BERTANAM TOMAT MEMANG GAMPANG-GAMPANG SUSAH. APALAGI BILA DILAKUKAN DI MUSIM HUJAN. UNTUK MENGURANGI RESIKO KEGAGALAN BUDIDAYA ITU, MAKA TIDAK ADA SALAHNYA KITA MENGIKUTI BEBERAPA KIAT TEAM RISET RD FARM PUJON PT. BISI, BAPAK RUDY HERMANTO DALAM KAITANNYA DENGAN BERTANAM TOMAT DI MUSIM HUJAN.


• PERSEMAIAN
Persemaian hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1.Jauh dari tanaman tua yang sudah selesai umur tanamannya. Tanaman yang sudah tua akan meniadi sumber patogen khususnya jamur yang bisa berpindah menyerang ke bibit di persemaian.
2.Lingkungan sekitar harus bersih dari gulma. Gulma akan menjadi sarang hama khususnya hama kutu-kutuan yang akan bisa berpindah menyerang bibit di persemaian.
3.Bedeng persemaian harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitar atau dibuat dengan sistem rak (lihat gambar) dengan tinggi rak 80 cm dan lebar 60 cm. Hal ini akan menghindarkan bibit dari gangguan genangan air atau banjir.
4.Persemaian di beri atap plastik transparan untuk menahan air hujan dan bisa dibuka kembali saat cuaca cerah agar bibit memperoleh sinar matahari langsung.


• PEMBUATAN BEDENGAN
Bedengan dibuat lebih tinggi yaitu 40 cm, sementara pada saat musim kemarau tinggi bedengan cukup 20 cm. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar pengatusan tanah sehingga akar terhindar dari kelebihan air yang bisa mengakibatkan kelayuan.

Jarak antar bedeng juga dibuat lebih lebar minimum 60 cm. Saluran drainase dibuat selancar mungkin sehingga tidak ada air yang menggenang di antara bedengan.


• PENENTUAN JARAK TANAM
Minimal adalah 60 cm antar baris dan 60 cm antar tanaman dalam baris. Hal ini akan memperlancar aerasi udara dan sinar matahari sehingga kelembaban bisa ditekan dan penyakit tidak mudah berkembang.


• PEMASANGAN LANJARAN
Pemasangan lanjaran pada musim penghujan dianjurkan menggunakan sistem yang sejajar bukan sistem silang. Hal ini akan memperlancar aerasi udara dan sinar matahari sehingga kelembaban bisa ditekan dan penyakit tidak mudah berkembang.
• PEMBUMBUNAN
Akibat pukulan air hujan yang cukup sering, mengakibatkan permukaan tanah pada lubang tanam mengalami erosi sehingga nampak lubang tanam seperti berongga. Maka perlu dilakukan pembubunan sedini mungkin, hal ini dapat mencegah tanaman dari serangan penyakit rebah batang (Phytium) dan bisa memacu munculnya calon akar baru pada batang tanaman yang dibumbun.


• PEMANGKASAN DAUN DI BAWAH CABANG Y
Saat tanaman berumur 50 hst, daun di bawah cabang Y biasanya sudah mulai terserang penyakit bercak daun Alternaria (early blight). Maka perlu segera dilakukan pangkas daun di bawah cabang Y tersebut agar penyakit tidak berkembang menyerang daun-daun yang berada di atasnya.


• PENGENDALIAN HAMA

Pada musim penghujan hama yang muncul adalah serangan ulat pada buah-buah yang masih hijau, dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida Turex WP bergantian dengan Raydock 28EC. Sedangan serangan penyakit yang serius menyerang adalah penyakit hawar daun phytophtora yang bisa dikendalikan dengan penyemprotan fungisida : Kocide 77WP, Victory 80WP dan Starmyl 25WP maupun pestisida bahan aktif klorofalonil seminggu 2 x secara bergantian. Jangan lupa mencampur pestisida yang digunakan tersebut dengan bahan perata dan perekat yaitu Besmor 800AS.



Untuk mencegah serangan penyakit rebah batang (Phytium) dan busuk pangkal batang, maka dianjurkan untuk melakukan oles pangkal batang setinggi 10 cm dari pangkal batang dengan menggunakan larutan pekat Kocide 77WP konsentrasi 10 gram / liter. Perlakuan ini dianjurkan untuk dilakukan pada umur 15 - 20 hst.