Saya lagi ingin membuat artikel mengenai :- Perlukah dosen kedokteran mampu membuat blog?
- Perlukah dosen kedokteran mampu menjalankan course management system seperti moodle atau Atutor?
- Perlukah dosen kedokteran mampu membuat ebook?
- Perlukah dosen kedokteran mampu membuat CAL (computer assisst learning)?
PERLUKAH DOSEN MAMPU MEMBUAT EBOOK?
Apakah EBook?
Elektronik Book atau yang dikenal dengan EBook merupakan bentuk buku yang berisi tulisan yang dikemas dalam bentuk digital. Visi dari eBook adalah sebagai format alternatif sebuah buku/dokumen yang bisa di-download dan dibaca dengan mudah kapan pun dan di mana pun.
Apakah kelebihan dan Kekurangan EBook?
Sekarang ini, apabila kita sering searching di internet, kita sering berjumpa dengan promosi penjualan buku dalam bentuk EBook, mulai dari judul EBook bagaimana membuat EBook itu sendiri, EBook komik/novel, bahkan Ebook untuk pendidikan.
Mengapa EBook menjadi popular saat ini?. Penulis berpendapat bahwa Ebook memiliki kelebihan yang tidak didapat oleh buku dalam bentuk cetakan. Pertama, EBook dapat menampilkan metode pencarian kata dengan cepat apabila kita ingin mencari kata-kata tertentu (dilengkapi searching tool). Kedua EBook juga dapat dilengkapi text size viewer, dimana ukuran huruf dalam EBook itu dapat kita setting sesuai keinginan mau besar, besar sekali atau kecil. Ketiga, isi EBook dapat dibuat interaktif dengan berisi suara, video atau animasi. Keempat, EBook sangat murah dalam biaya produksinya. Kelima EBook dapat disimpan, digandakan dan dibawa serta mudah diarsipkan dan didistribusikan (digital library). Kerugian EBook yang utama adalah untuk membukanya diperlukan perangkat computer atau perangkat sejenisnya. Namun hal ini seiring dengan murahnya perangkat computer ini dan telah tersedianya di mana-mana hal ini tentu saja tidak menjadi masalah lagi.
Format EBook ada bermacam-macam, tetapi penulis lebih menyukai format EBook seperti PDF (portable document file) dan HTML.
Apakah hubungan EBook dengan sumber belajar?
EBook dapat digunakan sebagai sumber belajar yang murah dan efektif. Dengan membuat EBook mengenai mata kuliah yang diajarkan dosen maka sudah terciptalah salah satu sumber belajar dan akan terus menambah koleksi sumber belajar yang ada. Untuk membuat EBook ini dosen tidak harus membuat sebuah EBook sampai beratus-ratus halaman. Dengan duapuluh halaman saja sudah cukup untuk dikatakan EBook. Handout dan diktat kuliah pun tidak perlu lagi dicetak atau difotokopi yang memakan banyak biaya. Penulis pernah mengalami selama pendidikan di fakultas kedokteran, dimana handout dan materi kuliah yang disampaikan oleh dosen dan telah disusun dan diketik ulang oleh tim mahasiswa FK diperbanyak dengan cara difotokopi. Bayangkan saja dalam satu semester koleksi fotokopian ini telah memenuhi hampir sepertiga ruangan kos-kosan penulis yang terbilang kecil. Belum lagi tim HSC (tim yang menyusun ulang materi kuliah dosen) yang sudah bersiap-siap meminta biaya tagihan fotokopian yang membuat penulis harus menyisihkan sebagian uang makan sehingga makan menjadi hanya 2 kali sehari. Dan juga ada kendala pendistribusian yang mana penulis sering telat menerima handoutnya. Oleh karena itu dengan membuat handout ini dalam bentuk Ebook dapat menghemat biaya dan memudahkan pendistribusian (dgn di attached dlm email).
PERLUKAH DOSEN MAMPU MEMBUAT EBOOK?
Memang dosen kadang-kadang terkendala dalam membuat alat /media belajar khususnya yang menggunakan ICT seperti EBook dikarenakan susahnya program untuk membuat media ini.
Tetapi sekarang ini untuk membuat EBook sudah sangat mudah, contohnya untuk membuat Ebook dapat menggunakan Natata Ebook dan Ebook Maestro yang mana program ini bersifat gratis.
Perlunya seorang dosen mengetahui cara membuat sebuah media yang berbasis ICT agar para dosen dapat lebih mengembangkan kreativitasnya. Kadang-kadang kalau kita menyerahkannya ke developer media program , apa yang kita minta dan hasil yang jadi tidak sesuai keinginan. Hal ini mungkin saja adanya pemahaman dimana dosen hanya tahu isi materi media tersebut dan gunanya untuk pembelajaran , sedangkan programernya hanya tahu membuat medianya dan tidak isi dan cara penyampaian isi media tersebut ke peserta didik.
Oleh karena itu gap inilah yang perlu diperantarai oleh dosen yang mengetahui instruksional design, dan tahu sedikit (kalau bisa banyak) cara membuat media tsb. Apalagi kalo ada proyek kan kalau dosennya mengerti cara membuatnya kan dosen bisa ikut proyek (tidak disarankan karena berbau KKN, :-).
Ya setidak-tidaknya dosennya tidak ditipu mengenai harga pembuatan media tersebut.
Bookmarks