya, saya merasa kesehatanku lebih baik dan tidak mengalami pegal-pegal. Perubahan yang luar biasa saya rasakan adalah produksi ASI-ku bertambah banyak, bahkan dapat men¬cukupi kebutuhan kedua bayiku.

    Ini adalah hal yang luar biasa dan sangat menggembi¬rakan hati saya. Ternyata jamu sarang semut sangat ampuh meningkatkan produksi ASI. Di samping itu, dengan memberikan ASI, kedua bayiku sangat sehat dan berkem¬bang dengan baik.
    Ibu Sonia (34 th), Cengkareng, Jakarta Barat


    Saya adalah ibu dua orang anak. Saat melahirkan anak pertama, kondisi ASI normal. Namun, setelah melahirkan anak kedua, ASI saya menggumpal sehingga produksinya pun menurun. Saya telah mengupayakan segala cara agar produksi ASI saya tidak mengumpal dan lancar. Saya pun mengonsumsi daun katuk. Bahkan, tidak hanya itu, saya juga melakukan pijat dan meminum obat tradisional Cina. Namun, tidak ada hasil yang memuaskan. Produksi ASI saya tepat menggumpal. Hingga pada suatu hari teman saya menganjurkan untuk mencoba mengonsumsi sarang semut. Menurutnya hasil rebusan sarang semut dapat melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. Akhirnya, saya pun mengonsumsinya 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Hasilnya sungguh luar biasa, baru 2 hari mengonsumsinya, air susu saya melimpah dan lancar. Bahkan, saya kewalahan sehingga saya harus memompanya keluar.
    Nyeri Punggung
    Ibu Maria (32 th), Jakarta Utara


    Saya mengidap skoliosis (tulang punggung bengkok). Setiap hari saya merasa nyeri dan pegal di sekitar tulang punggung saya. Saya sudah mencoba berbagai terapi dan olah raga renang. Namun, tidak banyak membantu. Berkat saran dari teman, saya mencoba mengonsumsi sarang semut. Ternyata setelah meminum hasil rebusan sarang semut selama 10 hari, rasa pegal dan nyeri hilang. Bahkan, hingga sekarang rasa nyeri itu tidak pernah terasa kembali. Sungguh luar biasa khasiat sarang semut.
    Alergi (Bersin-bersin dan Keluar Ingus)
    Bryan (4 th), Perumahan Citra, Jakarta Barat


    Anak saya namanya Bryan dengan umur 4 tahun. Hampir setiap pagi saat bangun tidur, anak saya selalu bersin-bersin. Bahkan, setiap kali bersin mengeluarkan ingus yang berwarna hijau kental. Oleh karena khawatir akan perkembangan kesehatannya, saya pun memutuskan untuk membawanya ke dokter. Saat memeriksakannya, dokter mengatakan kalau anak saya itu alergi. Dokter pun mem¬berikan resep obat.

    Setelah beberapa hari ternyata anak saya tetap bersin-¬bersin, tidak ada perubahan. Berkat saran dari saudara yang mengetahui ada sejenis jamu yang disebut sarang semut bisa mengatasi penyakit anak saya tersebut. Saya pun berusaha mencari jamu tersebut. Setelah mendapatkannya, saya pun memberikan kepada anak saya untuk diminum. Setelah is mengonsumsinya selama 4 hari, ternyata hasilnya diluar dugaan saya. Anak saya tidak pernah lagi bersin-bersin jika bagun tidur dan tidak mengeluarkan ingus lagi.
    Gairah Seksual Bapak Sarto (38 th), Jayapura


    Belakangan ini saya mengalami penurunan aktivitas seksual sehingga saya merasa terganggu. Istri saya pun merasakan dampaknya. Sebenarnya saya sudah mencoba mengonsumsi ramuan taradisional, tetapi hasilnya kurang maksimal. Berkat saran teman, saya pun mengonsumsi jamu sarang semut. Hasilnya, diluar dugaan saya. Hanya mengon¬sumsi selama 1 minggu berturut-tunrt dengan dosis 2 kali sehari ternyata gairah seksual saya kembali normal, bahkan meningkat. (Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>