Gempa Dan Tsunami Dari 1556-2006 (I)
Tsunami adalah istilah Jepang yang berarti ombak besar di pelabuhan. Ombak itu datang setelah terjadi gempa bumi dalam laut, tanah runtuh, aktivitas gunung berapi atau hantaman meteor. Berikut ini gempa bumi dahsyat dan gelombang Tsunami, intensitas, lokasi, dan jumlah korban tewas yang terjadi tahun 1556 hingga 2006:
23 Januari 1556
Gempa setara 8 Skala Richter terjadi di Cina menewaskan 830.000 jiwa.
28 Februari 1755
Gempa besar terjadi di Iran, namun tidak diperoleh informasi seberapa besar kekuatannya hanya tercatat jumlah korban tewas sebanyak 200.000 orang.
Tahun 1775
Gempa mengguncang Lisabon. Pusat gempa di perairan Atlantik Utara, menyebabkan gelombang tsunami setinggi tujuh meter yang menghantam Portugal, Spanyol dan Afrika Utara, menyebabkan 60.000 korban jiwa.
10 April 1815
Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, NTB meletus. Letusannya setara dengan enam juta kali kekuatan bom atom. Selain menelan 100.000-an korban jiwa, semburan asapnya juga mencapai ketinggian 44 kilo meter dan mengakibatkan gelombang tsunami setinggi empat meter. Gelap gulita selama tiga hari akibat pekatnya debu terjadi dalam radius 600 kilo meter dari pusat letusan. Sementara itu, di bumi belahan utara, suhu turun hingga 0,7 derajat Celcius. Penduduk Eropa dan Amerika Utara pun harus merelakan satu musim panas di tahun itu. Perubahan cuaca yang drastis ini menyebabkan penyebaran wabah penyakit dan kelaparan akibat gagal panen di seluruh dunia.
27 Agustus 1883
Meletusnya Gunung Krakatau, gunung api bawah laut di Selat Sunda. Aktivitas gunung diawali 20 Mei 1883 berupa semburan abu dan uap setinggi 11 km dan suaranya terdengar sejauh 200 km. Puncaknya pada 27/8/1883 yang dentumannya terdengar hingga Singapura dan Australia. Erupsi menyemburkan batu apung dan abu setinggi 70-80 km, yang endapannya menempati area 827.000 km persegi. Runtuhan gunung api ini menimbulkan tsunami setinggi 20 m. Gelombang pasang itu menyebar hingga 120 km dari pusat letusan, diperkirakan sedikitnya 36.417 jiwa lenyap dan desa-desa di kepulauan sekitarnya musnah binasa.
31 Januari 1906
Gempa di Ekuador berkekuatan 8,8 Skala Richter di dekat pantai Ekuador dan Kolombia, memicu gelombang tsunami besar yang menewaskan 1.000 orang. Getaran gempa terasa sampai di seluruh pesisir pantai di Amerika Tengah, San Francisco dan Jepang.
20 Mei 1919
Gunung Kelud di Blitar, Jawa Timur, meletus pada tangah malam. Lima ribu orang menjadi korban karena tidak sempat menyelamatkan diri dari timpaan hujan batu dan terjangan lahar. Bencana tersebut memberi pelajaran bagi pemerintah untuk mengurangi volume air yang ada di danau kawah. Empat tahun kemudian dibangun terowongan dari kawah menuju barat untuk mengalirkan air ke Kali Badak. Enam belas tahun lalu, tepatnya 10 Februari 1990, Gunung Kelud kembali meletus. Sebanyak 34 jiwa melayang akibat ambruknya atap tempat pengungsian, buka karena imbas ledakan.
Ilustrasi terjadinya gelombang tsunami
3 Februari 1923
Kamchatka, Rusia dilanda gempa berkekuatan 8,5 SR
1 September 1923
Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter terjadi di Tokyo, Jepang, menewaskan sekurangnya 140.000 jiwa.
1 Februari 1938
Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter terjadi di Laut Banda, Indonesia, memicu gelombang tsunami yang menyebabkan kerusakan di Banda dan Kai.
15 Agustus 1950
Tibet/India dilanda gempa berkekuatan 8,6 SR, dua ribu rumah, candi dan mesjid hancur sekurangnya 1.500 orang tewas.
4 November 1952
Gempa 9 Skala Richer terjadi di timur semenanjung Kamchatka, Rusia, memicu gelombang tsunami di Hawai.
9 Maret 1957
Gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter terjadi di Alaska. Gunung Vsevidof di pulau Umnak, kepulauan Andreinof meletus --setelah tidur 200 tahun-- menimbulkan gelombang tsunami setinggi 15 meter yang sampai ke Hawai.
22 Mei 1960
Gempa terbesar yang tercatat dalam sejarah sebesar 9,5 Skala Richter terjadi di Chile. Menghancurkan Santiago dan Cencepcion. Gempa ini memicu gelombang tsunami dan letusan gunung berapi, sekitar 5.000 orang tewas dan dua juta orang kehilangan rumah.
Tahun 1963
Gempa di Kepulauan Kuril setara dengan 8,5 Skala Richter
4 Februari 1964
Gempa di Alaska berkekuatan 8,7 SR memicu gelombang tsunami setinggi 10,7 meter di pulau Shemya.
28 Maret 1964
Gempa berkekuatan 9,2 SR terjadi di Prince Silliam Sound, Alaska, merenggut 125 nyawa dan menimbulkan kerugian 311 juta dolar AS. Gempa dirasakan mulai daerah Alaska, daerah barat Yukon dan British Columbia, Kanada.
Tahun 1965
Gempa terjadi di di Alaska dengan kekuatan 8,7 Skala Richter
28 Juli 1976
Wilayah Tangshan, Cina diguncang gempa berkekuatan 7,8 hingga 8,2 Skala Richer menewaskan 240.000 jiwa.




LinkBack URL
About LinkBacks



Reply With Quote

Bookmarks