All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 8 of 8
  1. #1
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default Buah Merah (Pandanus conoideus)

    Buah Merah (Pandanus conoideus)
    Buah Merah, an original traditional medicine of Papua Indonesia. Drs I Made Budi MSi founder of this medicine. Buah Merah is processed of a natural buah merah (a pandan fruits, Pandanus conoideus, an endemic plant from a highland in Papua. Healing for any degenerative diseases, such as cancer, tumor, hepatitis, lever disease, prostate, diabetes, gout, cholesterol, hypertensi, stroke, and can be used for a healing of HIV.
    • Total karotenoid 12.000 ppm
    • Total tokoferol 11.000 ppm
    • Betakaroten 700 ppm
    • Alfa tokoferol 500 ppm
    • Asam oleat 58 %
    • Asam linoleat 8,8 %
    • Asam linolenat 7,8 %
    • Dekanoat 2,0 %
    Buah merah (Pandanus conoideus) Adalah tanaman endemik Papua. Penemu obat Buah Merah adalah Drs I Made Budi MSi. Berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit degeneratif dan gangguan metabolisme karena pola makan seperti kanker, tumor, hepatitis, diabetes, jantung koroner, gangguan prostat, darah tinggi, kolesterol, stroke, dan HIV.
    • Total karotenoid 12.000 ppm
    • Total tokoferol 11.000 ppm
    • Betakaroten 700 ppm
    • Alfa tokoferol 500 ppm
    • Asam oleat 58 %
    • Asam linoleat 8,8 %
    • Asam linolenat 7,8 %
    • Dekanoat 2,0 %
    Sirosis Hati Buah Merah Penyembuhnya
    Sinar semangat kini terpancar dari kedua bola mata wanita itu. Kondisi tubuh segar bugar saat Albertin Salong menerima Trubus. Raut wajah ceria sepanjang wawancara berlangsung. Hanya beberapa kerutan dan garis menghitam di seputar bola mata yang menunjukkan sisa penderitaannya.
    Kondisi itu jauh berbeda dibanding setahun lalu saat wanita 50 tahun yang tinggal di Papua itu tergolek lemah di salah satu rumah sakit di Makassar. Kanker hati membuat tubuhnya kurus kering, kulit dan mata menguning, serta tatap mata sayu tak bersinar.
    Ia masih ingat kejadian pada Mei 2003. Ketika itu ia hanya bisa menatap lemah seember cairan kuning di sudut kamar rumah sakit. Hari itu 7 liter cairan kuning harus disedot dari tubuhnya. Sesaat ia bisa bernapas lega lantaran tak ada lagi yang menekan paru-paru. Namun, beberapa hari kemudian, perut mulai berisi cairan lagi. Karena itulah sedot cairan tak bisa ditawar-tawar: 2 minggu sekali. Ia pun butuh asupan albumin dari luar yang berharga Rp1,6-juta per dosis.


    Tertolong Buah Merah
    Sirosis (pengerasan jaringan, red) memang telah membuat organ hati Albertin tak berfungsi. Hati tak sanggup lagi memproduksi albumin yang bertugas mencegah masuknya cairan darah ke dalam jaringan. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan di dalam jaringan. Rongga perut pun penuh berisi cairan lantaran tersumbatnya pembuluh darah vorta-pembuluh darah yang menuju ke hati. Penyumbatan itu membuat pigmen empedu terserap ke dalam darah. Akibatnya, kulit dan bagian putih mata menguning (ikterus, red).
    Kerusakan sel-sel hati juga membuat proses pencernaan dan metabolisme terganggu. Tubuh makin kurus dan tak bertenaga lantaran tak ada asupan makanan. Apalagi, selera makan terus menurun karena gangguan pencernaan. Berbagai obat yang masuk sulit dicerna dan diserap tubuh lantaran terganggunya metabolisme.
    Dokter ahli yang menangani tak mampu berbuat banyak. "Secara medis penyakit ibu sudah sangat parah. Kami hanya bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan," kata sang dokter seperti ditirukan Albertin. Ucapan dokter itu pula yang memaksanya pulang ke Papua dalam kondisi tubuh sangat lemah.
    Suatu ketika seorang kerabat menyarankan Albertin untuk mencoba buah merah yang sedang ramai dibicarakan. Sejak September 2003 ia mulai mengkonsumsi buah merah 2 x sehari masing-masing 1 sendok makan. "Seminggu mengkonsumsi, ada perubahan luar biasa. Pencernaan menjadi normal kembali," paparnya. Frekuensi sedot pun berkurang menjadi 40 hari sekali. Karena itu, ia makin serius melanjutkan pemakaian obat itu hingga memperoleh kesembuhan total setelah 1,5 bulan mengkonsumsi.
    Kaya Senyawa Aktif
    Drs I Made Budi MSi yang pertama kali memperkenalkan buah merah sebagai obat. Semula ahli gizi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih, Jayapura, itu hanya ingin mengungkap kandungan gizinya. "Masyarakat pedalaman yang mengkonsumsi buah merah jarang ditemukan mengidap penyakit degeneratif. Bahkan, dari data statistik setempat, mereka memiliki angka harapan hidup cukup tinggi," papar kelahiran Dumoga, Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, itu.
    Hasil analisis kandungan kimiawi buah merah itulah yang mengilhami Made untuk menjadikannya sebagai obat. Mula-mula ia melakukan serangkaian penelitian skala laboratorium. Setelah yakin akan kemampuan buah merah barulah ia mencoba kepada banyak penderita penyakit.
    Albertin Salong hanyalah satu di antara hampir 1.000 pasien yang telah merasakan keampuhan buah merah. Awalnya, buah merah hanya dicobakan kepada sekitar 400 penderita kanker di berbagai daerah. Namun, karena terbukti mampu memberikan tingkat kesembuhan hingga 60-70%-beberapa di antaranya sembuh total, ia pun diminati pasien penyakit lain. Mulai dari kolesterol, asam urat, diabetes, hipertensi, flek paru, hepatitis, jantung koroner, mata, osteosporosis (rapuh tulang, red), hingga HIV.
    Menurut Made, buah merah mengandung zat-zat gizi bermanfaat dalam kadar tinggi. Di antaranya betakaroten, tokoferol, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan dekanoat. Semuanya merupakan senyawa-senyawa obat yang aktif. Betakaroten dan tokoferol (vitamin E, red), misalnya, dikenal sebagai senyawa antioksidan yang ampuh.


    More info about Cancer | More info about Diabetes
    Membunuh Radikal Bebas
    Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ia meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel-sel T helpers dan limposit. Suatu studi membuktikan, konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh memiliki sel-sel pembunuh alami lebih banyak.
    Bertambahnya sel-sel pembunuh alami menekan kehadiran sel-sel kanker. Mereka ampuh menetralisir radikal bebas-senyawa karsinogen penyebab kanker. Jika antioksidan tersedia setiap saat dalam darah sel-sel tubuh terlindung dari kerusakan akibat radikal bebas.
    Peran buah merah sebagai antikarsinogen makin lengkap dengan kehadiran tokoferol. Senyawa ini berperan dalam memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Ia mengurangi morbiditas dan mortalitas sel-sel jaringan. Ia juga menjadi semacam pemadam kebakaran yang menangkal dan mematikan serbuan radikal bebas. Kolesterol dalam darah pun dinetralisir.


    Ampuhnya Resep dari Trubus Anda pembaca Majalah Trubus? Anda pasti tahu resep ini. Jeli Gamat atau Teripang, disebut juga Sea Cucumber atau Haisom. Ampuh untuk Hepatitis, Jantung, Kolesterol, Diabetes, Stroke, Luka Dalam, Luka Luar, Luka Bakar, Lupus, Psoriasis, Arthritis, Problem Pernafasan, Kecantikan, Asam Urat, Pengapuran, Eksim, Typhus, Asthma, dll.


    Produk dari Malaysia. Halal. Aman dan sangat alami. Baca testimoni dan foto hasil terapi para pemakai. Ini luar biasa. Baca selengkapnya...

    Gampang Diserap
    Buah merah mengandung omega-9 dan omega-3 dalam dosis tinggi. Sebagai asam lemak tak jenuh, ia gampang dicerna dan diserap sehingga memperlancar proses metabolisme. buah merah meluruhkan LDL (kolesterol yang mengakibatkan penumpukan flek di dalam pembuluh, red) dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol yang memperlancar proses peredaran darah, red). Efeknya, terjadi keseimbangan kolesterol di dalam darah.
    Asam lemak yang dikandung buah merah merupakan antibiotik dan antivirus. Mereka aktif melemahkan dan meluruhkan membran lipida virus serta mematikannya. Bahkan, virus tak diberi kesempatan untuk membangun struktur baru sehingga tak bisa melakukan regenerasi. Karena kemampuan itu, ia efektif menghambat dan membunuh beragam strain virus, termasuk virus hepatitis yang merusak sel hati. Ia juga terbukti menghambat dan membunuh sel-sel tumor aktif.
    Lancarnya proses metabolisme sangat membantu proses penyembuhan penyakit. Sebab, tubuh mendapat asupan protein yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Pasien pun tak perlu mendapatkan asupan protein dari luar. Bahkan, dengan membaiknya metabolisme sangat membantu hati meregenerasi sel-sel hati yang rusak akibat hepatitis. (Fendy R Paimin)
    Sumber : http://www.trubus-online.com
    Telah dirubah oleh trisunu : 14-07-2007 Jam 07:51

  2. #2
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default Khasiat buah merah untuk Penyakit

    Khasiat buah merah untuk Penyakit

    Dari penuturan beberapa pasien serta penelitian sporadis, dikabarkan bahwa buah merah berkhasiat mampu menyembuhkan beberapa penyakit, yaitu:Kanker atau Tumor.

    Penyakit ini diakibatkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging di jaringan tubuh normal, misalnya di rahim, payudara, bahkan otak. Penyaklt kanker yang sudah parah bisa menyebabkan kematian. Drs Didik gunawan, Apt, S.U; herbalis asal Yogyakarta menduga buah merah bersifat antimutagenik yang berfungsi mempertahankan orisinalitas gen agar pembelahan sel terkendali.
    HIV (Human Immunodeficiency Virus).

    Penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) menyerang tubuh manusia hingga sistem kekebalan tubuhnya menjadi lemah atau hilang Karena itu orang yang terinfeksi HIV dan mempunyai penyakit ikutan, biasanya tidak bisa sembuh karena tidak memiliki kekebalan tubuh yang bisa melawan penyakit Tokoferol dan betakaroten disebut-sebut bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah merah diduga memiliki kemampuan sebagai antiviral HIV. Antiviral bekerja sebagai antivirus yang bersifat fagositosis, “memangsa” virus HIV yang bekerja sama dengan immunomodulator lain.
    Hipertensi (Darah tinggi).

    Penyakit tekanan darah tinggi disebabkan kerja jantung yang tidak berfungsi baik, karena memompa darah terlalu cepat. Salah satu pemicunya adalah darah kekurangan oksigen atau oksigen terlalu kental. Tekanan darah tinggi yang dibarengi penyempitan pembuluh darah bisa mengakibatkan stroke. Peran tokoferol adalah mengencerkan dan melancarkan sirkulasi darah sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal.
    Asam urat.

    Penyakit ini terjadi karena fungsi lever terganggu, sehingga memproduksi asam urat berlebihan. Asam urat ini kemudian tertampung di dalam ginjal dan menjadi batu. Selanjutnya melalui aliran darah dibawa ke tubuh dan mengumpul, terutama di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Buah merah dapat memperbaiki fungsi hati sehingga diharapkan produksi asam urat akan menjadi normal.
    Stroke.

    Penyakit yang menyerang otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh darah yang membeku dan dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah. Peran buah merah mencegah dan membantu pengobatan serangan stroke. Senyawa kimia yang berperan adalah tokoferol sebagai pelancar peredaran darah.
    Gangguan pada mata.

    Penyakit seperti kebutaan sementara dan penyakit rabun, biasanya disebabkan kekurangan vitamin A. Vitamin A tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Di sinilah peran buah merah. Betakaroten yang diserap oleh tubuh kemudian diubah menjadi vitamin A yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan mata.
    Diabetes Mellitus.

    Disebabkan oleh ketidakmampuan kelenjar pankreas menyekresi insulin yang cukup. Akibatnya kandungan gula dalam darah menjadi meningkat. Tokoferol dalam buah merah dapat memperbalkl kerja pankreas.
    Belakangan sebuah riset yang dilakukan oleh Dr Ir M Ahkam Subroto, M.App.Sc, menunjukkan buah merah (Pandanus conoideus) berpotensi mengontrol gula darah. “Ada 2 strategi pengobatan diabetes, yaitu dipacu produksi insulinnya dan dihambat kerja enzim alpha-glikosidase-nya,” papar Ahkam. Enzim itu berperan untuk mendegradasi karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh menjadi glukosa.
    Ketika seseorang penderita tidak mengontrol asupan karbohirat, maka kadar glukosa dalam darah meningkat. Padahal kondisi itu justru mesti dihindari. Bila kerja enzim alphaglikosidase dihambat, proses konversi karbohidrat menjadi glukosa ditekan. Kadar gula dalam darah diharapkan terkontrol. Fungsi itu yang ada di dalam buah merah.
    Osteoporosis.

    Penyebab penyakit ini adalah tubuh kekurangan kalsium sehingga tubuh mengambil kalsium dari tulang can menyebabkan tulang menjadi keropos. Kemampuan buah merah mencegah dan membantu penyembuhan osteoporosis karena kandungan kalsiumnya yang tinggi.
    Meningkatkan libido (Afrodisiak).

    Vitamin E yang tinggi pada buah merah membantu meningkatkan produksi sperma, terutama bagi laki-laki yang produksi spermanya kurang. Kombinasi antara vitamin E tinggi dan jumlah energi yang mencapai 360 kalori dalam buah segar inilah yang diduga bisa berperan sebagai afrodisiak.
    Membantu Meningkatkan Kecerdasan.

    Alasannya karena buah merah memiliki senyawa omega 3 dan omega 6 hingga 7,8% dan 8,8% sehingga dapat merangsang daya kerja otak yang berlanjut meningkatkan daya kecerdasan otak.

  3. #3
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default Re: Buah Merah (Pandanus conoideus)

    Satu hari tepat setelah merayakan pergantian tahun baru, dari 2004 ke 2005, saya bertolak ke Jayapura dari Cengkareng. Beberapa ransel saya masukkan ke bagasi pesawat. Hanya satu yang saya tenteng, 1 buah Lowepro Nature Trekker AW II yang berisi laptop, Nikon Collpic 5700, Nikon F 801, FM2 dan beberapa lensa wide & tele, serta kompas dan 1 buah Aitor untuk survival. Saya heran juga, alat yang terakhir saya sebut ini, dan cukup berbahaya, bisa lolos masuk kabin pesawat B 737-400 maskapai nomor 1 Indonesia.

    Dalam perjalanan kali ini saya menyusuri jayawijaya mulai dari Perkampungan suku Walesi, yang penduduk dan kepala sukunya memeluk agama islam; mengunjungi tempat penyimpanan mummi di desa Kurulu, dan menyusuri belantara dari Wamena, Timeria sampai di Bokondini menggunakan Jeep Hercules bekas pasukan PBB di Timor-timor dan bergantian dengan Toyota FJ-40 Hardtop.


    Lebih dari 2 minggu saya menyusuri lereng Jayawijaya, sebelum akhirnya harus kembali ke Jakarta ,untuk menuliskan naskah yang harus segera terbit. berikut ini beberapa foto dari perjalanan saya.


    Ini salah satu lereng pegunungan yang menjadi medan perburuan foto buah merah (Pandanus conoideus). Lokasi waktu motret berada pada ketinggian 1600 m dpl (diatas permukaan laut). Suhu + 13 derajat celcius.

    Kalau di Jakarta dan bandara lainnya ada larangan 'Dilarang Merokok' maka di Papua larangannya makan pinang. Kebiasaan mereka adalah makan pinang, kapur dan sirih hingga ludahnya berwarna merah. Kegiatan ini memang membantu menguatkan gigi, tapi ritual lanjutannya, 'meludah' sembarangan yang membikin tembok orang belepotan.

    Seorang penduduk desa Timeria, Kec. Kelila, Kab. Bokondini yang masih berkoteka menungguin dagangannya. Buah merah (Pandanus conoideus Lamm.) dijual RP 30.000,- per ikat yang berisi 5 buah, sudah dibelah dua dan dibuah empulurnya.

    Di pasar Jibama, Wamena (ibukota kab. Jayawijaya), buah merah dijual RP 50.000,- sampai Rp 70.000,- per ikat. Kelila berjarak 4 jam perjalanan dengan jeep four whell drive.

    Anak-anak ini ikut meramaikan pasar. Tujuannya tentu saja supaya bisa jajan.

    Ini medan yang harus dilalui. Babi di depan mobil ini walaupun ditengah hutan namun ada pemiliknya. Dendanya Rp 12 juta jika menabraknya (jantan). Bila yang ditabrak babi betina biasanya perutnya dibuka dulu jika ada anaknya 10 buah maka tinggal dikalikan Rp 12 juta. Makanya sopir disini lebih takut sama babi daripada sama polisi.

    JEmbatan disebelah sudah ambruk diterjang banjir. Untung pakai Landcruiser FJ-40 yang dobel gardan. Kalau nggak bisa nginep di tengah hutan.kebetulan air juga agak susut. Disini kita berhenti untuk makan. Sekalian hunting The Bird of Paradise.

    Tahapan upacara bakar batu. Alang-alang ini kemudian dilipat ke atas, diikat, kemudian pada menghabiskan tembakau saya sambil menunggu masakan matang. Di dalamnya ada beberapa paha babi.

    Saya (berkaos putih) baru sadar ternyata disini saya menjadi orang paling ganteng dan paling putih (he,he,he,he bercanda). Waktu itu kita makan hipere (ubi kayu) yang rasanya manis sambil dijaga sama prajurit yang membawa panah (seperti presiden aja ya makan dijagain). Di latar depan membelakangi kamera adalah Taulog Aso-kepala suku perang suku Walesi sedang menikmati hasil lintingan tembakau saya. Orang-orang disekeliling saya ini semuanya memeluk agama Islam, namun karena babi adalah makanan mereka selama ribuan tahun, kebiasaan ini belum ilang.

    Pembunuhan babi sebelum upacara bakar batu. Disinilah saya berpelukan dengan banyak orang untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang sedang berduka.

    Momen yang kebetulan saya dapatkan. Dua penduduk pribumi sedang memanen buah merah.

    Dua pemuda tadi membawa buah merah ke honai mereka. Honai adalah rumah tinggal asli penduduk Papua. Penduduk laki-laki dan perempuan hidup terpisah.

    Timotius, setelah selesai panen buah merah penasaran pada alat elektronik yang saya bawa. Handphone Acces R-190 Satelite. Akhirnya saya pinjami, setelah sebelumnya saya pencet nomer teman di Jakarta. Hallo, he, he, he, ada suara orang didalamnya. Nayak (terimakasih) katanya.

    Salah satu mumi kepala suku di Lembah Baliem. Mayat ini katanya sudah berusia 300 tahun. Selain diawetkan dengan ramuan tanaman, menurut saya mayat ini awet karena berada diatas pendiangan yang tiap hari dibakar rumput untuk mengusir nyamuk. Tanpa mereka sadari asap pembakaran tersebut mengandung etilen dan senyawa lain seperti minyak asiri yang bisa menjadi pengawet.

    Salah satu kegiatan petani Papua di ladang. Disini saya sempat mengajari mereka bercocok tanam semi intensif. Kandungan unsur hara di ladang mereka sangat tinggi dan tanahnya gembur. Agroklimat di sini sangat cocok untuk apel ternyata (iklimnya kering, kelembaban/rHnya sekitar 60). Namun Pemda Jayawijaya belum tahu akan potensi ini. Beberapa apel yang ditanam padahal tumbuh bagus.

    Salah satu anggrek tanah liar yang saya temui di Sentani.

    Yang di sini mandi sudah tiap hari, dan sudah pake sabun.

  4. #4
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default Re: Buah Merah (Pandanus conoideus)

    Untuk yang ingin pesan silahkan ISI FORMULIR PEMBELIAN ONLINE DISINI atau
    hubungi 0361-7456836 (budi) - 0817266212 atau email buahmerah@baliwae.com
    HANYA UNTUK YANG SERIUS, TIDAK MENERIMA SMS!!!

    Download gratis e-book apakah buah merah itu?
    (593 Kb - 10 menit ~ 56kbps)
    DICARI AGEN UNTUK MINYAK BUAH MERAH SELURUH INDONESIA, HUBUNGI 0361-7456836 / 0817266212 ATAU EMAIL BUAHMERAH@BALIWAE.COM. KESEMPATAN TERBATAS!
    <---- KINI TERSEDIA DALAM BENTUK SOFT CAPSULE - ISI 60 butir kapsul (SEPERTI KAPSUL MINYAK IKAN). PER BUTIR = 500mg MINYAK BUAH MERAH - COCOK UNTUK YANG TIDAK SUKA DALAM BENTUK CAIR / ENEG. BISA PESAN ONLINE SEKARANG!
    keterangan gambar atas : foto botol soft capsule buah merah 500mg. minyak buah merah dikemas dalam bentuk soft capsule, cocok untuk yang susah mengkonsumsi minyak buah merah dalam bentuk cair / suka eneg. khasiat dan kandungan tidak berubah!!

    KINI MENERIMA PEMBAYARAN VIA SETOR / TRANSFER BANK MANDIRI dan BANK BNI , SELAIN BANK BCA
    BuahMerah.Baliwae.Com (Papua Red Fruit Oils) is accept buyers from foreign country outside Indonesia (like Malaysia, Netherland, Japan, Singapore, USA, South Africa, England, etc), please contact us by email or chat via yahoo messenger (id: online_baliwae) or by phone at +62 361 7456836 or mobile at +62 817266212 for more information
    Bila Anda serius ingin mengetahui tentang khasiat Buah Merah dan cara mendapatkannya, BACA SAMPAI TUNTAS TULISAN INI!
    INFORMASI UP TO DATE (Last update: 07 Februari 2007 | 20 oktober 2005 | 8 Oktober 2005 | 7 Oktober 2005| 13 September 2005 | 24 Juni 2005 | 01 Juni 2005 | 08 Mei 2005 | 02 Mei 2005 | 22 April 2005)

    PESAN ONLINE SEKARANG
    Apakah buah merah? Buah merah (Pandanus conoideus) atau yang dikenal luas di Wamena dengan nama tawi / sauk ekendi adalah tanaman asli Papua yang tumbuh di dataran rendah (40 m dpl) sampai dataran tinggi (2.000 m dpl). Namun populasi terbanyak terdapat di dataran dengan ketinggian 1.200 hingga 2.000 m dpl. Buah merah biasa tumbuh bergerombol dalam satu area, jarang tumbuh menyendiri. Buah merah tumbuh di daerah dengan suhu di bawah 17 derajat Celcius dengan curah hujan rata-rata 186 mm per bulan dan jumlah penyinaran matahari 57% dan tekanan udara rata-rata 896 mb. Tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dgn pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16m dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5 sampai 8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah. Kultivar buah berbentuk lonjong dgn kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah maroon terang. Walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yg berbuah berwarna coklat dan coklat-kekuningan. Budidaya tanaman dipelopori oleh seorang warga lokal Nicolaas Maniagasi sejak tahun 1983, dan atas jerih payahnya tersebut mendapatkan penghargaan lingkungan hidup Kehati Award 2002. Buah merah sudah secara turun-temurun dikonsumsi oleh masyarakat Papua sebagai penambah energi dan daya tahan tubuh.

    Keterangan gambar:
    Foto buah merah yang telah dibuang empulurnya. Penduduk asli membuang empulur secara tradisional menggunakan tulang paha kasuari, bukan parang. Daging buah inilah yang kemudian dipotong potong, direbus dan diolah menjadi minyak yang sangat berkhasiat untuk kesehatan manusia. Dari buah merah sepanjang 1 meter dengan berat 2-3 kg hanyalah dihasilkan sekitar 75-300ml minyak.

  5. #5
    PJ Forum trisunu is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Jan 2007
    Kiriman
    477
    Rep Power
    10

    Default Re: Buah Merah (Pandanus conoideus)

    Mitos Buah Merah



    Buah Merah yang sudah dikenal ampuh mengatasi berbagai penyakit ini ternyata mempunyai mitosnya sendiri. Menurut kepercayaan penduduk Suku Dhani di Memberamo, Papua, ribuan tahun yang lalu, nenek moyang mereka turun dari Gunung Pugima ke daerah Wesakpog untuk berkumpul. Gunung Pugima, menurut mereka adalah gunung Jayawijaya yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan Wesakpog adalah sebuah daerah di Lembah Baliem.

    Setelah berkumpul di Wesakpog, nenek moyang orang Papua ini kemudian melanjutkan perjalanan tanpa membawa bekal dan peralatan sama sekali. Mereka kemudian menyebar ke seluruh penjuru mata angin.

    Dalam perjalanan, sebagian dari mereka ada yang berhenti untuk beristirahat dan membuat api. Menurut cerita masyarakat Suku Dhani, di tempat mereka beristirahat tersebut, Sang Pencipta menurunkan peralatan berupa busur, anak panah, kapak batu, batu api, bermacam-macam tumbuhan, serta binatang piaraan. Tumbuhan yang dimaksud di antaranya ubi dan buah merah. Setelah mematikkan batu api, mereka membakar ubi dan buah merah. Sisa buah merah tersebut kemudian diberikan kepada binatang piaraannya. Di tempat beristirahat dan membuat api itulah mereka kemudian membuat perkampungan dan berkembang menjadi berbagai macam suku seperti sekarang ini.

    Sementara itu, sebagian nenek moyang orang Papua terus berjalan melanjutkan perjalanan darat dan sebagian lagi menyeberangi lautan menggunakan rakit. Diduga kuat, mereka yang menyeberangi lautan ini sampai di Benua Australia dan menjadi cikal-bakal Suku Aborigin.

    Hingga sekarang, buah merah tetap menjadi makanan sebagian penduduk Pulau Papua, terutama yang bermukim di daerah Pegunungan Jayawijaya. Oleh penduduk, buah merah ini dijadikan campuran makanan sehari-hari. Mereka memeras buah merah setelah membakarnya dengan batu. Sari buah merah hasil perasan ini mereka konsumsi bersama ubi, sayuran, dan bahan makanan lain. Sementara itu, ampas atau pastanya diberikan kepada babi hutan piaraan mereka.

    Dalam upacara bakar batu, buah merah pun menjadi elemen pokok. Upacara bakar batu biasanya dilakukan untuk mengumpulkan masyarakat, terutama dalam satu suku, ketika ada suatu acara, seperti pernikahan, hari natal, idul fitri, tahun baru, perayaan panen, menyembah leluhur, kematian, atau untuk mempererat hubungan ikatan keluarga. Hidangan hasil upacara bakar batu tidak lengkap dan kurang nikmat jika tidak menggunakan buah yang masih satu famili dengan tanaman pandan ini.

    Deskripsi Tanaman Buah Merah

    Tanaman buah merah adalah tanaman yang masih satu famili dengan tanaman pandan. Pandanus conoideus ini di habitat aslinya (Pulau Papua) tumbuh dari dataran rendah dekat pantai sampai dataran tinggi. Bahkan, di lereng pegunungan Jayawijaya diketinggian 2.500 m dpl. tanaman ini bisa ditemukan. Tanaman berkayu ini tumbuh bercabang sampai mempunyai 5 cabang. Daunnya berbentuk pita yang pinggirnya berduri-duri kecil. Tinggi tanaman bisa mencapai 15 meter. Akarnya berbentuk akar udara yang menggantung sampai ketinggian satu meter dari pangkal batang. Tanaman ini berbuah saat berumur tiga tahun sejak ditanam.

    Buah merah umumnya berbentuk panjang lonjong atau agak persegi. Panjang buah 30-120 cm. Diameter buah 10-25 cm. Buah ini umumnya berwarna merah, merah kecokelatan, dan ada pula yang berwarna kuning. Kulit buah bagian luar menyerupai buah nangka. Di Papua, beberapa daerah yang menjadi sentra buah merah adalah daerah-daerah yang berada di sepanjang lereng pegunungan Jayawijaya. Di antaranya Kelila, Bokondini, Karubaga, Kobakma, Kenyam, dan Pasema.
    Buah Merah dan Peluang Usaha Masyarakat

    Saat panen raya buah merah, masyarakat Papua biasanya memasak buah merah seperti halnya masyarakat di Pulau Jawa membuat minyak kelapa. Minyak sari buah merah tersebut kemudian disimpan di dalam bumbung bambu dan bisa bertahan selama satu tahun. Cadangan minyak tersebut digunakan untuk memasak makanan, seperti halnya minyak goreng. Minyak buah merah ini digunakan untuk pengganti minyak goreng yang harganya di daerah pedalaman relatif mahal.

    Sampai sekarang sari buah merah tetap digunakan oleh masyarakat Papua. Sebagian besar penduduk yang mengonsumsi buah merah, baik berupa pasta dalam makanan sehari-hari maupun minyaknya, jarang terkena penyakit, tubuhnya kuat, dan staminanya prima. Kenyataan ini banyak mengundang pertanyaan masyarakat pendatang, sehingga tidak sedikit dari mereka yang mulai mencoba memanfaatkan sari buah merah, terutama minyaknya.

    Sejak I Made Budi, salah seorang dosen di Universitas Cenderawasih Jayapura, meneliti kandungan buah ini, masyarakat pendatang ramai-ramai mengeksploitasi buah ini dari pedalaman. Hingga saat ini hampir semua elemen masyarakat, dari yang masih berkoteka, aparat pemerintah, hingga kalangan swasta ramai-ramai terjun mengolah buah merah. Karenanya, tidak mengherankan jika buah merah kemudian mendapat julukan emas merah dari belantara Papua. Minyak buah merah hasil olahan mereka kemudian dijual sebagai obat yang banyak membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti HIV/AIDS, kanker/ tumor, ambeien, diabetes mellitus, asam urat, rematik, jantung koroner, paru-paru, asma, gangguan jantung dan ginjal, tekanan darah tinggi, eksim, dan herpes.
    Pro, Kontra, dan Fakta Buah Merah

    Sampai saat ini penelitian tentang khasiat dan manfaat sari buah merah untuk pengobatan masih belum selesai. Secara klinis pembuktiannya belum dilakukan. Meskipun demikian, secara empiris tidak sedikit penderita penyakit yang sudah merasakan manfaat buah ini. Beberapa di antaranya ada yang mengonsumsi buah ini dengan mengombinasikan bersama obat dokter, ada yang mencampurnya dengan herbal lain, dan ada pula yang mengonsumsinya secara tunggal.

    Fenomena ini kemudian mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang langsung percaya dan menggunakannya untuk pengobatan, ada yang melakukan penelitian, dan ada pula yang masih ragu-ragu akan kemampuan komoditas perkebunan ini. Bagaimana pun kontroversi yang berkembang, di lapangan tidak sedikit penderita aneka penyakit yang sembuh dengan sari buah merah dan akhirnya berani memberikan kesaksian akan kemampuan Pandanus conoideus ini kepada masyarakat. (Sumber: Buku Keajaiban Buah Merah Kesaksian Dari Mereka Yang Tersembuhkan, Penulis Bernard T. Wahyu Wiryanta)
    Telah dirubah oleh trisunu : 14-07-2007 Jam 08:27

  6. #6
    brendes is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Mar 2008
    Kiriman
    2
    Rep Power
    0

    Post Re: Buah Merah (Pandanus conoideus)

    Quota Dikirim oleh User ID: trisunu View Post
    Satu hari tepat setelah merayakan pergantian tahun baru, dari 2004 ke 2005, saya bertolak ke Jayapura dari Cengkareng. Beberapa ransel saya masukkan ke bagasi pesawat. Hanya satu yang saya tenteng, 1 buah Lowepro Nature Trekker AW II yang berisi laptop, Nikon Collpic 5700, Nikon F 801, FM2 dan beberapa lensa wide & tele, serta kompas dan 1 buah Aitor untuk survival. Saya heran juga, alat yang terakhir saya sebut ini, dan cukup berbahaya, bisa lolos masuk kabin pesawat B 737-400 maskapai nomor 1 Indonesia.

    Dalam perjalanan kali ini saya menyusuri jayawijaya mulai dari Perkampungan suku Walesi, yang penduduk dan kepala sukunya memeluk agama islam; mengunjungi tempat penyimpanan mummi di desa Kurulu, dan menyusuri belantara dari Wamena, Timeria sampai di Bokondini menggunakan Jeep Hercules bekas pasukan PBB di Timor-timor dan bergantian dengan Toyota FJ-40 Hardtop.


    Lebih dari 2 minggu saya menyusuri lereng Jayawijaya, sebelum akhirnya harus kembali ke Jakarta ,untuk menuliskan naskah yang harus segera terbit. berikut ini beberapa foto dari perjalanan saya.


    Ini salah satu lereng pegunungan yang menjadi medan perburuan foto buah merah (Pandanus conoideus). Lokasi waktu motret berada pada ketinggian 1600 m dpl (diatas permukaan laut). Suhu + 13 derajat celcius.

    Kalau di Jakarta dan bandara lainnya ada larangan 'Dilarang Merokok' maka di Papua larangannya makan pinang. Kebiasaan mereka adalah makan pinang, kapur dan sirih hingga ludahnya berwarna merah. Kegiatan ini memang membantu menguatkan gigi, tapi ritual lanjutannya, 'meludah' sembarangan yang membikin tembok orang belepotan.

    Seorang penduduk desa Timeria, Kec. Kelila, Kab. Bokondini yang masih berkoteka menungguin dagangannya. Buah merah (Pandanus conoideus Lamm.) dijual RP 30.000,- per ikat yang berisi 5 buah, sudah dibelah dua dan dibuah empulurnya.

    Di pasar Jibama, Wamena (ibukota kab. Jayawijaya), buah merah dijual RP 50.000,- sampai Rp 70.000,- per ikat. Kelila berjarak 4 jam perjalanan dengan jeep four whell drive.

    Anak-anak ini ikut meramaikan pasar. Tujuannya tentu saja supaya bisa jajan.

    Ini medan yang harus dilalui. Babi di depan mobil ini walaupun ditengah hutan namun ada pemiliknya. Dendanya Rp 12 juta jika menabraknya (jantan). Bila yang ditabrak babi betina biasanya perutnya dibuka dulu jika ada anaknya 10 buah maka tinggal dikalikan Rp 12 juta. Makanya sopir disini lebih takut sama babi daripada sama polisi.

    JEmbatan disebelah sudah ambruk diterjang banjir. Untung pakai Landcruiser FJ-40 yang dobel gardan. Kalau nggak bisa nginep di tengah hutan.kebetulan air juga agak susut. Disini kita berhenti untuk makan. Sekalian hunting The Bird of Paradise.

    Tahapan upacara bakar batu. Alang-alang ini kemudian dilipat ke atas, diikat, kemudian pada menghabiskan tembakau saya sambil menunggu masakan matang. Di dalamnya ada beberapa paha babi.

    Saya (berkaos putih) baru sadar ternyata disini saya menjadi orang paling ganteng dan paling putih (he,he,he,he bercanda). Waktu itu kita makan hipere (ubi kayu) yang rasanya manis sambil dijaga sama prajurit yang membawa panah (seperti presiden aja ya makan dijagain). Di latar depan membelakangi kamera adalah Taulog Aso-kepala suku perang suku Walesi sedang menikmati hasil lintingan tembakau saya. Orang-orang disekeliling saya ini semuanya memeluk agama Islam, namun karena babi adalah makanan mereka selama ribuan tahun, kebiasaan ini belum ilang.

    Pembunuhan babi sebelum upacara bakar batu. Disinilah saya berpelukan dengan banyak orang untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang sedang berduka.

    Momen yang kebetulan saya dapatkan. Dua penduduk pribumi sedang memanen buah merah.

    Dua pemuda tadi membawa buah merah ke honai mereka. Honai adalah rumah tinggal asli penduduk Papua. Penduduk laki-laki dan perempuan hidup terpisah.

    Timotius, setelah selesai panen buah merah penasaran pada alat elektronik yang saya bawa. Handphone Acces R-190 Satelite. Akhirnya saya pinjami, setelah sebelumnya saya pencet nomer teman di Jakarta. Hallo, he, he, he, ada suara orang didalamnya. Nayak (terimakasih) katanya.

    Salah satu mumi kepala suku di Lembah Baliem. Mayat ini katanya sudah berusia 300 tahun. Selain diawetkan dengan ramuan tanaman, menurut saya mayat ini awet karena berada diatas pendiangan yang tiap hari dibakar rumput untuk mengusir nyamuk. Tanpa mereka sadari asap pembakaran tersebut mengandung etilen dan senyawa lain seperti minyak asiri yang bisa menjadi pengawet.

    Salah satu kegiatan petani Papua di ladang. Disini saya sempat mengajari mereka bercocok tanam semi intensif. Kandungan unsur hara di ladang mereka sangat tinggi dan tanahnya gembur. Agroklimat di sini sangat cocok untuk apel ternyata (iklimnya kering, kelembaban/rHnya sekitar 60). Namun Pemda Jayawijaya belum tahu akan potensi ini. Beberapa apel yang ditanam padahal tumbuh bagus.

    Salah satu anggrek tanah liar yang saya temui di Sentani.

    Yang di sini mandi sudah tiap hari, dan sudah pake sabun.
    Sumber artikel dan foto-foto ini sesuai UUHC No. 19 tahun 2002 ada pada: Bernard T. Wahyu Wiryanta dalam diambil dalam www.ayofoto.com/www.fotografer.net/brendes@multiply.com

  7. #7
    brendes is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Mar 2008
    Kiriman
    2
    Rep Power
    0

    Default Re: Buah Merah (Pandanus conoideus)

    no picture

  8. #8
    hariyanto is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    May 2008
    Kiriman
    1
    Rep Power
    0

    Default Re: Buah Merah (Pandanus conoideus)

    haaaaaaaaaa


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>