All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Showing results 1 to 5 of 5
  1. #1
    ramayana
    Notlogin

    Default Info seputar lensa pada kamera digital

    Bagian paling utama dari sebuah sistem pada kamera adalah lensa. Kualitas hasil foto yang dibuat oleh kamera terlebih dahulu ditentukan oleh faktor lensa yang baik, barulah selebihnya diolah oleh sensor dan sistem prosesor gambar pada kamera. Sayangnya saat seseorang menilai baik tidaknya sebuah kamera, faktor lensa justru jadi unsur yang sering terlewatkan, seakan-akan tiap lensa pada kamera adalah sama saja. Seseorang akan lebih cenderung mengejar resolusi yang tinggi, kemampuan ISO tinggi dan sebagainya daripada mencari tahu seberapa baik lensa yang terdapat pada sebuah kamera.
    Tidak salah memang, karena resolusi adalah faktor yang bisa mengangkat gengsi sebuah kamera, dan jadi hal pertama yang selalu ditanya oleh setiap orang yang melihat kamera kita. Namun setidaknya, dengan mengenal bagaimana lensa yang baik dan apa saja keterbatasnnya, kita bisa lebih mengerti kemampuan dari kamera yang kita miliki.
    Sebagai permulaan, baiklah kita mendata terlebih dahulu istilah-istilah yang sering digunakan saat membahas soal lensa pada kamera, supaya memiliki kesamaan persepsi soal istilah ini.
    • Panjang fokal (focal length) : Menentukan bidang gambar yang dapat diambil oleh kamera. Untuk mengambil bidang gambar yang luas dan lebar, lensa yang digunakan adalah lensa wide (dibawah 35mm). Untuk mendapat perspektif gambar normal digunakan lensa normal (sekitar 50mm) dan untuk keperluan mengambil gambar yang jauh diperlukan lensa tele (diatas 100mm). Bila lensa hanya memiliki satu jarak fokal saja disebut lensa fix (tetap), sementara bila lensa dapat berubah dari wide hingga tele disebut lensa zoom. Kemampuan zoom lensa diukur dengan membandingkan tele maksimum terhadap wide maksimum, contoh bila lensa zoom dengan spesifikasi panjang fokal wide 28mm dan tele 280mm, maka disebut dengan lensa zoom 10x (atau 280 dibagi 28).
    • Kecepatan lensa (lens speed) : Tiap lensa memiliki diafragma yang bertugas mengatur banyaknya cahaya yang bisa melewati lensa. Diafragma bisa membesar dan mengecil sesuai nilai aperture yang ditentukan, dinyatakan dengan nilai f. Untuk memudahkan, ingatlah bahwa bukaan besar memiliki nilai f kecil, dan sebaliknya (bukaan kecil punya nilai f besar). Jadi f/3.5 adalah lebih besar dari f/8. Semakin besar bukaan lensa, semakin banyak cahaya yang bisa dimasukkan melalui lensa, dan memungkinkan pemakaian shutter pada kamera yang semakin cepat. Tiap lensa memiliki bukaan maksimum yang berbeda-beda, bisa amat besar (f/1.4) hingga yang lebih kecil (f/4). Oleh karena itu lensa yang memiliki bukaan besar disebut lensa cepat (bisa memakai shutter cepat) dan lensa yang bukaan labih kecil disebut lensa lambat, karena umumnya sering memaksa kamera memakai shutter yang lebih lambat.
    • Ketajaman lensa (sharpness) : Menjadi faktor penentu dari hasil foto yang baik, biasanya tidak ada ukuran pasti soal ketajaman, namun dengan melihat hasil uji dari review kamera/lensa terhadap test chart, bisa diketahui ketajaman sebuah lensa. Lensa yang baik idealnya haruslah memberi ketajaman yang seragam pada seluruh bidang gambar, baik di tengah ataupun di tepi/sudut. Demikian pula ketajaman pada lensa zoom, idealnya harus tetap tajam baik pada saat wide atapun saat tele maksimum.
    • Distorsi lensa (lensa distortion) : Adalah suatu fenomena penyimpangan optik yang tidak bisa dihindari karena lensa akan cenderung membengkokkan bidang gambar yang lurus, utamanya saat posisi wide atau tele. Distorsi saat wide biasa disebut barrel distortion (garis lurus menjadi melengkung keluar) dan disaat tele disebut pincushion (garis lurus menjadi melengkung ke dalam). Namun lensa masa kini telah dilengkapi dengan elemen lensa khusus untuk mengurangi cacat lensa yang mungkin terjadi.
    • Istilah lain yang biasa dipakai dalam menilai lensa adalah vignetting, purple fringing, lens flare, dan bokeh. Namun pada kesempatan ini saya tidak akan membahas istilah-istilah ini lebih jauh mengingat keterbatasan waktu.
    Sebelum membeli sebuah kamera, semestinya seseorang mengenali terlebih dahulu kebutuhan fotografinya sehingga nantinya mendapat kamera yang lensanya sesuai dengan yang dia butuhkan. Berikut adalah beberapa skenario yang biasa terjadi dalam dunia nyata :
    • Untuk keperluan sehari-hari, memotret dokumentasi sederhana, foto keluarga : lensa zoom 3x, dengan panjang fokal 35mm hingga 105mm. Inilah panjang fokal lensa yang paling banyak dijumpai pada kamera saku di pasaran. Wide hingga tele dari lensa semacam ini dianggap sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan fotografi biasa sehari-hari.
    • Untuk pemandangan dan arsitektur : lensa wide (fix atau zoom). Contohnya, kamera saku Sigma DP memiliki lensa wide yang fix, sementara kamera lain yang lensanya wide umumnya bisa di zoom hingga 10x optik. Misalnya, Lumix TZ4 memiliki panjang fokal dari 28mm hingga 280mm. Di pasaran kini mulai banyak kamera dengan lensa wide, meski tidak selalu sama panjang fokalnya. Umumnya adalah di 28mm, meski ada pula yang 30mm atau bahkan 24mm.
    • Untuk kebutuhan foto jarak jauh, pecinta burung, dan yang suka memotret diam-diam dari jauh : lensa tele yang umumnya dijumpai di kamera prosumer / super zoom. Biasanya kamera dengan lensa panjang memiliki tele maksimum diatas 300mm, bahkan ada yang diatas 500mm. Bila anda jumpai kamera dengan zoom optik 10x, 12x, 15x bahkan hingga 20x zoom, itulah contoh kamera yang punya kemampuan lensa tele.
    • Untuk kebutuhan shutter speed tinggi, atau pemakaian di tempat kurang cahaya : lensa cepat dengan bukaan diafrgama maksimal diatas f/2.8. Atau lensa zoom yang memiliki bukaan diafragma maksimal konstan (seperti pada lensa Lumix FZ20). Perlu diingat bahwa lensa cepat semacam ini cukup jarang dijumpai, karena desainnya yang sulit dan biaya produksinya yang tinggi. Sebaliknya, kini banyak dijumpai kamera baru dengan lensa lambat dengan bukaan diafragma dimulai dari f/3.5 yang cukup mengecewakan.
    Setelah seorang calon pembeli kamera memahami kebutuhan fotografinya dan memilih lensa (kamera) yang disukainya, barulah dia dapat bereksplorasi lebih jauh akan lensa (kamera) yang dimilikinya itu. Dalam pelaksanaannya, bisa jadi akan ada kekaguman atau bahkan mungkin kekecewaan akan kinerja optik dari lensanya. Namun jangan dahulu anda merasa menyesal bila hasil fotonya ternyata tidak memuaskan, bisa jadi anda terlalu memaksakan lensa kamera anda melebihi batas kemampuannya. Setidaknya, kenali dahulu beberapa fakta soal lensa berikut ini :
    • Lensa memiliki banyak elemen di dalamnya. Semakin banyak elemen, jalur lintasan cahaya akan makin rumit dan cenderung menurunkan kualitas dan ketajaman lensa. Maka itu tidak ada dalam sejarah lensa zoom bisa menyamai ketajaman lensa fix, karena banyaknya elemen yang dimiliki sebuah lensa zoom.
    • Lensa wide akan selalu mengalami penyimpangan/distorsi. Untuk itu jangan paksakan memakai lensa wide untuk memotret wajah orang, karena nanti akan tampak bulat dan gendut. Juga hindari memakai lensa wide untuk memotret garis yang lurus.
    • Ketajaman lensa tidak selalu sama. Ketajaman lensa akan berkurang saat diafragma dibuka maksimal atau dikecilkan minimal (efek difraksi lensa). Lensa zoom pun akan mengalami penurunan ketajaman saat dipakai di posisi tele. Untuk mendapat ketajaman terbaik, gunakan panjang fokal wide hingga normal, dan gunakan nilai diafragma tengah-tengah (sweet spot) sekitar f/5.6 hingga f/8.
    • Bagian tengah lensa selalu lebih tajam dari bagian tepi / sudut. Lensa yang baik memiliki ketajaman yang masih lumayan baik di sudutnya, dan lensa yang buruk akan mengalami penurunan ketajaman yang parah di bagian sudutnya, istilahnya corner blurriness. Namun mengingat sebagian besar objek foto berada di bagian tengah, maka (untungnya) jarang ada orang yang mengamati detil pada sudut dari sebuah foto.
    • Bukaan diafragma maksimal pada lensa zoom bisa berubah. Demi menghindari desain lensa yang rumit, lensa zoom memiliki kekhasan tersendiri dengan bukaan diafragma maksimal yang berbeda pada panjang fokal yang berbeda. Perhatikan tulisan pada lensa, contohnya lensa 35-105mm f/2.8-4.5 artinya “pada posisi wide 35mm, bukaan maksimalnya adalah f/2.8, sementara pada posisi tele maksimum 105mm, bukaan maksimalnya turun hingga f/4.5
    • Lensa super zoom banyak mengalami kompromi. Awalnya tidak ada lensa yang memiliki rentang fokal ekstrim, yang bisa mengakomodir kebutuhan wide 26mm hingga tele 520mm dalam sebuah lensa. Namun kebutuhan pasar dan persaingan antar merk akhirnya menjadikan produsen terpaksa membuat lensa yang serba-bisa (sapujagad) seperti Olympus SP 570 dengan 20x zoom. Lensa semacam ini banyak menembus batas-batas teori fisika optik, dengan mengorbankan kualitas dan ketajaman, demi memenuhi ambisi mendapat predikat all-in-one lens. Menurut saya, lensa super zoom 10 hingga 12 x sudah cukup berimbang antara kemampuan tele dan kualitas, sementara lensa 15x, 18x dan 20x tampaknya terlalu memaksakan diri dan hanya untuk mereka yang berambisi memiliki lensa amat panjang.
    Terakhir, ijinkan saya memberi sedikit masukan bagaimana kiat memilih kamera saku berdasarkan kualitas lensanya. Setidaknya, bagi anda yang selama ini berniat membeli kamera saku, dapat memiliki gambaran bagaimana cara menilai lensa pada kamera.
    • Jangan ambisius. Tidak ada yang salah dengan kamera berlensa zoom 3x, meski akan lebih menyenangkan bila memiliki kamera yang lensanya bisa zoom hingga 6x atau bahkan lebih. Kembali ke kebutuhan anda sajalah, dengan menyadari prinsip semakin panjang zoomnya, semakin rumit elemen lensanya, semakin besar kemungkinan penurunan ketajamannya. Bila ingin membeli kamera yang zoomnya di atas 10x, pastikan anda telah membaca reviewnya, melihat sampel fotonya dan merasa puas dengan ketajaman lensanya.
    • Lebih wide lebih baik. Ini mungkin agak subjektif, tapi percayalah, akan lebih menyenangkan memiliki lensa wide daripada lensa tele. Dalam beberapa hal, anda bisa berusaha ekstra untuk mendapat hasil foto seperti lensa tele (seperti mendekat ke objek atau melakukan cropping), namun untuk mendapat hasil foto yang terkesan luas (dan dramatis) hanya bisa dilakukan memakai lensa wide. Carilah kamera yang lensanya dimulai dari wide 28mm dan setidaknya telenya berakhir di 85mm.
    • Lebih cepat lebih baik. Simpel saja, hindari lensa yang bukaan maksimalnya lebih kecil dari f/2.8. Saat kamera anda memiliki lensa lambat, anda akan sering menaikkan ISO dan akan berakibat banyak noise pada foto. Untuk itu perhatikan tulisan pada lensa, yang menyatakan berapa bukaan maksimumnya. Misalnya, lensa yang tergolong cepat adalah seperti ini : f/2.7-3.5 (pada Canon S5 IS). Sayangnya banyak produsen kamera yang tidak gentle dengan tidak menuliskan spesifikasi diaframa maksimum pada lensanya, seperti Kodak, Pentax dan Samsung. Jadi bila anda ditawari kamera berlensa f/3.5-5.6, anda boleh saja berkata : tidak.
    • Banyak bonus lebih baik. Beberapa lensa diberi bonus elemen khusus seperti stabilizer optik, lensa Asperical dan lensa Low Dispersion. Bonus ini bisa mengurangi distorsi, mencegah purple fringing dan menjaga kontras serta ketajaman. Sayangnya lensa dengan bonus elemen Low Dispersion ini agak jarang (pada sebagian jajaran kamera Nikon Coolpix, lensa yang ditandai dengan kode ED menandakan adanya bonus elemen low dispersion).

  2. #2
    ramayana
    Notlogin

    Default Re: Info seputar lensa pada kamera digital

    Images taken with a few different Tamron Lenses



    AF28-300mm at 28mm

    AF28-300mm at 200mm

    AF28-300mm at 28mm AF28-300mm at 70mm AF28-300mm at 100mm

    SP AF11-18mm at 11mm

    SP AF11-18mm at 18mm

    AF28-300mm at 150mm

    AF28-300mm at 300mm

    SP AF11-18mm at 11mm

    SP AF11-18mm at 11mm

    AF28-300mm at 300mm

    SP AF11-18mm at 18mm

    SP AF90mm 1:1 Macro

    SP AF180mm 1:1 Macro

    SP AF180mm 1:1 Macro

    SP AF180mm 1:1 Macro

  3. #3
    ramayana
    Notlogin

    Default Re: Info seputar lensa pada kamera digital

    Pertama, ijinkan saya mengabarkan kehadiran DSLR Full frame pertama dari Sony yang bernama Alpha A900. Hadir menjadi kamera DSLR dengan resolusi tertinggi saat ini yaitu 24 MP (atau 6000 x 4000 piksel, wow!), Sony tampak tidak main-main dalam berkecimpung di dunia profesional. Mengusung harga 30 jutaan, kamera tercanggih dari Sony ini (meski tanpa fitur live-view dan flash internal) siap bersaing dengan DSLR Full Frame mapan seperti Canon EOS 5D mark II dan Nikon D700.

    Anda yang mungkin pemula dalam dunia fotografi seperti saya, bisa jadi akan bertanya-tanya : ‘mengapa para fotografer profesional harus mengeluarkan dana besar untuk memiliki kamera DSLR Full frame yang mahal ini?’ Atau mungkin diantara pembaca blog ini ada yang telah memakai DSLR Full frame dan ingin menambahkan, silahkan menulis di kolom komentar di bagian bawah.

    Perbandingan sensor DSLR (FF vs APS-C)


    Saya yang cuma bisa membayangkan sebuah kamera DSLR Full frame hanya bisa menerka saja, kira-kira apa sih yang membuat para profesional memilih Full frame. Barangkali inilah dia jawabannya :
    • Noise yang lebih bersih di ISO tinggi. Meski DSLR biasa pun mampu memberi hasil foto yang baik di ISO tinggi, bukan berarti lantas tanpa noise. Sebagai perbandingan di kelas Nikon DX , kasta terendah (Nikon D40) dan kasta tertinggi (Nikon D300) memakai sensor yang berukuran sama sehingga kasus noise di ISO tinggi pun akan sama. Bisa jadi pada ISO tinggi, D300 memakai pendekatan noise reduction yang lebih baik sehingga nampak lebih bersih dibanding D40. Tapi saat diadu dengan D700 misalnya, tampak D300 ini masih kedodoran di ISO tinggi. Profesional tidak kompromi dengan noise.
    • Tanpa crop factor. Musuh utama lensa wide adalah crop factor dari sensor, sehingga lensa yang seharusnya amat wide di 18mm akan menjadi 28mm bila dipasang di kamera DSLR biasa. Crop factor mungkin bisa jadi sahabat lensa tele, tapi untuk produsen lensa wide harus berpikir ekstra keras membuat lensa wide yang tetap wide saat terkena crop factor. Oleh karena itu lensa wide masa kini bermula dari 10mm hingga 14mm untuk mendapat angle of view yang diinginkan. Dengan DSLR Full frame, lensa 24mm akan tetap 24mm. Lensa 18mm pun akan tetap 18mm, sehingga amat cocok untuk fotografi landscape.
    • Dynamic range yang lebih baik. Dengan ukuran sensor besar, pixel density dan pixel size pun semakin besar sehingga kemampuan sensor dalam menangkap cahaya pun semakin baik. Sensor Full frame dapat terhindar dari kemungkinan blown-highlight ataupun shadow yang gelap. Untuk menjaga dynamic range disaat kontras tinggi, profesional memerlukan DSLR Full frame.
    • Viewfinder ekstra besar. Bayangkan melakukan manual fokus memakai viewfinder yang kecil dan sempit. Pasti membuat frustasi kan? Untuk itu DSLR Full frame hadir dengan viewfinder besar untuk kenyamanan membidik objek foto.
    Tentu saja banyak jawaban lainnya, tapi secara teknik keempat faktor diatas rasanya pantas menjadi alasan utama. Bila anda merasa memang keempat faktor diatas tidak bisa dikompromikan, berarti anda memerlukan DSLR Full frame. Namun yang perlu diingat, DSLR Full frame tidak berarti lebih unggul dalam hal kecepatan auto fokus, metering dan performa keseluruhan (fps, shutter lag dsb) dibanding DSLR biasa. Dan saat dipakai di ISO rendah, hasil foto kedua jenis kamera DSLR ini amat sulit dibedakan. So, ingin bermain DSLR Full frame atau DSLR biasa (sensor APS-C atau sensor Four Thirds) ? Terserah anda (dan budget anda tentunya).

  4. #4
    Junior natalia is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    69
    Rep Power
    5

    Default Most popular lenses

    Most popular lenses

    Nikkor 18-200mm f/3.5-5.6 IF-ED AF-S VR DX
    zoom lens for F mount cameras
    Nikkor 18-135mm f/3.5-5.6G IF-ED AF-S DX
    zoom lens for F mount cameras
    Nikkor 18-70mm f/3.5-4.5G IF-ED AF-S DX
    zoom lens for F mount cameras
    Canon EF-S 17-85mm f/4-5.6 IS USM
    zoom lens for EF-S mount cameras
    Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM
    zoom lens for EF-S mount cameras
    Nikkor 70-300mm f/4.5-5.6G IF-ED AF-S VR
    zoom lens for F mount cameras
    Canon EF 24-105mm f/4.0L IS USM
    zoom lens for EF mount cameras
    Sigma 17-70mm f/2.8-4.5 DC HSM MACRO
    zoom lens for F mount cameras
    Canon EF 50mm f/1.8 II
    prime lens for EF mount cameras
    Olympus Zuiko Digital ED 50-200mm f/2.8-3.5 SWD
    zoom lens for FT mount cameras

  5. #5
    Junior jajang is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Oct 2008
    Kiriman
    68
    Rep Power
    4

    Default Re: Info seputar lensa pada kamera digital

    Tamron AF 18-250mm F3.5-6.3 Di-II LD Aspherical Macro
    Rp. 5.000.000.-
    (Garansi resmi)
    Rp. 4.900.000.- (Garansi toko)

    Tamron 18-250mm F3.5-6.3 Di-II LD

    A compact, lightweight and ultimate high power zoom lens boasting the world’s first 13.9X zoom power designed exclusively for APS-C sized digital SLRs

    Extending the tele-end of the popular 18-200mm all-in-one zoom to 250mm ultra telephoto makes this new 18-250mm Di-II zoom the most versatile high power zoom lens available.




    Specification :

    Focal Length
    18-250mm

    Maximum Aperture
    F/3.5-6.3

    Minimum Aperture
    F/22

    Angle Of View
    75°33’ – 6°23’ (APS-C size equivalent)

    Lens Construction
    16 elements / 13 groups

    MFD (Minimum Focus Distance)
    0.45m (17.7”) (entire zoom range)

    Diaphragm Blades
    7

    Filter Size
    Ø62mm

    Size (Diameter x Length)
    Ø 2.9 in. x 3.3 in. (Ø74.4mm x 84.3mm)*

    Weight
    430g (15.2 oz)

    Max. Mag. Ratio
    1:3.5 (at f=250mm, MFD 0.45m)

    Standard Accessory
    Flower-Shaped lens hood

    Compatible Mount
    Canon AF, Sony/Maxxum AF-D, Nikon AF-D and Pentax/Samsung AF


 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>