Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan te dari bentukan tschha [lat. Camellia sinensis]. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi.
Nama botani tanaman teh sendiri mengalami beberapa kali perubahan. Carl von Linné pada tahun 1753 awalnya menamai tumbuhan ini Thea sinensis, tapi kemudian ia memberikan dua jenis nama yang berbeda yaitu Thea bohea dan Thea viridis. Nama botani yang sebenarnya dari tumbuhan ini adalah Camellia sinensis, dan memiliki dua jenis yaitu: Camellia sinensis var. Sinensis (teh Cina) dan Camellia sinensis var. Assamica (teh Assam).
Minuman ini sudah dikenal sejak lima ribu tahun yang lalu dan konon ditemukan secara tidak sengaja oleh Shennong, Kaisar Tiongkok yang sangat melegenda berkat pemikiran cemerlangnya tentang pertanian dan pengobatan.
Sang Kaisar meyakini bahwa air yang aman diminum adalah air yang sudah direbus terlebih dahulu. Suatu hari ketika ia sedang merebus air, tiba-tiba ada beberapa lembar daun tak sengaja tercampur ke dalam teko, dan mengubah aroma serta warnanya. Sang Kaisar pun terkesan setelah mencicipi cairan baru yang berwarna merah kecokelatan tersebut. Semenjak itu, teh menjadi bagian dari tradisi Tiongkok, baik sebagai minuman ataupun bahan pengobatan.
Teh dibawa ke Eropa baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris. Mulai tahun 1610 kapal-kapal dagang Belanda membawa teh dari Jepang dan Cina. Tahun 1669 bangsa Inggris mendirikan East India Company dengan tujuan perdagangan teh. Di awal abad ke-19 para Teeclipper berlayar mengelilingi Afrika menuju Eropa. Saat Terusan Suez dibuka pada tahun 1869, jarak perjalanan bisa diperpendek sekitar 7000 km.
Rusia mulai mengenal teh pada tahun 1618 setelah penguasanya, Tsar Michael, mendapat hadiah teh dari seorang Kaisar Tiong-kok dinasti Ming. Pada masa itu, teh adalah minuman golongan ningrat dan disajikan dengan peralatan yang sangat mewah. Mulai abad ke-17 teh dibawa lewat jalan darat dari Cina ke Eropa lewat Rusia. Teh yang dibawa oleh karavan-karavan Rusia kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan teh yang dibawa lewat laut dan sudah tersimpan di ruang lembab dan bau.
Kaum imigran Inggris membawa teh ke New England dan menjadikannya minuman yang digemari, terutama di kalangan masyarakat golongan atas, yang rutin mengadakan Tea Party. Pada tahun 1760 teh menempati posisi ketiga barang yang dieksport ke New England. Ketika Inggris menaikkan pajak teh untuk menutupi krisis keuangan yang melanda negara ini setelah perang tujuh tahun, timbul kerusuhan di Amerika sebagai koloni Inggris yang puncaknya terjadi di Boston dan dilakukan oleh orang-orang Freemason yang berpakaian seperti orang Indian Mohikan. Mereka merampok kapal-kapal East India Company yang berlabuh di pelabuhan Boston dan melemparkan 342 peti teh ke laut. Kejadian yang dalam sejarah dikenal sebagai „Boston Tea Party“ ini menjadi pemicu perang kemerdekaan Amerika pada tahun 1775-1783, di saat Amerika berusaha melepaskan diri dari Inggris.
Teh pun kini sudah sangat mudah dinikmati siapa saja, bukan lagi hanya untuk konsumsi masyarakat kelas atas.
source: http://www.nahninu.com/Articles/Blog...jarah-Teh.html




LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks