All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 2 of 2
  1. #1
    PJ Forum yafet is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Mar 2007
    Kiriman
    399
    Rep Power
    10

    Red face Bahasan tentang Konfigurasi Apache

    Konfigurasi Apache

    File konfigurasi Apache terletak di direktori /var/apache/conf (atau PREFIX/conf, tergantung direktori yang Anda set saat configure Apache ditahap instalasi) atau /var/lib/apache/conf jika Anda instal lewat binary Slackware. Nama filenya adalah httpd.conf, srm.conf dan access.conf.

    httpd.conf merupakan file yang dieksekusi pertama kali saat Apache dijalankan. Didalamnya berisi konfigurasi secara umum. srm.conf adalah file konfigurasi yang dieksekusi setelah httpd.conf. Disarankan untuk membiarkan file konfigurasi ini tetap kosong. Dan access.conf merupakan konfigurasi untuk memfilter host-host yang boleh mengakses layanan Apache

    File Konfigurasi Apache
    Secara default, Apache memisahkan file konfigurasinya menjadi 3 bagian, yakni httpd.conf, srm.conf dan access.conf. Namun semua binary program pada distribusi yang dicobakan (Slackware 7.0) menyatukannya dalam satu file yakni httpd.conf. File ini dibagi menjadi 3 bagian utama :
    1. Global environment
    Berisi konfigurasi Apache secara umum, seperti berapa banyak user dapat mengakses pada saat yang bersamaan.
    1. Section (Main) Configuration
    Konfigurasi utama yang tidak termasuk dalam virtual host. Bagian ini juga termasuk seting default untuk virtual host.
    1. Virtual host
    Konfigurasi untuk virtual host, yakni memanggil nomor IP dan DNS yang berbeda meskipun masih dalam satu administrasi oleh Apache.
    Berikut pembahasan beberapa contoh pilihan konfigurasi file httpd.conf. Pilihan yang disampaikan di sini mengacu pada file httpd.conf yang diberikan secara default oleh Apache selesai instalasi.


    Global Environment


    ServerType [standalone/inetd]
    Pilihan untuk menentukan apakah menjalankan Apache sebagai http daemon sendiri atau lewat inetd. Pilihan inetd hanya untuk platform Unix.

    ServerRoot ”/var/lib/apache”
    Direktori utama di mana file konfigurasi, dan log diletakkan.

    LockFile /var/run/httpd.lock
    Direktori untuk lock file. Disarankan menyimpannya dalam direktori lokal.

    PidFile /var/run/httpd.pid
    File yang dipergunakan server untuk merekam nomor identifikasi proses (pid) saat apache dijalankan.

    ScoreBoardFile /var/run/httpd.scoreboard
    File yang dipergunakan untuk merekam informasi internal dari proses server.

    ResourceConfig conf/srm.confAccessConfig conf/access.conf
    Pilihan untuk membaca file srm.conf dan access.conf secara berurutan. Anda dapat membiarkannya ditandai pagar, karena Apache secara default telah memproses kedua file tersebut secara berurutan. Anda dapat mengisinya dengan /dev/null jika ingin Apache mengabaikan dua file tersebut.

    Timeout 300
    Jumlah detik sebelum server mengeluarkan pesan time out.

    KeepAlive On
    Untuk menentukan apakah server memperbolehkan lebih dari satu permintaan dalam satu koneksi. Untuk non-aktif, isikan Off.

    MaxKeepAliveRequests 100
    Jumlah maksimum permintaan yang diperbolehkan dalam satu koneksi yang bersamaan. Nilai 0 bernilai tak terhingga.

    KeepAliveTimeout 15
    Jumlah detik untuk menunggu permintaan berikutnya dari klien yang sama dan koneksi yang bersamaan.

    MinSpareServers 5MaxSpareServers 10
    Pilihan ini untuk mengatur proses yang dijalankan oleh apache. Apache secara dinamis mengatur prosesnya untuk mencapai kinerja yang maksimal. Jika nilai server yang menganggur lebih kecil dari nilai MinspareServer, maka apache akan membuat spare baru. Begitu pula sebaliknya, jika lebih besar dari nilai MaxSpareServer maka beberapa spare akan dimatikan. Nilai default sudah cukup memadai untuk kebanyakan server.

    StartServers 5
    Jumlah server yang berjalan saat diaktifkan.

    MaxClients 150
    Jumlah maksimal server yang dijalankan. Misalnya nilai ini mencerminkan jumlah maksimal klien mengakses secara simultan. Jika nilai ini terpenuhi, maka klien akan ‘terkunci’. Disarankan untuk tidak memberikan nilai yang rendah.

    MaxRequestsPerChild 30
    Jumlah permintaan maksimal untuk mempergunakan child process.
    Catatan :
    Child process adalah proses yang muncul karena ada proses di atasnya. Jika proses di atasnya mati, maka child process ikut mati. Di sistem Unix, proses dijalankan dengan berjenjang, dan puncak segala proses adalah init.

    Listen 3000Listen 12.34.56.78:80
    Mengikat Apache untuk melayani port spesifik dan atau alamat IP yang spesifik pula. Konfigurasi ini bermanfaat jika ingin menggunakan satu mesin dengan beberapa nomor IP dan atau beberapa nama DNS samaran (Canonical DNS address).

    BindAddress *
    Dukungan Virtual hosts dengan memerintahkan Apache untuk mengikat beberapa alamat. Pilihan ini bisa diisi * , alamat IP atau nama domain internet yang memenuhi syarat.
    Kode:
    LoadModule env_module libexec/mod_env.soLoadModule config_log_module libexec/mod_log_config.so LoadModule mime_module libexec/mod_mime.so LoadModule negotiation_module libexec/mod_negotiation.so LoadModule status_module libexec/mod_status.so LoadModule includes_module libexec/mod_include.so LoadModule autoindex_module libexec/mod_autoindex.so LoadModule dir_module libexec/mod_dir.so LoadModule cgi_module libexec/mod_cgi.so LoadModule asis_module libexec/mod_asis.so LoadModule imap_module libexec/mod_imap.so LoadModule action_module libexec/mod_actions.so LoadModule userdir_module libexec/mod_userdir.so LoadModule alias_module libexec/mod_alias.so LoadModule access_module libexec/mod_access.so LoadModule auth_module libexec/mod_auth.so LoadModule setenvif_module libexec/mod_setenvif.so
    Agar DSO dapat berjalan dengan maksimal (Baca tentang Dynamic Shared Object di sub bab sebelumnya), Anda harus tempatkan modul sehingga mereka dijalankan secara urut.

    ClearModuleList
    Bagian ini merupakan rekonstruksi dari modul yang dijalankan sebelumnya. Jika Anda mengganti urutan atau entri pada bagian sebelumnya, Anda juga harus mengupdate bagian ini.

    Kode:
    AddModule mod_env.cAddModule mod_log_config.c AddModule mod_mime.c AddModule mod_negotiation.c AddModule mod_status.c AddModule mod_include.c AddModule mod_autoindex.c AddModule mod_dir.c AddModule mod_cgi.c AddModule mod_asis.c AddModule mod_imap.c AddModule mod_actions.c AddModule mod_userdir.c AddModule mod_alias.c AddModule mod_access.c AddModule mod_auth.c AddModule mod_so.c AddModule mod_setenvif.c
    ExtendedStatus On
    Pilihan untuk menampilkan informasi status server lebih banyak. Jika diset Off, maka informasi status menjadi standar.

    ‘Main’ server configuration
    Bagian ini dipergunakan untuk menentukan nilai-nilai yang dipergunakan oleh server, dan semua permintaan yang tidak dapat ditangani oleh ‘virtual host’. Bagian ini juga berisi nilai default yang nantinya akan dipergunakan di bagian ‘virtual host’.
    Beberapa konfigurasi dari bagian berikut tidak akan berpengaruh jika Anda tentukan sebelumnya Apache berjalan dengan model inetd. Jika memang demikian, lompati beberapa bagian berikut, dan langsung menuju ke parameter ServerAdmin.

    Port 80
    Port yang dipergunakan oleh server. Jika menggunakan port 1023, jalankan httpd sebagai root.

    User nobodyGroup nogroup
    Nama user dan group yang menjalankan httpd. Perlu dicatat di mesin HPUX, user nobody tidak ada akses ke memori, dan disaranakan untuk membuat user dan grup khususu untuk menjalankan httpd.

    ServerAdmin root@domain.Anda.com
    Alamat yang dipergunakan untuk mengirim/memberitahukan halaman-halaman yang dibuat secara otomatis oleh server. Misalnya, pesan-pesan kesalahan.

    ServerName domain.anda.com
    Dipergunakan untuk seting nama yang akan diberikan kepada user. Anda dapat pergunakan nama lain selain nama host Anda. Untuk pemberian nama, harus nama DNS yang valid, sesuai dengan seting name server yang mencatat mesin Anda. Lihat bahasan tentang server DNS. Jika tidak yakin, isikan nomor IP. Misal ServerName 192.168.1.2

    DocumentRoot ”/var/lib/apache/htdocs”
    Direktori utama yang dipergunakan untuk menyimpan file html. Anda bisa membuat link simbolik jika ingin meletakkannya dalam direktori lain.
    Pilihan ini biasanya diikuti beberapa atribut yang memastikan bahwa direktori tersebut diakses secara benar oleh user, dengan kontrol tertentu tanpa mengganggu keamanan dari direktori yang dilayankan pada publik. Untuk keterangan singkat dari atribut yang ada pada tiap direktori, Anda bisa baca sub bagian yang lain, yakni ‘Atribut Direktori’. Berikut atribut yang diberikan secara default oleh Apache terhadap DocumentRoot.

    Options FollowSymLinks AllowOverride None


    Options Indexes FollowSymLinks
    Order allow,deny
    Allow from all


    UserDir public_html
    Nama direktori yang ditambahkan ke dalam direktori home dari user, jika ada permintaan user. Misal, permintaan http://nama.domain.anda/fade akan membuat direktori public_html di direktori home untuk user fade. Anda dapat memberikan seting secara default dari direktori tersebut, misalnya :

    AllowOverride FileInfo AuthConfig Limit Options MultiViews Indexes SymLinksIfOwnerMatch IncludesNoExec

    Order allow,deny
    Allow from all


    Order deny,allow
    Deny from all


    Kesulitan dalam penerapan direktori ini biasanya adalah Access Forbidden atau User not Found. Untuk itu pastikan bahwa :
    1. User yang bersangkutan terdaftar dalam sistem
    2. Pemilik daemon httpd punya hak baca terhadap direktori tersebut.
    3. Perhatikan konfigurasi file .htaccess yang ada di tiap direktori.

    DirectoryIndex index.html index.htm default.htm
    Nama file yang dijalankan secara otomatis pada saat membuka indeks direktori. Anda dapat memasukkan nama lain dengan spasi, sebagaimana contoh di atas.

    AccessFileName .htaccess
    Nama file yang dilihat saat mengakses masing-masing direktori. File ini untuk informasi kontrol akses. Hal ini berkaitan dengan pilihan berikut :

    Order allow,deny Deny from all

    Pilihan tersebut menghindarkan file .htaccess untuk dibaca user lewat web. File ini perlu dilindungi karena berisi informasi host-host yang punya hak akses atau tidak. Pastikan Anda mengubah file di sini jika Anda mengubah AccessFileName yang telah didefinisikan sebelumnya.

    CacheNegotiatedDocs
    Memungkinkan proxy untuk menyimpan cache web dari server. Jika Anda menghilangkan pilihan ini (dengan memberi tanda pagar di depannya, maka Apache akan mengirim 'Pragma: no-cache' pada setiap dokumen yang diakses. Hal ini berarti jika user mengakses lewat proxy, maka Apache meminta proxy tersebut untuk tidak melakukan caching terhadap halamannya.

    UseCanonicalName On
    Jika diset off maka server akan mengembalikan response hostnameort jika canonical name diakses. Jika diset on, maka Apache akan menggunakan ServerName dan port untuk membentuk canonical name.

    TypesConfig /var/lib/apache/conf/mime.types
    Direktori tempat menyimpan file mime.types.

    DefaultType text/plain
    Default MIME types yang digunakan jika sebuah dokumen tidak dikenal. Disarankan untuk menggunakan 'text/plain' jika mayoritas file html atau teks. Jika mayoritas gambar atau aplikasi, disarankan untuk menggunakan 'application/octet-stream'

    MIMEMagicFile /var/lib/apache/conf/magic
    modul mod_mime_magic memungkinkan server menggunakan petunjuk dari isi filenya untuk menentukan tipenya. MIME MagicFile menentukan di direktori mana definisi dari petunjuk tipe tersebut berada. Pilihan ini menggunakan if, sebab modul mod_mime_magic tidak secara default menjadi bagian kompilasi. Anda harus menambahkan sendiri (lihat bagian DSO, Dynamic Shared Object) dan mengkompilasi ulang. Jika modul tersebut tidak ada, maka MIMEMagicFile tidak akan memproses pilihan ini.

    HostnameLookups Off
    Log dari nama klien yang mengakses atau alamat IP-nya saja. Jika diset on maka log akan mencatat misalnya www.apache.org, jika off, log hanya mencatat 204.62.129.132. Secara default diset off sebab akan meringankan bandwith internet secara global. Bayangkan jika diset on, maka setiap kali klien mengakses halaman, akan ada minimal sekali permintaan resolve name ke name server.

    ErrorLog /var/log/error_log
    Letak file log error. Untuk jika Anda tidak mendefinisikan file log error, maka setiap error di tersebut akan dilog di sini juga.

    LogLevel warn
    Jumlah pesan kesalahan yang dicatat di error_log. Nilai yang dimasukkan adalah debug, info, notice, warn, error, crit, aler, emerg

    LogFormat ”%h %l %u %t\”%r\” %>s %b” common
    Format dari pesan yang dicatat dalam file log.

    CustomLog /var/log/access_log common
    Letak file log akses. Jika dalam Anda tidak mendefinisikan letak file log akses, maka aktivitas akses dari akan dicatat di sini pula.

    CustomLog /var/log/referer_log refererCustomLog /var/log/agent_log agent CustomLog /var/log/access_log combined
    Dipergunakan untuk menentukan file log yang berbeda. Combined berarti kombinasi antara log referer dan log user agent.

    ServerSignature On
    Menambahkan satu baris yang berisi versi Apache server yang digunakan dan nama virtual host pada setiap halaman yang dibuat oleh server. Misalnya dokumen error, daftar direktori FTP, dll). Pilihan yang berlaku di sini adalah On, Off atau Email untuk mengirim email kepada ServerAdmin
    .

    Alias /icons/ ”/var/lib/apache/icons/”
    Memberikan alias sebanyak mungkin yang Anda inginkan. Formatnya adalah :

    Alias namasamaran namaasli
    Jika diberikan tanda / setelah nama samaran sebagaimana contoh di atas, maka Anda perlu menuliskannya dalam URL jika ingin mengaksesnya. Alias dengan bentuk seperti itu hanya dipakai untuk membantu linking pada saat menyusun file html. Untuk contoh alias ayng biasa dipergunakan :

    Alias /fade ”/home/fade/publik”
    Maka user bisa mengaksesnya dengan alamat http://nama.domain.anda/fade dan langsung menuju direktori /home/fade/publik. Setiap alias yang didefinisikan harus diberikan atribut terhadap direktorinya. Misalnya untuk alias di atas diberikan atribut :

    Options Indexes MultiViews AllowOverride None
    Order allow,deny
    Allow from all

    Disarankan pula untuk mengeset alias terhadap direktori cgi-bin, direktori yang memiliki atribut execute dan memungkinkan sebuah skrip cri dieksekusi. Contoh pemberian alias terhadap direktori cgi-bin :

    Kode PHP:
    ScriptAlias /cgi-bin/var/lib/apache/cgi-bin/” AllowOverride None
     Options None
     Order allow
    ,deny
     Allow from all 



    Redirect nama.domain.lama nama.domain.baru
    Pilihan di atas untuk mengarahkan klien yang mengakses file atau direktori yang sebelumnya ada di server, namun dihapus atau dipindahkan.

    IndexOptions FancyIndexing
    Pilihan ini untuk menentukan tampilan pada saat indeks direktori diakses oleh user. Pilihan yang ada adalah FancyIndexing dan StandardIndexing.

    AddIconByEncoding (CMP,/icons/compressed.gif) x-compress x-gzipAddIconByType (TXT,/icons/text.gif) text/* AddIconByType (IMG,/icons/image2.gif) image/*
    Pilihan di atas untuk menentukan file icon terhadap jenis file yang ada dalam daftar direktori. Ini hanya berlaku terhadap pilihan FancyIndexing. Anda bisa membuat variasi sebanyak mungkin dari tipe file yang ada dalam direktori Anda.

    DefaultIcon /icons/unknown.gif
    Dipergunakan untuk icon tipe file yang tidak dikenal, atau tidak didefinisikan sebelumnya.

    AddDescription ”GZIP compressed document” .gz
    Memberikan deskripsi dari masing masing tipe file yang ditampilkan. Pilihan ini hanya berlaku untuk FancyIndexing.

    ReadmeName README
    Nama file README yang dimasukkan terhadap semua direktori yang diindeks.

    HeaderName HEADER
    Nama file yang dimasukkan pula dalam direktori yang diindeks. Server pertama kali akan membaca HEADER.html, jika tidak ditemukan, maka akan mencari HEADER.txt, dan memasukkannya dalam format plaintext.

    IndexIgnore .??* * *# HEADER* README* RCS CVS *,v *,t
    Nama file yang diabaikan pada saat listing direktori. Penggunaan wildcard diperbolehkan. File-file ini tidak akan terlihat saat direktorinya diindeks/dilisting.

    AddEncoding x-gzip gz
    Memungkinkan browser tertentu (Mosaic/X 2.1+) melakukan dekompresi langsung lewat browser.

    AddLanguage en .en
    Menentukan bahasa dari dokumen. Anda dapat memberikan browser file dengan bahasa yang dimengerti oleh browser. Sebagai catatan, bahwa Anda dapat mendefinisikan sendiri bahasa yang dipergunakan. Misal : AddLanguage id .in

    LanguagePriority en fr de
    Prioritas bahasa yang dipergunakan.

    AddType application/x-httpd-php3 .php3
    Dipergunakan untuk membuka file dengan memasukkan dalam mime.types tanpa harus mengeditnya. Yang sering digunakan misalnya untuk memproses modul php, sebagaimana contoh diatas.

    AddHandler cgi-script .cgi
    Dipergunakan untuk memetakan ‘handlers’ yang dipergunakan dan perintah yang dijalankan pada file dengan ekstensi tertentu. Contoh di atas untuk menjalankan skrip dengan ekstensi .cgi. Contoh lainnya adalah :

    AddHandler server-parsed .shtmlAddHandler send-as-is asis AddHandler imap-file map
    AddHandler type-map var

    Action handler-name /cgi-script/location
    Dipergunakan untuk mendefinisikan ‘handler’ yang dipergunakan atau perintah yang dijalankan untuk memproses pada ekstensi file yang didefinisikan sebelumnya. Biasanya digunakan untuk skrip cgi. Bentuk lain dari pilihan ini :

    Action media/type /cgi-script/location

    MetaDir .web
    Direktori di mana server dapat menemukan file-file informasi meta. Informasi ini akan dilampirkan sebagai header pada setiap dokumen yang dikirimkan. Pilihan di atas biasanya diikuti MetaSuffix untuk mendefinisikan file meta yang akan dilampirkan. Contoh :

    MetaSuffix .meta

    ErrorDocument 404 /missing.html
    Dipergunakan untuk membuat file error response sendiri. Respon ini mempunyai tiga bentuk :
    • Teks murni; misalErrorDocument 404 "File yang Anda akses tidak tersedia.
    • Menunjuk file lokal; misalErrorDocument 404 /cgi-bin/missing_handler.pl
    • Menunjuk file eksternalErrorDocument 402 http://server.lain.com/info_daftar.html

    BrowserMatch ”Mozilla/2″ nokeepalive
    Pilihan BrowserMatch memberikan environment khusus berdasarkan header browser yang mengakses. Dalam contoh di atas, jika browser yang digunakan adalah Netscape 2.x akan dimatikan fasilitas keepalive-nya.

    Kode PHP:
    SetHandler server-status Order deny,allow
     Deny from all
     Allow from 192.168.1.1 


    Pilihan ini memungkinkan laporan status server dapat dilihat melalui browser. Dalam contoh di atas mesin dengan alamat IP 192.168.1.2 dapat melihat laporan status server dengan mengetikkan :

    http://nama.server/server-status.
    Dengan fasilitas sejenis, Anda dapat mengaktifkan laporan konfigurasi server dengan memasukkan pilihan di bawah ini :

    SetHandler server-info Order deny,allow
    Deny from all
    Allow from .your_domain.com


    Deny from all ErrorDocument 403 http://nama.domain.Anda/phf_abuse_log.cgi

    Ada beberapa laporan bahwa sekelompok orang memanfaatkan bug lama dari versi pre-1.1 dengan memanfaatkan skrip cgi yang menjadi bagian dari Apache. Pilihan di atas ini dapat digunakan untuk menjebak dengan menggunakan file support/phf_abuse_log.cgi dengan mencatat setiap klien yang mencoba skrip bug tersebut.
    Apache dapat dimanfaatkan sebagai proxy, berdasarkan modul mod_proxy.c yang dikompilasi saat instalasi. Untuk mengaktifkannya masukkan pilihan berikut:

    Kode PHP:
    ProxyRequests On 
     Order deny
    ,allow
     Deny from all
     Allow from 
    .nama.domain.Anda 


    Untuk mengaktifkan atau memblok klien yang menggunakan proxy dengan header HTTP/1.1 “Via:”

    ProxyVia On
    Pilihannya adalah Off | On | Full | Block. Selain itu, Apache juga mendukung caching terhadap halaman-halaman yang diakses lewat proxynya. Untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasikan, tambahkan pilihan berikut :

    Kode PHP:
    CacheRoot ”/var/lib/apache/proxy”CacheSize 5 CacheGcInterval 4
     CacheMaxExpire 24
     CacheLastModifiedFactor 0.1
     CacheDefaultExpire 1
     NoCache nama
    .domain.lain domain.lainnya.lagi 192.168.1.1 
    Virtual Hosts

    Bagian ini berisi pilihan jika Anda akan menggunakan domain atau hostnames lebih dari satu dalam satu server.
    Untuk dapat memanfaatkan Virtual Hosts, pertama Anda harus mendefinisikan dulu nomor IP dan port yang dipergunakan, minimal satu. Contoh :

    NameVirtualHost 192.168.1.2:80NameVirtualHost 192.168.1.3
    Contoh konfigurasi Virtual Hosts dapat dilihat sebagai berikut :

    ServerAdmin webmaster@domain.virtual.Anda DocumentRoot /www/docs/domain.virtual.Anda
    ServerName domain.virtual.Anda
    ErrorLog logs/domain.virtual.Anda-error_log
    CustomLog logs/domain.virtual.Anda-access_log common

    AllowOverride

    Dalam mengakses setiap file dalam direktori, apache membaca file akses yang telah ditentukan sebelumnya. File akses tersebut berada dalam tiap direktori. Atribut AllowOverride mengesampingkan hal itu.
    1. AllowOverride
      diikuti dengan None (berarti mengesampingkan semua file akses) atau All (menggunakan semua parameter) atau parameter pilihan berikut :
    2. AuthConfig
      Memungkinkan penggunaan parameter-parameter lain yang berkaitan dengan autentikasi. Misalnya; AuthName, AuthType dll.
    3. FileInfo
      Memungkinkan penggunaan parameter-parameter lain yang berkaitan dengan kontrol terhadap tipe dokumen. Misalnya; AddType, DefaultType dll.
    4. Indexing
      Memungkinkan penggunaan parameter-parameter lain yang berkaitan dengan indeks direktori. Misal; DefaultIcon, FancyIndexing dll.
    5. Limit
      Memungkinkan penggunaan parameter-parameter tentang akses file (allow, deny dan order)
    6. Options
      Memungkinkan penggunaan parameter yang mengontrol direktori khusus. Misal; Options.
    Options

    Atribut ini mengontrol fitur yang ditawarkan tiap direktori. Atribut option diikuti oleh :
    1. All
      Semua pilihan, kecuali untuk MultiView.
    2. ExecCGI
      Diperbolehkan mengeksekusi CGI.
    3. FollowSymLinks
      Server akan mengikuti link simbolik pada direktori yang bersangkutan. Mengikuti link simbolik tidak akan merubah nama tujuan (path name) URL-nya.
    4. Includes
      Diperbolehkan Server-side includes. Misalnya eksekusi skrip perl.
    5. IncludesNOEXEC
      Server-side includes diperbolehkan, tapi perintah #exec dan #include atas skrip CGI tidak diperbolehkan.
    6. Indexes
      Jika sebuah file mengakses sebuah direktori yang tidak mempunyai DirectoryIndex (misalnya, index.html) maka server akan menampilkan listing file dalam direktori yang bersangkutan.
    7. MultiViews
      MultiViews terhadap isi diperbolehkan.
    8. SymLinksIfOwnerMatch
      Server hanya akan mengikuti Symlinks jika yang mengakses adalah pemilik direktori atau file yang bersangkutan.

  2. #2
    PJ Forum yafet is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Mar 2007
    Kiriman
    399
    Rep Power
    10

    Default Re: Bahasan tentang Konfigurasi Apache

    Untuk menginstall Webserver sebenarnya cukup dibutuhkan Apache Web Server. NAmun untuk membuat website yang dinamis, perlu komponen PHP dan MySQL.
    Konfigurasi apache ada di httpd.conf , namun ada beberapa versi apache yang konfigurasinya di apache22.conf (httpd.conf-nya melompong)
    Beberapa section dari httpd.conf in yang penting adalah:
    Listen [IP Address]:[Port]
    Dengan konfigurasi ini, apache hanya akan menerima request ke IP ini dan dari Port tertentu
    Listen 80
    Artinya apache akan menerima dan dari port 80 saja, kebanyakan browser memang menjadikan port 80 sebagai default
    LoadModule [PathModule]
    Modul-modul inilah yang akan di-load apache, termasuk modul PHP, jika kita menjalankan PHP pastikan modul ini telah ada di httpd.conf
    ServerName terminal.arc.itb.ac.id
    Selanjutnya, kita mendefinisikan nama web kita disini
    DocumentRoot /usr/local/www/data/coba
    Konfigurasi ini untuk mendefiniskan dimana kita akan
    Terkadang ketika kita membuka website, kita dapat membuka direktori-direktori yang bahkan tidak berisi file html. Mungkin direktori tersebut adalah direktori konfigurasi yang sangat FORBIDDEN!!!. JAdi diperlukan konfigurasi untuk akses direktori tersebut
    Kode PHP:
    <Directory “/tempat/direktori”>
    Options
    AllowOverride
    Order
    Allow from
    </Directory
    File konfigurasi diatas, sama dengan file .htaccess, dengan konfigurasi
    AccessFileName .htaccess
    Jadi apabila di suatu direktori ada file .htaccess , maka apache akan membaca file ini terlebih dahulu untuk melihat permission dari direktori tersebut


    Virtual Host
    Terkadang karena alasan alokasi IP yang sedikit, Virtual Host menjadi solusi untuk menjalankan webhosting. JAdi beberapa alamat domain dapat hanya memakai satu alokasi IP. Tentunya dengan menjalankan virtual host, tidak lupa setting di DNS server-nya ,
    misal
    Saya ingin mempunyai web station.arc.itb.ac.id dan terminal.arc.itb.ac.id di IP 167.205.3.14. JAdi termasuk dalam kategori name-based virtual-host
    berikut contoh konfigurasi zone namedb di DNS Server ns.arc.itb.ac.id
    station IN A 167.205.3.14

    terminal IN CNAME station.arc.itb.ac.id.
    LAlu untuk file konfigurasi, karena setting virtual host ada di luar httpd.conf, yaitu di ./extra/httpd-vhost.conf.

    Settingnya, kira-kira seperti ini
    Kode PHP:
    # Use name-based virtual hosting.
    #
    NameVirtualHost 167.205.3.14:80
     
    <VirtualHost 167.205.3.14>
    ServerAdmin imam@arc.itb.ac.id #alamat email si empunya web
    DocumentRoot /usr/local/www/data/wordpress #Tempat dimana web ditaruh (Wajib!!)
    ServerName station.arc.itb.ac.id # Nama Server (Wajib!!!)
    ServerAlias www.station.arc.itb.ac.id
    ErrorLog “
    /var/log/station.arc.itb.ac.id-error_log”
    </VirtualHost>
     <
    VirtualHost 167.205.3.14>
    ServerAdmin imam@arc.itb.ac.id #Kurang lebih sama dengan contoh diatas
    DocumentRoot /usr/local/www/data/coba
    ServerName terminal
    .arc.itb.ac.id
    ServerAlias www
    .terminal.arc.itb.ac.id
    ErrorLog “terminal
    .arc.itb.ac.id-error_log”
    </VirtualHost
    Include file konfigurasi di htpd.conf dapat diakses pula di luar file ini, dengan melihat file yang di-include pada konfigurasi
    ….
    # Virtual hosts
    Include etc/apache22/extra/httpd-vhosts.conf

    Log.
    File log dapat didefiniskan di file konfigurasi dengan konfigurasi
    ErrorLog /var/log/httpd-error.log
    Hmm… mungkin itu beberapa file konfigurasi apache yang penting. Sebenarnya masih banyak konfigurasi seperti pendefinisian modul-modul apache, seperti dan sebagainya.


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>