All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 6 of 6
  1. #1
    arjuna
    Notlogin

    Default Obat untuk Diabetes

    Obat untuk Diabetes



    Pengobatan diabetes secara menyeluruh mencakup diet yang benar, olahraga yang teratur, kemudian dilanjutkan dengan obat-obatan yang diminum, atau suntikan insulin.
    Pada diabetes tipe 1, mutlak memerlukan suntikan insulin setiap hari; sedangkan pada diabetes tipe 2, kadang dengan diet dan olahraga saja glukosa darah bisa menjadi normal, namun umumnya perlu minum obat anti diabetes secara oral atau tablet, pada keadaan tertentu diabetes tipe 2 memerlukan suntikan insulin,

    atau bahkan perlu kombinasi suntikan insulin dan tablet. Di negara yang sudah maju, telah dipikirkan upaya cangkok pankreas untuk mengganti pankreas yang sudah rusak, hanya saja hasilnya sampai saat ini belum ada yang memuaskan. Kemajuan teknologi dewasa ini telah menemukan banyak obat tablet jenis baru dengan hasil yang cukup menggembirakan, demikian pula bermacam-macam insulin baru telah dipasarkan. Sehingga disamping angka kejadian diabetes yang terus meningkat, kemajuan dalam pengobatan diabetes juga terus berpacu untuk mengantisipasinya.

    Dalam Bab ini akan dibicarakan tentang bermacam-macam tablet oral untuk menurunkan glukosa darah. Obat tablet ini disebut sebagai Oral Anti Diabetes (OAD) atau Oral Hypoglycemic Agents (OHA). Hingga kini dikenal ada lima macam OAD yang dipasarkan, tiap macam OAD mempunyai susunan kimia yang berbeda dan cara menurunkan glukosa yang berlainan. Ada yang merangsang pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak, yang lain bekerja mengurangi resistensi terhadap insulin, sedangkan yang lainnya menghambat penyerapan karbohidrat dari usus.

    Pasien diabetes tipe 2, pada permulaan pengobatan biasanya memakai satu jenis OAD, namun untuk lebih efektif menurunkan glukosa darah, kadang diperlukan lebih dari satu macam OAD.
    SULFONYLUREA

    Sulfonylurea adalah tablet OAD yang paling banyak dikenal dalam puluhan tahun terakhir ini. Untuk menurunkan glukosa darah, obat ini merangsang sel beta dari pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Jadi syarat pemakaian obat ini adalah apabila pankreas masih baik untuk membentuk insulin, sehingga obat ini hanya bisa dipakai pada diabetes tipe 2.

    Kebanyakan pasien diabetes mengenal obat golongan sulfonylurea ini, yaitu antara lain :

    * Chlorpropamide
    * Glibenclamide atau Glyburide

    Saat ini yang paling banyak dipakai adalah glimepiride, glibenclamide, dan glipizide. Pemberian obat sulfonylurea biasanya 15 sampai 30 menit sebelum makan.

    Glibenclamide adalah OAD yang cukup kuat menurunkan glukosa darah, pada dosis yang tinggi bisa menyebabkan hipoglikemia. Obat ini di pasaran dikenal dengan nama dagang Daonil atau Euglucon, masih ada lagi buatan lokal, seperti Glimel, Renabetic, Prodiamel, atau yang generik Glibenclamide buatan Indo Farma.

    Glimepiride diberikan satu kali sehari, yang ada di pasaran bisa 1 mg, 2 mg, 3 mg, atau 4 mg. Obat ini aman bagi penderita dengan komplikasi ginjal, karena tidak mengganggu absorpsi maupun kerja obat. Obat orisinal adalah Amaryl, yang buatan lokal antara lain Metrix, Gluvas, Amadiab, atau Glamarol.
    Glipizide relatif lebih ringan dan lebih jarang menimbulkan hipoglikemia, tinggal dalam peredaran darah hanya beberapa jam, kecuali yang tipe XL, beredar dalam darah sampai 24 jam. Contoh yang orisinal adalah Minidiab atau Glucotrol dan Glucotrol XL, ada sediaan 5 mg atau 10 mg.

    Efek Samping

    Sulfonylurea bisa menyebabkan hipoglikemia, terutama bila dipakai dalam 3 – 4 bulan pertama pengobatan akibat perubahan diet dan pasien mulai sadar berolahraga serta minum obat. Apabila ada gangguan fungsi ginjal atau hati, dosis perlu diperhatikan karena lebih mudah timbul hipoglikemia. Namun secara umum obat ini baik untuk menurunkan glukosa darah.
    Yang Harus Diperhatikan

    Semua usaha menurunkan glukosa darah diluar obat seperti olahraga lebih dari biasanya, tidak makan atau makan terlalu sedikit, apabila dilakukan bersamaan dengan minum sulfonylurea, mudah menyebabkan hipoglikemia.

    Demikian bila menggunakan beberapa obat pilek decongestan, atau alkohol, bisa menurunkan glukosa.

    Sebaliknya pada pemakaian steroid, penyekat beta, niacin, atau obat jerawat retin-A, dapat mengurangi efek obat sehingga glukosa tidak mau turun.

    Anda dianjurkan membuat pencatatan semua data obat yang dipakai, semua copy resep dari semua dokter anda, serta catatan bila terjadi kemungkinan efek samping obat.
    BIGUANIDES

    Obat biguanides memperbaiki kerja insulin dalam tubuh, dengan cara mengurangi resistensi insulin.

    Pada diabetes tipe 2, terjadi pembentukan glukosa oleh hati yang melebihi normal. Biguanides menghambat proses ini, sehingga kebutuhan insulin untuk mengangkut glukosa dari darah masuk ke sel berkurang, dan glukosa darah menjadi turun.

    Karena cara kerja yang demikian, obat ini jarang sekali menyebabkan hipoglikemia.

    Satu-satunya biguanides yang beredar di pasaran adalah Metformin, contohnya Glucophage, masih ada lagi produk lokal misalnya Diabex, Glumin, Glucotika, Formell, Eraphage, Gludepatic, dan Zumamet.

    Ada satu keuntungan obat ini adalah tidak menaikkan berat badan, jadi sering diresepkan pada diabetes tipe 2 yang gemuk. Obat ini juga sedikit menurunkan kolesterol dan trigliserida.
    Obat ini biasanya diminum dua sampai tiga kali sehari sesudah makan. Ada kemasan Glucophage XR yang bekerja 24 jam, diminum sekali sehari.
    * Gliquidone
    * Gliclazide
    * Glipizide
    * Glimepiride.
    Efek Samping

    Metformin biasanya jarang memberikan efek samping. Tetapi pada beberapa orang bisa timbul keluhan terutama pada saluran cerna, misalnya :

    * Gangguan pengecapan
    * Nafsu makan menurun
    * Mual, muntah
    * Kembung, sebah, atau nyeri perut
    * Banyak gas di perut, atau diare
    * Pada beberapa penderita, dilaporkan bisa menimbulkan ruam atau bintik-bintik di kulit.

    Efek samping di atas biasanya timbul pada beberapa minggu pertama penggunaan obat, yang akan berangsur berkurang. Untuk menghindari efek samping ini, dianjurkan minum obat bersama atau sesudah makan, dan dimulai dari dosis kecil yang kemudian dosis ditingkatkan.

    Bila dikombinasikan dengan obat lain, misalnya sulfonylurea, meglitinide, atau insulin, obat metformin bisa menimbulkan hipoglikemia.
    Yang Harus Diperhatikan

    Hati-hati jangan minum alkohol, bila alkohol dan metformin diminum bersama, bisa terjadi penimbunan obat dalam tubuh dan timbul lactic acidosis, keadaan ini bisa berbahaya, dengan keluhan sebagai berikut:

    * Rasa capai
    * Nyeri otot
    * Sukar bernafas
    * Nyeri perut
    * Pusing, mengantuk, sampai gangguan kesadaran.

    Keluhan perut akibat obat metformin bisa diatasi dengan obat simetidin atau obat perut lain untuk mengatasi keluhan mual, muntah, kembung, dan diare.
    Bila terjadi lactic acidosis (meskipun jarang), harus menghentikan obat metformin, dan dokter perlu memberi suntikan iv dye (obat kontras yang biasanya digunakan untuk pemeriksaan radiologi).
    ALPHA-GLUCOSIDASE INHIBITORS

    Obat golongan ini bekerja di usus, menghambat enzim di saluran cerna, sehingga pemecahan karbohidrat menjadi glukosa atau pencernaan karbohidrat di usus menjadi berkurang. Hasil akhir dari pemakaian obat ini adalah penyerapan glukosa ke darah menjadi lambat, dan glukosa darah sesudah makan tidak cepat naik.

    Termasuk obat golongan ini kita kenal dengan Acarbose dan Miglitol. Acarbose ada di pasaran dengan nama Glucobay, dalam kemasan 50 mg dan 100 mg, yang diminum bersamaan dengan makanan, ditujukan terutama untuk mengatasi kenaikan glukosa darah sesudah makan.
    Efek Samping

    Obat ini umumnya aman dan efektif, namun ada efek samping yang kadang mengganggu, yaitu perut kembung, terasa banyak gas, banyak kentut, bahkan diare. Keluhan ini biasanya timbul pada awal pemakaian obat, yang kemudian berangsur bisa berkurang.

    Bila diminum bersama dengan suntikan insulin atau tablet sulfonylurea, kadang bisa menyebabkan hipoglikemia. Apabila efek samping ini terjadi, maka dianjurkan minum susu atau suntik glukosa, karena makanan gula atau buah manis akan dihambat penyerapannya oleh acarbose.
    Yang Harus Diperhatikan

    Karena kerap timbul keluhan perut, maka acarbose jangan diberikan pada keadaan sebagai berikut :

    * Irritable bowel syndrome
    * radang usus kronis, ulcerative colitis atau Crohn’s disease
    * gangguan penyerapan usus yang kronis, chronic malabsorption disorder.

    Dosis yang tinggi dari acarbose dapat menggangu fungsi hati, tetapi bila dosis obat diturunkan atau dihentikan maka hati akan pulih (reversible).

    MEGLITINIDES

    Obat ini secara susunan kimiawi berbeda dengan sulfonylurea, namun cara kerjanya sama. Obat ini menyebabkan pelepasan insulin dari pankreas secara cepat dan dalam waktu singkat. Sehubungan dengan sifat cepat dan singkat ini, maka obat ini harus diminum bersama dengan makanan. Termasuk golongan obat ini adalah Repaglinide (Novonorm) dan Nateglinide (Starlix). Efek Samping Meskipun sama seperti sulfonylurea, efek samping hipoglikemia boleh dikatakan jarang terjadi, hal ini disebabkan oleh efek rangsangan pelepasan insulin hanya terjadi pada saat glukosa darah tinggi. Yang Harus Diperhatikan Seperti halnya dengan sulfonylurea, hati-hati bila minum alkohol atau efek interaksi dengan obat lain.
    THIAZOLIDINEDIONES

    Obat ini baik bagi penderita diabetes tipe 2 dengan resistensi insulin, karena bekerja dengan merangsang jaringan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, sehingga insulin bisa bekerja dengan lebih baik, glukosa darahpun akan lebih banyak diangkut masuk ke dalam sel, dan kadar glukosa darah akan turun.

    Selain itu, obat thiazolidinediones juga menjaga hati agar tidak banyak memproduksi glukosa. Efek menguntungkan lainnya adalah obat ini bisa menurunkan trigliserida darah.

    Termasuk kelompok obat ini adalah Pioglitazone (Actos) dan Rosiglitazone (Avandia). Dulu ada Troglitazone (Rezulin), yang ditemukan pada tahun 1997, namun beberapa tahun yang lalu telah ditarik dan dilarang beredar, karena menimbulkan kerusakan hati.
    Efek Samping

    Beberapa efek merugikan yang mungkin timbul adalah bengkak, berat badan naik, dan rasa capai. Efek serius yang jarang terjadi adalah gangguan hati, sehingga pada pemakaian pioglitazone atau rosiglitazone, perlu pemeriksaan faal hati terutama pada tahun pertama pemakaian obat. Keluhan gangguan hati yang mungkin terjadi antara lain:

    * Mual dan muntah
    * Nyeri perut
    * Rasa capai
    * Nefsu makan turun
    * Warna urin kuning tua
    * Warna kulit kuning
    Yang Harus Diperhatikan

    Obat ini baik sekali diserap bila diminum bersama dengan makanan, dan tidak menyebabkan hipoglikemia. Akan tetapi bila dikombinasikan dengan sulfonylurea atau insulin, maka mungkin bisa menyebabkan hipoglikemia.


    Tabel 24. Obat Anti Diabetes Oral






    KOMBINASI OBAT


    Obat anti diabetes oral bisa dikombinasikan satu dengan kelompok yang lain, atau kadang perlu dikombinasikan dengan insulin. Tujuan kombinasi ini adalah agar efek obat lebih optimal dalam mengontrol glukosa darah.

    Apabila dua obat kombinasi masih belum berhasil baik, dokter bahkan boleh meresepkan tiga jenis obat sekaligus, karena cara kerjanya bisa bersama saling menguntungkan untuk menurunkan glukosa.
    Sulfonylurea dan Metformin

    Golongan sulfonylurea paling banyak atau paling sering dikombinasikan dengan obat anti diabetes kelompok lain, karena efek kombinasi bisa memperbaiki dan menambah kerja insulin.

    Kombinasi sulfonylurea dan metformin lebih baik daripada bila kedua obat dipakai secara terpisah sendiri. Metformin bahkan baik karena tidak menaikkan berat badan bahkan kadang menurunkannya.


    Efek samping kombinasi ini adalah gangguan perut seperti mual atau diare, kadang bisa menimbulkan hipoglikemia.

    Kini telah dipasarkan kombinasi dua kelompok obat ini, contohnya adalah tablet Glucovance, yang tersedia dalam tiga kemasan, yaitu mengandung metformin/glibenclamide 500 mg/5 mg, 500 mg/2.5 mg, dan 250 mg/1.25 mg.

    Dalam waktu dekat akan beredar pula kombinasi glimepiride dan metformin dalam satu tablet.
    Sulfonylurea dan Alpha-Glucosidase Inhibitor

    Pada kasus dimana glukosa darah meningkat banyak pada 2 jam sesudah makan, maka pemakaian sulfonylurea yang dikombinasikan dengan acarbose akan lebih berhasil baik.

    Efek samping yang bisa terjadi adalah kram perut, banyak gas atau diare. Kadang juga bisa timbul hipoglikemia.
    Sulfonylurea dan Thiazolidinediones

    Bila penggunaan sulfonylurea sudah maksimal dan masih belum berhasil baik, mungkin penyebabnya adalah resistensi insulin karena kegemukan, bisa dicoba kombinasi baru ini dengan menambahkan thiazolidinediones. Sulfonylurea akan merangsang produksi insulin sedangkan thiazolidinediones memperbaiki kerja insulin.
    Metformin dan Alpha-Glucosidase Inhibitor

    Penambahan acarbose atau miglitol pada metformin adalah lebih baik dalam menurunkan glukosa darah daripada pemakaian metformin secara tunggal.
    Efek samping adalah bisa menimbulkan keluhan pada perut.
    Metformin dan Thiazolidinediones

    Telah diakui efek menguntungkan dari kombinsai pioglitazone atau rosiglitazone dengan metformin.
    Sekarang sudah beredar di pasaran satu obat yang berisikan kombinasi dua kelompok obat tersebut di atas, yaitu rosiglitazone (avandia) dengan metformin dalam bentuk Avandamet, dan pioglitazone (actos) dengan metformin dalam satu tablet Actos-met.

  2. #2
    arjuna
    Notlogin

    Default Re: Obat untuk Diabetes

    Mengenal Diabetes Anda

    Kenali Diabetes Anda lebih dari sekedar suatu penyakit - Strategi dan jalan hidup baru meraih sukses


    Bila anda mengidap diabetes, anda termasuk diantara 30 juta penderita yang berada di Asia Pasifik. Angka ini akan menjadi dua kali lipat pada tahun 2005, akibat kurang olah raga, gaya hidup, dan kurang sadar dalam konsumsi makanan yang sehat. Di Indonesia, kasus Diabetes Mellitus makin lama makin bertambah banyak. Di perkotaan, kemungkinan saat ini hampir 10% penduduk mengidap Diabetes.
    Gaya Hidup serba sibuk masa kini sering membuat kita lupa akan pentingnya berolahraga dan mengatur pola makan. Apalagi sekarang begitu mudah menikmati berbagai jenis makanan yang pada akhirnya menyebabkan pola makan menjadi "tidak seimbang". Jika tidak segera diantisipasi, gaya hidup seperti ini bisa memicu timbulnya penyakit diabetes. Bahkan dalam banyak kasus, tidak sedikit orang yang "tidak sadar" dirinya telah mengidap diabetes. Penderita diabetes yang tidak menjaga gaya hidupnya
    sangat berisiko terkena komplikasi berbagai penyakit mematikan seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan.

    Penyakit ini awalnya tidak terasa, tetapi segera harus waspada jika timbul gejala-gejala seperti:
    - sering merasa haus
    - sering kencing
    - lemas dan pusing
    - kulit kering dan gatal
    - berat badan turun drastis

    atau gejala lain yang lebih serius seperti:
    - perut terasa sakit
    - penglihatan menjadi kabur
    - pernafasan cepat
    - luka yang sukar sembuh.

    Pada dasarnya penyakit diabetes dibagi atas 4 macam:

    Diabetes Mellitus Tipe 1
    Merupakan 5-10% dari semua kasus diabetes, biasanya ditemukan pada anak atau dewasa muda.
    Pankreas mengalami kerusakan dan tidak ada pembentukan insulin, sehingga penderita memerlukan suntikan insulin setiap hari.

    Diabetes Mellitus Tipe 2
    Merupakan 90-95% dari semua kasus diabetes.
    Biasanya ditemukan pada usia di atas 40 tahun, dengan berat badan berlebihan, yang menyebabkan insulin tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga pemecahan gula terganggu, dan kadar gula darah meningkat.

    Diabetes Mellitus Gestasi (Waktu Hamil)
    Diabetes yang didapatkan pada 2-5% wanita hamil, biasanya gula darah kembali normal bila sudah melahirkan, namun risiko si ibu untuk mendapatkan diabetes tipe 2 di kemudian hari cukup besar.

    Diabetes Mellitus Yang Lain
    Merupakan diabetes yang timbul akibat penyakit lain yang mengakibatkan gula darah meningkat, misalnya infeksi berat, pemakaian obat kortikosteroid, dan lain-lain.


    Meski tak dapat disembuhkan, penderita diabetes dapat tetap hidup secara normal dan menikmati segala aktivitasnya. Kuncinya adalah disiplin dalam mengikuti langkah-langkah ‘pengelolaan diabetes’ seperti:
    - olahraga teratur sesuai kondisi
    - cek dan monitor selalu kadar gula darah
    - kontrol ke dokter secara rutin
    - pola makan yang seimbang.

    Sekali anda mengidap diabetes, berarti tubuh anda tidak dapat menggunakan makanan secara normal, umumnya makanan dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa, asam amino, asam lemak dan gliserol, sedangkan kemampuan mengolah glukosa pada penderita diabetes menjadi berkurang, sehingga kadar gula darah meningkat.

    Ada dua penelitian penting yang berhasil menemukan betapa pentingnya kontrol gula darah teratur dan ketat yang secara bermakna dapat mencegah timbulnya komplikasi diabetes.

    Tahun 1993, penelitian Diabetes Control and Complication Trial (DCCT) selama 10 tahun, mendapatkan 60% penderita diabetes tipe 1 dapat dihambat atau dicegah timbulnya komplikasi pada mata, ginjal dan saraf melalui terapi intensif mengontrol gula darah.
    atau dicegah timbulnya komplikasi pada mata, ginjal dan saraf melalui terapi intensif mengontrol gula darah.

    Tahun 1999, penelitian United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) selama 20 tahun, menyimpulkan kontrol ketat gula darah penderita diabetes tipe 2 dapat mengurangi risiko kebutaan, gagal ginjal, dan penyakit jantung.
    Kadar Gula Darah Yang Optimal / Acceptable

    Kadar glukosa darah normal berkisar antara 70-110 mg/dl pada puasa 8 jam atau lebih, 2 jam setelah makan bisa mencapai lebih dari 140 mg/dl.
    Menurut American Diabetes Association 2003 Clinical Practice Recommendations for Adults with Diabetes, pasien diabetes harus diobati hingga kadar gula darah puasa 90 -130 mg/dl (5.0-7.2 mmol/l) dan 2 jam sesudah makan harus dibawah 180 mg/dl
    (<10 mmol/l).

    Menurut criteria WHO, IDF (International Diabetes Federation), serta Konsensus Perkeni (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), maka glukosa darah
    orang normal adalah puasa di bawah 126 mg/dl, dan 2 jam sesudah makan di bawah 200 mg/dl.
    Ada beberapa keadaan yang mempermudah terjadinya diabetes:



    Usia yang bertambah
    Makin bertambahnya usia, kemungkinan terkena diabetes makin besar. Diabetes tipe 2 terutama ditemukan pada
    orang di atas 40 tahun.

    Kurang olahraga dan kebiasaan makan banyak kalori
    Kebiasaan hidup santai, banyak makan terutama makanan kalori tinggi, kurang berolahraga, akan menimbulkan obesitas atau berat badan berlebihan, dan memicu timbulnya diabetes.
    Riwayat diabetes dalam keluarga
    Bila ada kakek, nenek, ibu, ayah, atau sanak saudara yang mengidap diabetes, maka risiko untuk terkena diabetes tipe 1 maupun tipe 2 bertam bah besar.
    Riwayat diabetes gestasi terdahulu
    Melahirkan anak dengan berat badan lebih dari 4 kg.
    Bila tidak dirawat dengan baik, diabetes bisa menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain:

    - koma atau tidak sadarkan diri
    - penyakit mata dan kebutaan
    - penyakit ginjal
    - penyakit jantung
    - stroke
    - gangguan saraf, nyeri, linu, atau kehilangan rasa
    - bisul atau luka kaki, membusuk hingga berakhir dengan amputasi
    - impotensi.
    - koma atau tidak sadarkan diri.



    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar gula darah di bawah normal, hal ini dapat terjadi setiap saat, dan dapat fatal bila tidak segera ditangani.

    Hipoglikemia dapat timbul setelah:
    - minum obat diabetes atau suntik insulin;
    - tidak makan atau merubah jam makan;
    - olahraga berlebihan tanpa disertai makan; atau
    - minum alkohol pada saat perut kosong.
    Beberapa keluhan atau gejala yang terlihat adalah:
    - lemah;
    - pusing, sakit kepala;
    - gemetar, berkeringat dingin, lapar.









    Lemah Pusing Sakit Kepala







    Lapar Gemetar Berkeringat Dingin
    Penderita hipoglikemia harus segera minum manis, disusul dengan makan berkalori, misalnya roti manis atau beberapa biskuit.
    Anjuran untuk penderita diabetes agar jangan terjadi hipoglikemia:
    - kenali dan waspadai tanda-tanda hipoglikemia;
    - selalu membawa permen atau biskuit saat bepergian;
    - buat rencana cermat untuk pengobatan diabetes bersama dokter anda;

    Segera datang ke rumah sakit atau hubungi dokter anda bila pemberian minuman manis dan biskuit tidak menolong.

    Hiperglikemia

    Penderita diabetes selalu cenderung untuk mengalami kadar gula darah yang tinggi atau hiperglikemia, sekalipun sudah mendapatkan pengobatan insulin.

    Beberapa keluhan hiperglikemia adalah:
    - rasa capai tidak semestinya;
    - nafsu makan bertambah dan rasa haus;
    - sering kencing, terutama pada malam hari;
    - penglihatan kabur;
    - kulit kering;
    - luka yang sukar sembuh; dan
    - berat badan menurun.






    Rasa Capai Nafsu Makan Bertambah Rasa Haus Berlebihan







    Penglihatan Kabur Kulit Kering Sering Kencing

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar gula darah di bawah normal, hal ini dapat terjadi setiap saat, dan dapat fatal bila tidak segera ditangani.







    Luka yang sukar sembuh Berat badan menurun

    Apabila kadar gula darah terlalu tinggi, harus dipikirkan beberapa hal:
    - lupa minum obat? dosis kurang atau tidak tepat waktu minum obat?
    - makan berlebihan, atau makan sesuatu yang mengandung banyak gula?
    - kurang berolahraga?
    - stres berlebihan?
    - ada infeksi atau penyakit lain?
    Segera hubungi dokter anda, banyak keluhan akan hilang begitu gula darah kembali normal.

    Ketoasidosis Diabetik

    Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah keadaan serius yang dapat berakhir dengan koma sampai kematian.
    Bila diabetes tidak terkontrol dengan baik, tubuh tidak dapat menggunakan gula dengan baik untuk kebutuhan energi, dan akan terbentuk banyak keton yang berbahaya bagi tubuh.
    KAD harus dirawat intensif di rumah sakit. Penderita diabetes perlu mengenal tanda-tanda KAD dan memeriksa urin dan darah adanya keton dan kadar gula yang sangat tinggi.
    Segera hubungi dokter anda bila ditemukan keluhan-keluhan berikut ini:
    - rasa haus yang berlebihan;
    - kencing yang terlalu sering;
    - mual, muntah, dan nyeri perut;
    - nafas yang cepat dan dalam, bau nafas keton / manis; atau
    - mengantuk dan gangguan kesadaran.
    Faktor Stres

    Stres dapat berasal dari banyak hal, rasa takut, cemas, marah, dapat meningkatkan kadar gula darah. Penyakit demam, flu, infeksi serta penyakit lain juga dapat menyebabkan stres dan meningkatkan kadar gula darah.
    Pada umumnya penderita diabetes harus tetap minum obat diabetes atau suntik insulinnya apabila sedang mengidap sakit lain, gula darah harus tetap dipantau dengan baik.

    Diabetes mellitus merupakan penyakit yang kronis atau menahun, sehingga memerlukan perhatian, pengobatan, serta perawatan yang berkesinambungan dan berlangsung seumur hidup.

    Kedisiplinan merupakan kunci utama dalam pengobatan diabetes, yang meliputi:


    - disiplin dalam mengatur makanan
    - disiplin dalam berolahraga
    - disiplin dalam penggunaan obat, baik tablet maupun suntikan
    - disiplin dalam pemeriksaan gula darah
    - disiplin dalam kontrol atau konsultasi ke dokter.
    Olahraga Teratur

    Olahraga teratur seiring dengan pengaturan diet serta pemberian obat yang cermat, dapat mengurangi risiko timbulnya komplikasi diabetes.
    Selain menurunkan kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin, olahraga mempertahankan berat badan yang ideal, ini berguna sekali dalam pengelolaan diabetes.
    Diskusikan dengan dokter anda, olahraga ringan sampai sedang 30 menit setiap hari sangat dianjurkan bagi penderita diabetes.



    Diet Yang Tepat

    Mengidap diabetes bukan berarti anda tidak boleh menikmati makanan favorit anda. Silahkan mengkonsumsi makanan kesenangan anda namun hindari yang banyak mengandung lemak dan gula.
    - jadwal makanan selalu 3 kali sehari, dengan jarak 4-6 jam
    - banyak mengandung jenis sayuran, kaya serat, rendah karbohidrat dan lemak
    - jumlah makanan disesuaikan untuk mencapai berat badan ideal.
    - Berbeda dengan makanan biasa, diet diabetes harus tepat jadwal, tepat jenis, dan tepat jumlah.

    Tujuan diet diabetes adalah menyesuaikan makanan dengan kemampuan tubuh yang menggunakan dan memerlukannya, sehingga dapat:
    - menjaga kadar gula darah tetap normal
    - mencapai berat badan ideal
    - penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa
    - menghindari komplikasi.
    Makan secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian yang telah dianjurkan oleh dokter dan ahli gizi anda.
    Bahan makanan yang dihindari adalah:
    - gula murni dan bahan makanan yang diolah dengan memakai gula murni seperti gula pasir, gula jawa, madu, sirop, dan lain-lain;
    - makanan yang banyak mengandung lemak, seperti keju, mentega, kuning telor, susu fullcream, santan dan sebagainya;
    - buah-buahan manis seperti mangga, nangka, rambutan, sawo, sirsak,
    nanas, anggur, duku, durian, jeruk manis.
    Bahan makanan yang dibatasi adalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat, seperti nasi, lontong, ketan, jagung, roti, ubi, singkong, talas, kentang, sagu, mie, dan bihun.
    Obat Anti Diabetes Oral

    Selain olaharaga teratur dan diet yang benar, dokter akan meresepkan obat untuk diabetes anda.
    Cara kerja obat anti diabetes oral bermacam-macam:
    - mengurangi resistensi insulin, sehingga insulin bekerja lebih baik dan sel tubuh dapat menyerap glukosa lebih efektif
    - memperbaiki produksi insulin di pankreas
    - mengurangi produksi glukosa di hati
    - mengurangi penyerapan glukosa dari makanan di usus.
    Penderita diabetes tipe 2, pengobatan pilihan adalah memakai tablet obat anti diabetes oral. Bermacam-macam obat oral mempunyai cara kerja yang berbeda, perhatikan cara penggunaannya, sebelum atau sesudah makan, sekali sehari atau dua-tiga kali sehari, baca dengan cermat apa yang tertera pada label obat yang anda terima dari apotik atau resep yang ditulis dokter.
    Suntikan Insulin



    Insulin diberikan pada diabetes tipe 1, diabetes pada kehamilan, serta pada beberapa penderita diabetes tipe 2 yang khusus, misalnya yang tidak terkontrol baik dengan obat oral atau penderita yang kurus.
    Kerja insulin bisa cepat (beberapa menit), sedang (beberapa jam), atau panjang (sampai sehari). Sekarang tersedia pula insulin yang campuran (mixed), antara yang kerjanya cepat, sedang, atau panjang.

    Tempat suntik dapat pada lengan, bokong, atau perut.
    Penggunaan insulin dapat melalui suntikan dibawah kulit (subcutan) pada lengan, paha, atau perut; dapat pula dalam otot (intramuskuler), atau langsung ke pembuluh darah vena (intravena). Ada pula dipakai secara terus menerus dengan pompa (insulin pump) atau “tembak” (tekan semprot) ke dalam kulit (insulin medijector).
    Pemakaian insulin oral atau tetesan masih dalam penelitian.


    Pencegahan dan Deteksi Dini Komplikasi

    Untuk mencegah dan mengetahui adanya komplikasi diabetes awal, perlu program monitoring yang baik, antara lain:
    - periksa gula darah tiap bulan
    - periksa tekanan darah tiap bulan
    - periksa HbA1c tiap 3-6 bulan
    - ukur berat badan tiap 3 bulan
    - periksa lemak darah tiap 3-6 bulan
    - periksa protein dalam urin tiap tahun
    - periksa fungsi ginjal tiap tahun
    - periksa mata tiap tahun
    - periksa kaki tiap hari, kontrol kesehatan kaki ke dokter tiap tahun.

  3. #3
    arjuna
    Notlogin

    Default Re: Obat untuk Diabetes

    10 LANGKAH KONTROL DIABETES MANDIRI


    Jumlah pengidap diabetes kini terus meningkat, Indonesia telah tercatat sebagai negara urutan keempat dengan jumlah diabetes terbanyak di dunia.
    Penanganan diabetes butuh kerjasama suatu tim. Anda butuh bantuan dokter, perawat, ahli gizi, keluarga, teman, dan lain-lain.
    Anda juga harus aktif secara mandiri mengontrol diabetes, agar komplikasi tidak terjadi.

    Berikut ini adalah 10 langkah yang harus bisa anda kerjakan sendiri :
    1. Kontrol Gula Darah dan General Check Up

    Gula darah anda harus selalu terkontrol dengan baik, artinya upayakan tiap hari dalam batas normal. Di bawah 130 mg/dl pada saat puasa 10 jam, dan di bawah 200 mg/dl setelah makan 2 jam. Tiga bulan sekali periksakan HbA1c darah, diabetes yang terkontrol baik akan mempunyai HbA1c di bawah 7 %.
    Anda juga harus melakukan general check up minimum setahun sekali, periksakan fungsi hati, ginjal, jantung, paru, serta organ tubuh atau sistem lainnya.
    2. Periksa Kolesterol Darah

    Pada diabetes mudah diikuti dengan kenaikan lemak darah, yaitu kolesterol total meningkat, juga kolesterol LDL (lemak yang jahat) dan trigliserida darah yang lebih tinggi dari normal, sedangkan kadar kolesterol HDL (lemak yang baik) cenderung turun.
    Bagi orang diabetes, kolesterol total harus dibawah 200 mg/dl, kolesterol LDL dibawah 100 mg/dl, dan trigliserid harus dibawah 150 mg/dl; sedangkan untuk kolesterol HDL, harus diatas 40 mg/dl bagi pria atau diatas 50 mg/dl bagi wanita.
    3. Kontrol Tekanan Darah

    Pasien diabetes 2 kali lebih mudah terkena tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipertensi pada diabetes meningkatkan risiko komplikasi penyakit jantung koroner, stroke, serta kerusakan ginjal.
    Hipertensi harus dipantau setiap hari, selain diet rendah garam, olahraga aerobik teratur, minumlah obat anti hipertensi dengan disiplin. Harus diupayakan tekanan darah selalu dibawah 130/80 mmHg. Apabila ada kerusakan ginjal, maka tekanan darah harus dibuat lebih rendah lagi.
    4. Turunkan Berat Badan

    rang diabetes umumnya gemuk. Berat badan yang berlebihan ini bisa menyebabkan kontrol gula menjadi lebih sukar, karena insulin tidak dapat bekerja dengan baik. Turunkan berat badan yang berlebihan dengan diet yang sehat dan olahraga teratur.
    5. Perhatikan Mata

    Diabetes merupakan penyebab kebutaan pada orang dewasa yang paling sering.
    Begitu anda didiagnosa sebagai pengidap diabetes, perlu segera memeriksakan mata ke dokter spesialis mata. Selanjutnya setiap tahun perlu kontrol retina dan visus.
    Apabila gula darah tidak terkontrol dengan baik, ada tekanan darah tinggi, komplikasi ginjal, atau sedang hamil, maka pemeriksaan mata perlu dilakukan beberapa kali dalam setahun.

    6. Kebersihan Mulut dan Gigi

    Gula darah yang tinggi menurunkan daya tahan tubuh, sehingga orang diabetes mudah terkena infeksi. Infeksi sering timbul pada rongga mulut dan gigi, yang dapat menjalar masuk peredaran darah bahkan menjadi infeski di jantung dan ginjal.
    Orang diabetes harus gosok gigi dengan bersih dua kali sehari. Anda juga harus datang periksa ke dokter gigi dua tahun sekali.
    7. Rawat Kaki dengan Baik

    Kaki harus dicuci tiap hari dengan sabun lembut, disiram air, dibilas, kemudian dikeringkan, terutama sela-sela jari kaki. Kaki yang kering perlu krim pelembut satu dua kali sehari, tapi jangan di sela kaki, karena keadaan basah mempermudah infeksi. Selalu pakai kaos kaki untuk melindungi kuku dan jari. Jangan sembarang memotong kuku, hati-hati bila terjadi luka, pasien diabetes yang penglihatannya kabur perlu bantuan orang lain untuk memotong kuku.
    Hindari panas, misalnya rendam air panas atau kompres panas, karena gangguan saraf perasa bisa menyebabkan luka bakar dan infeksi.
    Jangan telanjang kaki, sekalipun berjalan dari kamar tidur ke kamar mandi.
    Ukuran sepatu harus pas dengan ukuran kaki, jangan membuat kaki anda jadi merah nyeri karena terlalu ketat, kulit kaki bisa lecet dan infeksi. Anda dianjurkan memakai sepatu untuk jalan atau lari (walking or running shoes), karena lebih empuk dan ringan. Periksa sepatu jangan sampai kemasukan benda asing sebelum anda memakainya.
    8. Jangan Merokok

    Penderita diabetes harus berhenti merokok.
    Merokok menambah risiko terkena diabetes. Bila anda merokok 16 – 25 batang sehari, kemungkinan anda mengidap diabetes menjadi naik 3 kali lipat.
    Merokok juga menambah risiko komplikasi pada diabetes. Selain kontrol glukosa menjadi lebih sukar, nikotin merusak pembuluh darah, sehingga mudah terjadi stroke, penyakit jantung koroner, serta gangguan aliran darah kaki, dan mudah terjadi pembusukan kaki atau ganggren bila ada luka yang terinfeksi.
    Komplikasi pada ginjal dan saraf meningkat 2 kali lipat bila anda merokok. Impotensi juga mudah timbul.
    9. Minum Aspirin

    Aspirin bisa mencegah risiko terserang sakit jantung dan stroke. Minum obat aspirin dosis kecil 80 – 100 mg sekali sehari, terutama bagi yang sudah berumur 40 tahun keatas, punya riwayat keluarga sakit jantung, tekanan darah tinggi, perokok, serta kolesterol tinggi.
    Aspirin jangan diberikan apabila ada sakit lambung, riwayat perdarahan, atau alergi terhadap aspirin.
    10. Hindari Stres

    Sumber stres bisa dari fisik (cedera atau penyakit), dapat pula dari mental atau pikiran.
    Stres menaikkan adrenalin, yang mempunyai efek melawan insulin, sehingga kadar gula darah akan naik. Selain itu, orang stres tidak lagi menghiraukan diabetesnya, sehingga pengobatan menjadi makin kacau berantakan.
    Upayakan hidup relaks, olahraga teratur, tarik nafas dalam, berkonsultasi dengan orang lain yang bisa membantu dan memberi semangat, bila perlu datanglah ke dokter dan minumlah sedikit obat penenang dosis kecil.

  4. #4
    arjuna
    Notlogin

    Default Re: Obat untuk Diabetes


    BAGI pembaca yang menderita diabetes ringan maupun yang sudah akut, baik basah maupun kering, bahkan yang sudah mengalami luka dan tak mau kering, ada baiknya mencoba terapi yang pernah saya lakukan dan berhasil sampai sekarang.
    Empat tahun lalu, saya merasakan gejala penyakit diabetes. Stamina mendadak ngedrop, sering pegal-pegal, gampang merasa lelah, dan sering buang air. Yang paling terasa adalah hasrat seks yang merosot tajam, frekuensi hubungan seks tak seintens biasanya.
    Awalnya saya menganggap gejala ini wajar pada pria seusia saya yang sudah menginjak kepala lima. Namun betapa kagetnya saat cek medis, dokter mengatakan kadar gula darah saya sangat tinggi, 260.
    Saya pun mencoba pengobatan ke sana-kemari. Bahkan, semua anjuran teman rasanya sudah dicoba tanpa hasil.

    Di tengah kekalutan pikiran karena penyakit ini tak kunjung sembuh, waktu mudik tahun lalu saya mendapat saran dari tetangga di desa yang kedengarannya mustahil, saya diminta menelan undur-undur hidup.

    Rasanya memang aneh, saya sendiri setengah tidak percaya saat mencoba. Namun, ternyata justru terapi ini yang menyembuhkan penyakit diabetes. Sekarang sudah genap setahun berjalan, diabetes saya tak pernah kambuh lagi.
    Jika Anda ingin mencoba, caranya cukup mudah. Carilah hewan undur-undur yang masih banyak terdapat di perdesaan.
    Hewan ini biasanya hidup dengan membuat lubang di permukaan tanah samping rumah. Banyak yang belum tahu, mengonsumsi hewan ini ternyata dapat mengobati penyakit diabetes secara cespleng.

    Jika Anda merasa jijik untuk menelan langsung, undur-undur hidup bisa dimasukkan ke kapsul lalu ditelan. Agar diabetes dapat sembuh secara permanen dan tidak naik lagi, minumlah bersama rebusan daun dewadaru dan awar-awar.

    Minum secara rutin dua hari sekali selama lima kali, yakinlah penyakit diabetes yang menggerogoti tubuh Anda pasti sembuh total dan tak kambuh lagi. Luka pun akan cepat mengering. Untuk memastikan tingkat kadar gula turun, Anda bisa kontrol medis ke dokter.
    Sekadar diketahui, pohon dewadaru dikenal masyarakat Jawa sebagai pohon keramat dan memiliki kekuatan magis. Orang kuno memercayai kandungan zat yang terdapat pada bagian pohon ini baik daun, batang, maupun akarnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
    Sampai sekarang pohon ini mudah ditemui dan hidup secara liar di berbagai tempat. Namun, jika kesulitan mencari pohon dewadaru dan awar-awar, Anda tidak perlu khawatir karena ekstrak pohon sudah banyak dijual bebas di pasaran dalam bentuk suplemen.
    Nah, selamat mencoba, semoga bermanfaat.

  5. #5
    gustirangda
    Notlogin

    Thumbs down Re: Obat untuk Diabetes

    Informasi ini bersumber dari seorang kawan bapak:
    Cari sawo yang masih muda, yang masih seukuran jempol kaki. Belah dua, rebus, lalu minum airnya.
    Pada kasusnya, penyakit diabetesnya sembuh dalam waktu sekitar 15 hari.



    Update :
    Kakak bapak saya juga menderita diabetes. Yang beliau lakukan adalah memakan biji pohon mahoni, 3x sehari. Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama beliau sudah sehat kembali.
    Kelebihan biji mahoni adalah harganya (murah, Rp 3000 sudah dapat 250 gr, cukup banyak) dan mudah didapatkan (di pasar bintaro ada).
    Mengenai undur-undur / teripang yang banyak dibahas di komentar posting ini, saya tidak bisa berkomentar karena belum ada kenalan terpercaya yang sudah mencobanya.

  6. #6
    arjuna
    Notlogin

    Default Re: Obat untuk Diabetes

    VIVAnews - Sebuah obat yang populer digunakan untuk mengobati diabetes Tipe 2 kemungkinan berpotensi menimbulkan efek samping berupa gangguan pankreas (kelenjar ludah perut) tingkat rendah bagi beberapa pasien. Namun bila obat itu sering dikonsumsi sejak lama, pemakai berisiko terkena kanker pankreas.

    Demikian hasil tim peneliti dari Universitas California (UCLA), Amerika Serikat, seperti yang dimuat di laman ScienceDaily, 1 Mei 2009. Menurut tim peneliti, obat diabetes yang dimaksud adalah sitagliptin, yang dijual dalam bentuk pil dengan nama Januvia, yang dipasarkan oleh Merck & Co. Inc.

    Obat itu menimbulkan gangguan dalam pankreas. Selain itu, salah satu organ penting dalam sistem pencernaan dalam tubuh itu bisa jadi meradang. Untuk jangka panjang, efek paling parah adalah penyakit kanker pankreas.

    Sitagliptin merupakan anggota suatu kelas baru obat-obatan yang bisa meningkatkan kinerja hormon usus yang dikenal sebagai peptide 1 yang menyerupai glucagon (GLP-1). Hormon itu terbukti efektif dalam menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes Tipe 2.

    "Diabetes Tipe 2 merupakan penyakit seumur hidup. Penderita pun mengonsumsi obat yang sama selama bertahun-tahun, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan efek samping dengan munculnya risiko kanker pankreas," kata dr. Peter Butler, direktur Hillblom center merangkap ketua tim peneliti.
    "Masalahnya sekarang adalah efek-efek yang tidak diinginkan dari obat itu bagi pankreas tidak akan bisa dideteksi oleh manusia kecuali pankreasnya dikeluarkan dari tubuh dan diteliti," lanjut Butler.

    Peneliti juga mempelajari keterkaitan antara Byetta - sebuah obat yang juga digunakan untuk diabetes Tipe 2 yang terkait dengan Hanuvia - dan radang pankreas. Oleh karena itu Dinas Pengawasan Makanan dan Obat di AS (FDA) mengeluarkan surat peringatan kepada Amylin Corp, yang memproduksi Byetta, kendati belum ada hasil pasti mengenai keterkaitan obat itu dengan gangguan pankreas.

    Yang pasti, tim dari UCLA menilai bahwa kemungkinan ada keterkaitan antara obat yang meningkatkan aksi GLP-1 dengan radang pankreas.

    Namun, Butler mengakui timnya baru menerapkan percobaan kepada tikus. Jadi, mungkin saja ada efek-efek yang ditemukan pada tikus tidak terjadi pada manusia. "Jadi, sambil menunggu data-data lain, alangkah baiknya bila sementara ini cukup menggunakan obat kelas GLP-1 dengan metformin," kata Butler.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>