Kampoeng Cyber di Surabaya, Warga Sekampung Akses Internet Gratis
SURABAYA – Pernah membayangkan jika satu kampung terkonekasi internet ”nyaris” gratis? Disebut nyaris gratis karena warga kampung hanya dikenakan biaya jika mengakses content internasional. Sedangkan jika content lokal gratis abis.
Itulah saat ini yang terjadi di Kampung Rungkut Asri Utara Surabaya. Adalah Budi Juniarto, warga Kampung Rungkut Asri Utara, bersama dengan Radnet -- penyedia jasa internet mempunyai ide sederhana untuk mewujudkan tantangan besar tadi di kampungnya, Kampoeng Cyber.
Budi dibantu warga kampung berinfaq untuk menyediakan hardware dan Radnet yang mencari solusi menyediakan bandwidth dan content dan aplikasi ”kelas kampung” sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR).
Memang setelah hardware, biaya terbesar adalah bandwidth, yaitu semacam jalan raya virtual yang dilalui data dan informasi. Bukan rahasia bahwa komponen biaya bandwidth termahal adalah sambungan internasional.
Konon di Hongkong (atau negara lainnya) biaya bandwidth sangat murah karena mayoritas content tersedia secara lokal, sehingga lalu lintas hanya berputar-putar secara lokal. Inilah kunci ”kretek internet”, dan inilah yang menyebakan Cak Pi’i dan Pak Bos bisa mengakses internet (mendekati) gratis di Kampoeng Cyber.
”Bagi Depkominfo, upaya untuk menurunkan komponen biaya bandwidth yang kini masih sulit terjangkau, memang menjadi salah satu program berkait dengan keterjangkauan harga (affordability),” kata M Nuh Menteri Depkominfo.
Dan saat ini telah dilakukan dengan membuka tender baru bagi penyelenggara SLI, dimana yang menjadi salah satu syarat penting dalam tender itu, peserta atau pemenang nanti tidak boleh dari dua penyelenggara SLI yang kini sudah ada dan juga tidak boleh punya kepemilikan silang dan diharuskan membangun infrastruktur baru.




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks