Cara ini cegah kerusakan di Musim Hujan
Tanam semangka dengan sistem selasah? itu mah udah biasa. Tapi kalau tanamnya dengan lanjaran, nah anda mungkin baru kali ini mendengarnya. Apa saja keuntungannya? Apakah tidak mempengaruhi hasil panen? katanya sih cocok digunakan di musim hujan. Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak kiat team RD PT.BISI dalam budidaya semangka.
Sebagaimana diketahui semangka merupakan tanaman buah yang hampir 99% bagian yang dapat dimakan terdiri dari air, walaupun demikian tanaman tersebut sangat tidak tahan terhadap kelebihan air. Oleh karena itu frekuensi irigasi tergantung pada tipe tanah dan iklim, tetapi karena tanaman semangka memiliki sistem perakaran yang dalam dan menyebar (lebih dari 48 inch) sehingga pemberiannya bisa diminimumkan.
Mengingat sebagian besar petani di Indonesia tidak mengenal musim dalam menanam semangka, yang berarti bahwa sekalipun musim penghujan penanaman tetap jalan terus. Tingkat kerugian petani semangka pada musim penghujan sangatlah besar karena beberapa hal :
Akibat serangan Penyakit Tanaman
Penyakit utama yang menyerang pada musim penghujan adalah Antracnose pada daun, Cercospora dan layu Fusarium , sedangkan pada buah adalah fruit blotch (busuk basah buah) karena bakteri.
Akibat kerusakan mekanis
Karena posisi tanaman terutama daun menjalar dipermukaan tanah sehingga pada saat intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan daun sobek. Sedangkan bila tanaman sudah mulai berbunga kondisi ini juga mempengaruhi proses persarian sehingga banyak bunga betina yang rontok dan menyebabkan sehingga prosentase buah jadi berkurang bila dibandingkan musim kemarau.
Akibat penggenangan air
Kejadian ini adalah kerusakan yang paling besar walaupun data pasti belum kami dapatkan, tetapi berdasarkan pengalaman yang ada dan informasi petani serta pedagang dibeberapa daerah sentra, hal ini yang menyebabkan banyak buah busuk.
Melihat hal tersebut diatas kami mencoba menyampaikan pemakaian lanjaran sebagai alternatif meningkatkan kualitas buah semangka pada musim penghujan. Sehingga hal-hal tersebut di atas dapat diminimalisasi walaupun nilai peningkatan hasilnya tidak sama dengan penanaman dimusim kemarau, tetapi paling tidak dapat mengurangi resiko kerusakan yang lebih besar.
Tampak buah semangka yang digantung pada seutas tali untuk mendapatkan kualitas buah yang lebih bagus pada musim hujan
Teknik Lanjaran (Penopang Tanaman) pada Semangka
Keuntungan penggunaan lanjaran pada penanaman semangka terutama pada musim penghujan adalah :
Populasi per luasan dapat ditingkatkan
Pada penanaman dengan lanjaran berarti tanaman dalam posisi berdiri sehingga menghemat lahan yang biasanya digunakan untuk menjalarkan/ merambatkan sulur/batang tanaman. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah 60 x 60 cm dengan lebar got antar bedeng 80 cm. Dengan sistem seperti ini populasi tanaman per 1400 m2 menjadi sekitar 3000 tanaman, padahal bila menggunakan teknik dijalarkan dengan luas tanah sama populasinya hanya sekitar 850 tanaman. Sehingga terjadi peningkatan sebesar 71.6 %. Memang dengan menggunakan sistem ini tentunya tingkat pemeliharaanya menjadi lebih intensif, karena memerlukan tindakan pemangkasan/wiwil dan mengatur peletakan buah di atas bedengan tanam.
Perbandingan tanam semangka yang menggunakan lanjaran (kanan) dengan tanpa lanjaran (kiri). Pada gambar tampak populasi semangka dengan menggunakan lanjaran dapat ditingkatkan.
Mengurangi kerusakan tanaman
Hal tersebut karena posisi tanaman tegak dan tidak menutupi permukaan tanah sehingga tanaman tidak berfungsi sebagai soil cover (penutup tanah). Keadaan ini sangat berbeda bila tanaman dijalarkan di atas tanah dengan sistem semacam ini tanaman berfungsi sebagai soil cover. Sehingga pada intensitas curah hujan yang tinggi akan mengakibatkan tanaman terutama daun rusak.
Hubungan sistem penanaman ini dengan pengendalian hama penyakitpun lebih nyata dalam pengelolaannya meskipun tentunya memerlukan volume obat yang lebih tinggi mengingat populasi tanamannya pun meningkat. Yang paling penting adalah adanya ruang /space yang longgar antar tanaman sehingga tindakan pengendalian menjadi lebih mudah.
Kerusakan akibat penggenangan juga berkurang karena posisi tanaman dan buah di atas permukaan tanah, terlebih lagi dengan buah yang sudah terangkat di atas bedengan. Kerusakan buah biasanya diawali oleh percikan air hujan/ irigasi yang menempel atau terendam buah yang akibat lebih lanjutnya adalah buah tampak memar dan selanjutnya busuk basah. Walaupun percikan atau perendaman singkat tidak secara langsung menyebabkan kerusakan tetapi bila hal tersebut tidak ditangani secara cepat akan menjadi media yang paling baik untuk berkembangnya penyakit busuk buah.
Ini adalah salah satu alternatif untuk memperoleh kualitas hasil buah semangka yang lebih baik, sudah barang tentu biaya dan intensitas pemeliharaannya menjadi sangat berbeda apabila dibandingkan dengan hanya ditelasahkan saja. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila kita coba bersama dan selamat mencoba. (AS)




LinkBack URL
About LinkBacks






Reply With Quote

Bookmarks