All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 3 of 3
  1. #1
    Member dany is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2006
    Kiriman
    460
    Rep Power
    6

    Default Cacing Tanah Sebagai Obat Bukan Cuma Mitos

    Khasiat cacing tanah untuk mengobati demam, tifus,dan gangguan pasca stroke bukan lagi cuma sebatas bisik-bisik. Meskipun masih memerlukan penelitian lebih seksama, prospek cacing tanah sebagai bahan obat alami sudah sangat menjanjikan.

    Di RRC, Korea, Vietnam, dan banyak tempat lain di Asia Tenggara, cacing tahah terutama dari jenis Lumbricus spp, bisa digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu. Cacing tanah telah dicantumkan dalam "Ben Cao Gang Mu", buku bahan obat standar (farmakope) pengobatan tradisional China. Di China, cacing tanah akrab disebut 'naga tanah'. Nama pasaran cacing tanah kering di kalangan pedagang obat-obatan tradisional China adalah ti lung kam.

    Secara empiris, nenek atau ibu kita tanpa kita tahu mungkin memberikan 'jamu cacing' saat kita demam atau diare. Dan ternyata penyakit kita ... sembuh!! Hasil penelitian terhadao cacing tanah menyebutkan bahwa senyawa aktifnya mampu melumpuhkan bakteri patogen, khususnya Eschericia coli penyebab diare. Bisik-bisik pengalaman nyata lain juga santer menyebutkan cacing bermanfaat untuk menyembuhkan rematik, batu ginjal, dan cacar air.

    Di beberapa negara Asia dan Afrika, cacing tanah yang telah dibersihkan dan dibelah kemudian dijemur hingga kering, lazim dijadikan makanan obat (healing foods). Biasanya disangrai atau digoreng kering, disantap sebagai keripik cacing. Diduga kebiasaan menyantap cacing ini dapat membantu menekan angka kematian akibat diare di negara-negara miskin Asia-Afrika.

    Dalam dunia moderen sekarang ini, senyawa aktif cacing tanah digunakan sebagai bahan obat. Bahkan, tak sedikit produk kosmetik yang memanfaatkan bahan aktif tersebut sebagai substrat pelembut kulit, pelembab wajah, dan antiinfeksi. Sebagai produk herbal, telah banyak merek tonikum yang menggunakan ekstrak cacing tanah sebagai campuran bahan aktif.

    Enzim Penghancur Gumpalan Darah
    Baik dalam bentuk segar maupun kering, si naga tanah ini di Korea diolah menjadi sup penyegar yang lazim disantap menjelang tidur, agar esok hari penyantapnya dapat bekerja penuh semangat. Setelah dibersihkan kotorannya melalui pengolahan dengan teknik khusus, cacing tanah banyak dijual sebagai obat tradisional di Korea.

    Do Tat Loi, MD, PhD, direktur Hanoi National Institute of Pharmaceutical di Vietnam, termasuh salah seorang penulis yang getol menyebarluaskan khasiat cacing tanah. Ba Hoang, MD, PhD, juga di Vietnam, yang berpraktek pengobatan konvensional dan pengobatan tradisional China, telah membuktikan efektivitas cacing tanah untuk mengobati pasien-pasiennya yang mengidap stroke, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah (arterosklerosis), kejang ayan (epilepsi), dan berbagai penyakit infeksi. Resep-resepnya telah banyak dijadikan obat paten untuk pengobatan alergi, radang usus, dan stroke.

    Kegunaan cacing tanah sebagai penghancur gumpalan darah (fibrimolysis) telah dilaporkan oleh Fredericq dan Krunkenberg pada tahun 1920-an. Sayangnya, laporan tersebut tidak mendapat tanggapan memadai dari para ahli saat itu. Sesudah masa tersebut, Mihara Hisahi, peneliti dari Jepang, berhasil mengisolasi enzim pelarut fibrin dalam cacing yang bekerja sebagai enzim proteolitik. Karena berasal dari Lumbricus (cacing tanah), maka enzim tersebut kemudian dinamakan lumbrokinase.

    Canada RNA Biochemical, Inc. kemudian mengembangkan penelitian tersebut dan berhasil menstandarkan enzim lumbrokinase menjadi obat stroke. Obat berasal dari cacing tanah ini populer dengan nama dagang " Boluoke". Lazim diresepkan untuk mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah jantung (ischemic) yang berisiko mengundang penyakit jantung koroner (PJK), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan stroke.

    Selama ini obat penghancur gumpalan darah uang banyak digunakan adalah aktivator jaringan plasminogen (tissue-plasminogen activator, tPA) dan stretokinase. Padahal, kedua jenis obat tersebut daya kerjanya lambat. Selain itu, aspirin-pun sering digunakan untuk mencegah penggumpalan darah, sayangnya reaksinya terlalu asam bagi tubuh, sehingga banyak pengguna tidak tahan dan beresiko mengakibatkan tukak lambung.

    Penelitian terhadap khasiat cacing tanah sudah pernah dilakukan juga secara besar-besaran di China sejak tahun 1990, melibatkan tiga lembaga besar. Yakni Xuanwu Hospital of Capital Medical College, Xiangzi Provicial People's Hospital, dan Xiangxi Medical College. Uji coba klinis serbuk enzim cacing tanah ini dikalukan terhadap 453 pasien pengderita gangguan pembuluh darah (ischemic cerebrovascular disease) dengan 73% kesembuhan total.

  2. #2
    Member dany is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2006
    Kiriman
    460
    Rep Power
    6

    Default Lola Amaria dan Cacing Penyembuh Tipus

    Kesibukan yang menguras tenaga belakangan ini akhirnya membuat Lola Amaria tergolek lemas. Selama dua pekan lalu Lola harus rela meringkuk di tempat tidur. "Kalau orang-orang malam Tahun Baru keluyuran, aku hanya tidur di kasur. Aku baru sembuh dari penyakit tipus," ungkapnya, saat ditemui di Pusat Perfilman Haji Umar Ismail, Jakarta, Rabu lalu (7/1).
    Lantaran penyakitnya itu, Lola juga harus rela menelan obat tradisional yang konon memiliki khasiat menyebuhkan penyakit tipus. "Ya, mau enggak mau saya harus minum obat yang terbuat dari cacing. Alhamdulillah, khasiatnya memang terasa," katanya.

    Dua minggu terserang sakit berbuntut pada hilangnya bobot badan Lola. Jadi, jangan heran jika ia sekarang giat makan banyak. "Sekarang kegiatannya paling-paling menggemukkan badan. Berat badan saya drastis turun," cerita Lola yang wajahnya memang tampak tirus.
    Sakit dua minggu, terangnya, banyak hal yang tak sempat dikerjakannya. Padahal, ia masih sibuk mengurusi peredaran film yang dibuatnya bersama sutradara Aria Kusudewa, Novel Tanpa Huruf R.

    Oh ya, memasuki 2004 ini, Lola mengaku pula, banyak hal yang ingin ia lakukan. Satu hal yang penting, ia berharap bisa mengakhiri masa lajangnya. Siapa pria yang dipilihnya? "Pokoknya dia orang yang mau menerima saya apa adanya. Kalau saya sempat bilang pernikahan itu seperti kuburan, saya sudah siap menerimanya," ucapnya mantap.
    "Pokoknya, saya ingin mas kawinnya nanti sebuah film beserta isinya." Silakan tebak sendiri siapa lelaki yang dimaksud Lola.

  3. #3
    Member dany is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2006
    Kiriman
    460
    Rep Power
    6

    Default Cacing tanah menyuburkan tanah

    Cacing tanah (Lumbricus rubellus) dapat menyuburkan dan menjaga kesuburan tanah. Cacing tanah awalnya akan memakan bahan organik di atas permukaan tanah. Kemudian mahluk kecil ini turun ke bagian dalam tanah, berarti cacing tanah memindahkan bahan organik dari lapisan atas menuju lapisan bawah tanah. Cacing tanah ketika berpindah ke bagian bawah juga membuat pori-pori yang dapat memperbaiki aerasi tanah.

    "Selanjutnya cacing tanah juga mengeluarkan kotoran. Kotoran cacing tanah yang telah melewati pencernaannya itu, mengandung hormon-hormon tertentu yang tidak dimiliki kompos biasa dan bagus untuk pertumbuhan tanaman," kata Dr Rahayu Widiastuti, Peneliti Laboratorium Biologi Tanah Institut Pertanian Bogor menjelaskan pada beritabumi.or.id 13 Desember 2004.
    Dengan cara itu, cacing tanah mampu memodifikasi lingkungan dan menyediakan unsur hara bagi organisme lain. Cacing tanah dapat disebut sebagai ecosystem engineers.

    Selain itu cacing tanah juga termasuk organisme yang berperan dalam sustainable agriculture yang berprinsip mengurangi pupuk kimia yang mencemari lingkungan dan polusi air tanah.
    Cacing tanah juga dikenal sebagai dekomposer. Binatang hermaprodit (berjenis kelamin ganda) itu berperan dalam proses dekomposisi dengan menghancurkan bahan-bahan organik, sampah dan serasah pada lahan tempat hidupnya.

    Binatang kecil melata itu bisa disebut sebagai Pak Tani atau Petani karena dengan gerakannya dapat menggemburkan tanah yang keras. "Seperti bisa mencangkul. Di tanah yang keras, dengan gerakannya, bisa terbentuk pori-pori. Bila tanah sangat keras dapat dimakannya kemudian dikeluarkan kascingnya," ungkap Widiastuti.

    Cacing mempunyai kekuatan yang luar biasa. Kekuatannya bisa mencapai 40 kali berat badannya. Bila cacing tanah beratnya 50 kg maka bisa menggerakkan berat 2.000 kg. Memang cacing tanah mempunyai hormon tertentu yang dapat membuat badannya kuat.


    Bergizi dan untuk obat
    Di dalam dunia kesehatan, cacing tanah juga dimanfaatkan sebagai obat. Biasanya untuk obat penyakit tifus. Cacing tanah dikeringkan dan dijadikan tepung untuk dimasukkan ke dalam kapsul.

    Anjuran para pengguna lainnya, supaya khasiatnya sebagai obat lebih jelas, cacing tanah dimakan segar. Untuk satu resep, 10 ekor cacing tanah diblender lalu diminum cairannya selama tiga hari.

    Cacing tanah mengandung protein dengan asam amino lebih lengkap daripada ikan dan daging. Sehingga nilai gizinya lebih baik untuk makanan dan bahan kosmetik. Di Cina cacing tanah sudah dijadikan sebagai bahan campuran kue. Di Indonesia hanya untuk makanan ternak. Di Cina, cacing tanah sudah dimanfaatkan sebagai kosmetik dalam bentuk tepung cacing untuk menghaluskan kulit.


    Klasifikasi
    Dalam klasifikasi biologi, cacing tanah termasuk Ordo Oligochaeta, Kelas Chaetopoda, Philum Annelida. Dalam Philum Annelida terdapat 1.800 spesies cacing tanah yang dikelompokkan menjadi lima famili yang tersebar di seluruh dunia. Jumlah terbesar ada di Amerika Utara, Eropa dan Asia Barat, untuk Famili Lumbricidae dengan 220 spesies.
    Cacing tanah mempunyai kisaran panjang dari beberapa milimeter sampai 91 cm. Tetapi biasanya panjangnya hanya beberapa centimeter.
    Sistem pencernaan cacing tanah sangat adaptif dengan aktifitas makan dan menggali pori-pori tanah. Cacing menelan tanah (termasuk residu dekomposisi organik dalam tanah) atau residu dan sisa tanaman pada permukaan tanah.

    Kemudian otot yang kuat mengolah material yang tertelan dan mengeluarkannya melalui sistem pencernaan yang mengandung cairan pencernaan berupa enzim dan bercampur dengan material itu. Cairan pencernaan itu mengeluarkan asam amino, gula dan molekul organik dari residu organik (termasuk protozoa hidup, nematoda, bakteri, jamur dan mikroorganisme lain). Molekul yang paling kecil diabsorbsi melalui membram intestinal cacing tanah yang digunakan untuk energi dan sintesis sel.
    Cacing tanah tidak mempunyai pembagian pernafasan yang spesifik. Pertukaran dalam pernafasan terjadi melalui permukaan tubuh.

    Cacing tanah tidak selalu bereproduksi dengan perkawinan dirinya sendiri melalui sistem hermaprodit ( masing-masing individu mempunyai organ reproduksi jantan dan betina). Pertukaran sperma bersama terjadi di antara dua cacing selama perkawinan.
    Sperma dewasa dan sel telur serta cairan nutrisi tersimpan dalam kokon yang diproduksi clitellum, conspicuous struktur seperti korset dekat ujung anterior tubuh. Sel telur dibuahi oleh sel sperma dalam kokon, kemudian terlepas dan mengendap di dalam atau di atas tanah. Telur menetas setelah tiga minggu. Masing-masing kokon menghasilkan dua hingga dua puluh bayi cacing. Cacing tanah dikelompokkan dalam tiga plasma yaitu Epigeic, Endogeic dan Anecic. Epigeic biasanya hidup di atas permukaan tanah dan memakan kotoran. Endogeic hidup di bawah permukaan tanah secara horizontal. Anecic hidup di lapisan tanah lebih dalam.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>