Sebelumnya saya sudah buat Thread ini di Subforum Bussiness Board sebelum Kaskus di Hack, cuma sekarang sudah di closed jadi saya pindahkan ke Lounge, semoga bermanfaat & menjadi sumber inspirasi bagi members semua....
Berikut ini merupakan pilihan usaha, baik modalnya relatif kecil ataupun agak besar:
1. Usaha/Bisnis Linux Installer!
Hmm, pertama jangan salah kira dulu melihat judul di atas. Yang penulis maksud dalam artikel ini bukan CD untuk instalasi sistem operasi Linux, tetapi profesi usaha sebagai penginstall Linux (hehe). Ide ini juga diangkat dari kisah nyata, sebuah instansi rumah sakit butuh peremajaan 200 an buah PC nya. Tetapi karena ndak mau terlibat masalah "hak cipta-mencipta software", diputuskan memakai Linux saja yang Free untuk PC-PC baru nya! (goodbye Windows - mungkin begitu maksudnya). Masalahnya vendor komputer ndak jual hardware sekaligus instalasi Linux-nya. Si pembeli dipersilahkan mencari installer (tukang instalasi) sendiri.
OK, sekarang kita bicara masalah peluang bisnisnya. Menurut penulis, untuk instalasi Linux ini, siapa saja bisa melakukannya, asalkan punya "cukup" ilmu berkaitan dengan tugas kerjanya. Baik laki-laki maupun wanita, mulai pelajar SMP maupun hingga bapak-bapak. Bahkan sepertinya tidak butuh modal terlalu tinggi. Yang penting modal awal adalah "knowledge", ditambah "skill", ditambah "experience", makin bagus. Berikutnya cukup memiliki beberapa distro CD Linux untuk istalasi (misal Slackware, Debian, Mandrake, RedHat, Fedora, Susse) yang harganya bisa jadi cuma Rp 5,000 an per keping.
Berikutnya, tinggal marketing, mempromosikan usaha jasa instalasi Linux. Bikin aja kartu nama, titipkan ke toko-toko komputer (vendor), ke rental komputer/internet. Pasang iklan di koran lokal (kalau ada dana anggaran untuk itu), beri alamat kontak yang mudah dihubungi. Menurut kabar, sekarang ini toko-toko komputer banyak yang menjual hanya PC saja, tidak seperti dulu sudah dengan instalasi windowsnya sekaligus. Nah, inilah peluang bisnis baru yang penulis maksud. Termasuk peluang maintenance after salesnya, peluang memberi kursus privatnya (Linux), dll.
Sekedar info : jasa instalasi Linux ini memang ndak ada standarnya. Kalau kita memasang tarif Rp 50,000 untuk instalasi per PC pun kayaknya masih wajar koq. Lumayan kan ? [Apalagi kalau punya ilmu setting Linux untuk networking nya, hingga ke kelas server, makin bagus tarifnya]
TIPS : kalau "skill" untuk menginstall Linux belum dipunyai, cobalah berkorban sedikit dengan cara ikut kursus-kursus singkat Linux di lembaga kursus, atau minta bantuan teman/kenalan untuk mengajari Linux, atau baca sendiri lewat majalah/buku2 di pasaran yang mengupas Linux, terus berikutnya eksperimen sendiri. Bila skill yakin sudah OK, go to business !
Selamat mencoba.
2. Usaha/Bisnis Kursus Stir Mobil
Buat rekan-rekan muda (SMU, mahasiswa juga boleh). Secara faktual, kita menghadapi kondisi kehidupan yang agak sulit; biaya pendidikan, biaya kehidupan secara umum makin membebani kita dan keluarga. Bagi mereka yang berposisi "eselon"; "pejabat tinggi"; "pejabat agung"; pengusaha sukses, mungkin ndak begitu khawatir menghadapinya, uang belanja bulanan mereka lebih dari cukup!
Sekarang bagaimana dengan kita, keluarga biasa-biasa atau sederhana. Membuang waktu dengan kongkow-kongkow, main-main kesana kemari, juga ndak membantu menyelesaikan perekonomian keluarga.
Di lain sisi, sekarang ini tidak sedikit anak usia muda sudah pandai atau ingin bisa menyetir sendiri kendaraan roda empat, bahkan anak usia SMP sekalipun. Sementara, pemilik dan jumlah kendaraan roda empat terus kian bertambah. Nah, coba peluang ini kita gali. Pelajari dulu sebuah lembaga/pelatihan yang sudah ada di sekitarmu, yang memberikan kursus stir mobil, termasuk masalah administrasi, operasional dan manajemen usahanya. Sekarang coba kontak peluang mereka yang memiliki kendaraan untuk diajak kerjasama (misal tetangga, temen sekelas, se-sekolah, se-ganK, dll). Bikin proposal pengajuan pembuatan usaha stir mobil.
Untuk segmen pasar, sebagai langkah awal: coba promosikan usaha tersebut ke temen-temen sekelas sendiri, guru-guru satu sekolah, siswa sekolah SMU-SMP-kampus lain (misal, beri tarif khusus untuk pelajar&guru). Ajak juga reken-rekan sekelas/sekolah/se-gank untuk menjadi instrukturnya. Bagaimana? Hitung-hitung sambil belajar menjadi wirausahawa muda nih!Kalaupun usaha gagal, kayaknya cost kerugian ndak begitu besar. Asal berhati-hati saja menjaga amanah mobil punya orang itu. Semoga ide ringkas ini ada sedikit berguna!
Note : segmen khusus pelajar adalah kue market yang besar menggiurkan, coba saja hitung jumlah sekolah SMP, SMU, kampus di sekolahmu (terutama di kota-kota pulau Jawa ya). Apalagi bila kita pandai mengemas promosi&marketing usahanya!
Misal aja nih : Stir Mobil Planet Kita! Buat pelajar&guru dapat tarif khusus! Administrasi mudah, cepat, ringan, Instrukturnya ... cool! Dikelola oleh anak-anak pelajar! Ayo, belajar nyetir ... coy! Jangan malu kontak kami (0888 888 888) hehehe (just intermezzo)
3. Usaha/Bisnis Ternak Ikan Lele
Usaha yang penulis ceritakan berikut boleh kalau mau dijadikan sambilan nambah penghasilan; atau mau dijadikan sebagai sekedar hobbies juga boleh. Kali ini tidak ada hubungan dengan teknologi canggih sedikitpun. Modal yang dibutuhkan juga kecil koq, 300-500 ribu an perak. Tapi syaratnya punya tanah/lahan yang kosong agak cukup luas, yaaa minimal 3 x 6 meter. Ayo, coba ukur tanah samping/belakang rumahmu.
Usaha yang akan kita coba geluti adalah beternak ikan lele. Ikan ini cukup banyak penggemarnya di masyarakat (coba saja lihat warung-warung pecel lele Surabaya tuh, ramai terus kan). Nah modal awal, kita coba buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah sedalam 30an cm, tanah galian urug-kan ke sekitar pinggir calon kolam. Terus beli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan (yang lebih mahal juga ada), tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali, kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20-30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Jadilah kolam kita yang berbiaya murah. Isilah dengan air jernih, biarkan selama 2-3 malam (jangan langsung ditaburi benih). Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.
Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. Coba isi kolam tadi dengan 300-400 ekor benih ikan lele. Beli pakan ikan (pelet) lembut, sekitar 5000 rupiah per kg. Sebulan mungkin menghabiskan sekitar 3 kg. Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus. Sebagian terkena cahaya langsung matahari. Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah-nambah zat makanan. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Kalau di awal-awal menabur benih, sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, buang. 3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal koq. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukup besar untuk bisa dipanen, dijual dengan harga sekitar 1000 rupiah per ekor. Bikin saja tulisan di depan rumah "JUAL IKAN LELE KONSUMSI, SEGAR, GURIH" (hehehe). .... Bagaimana, asyiik kan?
Kalau tanah cukup luas, berarti bisa bikin 2-3 kolam lagi yang serupa. Pakai terpal plastik juga (hemat biaya pasir dan semen, serta ongkos tukang .... ).
Jangan lupa, perdalam ilmu memelihara ikan dengan menggali ilmu dari buku-buku di toko buku. Kisah di atas berdasarkan pengalaman sendiri .... (doakan panen nya berhasil ya)
Selamat mencoba! (kalau stress, coba ambil pakan ikan, malam-malam menjelang maghrib, taburkan ke atas kolam, lihat betapa asyiknya melihat ikan-ikan berlomba memangsa makanan) .....
4. Usaha/Bisnis Penterjemah
Selama ini bila orang berpikir tentang wiraswasta atau wirausaha, termasuk point penting yang perlu diperhatikan adalah soal "modal" atau biaya yang diperlukan untuk memulai usaha tersebut. Sebenarnya apakah ada model usaha yang bermodal minim sekali, hampir-hampir hanya bermodal (kata orang) "dengkul". Menurut saya, bila kita memiliki satu atau lebih jenis kemampuan/ketrampilan, sebenarnya banyak yang bisa dikerjakan.
Misalnya adalah menjadi penerjemah/translator. Ketrampilan yang diperlukan adalah kemampuan bahasa asing (Inggris, Prancis, Mandarin, Korea, Jepang, Portugis, Jerman, dll). Jenis pekerjaan inipun bisa dimulai dengan sistem paruh waktu, misal bahkan sejak usia SMU (byar SMU tapi sudah jago bahasa asing - misalnya).
Nah, langkah berikutnya tinggal membuat promosi, menjual jasa kita. Contoh sederhana: membuat iklan poster, ditempel di tempat rental komputer, rental internet, iklan via chatting internet, iklan dari mulut ke mulutmenawarkan ke mahasiswa-mahasiswa yang sedang menempuh kuliah jenjang S-2, titipkan kartu nama ke banyak orang, dan sebagainya. Yang perlu juga mendapat perhatian, soal kualitas terjemahan dan harga jasa yang menarik. Semakin baik kualitas terjemahan dan harga jasa juga "berani agak miring" kayaknya bakal mudah mendapat pelanggan.
Kalau sudah semakin OK kualitas, berikutnya bisa dipikirkan mengembangkan "market", semisal mencoba menawarkan ke penerbit-penerbit, percetakan, kantor, dll. Selamat mencoba "resep" sederhana ini.
5. Usaha/Bisnis Barang Bekas
Barang bekas, barang second, re-furbish ternyata tidak selamanya berkonotasi "useless". Pengalaman yang pernah penulis jumpai di kota Bandung, ada usaha yang tergolong sukses dalam membisniskan barang bekas. Bahkan tokonya terkenal luas hampir seantero Bandung, karena diberi dengan nama unik "BABE" (BArang BEkas). Idenya sebenarnya sederhana, BABE menyediakan tempat berjualan dan sekaligus memanage penjualan. Adapun supply barang-barang dagangannya sendiri datang dari publik/masyarakat luas. dari mulai sepatu-sandal bekas, arloji, perkakas elektronik, pakaian, alat-alat olah raga, perkakas rumah tangga, alat musik, perlengkapan kantor, sepeda, bahkan hingga mobil bekas pun pernah ada dalam daftar jualan mereka. Promosi usaha nya tergolong aktif (bahkan menurut penulis, inilah kekuatan utama BABE), unik dalam inovasi dan kreatif dengan menggunakan beberapa medium (iklan di radio, media cetak, promosi on-the road, acara offair, dll).
Mekanisme ringkas management nya: setiap item barang dari pelanggan yang hendak dititipkan, dikenai fee titipan (misal Rp 2500) untuk masa waktu tertentu penitipan. Hasil penjualan dari setiap barang yang terjual, BABE pun masih mendapatka komisi sekian persen.
*Bayangkan bila (seandainya) dalam sehari saja BABE menerima titipan spt ini: 50 buah jaket, 100 pasang sepatu, 50 pasang sandal, 20 arloji, 20 jam meja, 30 buah topi, 40 potong kemeja, 25 buah alat dapur, 20 buah alat elektronik, 15 buah alat musik, 25 buah alat olah raga, 50 buah handphone, 35 buah aksesori fashion anak muda, 3 buah komputer, 10 kursi kantor, 30 tas kuliah/kantor. [hmmmm ... menarik bukan bila diakumulasikan dalam sebulan nya]
Ide ini menurut penulis bisa saja diadopsi untuk kota manapun (sekedar info: di Bandung saja, usaha sejenis yang mengikuti jejak BABE banyak bermunculan), dengan penyesuaian kapasitas dan besarnya skala usaha dengan kemampuan kita. Bisa saja kita mulai dengan ide "Garage Sale", menjual barang-barang second di garasi. Sambil mencoba menerapkan "resep BABE", toko menerima juga titipan barang jualan dari masyarakat/pengunjung. Lakukan promosi dengan inovatif dan aktif, atur layout tempat usaha semenarik mungkin, go to business !
Selamat mencoba memulai BABE (BArang BEkas), RANGKAS (barang bekas), BASE (barang second), "serba 2nd", "Toko Second" sendiri, dsb
6. Usaha/Bisnis Layanan Kliping Data
Usaha ini sebenarnya sederhana, mirip tugas kuliah atau tugas pelajaran sewaktu di sekolah saja, yakni "Usaha Layanan Kliping Data".
Secara faktual, peluang usaha ini tidak kalah menarik. Di sekitar kita terdapat banyak sekali orang yang berprofesi sebagai dosen, tenaga pengajar, praktisi, ilmuwan, tokoh masyarakat, dan sebagainya. Mereka senantiasa memerlukan data, artikel, berita, atau informasi yang terbaharui. Memang sekarang beberapa media telah membantu memudahkan untuk mendapatkannya, seperti radio, televisi, internet, majalah, surat kabar, tabloid, jurnal. Masalahnya berapa banyak orang yang bisa dan sempat untuk me-record, menyortir atau mengolah media tersebut agar menjadi efektif dan efisien buat mereka? Di sisi inilah "Layanan Kliping Data" memiliki peluang digeluti.
Mekanisme kerja, coba buat tim kecil untuk bagian "promosi/marketing" dan tim lain untuk "Riset dan Olah Data". Pelanggan diberikan keleluasaan untuk mendapatkan topik-topik tertentu atas info-data yang mereka butuhkan (politik, ekonomi, agama, kesehatan, sosial, teknik, pertanian, geologi, dsb). Tugas tim R&O Data adalah menyortir, mengolah info dari berbagai sumber media yang telah disebut diatas, melakukan kliping, dan memberikan kepada pelanggan secara berkala (misal 1 minggu sekali). Dan untuk pelanggan dikenai harga layanan secara bulanan, misal saja, Rp 35,000 per bulan untuk kliping tiap topik data yang mereka dapatkan (paket reguler). Bisa pula ditawarkan paket khusus, semisal data collecting service untuk mahasiswa tingkat pasca-sarjana yang sedang melakukan penelitian atau penyusunan thesis. Tugas kerja kita adalah menyuplai, mencarikan, mengumpulkan data-data "penting" dan "berarti" sesuai dengan kebutuhan mereka. Tarif layanan tipe paket khusus ini bisa jadi lebih mahal dibanding paket reguler (kliping data umum).
Biaya usaha untuk menerjuni Layanan Kliping Data setidaknya diperlukan untuk 3 komponen : biaya untuk mendapatkan data (langganan majalah, surat kabar, jurnal, tabloid, akses internet), biaya untuk produksi publikasi kliping, dan biaya operasional-promosi.
TIPS: sebelum benar-benar memutuskan membuka usaha ini, coba lebih dulu melakukan penjajagan (trial) pasar/market; misal membuat penawaran secara non-formal kepada rekan, kenalan, tetangga, kenalan dosen, dsb yang akan dijadikan calon customer layanan kliping data kita. Berikutnya, mencari SDM lain yang berminat bergabung, bisa dari kalangan mahasiswa atau se-level. Bila tim-tim yang diperlukan sudah terbentuk, membuat planning, rencana kerja. Nah, ide usaha ini tidak kalah menarik untuk di-seriusi kan?
7. Usaha/Bisnis Poster/Printed Paper
Tahu nggak, banyak mahasiswi Indonesia ternyata penggemar berat manga Jepang lho?!!. Inuyasha, Yukari, etc. dan kawan-kawan nya! [hahaha, hayo ngaku saja]. Nah, ini peluang bisnisnya nih. Sekarang kan kalau gak salah sudah banyak bermunculan usaha digital printing (di Bandung banyak sekali usaha jenis ini), dimana kita bisa mencetak material full colour pada kertas ukuran hingga yang A0 sekalipun, dengan biaya cukup murah, dengan jumlah order minimum satu lembar. Ini menguntungkan, karena lebih murah dan hemat, dibanding kalau harus mencetak ke tempat percetakan reguler (yang harus memesan dengan minimum kuantiti tertentu).
Nah, coba kita usaha membuat/mencetak poster untuk ditempel di kamar atau printed paper untuk sampul buku, sampul map, pembatas buku, dll. Tawarkan ke mahasiswi-mahasiswi tadi. Sedangkan untuk sumber-sumber gambar, banyak sekali bisa dijumpai di internet, coba cari yang free. Cari manga yang paling banyak diminati oleh konsumen, atau bisa juga terima manga tertentu sesuai order/pesanan mereka. {eh .. bener ndak sih , istilahnya tu MANGA ..... ?}. Pokoknya intinya: print manga, jual ke para penggemar berat mereka, dengan harga jual di bawah toko. Kayaknya bisa jadi alternatif bisnis sampingan nih
.
8. Usaha/Bisnis Taman Bacaan
Tidak banyak di lingkungan kita, jiwa enterpreneurship (wirausaha) muncul di kalangan generasi muda, bahkan meski sudah menginjak bangku perkuliahan. Stereotip pandangan umum mungkin seperti ini: sekolah-kuliah-lulus-cari kerja di kantor atau perusahaan. Bahkan ada yang rela (yang sedang menganggur) dengan sabar mengirim puluhan hingga ratusan surat lamaran kerja ke berbagai pos lowongan kerja. OK, kita nggak akan permasalahkan hal tersebut lebih jauh. Silahkan bagi rekan-rekan tetap semangat, berdoa, berusaha, berharap hal terbaik yang diperoleh.
Berangkat dari renungan seperti itu, ada bagusnya dituangkan suatu ide-gagasan usaha, wirausaha atau bisnis yang bisa menjadi bahan masukan untuk kalangan muda, sejak usia SMU sekalipun, tanpa harus mengorbankan waktu dan menyita kegiatan utama mereka : belajar menuntut ilmu.
Ide wirausaha yang hendak penulis angkat adalah : "Taman Bacaan atau Persewaan Buku untuk Masyarakat". Usaha jenis ini, seingat penulis telah lama dijumpai dan muncul sejak usia kecil. Bacaan yang tersedia waktu itu kebanyakan adalah komik, majalah anak-anak, novel remaja, atau karya sastra. Nah, di masa sekarang, ternyata usaha jenis ini tetap eksis dan bisa kita jumpai bermunculan di kota-kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, dll).
OK, sekarang bagaimana bisnis ini bisa dijalankan oleh remaja SMU sekalipun? Dari mulai permodalan, administrasi, promosi, operasional dn manajemen, usaha ini bisa dijalankan oleh sekelompok orang/remaja kalangan usia tersebut. MODAL : coba 10 teman satu kelas berpatungan modal masing-masing sebesar Rp 500 ribu atau 1 juta. Modal terkumpul digunakan untuk : menyewa kios kecil, belanja furnitur sederhana (meja-kursi-karpet-rak buku), pebuatan plang nama usaha, dan (terutama) buat keperluan belanja buku-buku yang mau disewakan. Nah untuk operasional, tugas jaga kios sewa buku ini bisa dipakai aturan shift, bergiliran, semua member pemodal terlibat dalam menjalankan usaha ini. Asyik kan. Undang semua murid satu sekolahan sebagai target pelanggan pertama (hehehe). Lengkapi koleksi pustakanya dengan buku-buku bermutu, apalagi kalau bisa menambah khasanah pengetahuan yang sedang diperlukan. Sambil giliran jaga kios, bisa juga sambil mempelajari materi pelajaran sekolah, atau mengerjakan tugas-tugas studi, ditunjang dengan adanya bahan-bahan tambahan dari buku-buku yang disewakan. [penulis pernah alami sendiri, ada materi pelajaran yang begitu sulit dipahami di bangku SMU, tetapi ternyata menjadi lebih mudah begitu membaca salah satu text-book untuk tingkat kuliah].
Tips : buat dekorasi tempat usaha yang nyaman dan menarik. Bila sewa kios belum memungkinkan, coba gunakan ruang salah satu anggota pemodal (kamar tidak terpakai, ruang teras, atau semacamnya). Syukur-syukur punya ruang cukup besar untuk memfasilitasi kegiatan dialog, bedah buku, ajang diskusi, dan lain-lain.
Coba koleksi buku seperti ini : komik anak-anak, kumpulan pemecahan soal ujian sekolah, majalah (umum), jurnal, tentang komputer, teknologi, karya sastra, text-book, penunjang materi pelajaran sekolah, kumpulan soal-soal ujian masuk perguruan tinggi, dll.
9. Usaha/Bisnis Paket Snack
Pernah mengamati berapa banyak pegawai kantoran yang harus berangkat kerja pagi-pagi? atau para guru tingkat sekolah dasar hingga menengah? atau para karyawan pabrik, industri, staff, prajurit, polisi, dan sebagainya? Berapa banyak diantara mereka yang menyempatkan diri menyantap sarapan pagi?
Padahal saat di pagi hari mereka butuh bekal energi untuk menunaikan tugas sehari-hari. Nah, peluang usaha kali ini berkaitan dengan makanan. Coba lakukan simple survey tentang : tempat/lokasi/daerah yang sering atau paling banyak dilalui orang-orang seperti yang disebut di atas. Usaha yang hendak kita trial kali ini adalah : membuat paket-paket snack dengan beberapa macam paket, yang disesuaikan dengan tipe calon pembeli. Per paket snack bisa diisi 3-4 macam kue basah/roti kering/jajan pasar; terdiri variasi rasa: manis-gurih/ manis-asin/ manis-manis; ditambah segelas minuman mineral (sebagai alternatif saja, karena bisa jadi di tempat kerja masing-masing telah disediakan minuman gratis juga).
Paket dibungkus secara ringkas dan rapi agar mudah dimasukkan tas atau dibawa ke tempat kerja (pilihan bagus: dikemas dalam dus ukuran kecil). Buat paket snack dengan harga beragam, mulai termurah (misal Rp 2000, Rp 4000, Rp 6000; dsb). Buatlah image agar atmosfir usaha nampak clean-bersih-higienis-halal-sehat-praktis, baik untuk produk, media ataupun lokasi usaha. Jangan lupa sertakan pula no kontak kita (telp/HP/email) pada kemasan untuk memancing feedback dari pelanggan; tentang kesan mereka atas produk, komplain, dan sejenisnya. Buat kata-kata provokatif di tempat usaha, yang memancing pembeli mencoba produk "usaha" kita. Misal: "Belum sempat sarapan?, mampir dulu dong". "Paket hemat, pengganti yang tak sempat sarapan" (hehehe).
Tips : masakan bisa dibuat sendiri, membeli di tempat lain. Bisa juga mencoba mengambil berbagai resep kue/jajanan yang ada di arsip di internet, buanyak sekali tuh!
So, berani coba ?
10. Usaha/Bisnis Info Kost/Kontrakan
Beberapa waktu lalu penulis tanpa sengaja menjumpai jenis usaha ini sewaktu jalan-jalan di kota Jogja. Idenya unik, (sepertinya) tidak membutuhkan modal besar, asal lokasi usaha cukup bagus, dekat dengan kampus yang memiliki jumlah mahasiswa cukup banyak (biasanya didominasi oleh kampus-kampus berstatus negeri jaman dulu). Modal usaha "Info Kost dan Kontrakan" adalah tempat usaha (bisa menyewa tempat fotocopy) karena hanya butuh ruang kecil (sekitar 1x2 meter), buku catatan besar sebagai penyimpan data-data kost dan kontrakan, peta-peta, dan perlengkapan administrasi.
Operasionalnya cukup mudah: peminat info kost & kontrakan (biasanya dari kalangan mahasiswa baru, pasangan keluarga muda, atau yang sedang membutuhkan tempat tinggal)mendatangi ke tempat usaha, mereka dipersilahkan mencatat 10-15 data (valid) yang tersedia, kemudian dikenakan biaya administrasi Rp 15.000 (untuk info kost) dan Rp 20.000 (untuk info kontrakan). Bila data-data diantarkan ke lokasi peminat, dikenaan biaya tambahan sebesar Rp 25.000. Di sini pemilik usaha memberikan jaminan/garansi atas keabsahan (validnya) data kost/kontrakan yang diberikan, bila tidak, maka biaya administrasi yang telah diambil dari client dapat dikembalikan.
Lalu bagaimana cara mengoleksi data rumah kost dan kontrakan, sekaligus menjaring konsumen yang membutuhkan? Kekuatan utama ada pada media promosi (lewat koran lokal, radio, brosur cetak, poster, dsb yang mudah diakses oleh publik), dan lokasi usaha yang strategis. Biasanya pemilik kost/kontrakan akan senang bila mereka dapat menitipkan data rumah mereka yang sedang mencari calon penghuni, secara gratis.
Pemilik usaha sebaiknya senantiasa mengupdate/memperbaharui info data kost/kontrakan secara periodik, mengecek keabsahan data, data yang sudah laku/terjual, rumah yang sedang penuh/masih tersedia bagi penghuni baru, dsb, agar tetap dapat memuaskan pembeli informasi tersebut. Bagaimana .... cukup menarik kah?




LinkBack URL
About LinkBacks

. Inuyasha, Yukari, etc. dan kawan-kawan nya! [hahaha, hayo ngaku saja]. Nah, ini peluang bisnisnya nih. Sekarang kan kalau gak salah sudah banyak bermunculan usaha digital printing (di Bandung banyak sekali usaha jenis ini), dimana kita bisa mencetak material full colour pada kertas ukuran hingga yang A0 sekalipun, dengan biaya cukup murah, dengan jumlah order minimum satu lembar. Ini menguntungkan, karena lebih murah dan hemat, dibanding kalau harus mencetak ke tempat percetakan reguler (yang harus memesan dengan minimum kuantiti tertentu). 

Reply With Quote

Bookmarks