Labu tak Sekadar Buat Kolak
Di BULAN Puasa sejumlah keluarga biasanya menyajikan menu-menu favorit yang tidak biasa disediakan di hari-hari biasa. Salah satu menu favorit keluarga adalah kolak. Ada bermacam-macam bahan menu kolak dari pisang, ketela pohon, ketela rambat atau labu.
Untuk menambah sedap, bisa ditambah nangka, sirsak atau jenis buah yang lain. Tetapi, sesungguhnya labu tidak hanya enak untuk dibuat menu kolak, bisa juga dibuat roti, kue bolu, martabak, puding, dan jenis yang lain. Bahkan, buah labu dapat dimasak untuk sayur dan dodol.
Berbagai jenis makanan dari labu sesungguhnya tidak asing bagi masyarakat kita di berbagai daerah. Di Sumatra Barat yang terkenal kerativitasnya dalam memasak, labu telah dibuat menjadi berbagai jenis makanan yang menarik. Makanan dari labu itu dihidangkan saat sarapan pagi, santap malam atau sebagai makanan selingan. Dengan pola seperti itu, labu sesungguhnya telah mengurangi atau menggantikan sebagian makanan dari beras.
Tekstur buah labu biasanya padat, renyah dan berasa manis, serta banyak mengandung air. Buah keringnya bisa disimpan hingga umur setahunan. Kulit buahnya keras sehingga di sejumlah daerah kulit labu dimanfaatkan untuk tempat air malah di Cina ada kulit labu yang dipakai untuk menyimpan arak.
Di sejumlah daerah nama tanaman yang dalam bahasa latin dikenal dengan Cucurbita moschata yang termasuk suku Cucurbiaceae ini berbeda-beda. Di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, buah ini dikenal dengan nama waluh atau labu-merah. Di Madura disebut labuh, sedangkan di Malaysia disebut dengan labu-metah. Ada pula yang menyebutnya labu-parang.
Jika dimasak untuk kolak, sebaiknya bijinya disertakan. Menurut hasil sejumlah penelitian, biji labu (yang merah atau kuning) banyak mengandung zat yang berguna bagi kesehatan. Dalam biji labu yang berwarna merah, ditemukan sejumlah asam amino yang langka, seperti m-karboksifenilalanina, pirazoalanina, asam aminobutirat, etilasparagina, dan strulina.
Biji labu merah juga mengandung mineral Zn (seng) dan Mg (magnesium), yang sangat penting untuk kesehatan organ reproduksi, termasuk kelenjar prostat. Ada juga kandungan lemak utama, seperti asam linoleat, asam oleat dan sedikit asam linolenat. Juga vitamin E (tokoferol) dan karotenoid, yaitu lutein dan beta-karoten.
Labu juga mengandung sejumlah asam amino penting yang diperlukan kelenjar prostat, yaitu alanina, glisina dan asam glutamat. Asam amino ini ditemukan baik di labu merah maupun labu kuning. Dari berbagai literatur ditemukan asam amino ini memiliki khasiat bisa mencegah atau mengatasi hipertrofi atau pembesaran prostat jinak (begin prostatic hyperplasia) pada kaum pria. Hipertrofi adalah salah satu penyakit yang ditakuti kaum pria dewasa karena di sinilah diproduksi cairan prostat yang akan menyediakan makanan bagi sperma. Kerusakan kelenjar prostat yang ditandai ketidakmampuan memproduksi cairan prostat akan berujung pada kemandulan.
Pemanfaatan biji labu untuk pengobatan hipertrofi sudah dikenal sejak jaman baheula. Dr. W. Devrient dari Berlin Jerman menganjurkan kepada pasiennya agar mengonsumsi biji labu, terutama labu merah, secara teratur untuk menghambat pembesaran kelenjar prostat. Bahkan, biji labu merah diyakini punya khasiat memudakan kembali daya seksualitas pria.
Di Eropa dan Amerika, biji labu merah juga populer sebagai obat pencegah gangguan prostat. Terbukti, berdasarkan penelitian, para pria yang terbiasa mengonsumsi biji labu merah dilaporkan tidak mengalami gangguan kelenjar prostat selama hidupnya. Biji labu bisa dikonsumsi dalam bentuk kolak, kuaci, direbus atau disangrai. Tidak ada batasan berapa banyak yang harus dimakan.
Labu diduga berasal dari Amerika tropis dan di Indonesia sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dengan varietas cukup beragam. Secara umum, berdasarkan warnanya, buah labu dibedakan menjadi dua, yaitu labu merah dan labu kuning. Menurut Gembong Tjitrosoepomo (1994), ada dua jenis labu merah, yaitu Duch ex Poir dan Cucurbita pepo L. Keduanya sangat mudah dijumpai di berbagai daerah di tanah air.
Labu dapat dikembangkan secara cepat melalui perbanyakan dengan biji. Setelah ditanam selama 4-5 bulan, labu akan berbuah dan pada bulan kelima buah labu sudah bisa dipanen. Satu pohon, maksimal bisa menghasilkan sekira 10 buah dengan berat rata-rata 5-15 kg.
Di beberapa daerah, buah labu dihasilkan dalam ukuran sedang. Tetapi, di Kopeng Jawa Tengah, banyak ditemui buah labu berukuran besar dengan beragam jenis. Ada labu batik, labu kuning, labu merah atau labu hitam. Disebut labu batik karena kulitnya berwarna cokelat, belang-belang gelap menyerupai kain batik. Dari berbagai jenis labu tadi, labu hitam dikenal paling enak rasa daging buahnya. Selain pulen, rasanya juga gurih. Jika dibuat bubur, bisa menguatkan lambung dan limpa.
Silakan Anda Coba!***




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks