Cempedak dan Nangka
Tanaman cempedak dan nangka termasuk dalam famili Moraceae genus Artocarpus. Cempedak dan nangka termasuk dalam kategori tanaman yang mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang subur / tanah marginal dan tidak memerlukan perawatan intensif. Pada bulan September tahun 2000, tim peneliti Taman Wisata Mekarsari (TWM), melakukan terobosan baru di bidang pemuliaan buah konvensional, yaitu dengan melakukan persilangan antar 2 jenis tanaman berbeda, yaitu nangka mini (Artocarpus heterophyllus) sebagai tetua betina dengan cempedak (A. champeden) sebagai tetua jantan. Setelah melalui evaluasi selama tiga tahun, ditemukan ada 3 varietas unggul baru, yaitu varietas Nangkadak, varietas Cempeka, dan varietas Pedakka. Dimana masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.
Secara umum sosok tanaman dan tipe buah yang dihasilkan dari silangan ini lebih mengarah pada cempedak sebagai tetua jantannya, namun demikian ukuran buah yang dihasilkan serta kualitas buahnya jauh lebih unggul dan berbeda dengan induk aslinya. Buah cempedak-nangka memiliki ukuran lebih besar jika dibandingkan ukuran buah cempedak pada umumnya. Bentuk buah silindris dan berkesan padat. Aroma buah masaknya lembut, tidak setajam cempedak, tapi lebih mengarah pada aroma nangka. Rasa buah sangat manis dan tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan. Buah yang dihasilkan pada musim hujan pun tetap manis, tidak seperti nangka maupun varietas cempedak lainnya yang menjadi berkurang kemanisannya bahkan hambar rasanya
Nangkadak
Pertumbuhan cempedak Nangkadak cukup pesat. Pada umur 3 tahun, tinggi pohon telah mencapai 12 m dengan lebar tajuk 8 meter, keliling batang 72 cm dan sudah belajar berbuah.
Nangkadak menghasilkan buah berbobot rata-rata 3-3,6 kg per buahnya. Daging buah tebal, warna jingga tua, rasa sangat manis, dengan tekstur halus. Aroma lembut tidak seperti cempedak pada umumnya, secara sekilas lebih menyerupai aroma nangka.
Deskripsi Nangkadak :
Bobot buah
3.0 - 3.6 kg
Panjang buah
33 - 35 cm
Diameter buah
15 - 16 cm
Kulit buah
kuning kecoklatan
Warna daging
orange
Kadar gula
> 30 derajad brix
Daging buah
embut kering, sangat manis
Bobot pongge buah
35 g/butir
Jumlah pongge
20 - 30 butir/buah
Produksi buah
35 - 40 buah/tahun
Dami buah
lembut enak dimakan
Pedaka
Fisik pohon cempedak Pedakka lebih vigor dibandingkan cempedak Nangkadak. Tinggi pohon saat umur 3 tahun sekitar 9 m dengan lebar tajuk mencapai 4 m.
Bentuk buah Pedakka cukup sempurna, bentuk buah oval berkesan padat, menandakan pongge buah penuh. Daging buah tebal, rasa sangat manis dan lezat, nikmat disantap sebagai buah segar. Aroma Pedakka khas, harum lembut berpotensi digunakan sebagai bahan baku produk makanan, seperti aneka cake, pie, biscuit, dan ice cream.
Deskripsi Pedaka :
Bobot buah
4.5 - 5.8 kg
Panjang buah
35 - 42 cm
Diameter buah
15 - 17 cm
Kulit buah
hijau muda
Warna daging
orange kekuningan
Kadar gula
> 30 derajad brix
Daging buah
lembut kering, sangat manis
Bobot pongge buah
36 g/butir
Jumlah pongge
15 - 50 butir/buah
Produksi buah
20 - 35 buah/tahun
Dami buah
lembut enak dimakan
Cempeka
Sosok pohon Cempeka menyerupai Pedakka. Daun berwarna hijau tua mengkilap meskipun permukaan daunnya berbulu. Bentuk daun bulat oval, relatif lebih besar dibandingkan ukuran daun cempedak biasa.
Bobot buah Cempeka berkisar antara 4.5 - 6.5 kg, bentuk buah oval cenderung silindris. Warna kulit buah hijau, sedangkan warna daging buah kuning tua. Daging buah tebal, memiliki serat lembut, rasa lezat, manis segar.
Seperti kedua cempedak-nangka lainnya, dami buah Cempeka ini juga enak dimakan, tebal, lembut dan manis. Selain enak dimakan segar, Cempeka ini juga dapat diolah menjadi aneka makanan, dengan memanfaatkan rasa, aroma, kemanisan dan kelezatan daging buahnya.
Deskripsi Cempeka :
Bobot buah
3.0 - 3.6 kg
Panjang buah
33 - 35 cm
Diameter buah
15 - 16 cm
Kulit buah
kuning kecoklatan
Warna daging
orange
Kadar gula
> 30 derajad brix
Daging buah
lembut kering, sangat manis
Bobot pongge buah
35 g/butir
Jumlah pongge
20 - 30 butir/buah
Produksi buah
35 - 40 buah/tahun
Dami buah
lembut enak dimakan
Untuk Informasi lengkap hub...
Sdri. Indradewi / Ratna




LinkBack URL
About LinkBacks








Reply With Quote

Bookmarks