All the best FLOBAMOR...

Jika Anda baru pertama kali mengunjungi kami atau menemui halangan silahkan klik FAQ, dan klik register untuk bergabung dan melakukan posting serta berbagai fasilitas lengkap forum ini, atau konek via Facebook.


+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 2 12 LastLast
Showing results 1 to 10 of 11
  1. #1
    Member dany is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Aug 2006
    Kiriman
    460
    Rep Power
    6

    Wink Adenium, Kamboja yang Mirip Bonsai

    Adenium, Kamboja yang Mirip Bonsai

    Jakarta – Adenium obesum di Indonesia dikenal dengan sebutan kamboja jepang. Nama adenium lebih disukai pehobi, pasalnya kamboja selalu dikaitkan dengan kuburan. Adenium memikat para penggemar tanaman hias karena variasi warna bunganya kaya dan indah. Ditambah lagi bentuk akarnya yang membesar bila telah tua. Inilah yang membuat sosoknya jadi unik dan mirip bonsai.

    SH/bayu dwi mardana
    Pemangkasan, jadi kunci agar adenium rajin berbunga, dan sebagai pemutus rantai hama serta penyakit. (kiri)
    Inilah jenis adenium yang paling digemari pehobi di Indonesia. (kanan)

    Sebetulnya adenium sama sekali berbeda dengan kamboja. Walau masih dalam satu keluarga, yaitu Apocynaceae, namun ada beberapa perbedaan yang mencolok di antara keduanya.
    Coba saja lihat bentuk daun dan akar antara kedua tanaman tersebut. Bentuk adenium jauh lebih kecil dibanding daun kamboja. Akar adenium mampu membesar seperti umbi dan meliuk ke kiri-kanan. Bagian inilah yang berfungsi sebagai penyimpan air. Sedang pada kamboja tak dapat dijumpai bentuk akar seperti itu.
    Dari sosoknya pun adenium dan kamboja punya perbedaan yang kentara. Adenium punya sosok yang kecil hingga amat cocok sebagai tanaman penghias teras rumah. Sedang kamboja memiliki sosok yang tinggi dan besar sehingga sering dipakai sebagai tanaman pelindung, di samping fungsi penghias.
    ”Itu sebabnya, saya lebih suka menyebut tanaman ini adenium ketimbang kamboja jepang. Kalau orang dengar (nama) kamboja biasanya langsung terbayang tanaman yang besar,” ujar Candra Gunawan, pehobi sekaligus pengusaha tanaman hias di bilangan Sawangan, Depok.
    Sedang di Cina, adenium punya nama Fook Hui Hwa yang artinya, bunga keberuntungan. Dan di Thailand dianggap sebagai bunga selamat datang (choa chuem).

    Tanaman Gurun
    Iklim tropis Indonesia menjadi lokasi yang cocok bagi pertumbuhan tanaman ini. Di habitat aslinya, adenium merupakan tanaman semak yang tumbuh liar di daerah gurun yang panas. Tanaman ini menyimpan air di dalam akarnya sehingga dapat bertahan hidup di daerah yang kering. ”Karena mampu menyimpan air, dia termasuk tanaman sukulen,” kata Candra, pehobi yang belakangan serius menekuni usaha komersial adenium. Jadi, istilahnya tanaman bandel .
    Adenium berasal dari daerah gurun pasir di daratan Afrika dan jazirah Arab, seperti Senegal sampai Sudan, Kenya, Tanzania, Mozambique, Namibia dan sekitarnya. ”Dari Pantai Timur Afrika sampai Afrika Selatanlah,” sebut Candra. Kalau di Arab, tersebar di Oman, Saudi Arabia dan Yaman. Karena berasal dari gurun pasir maka adenium punya julukan desert rose, mawar padang pasir.
    Melihat tempat asalnya, adenium merupakan tanaman yang memerlukan sinar matahari penuh, tak perlu banyak air dan menyukai media tanam yang porous - berliang renik. Bila ketiga hal tadi dipenuhi, dijamin adenium bakal tumbuh subur. Di tempat asalnya, tanaman yang subur tingginya bisa mencapai sekitar empat meter.
    ”Dibanding anggrek, merawat adenium tak terlalu susah. Kalau kita lupa nyiram anggrek dua-tiga hari saja bisa mati. Kalau adenium sampai dua minggu pun tahan tidak disiram,” ujar sang empunya Godongijo Nursery. Soal pemupukan dan perawatan terhadap hama pun lebih gampang ketimbang anggrek. Kemudahan-kemudahan itu, membuat Candra yakin dalam waktu dekat bakal digemari pehobi tanaman hias. ”Memang perlu waktu dan butuh promosi yang cukup gencar, tapi saya yakin tanaman ini bakal digemari.”
    Melihat peta dunia, tren adenium tak seragam. Di Thailand, tren tanaman ini baru saja melewati masa puncaknya. Sekitar tiga tahun silam, adenium booming di negeri gajah putih itu. Namun di Cina, Taiwan dan Amerika perkembangan adenium relatif sama dengan kondisi di Indonesia. Sama-sama punya grafik popularitas yang terus merangkak naik. Tiap pameran flora eksotik digelar, adenium selalu jadi incaran kolektor. Jangan kaget jika sepohon adenium tua dengan bentuk bongkol besar, harganya mencapai Rp 50 juta.

    Pelepas Lelah
    Kebanyakan masyarakat jatuh cinta pada tanaman ini sebab keindahan bunga. J.E. Mujiono (49), pehobi tanaman mengaku tertarik adenium gara-gara kepincut keindahan bunganya. ”Bunga-bunga yang ditampilkan bisa memberi inspirasi dan pelepas lelah. Biasanya sehabis bekerja, saya selalu melihat-lihat koleksi tanaman berbunga di rumah. Termasuk adenium ini.”
    Di kala senggang, bapak berputra dua ini tak pernah absen untuk berjalan-jalan bersama sang istri mencari koleksi adenium terbaru. Warna dan bentuk bunga yang unik selalu jadi pertimbangan mereka. Dibanding anggrek, perawatan adenium lebih mudah. Juga bunganya beragam warna dan masing-masing cantik.
    Sosok adenium yang menyerupai tanaman bonsai juga mampu mencuri perhatian para pehobi. Makin tua, akar adenium akan makin membesar seperti umbi. Akar gendut ini akan meliuk ke kiri-kanan hingga membuat penampilannya bertambah unik.
    Di pembibitan milik Candra, bahkan ditemukan bentuk akar yang menyerupai kelamin lelaki dan dada wanita. Makanya oleh kolektornya, kedua dijuluki female and male adenium.
    Kesan tua akan terpancar kuat bila akar gendut itu ditonjolkan keluar sehingga pemakaian pot bonsai yang ceper dapat mengkatrol penampilan adenium. Yang harus dicermati, jika ingin akar tanaman besar, adalah perlakukan tanaman sesuai sifat aslinya.
    Pertumbuhan akar tanaman ini akan baik jika media tanam yang digunakan sesuai. Selain itu faktor penyiraman juga berpengaruh.
    Menurut Octa Sugih (29), pehobi adenium yang juga pemilik ”Red Flower Nursery”, bunga adenium berbentuk terompet dan terdiri dari 5 helai petal (mahkota bunga).
    Di dalam corong (terompet) bunga terdapat benang sari. Bentuk petal (mahkota bunga) sangat bervariasi, ada berbentuk bintang, bergerigi, ujung petal terpotong sampai ujung yang membulat.
    Secara umum, bentuk bunga adenium bisa dibagi menjadi tiga, yaitu berbentuk bintang (Adenium ”Crimpson Star”), bintang dengan tepi bergerigi (Adenium obesum) dan bulat (Adenium swazicum).
    Dahulu bahkan sampai kini pencinta tanaman hanya tahu warna bunga adenium merah muda atau pink. Ternyata secara diam-diam adenium di Indonesia merayap naik dan hadir dengan aneka warna.
    Sekarang telah ditemukan atau disilangkan lebih kurang 100 warna. Dari yang putih bersih, loreng-loreng sampai merah tua dengan pinggir bunga berwarna hitam. Bagian corong bunga juga bervariasi. Ada yang polos putih, polos kuning, polos merah dan bergaris-garis.
    Hama
    Agar adenium rajin berbunga, Candra dan Octa sama-sama menyarankan untuk melakukan pemangkasan pada tanaman. Batang adenium yang dibiarkan tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan.
    Lagipula pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai keinginan kita. Kalau ingin bentuk tanaman yang agak tinggi maka batang yang dipotong sebaiknya agak tinggi pula.
    Selain batang utama, pemangkasan cabang juga harus dilakukan. ”Ini kunci untuk mendapatkan bunga adenium dalam waktu yang lama. Bisa tahan sampai dua bulan,” kata Candra. Dengan dipangkas, batang atau cabang akan menghasilkan tunas baru lebih dari satu. Dari tunas itu akan muncul bunga.
    Pemangkasan cabang juga berfungsi memutus siklus hidup hama dan penyakit. Salah satu musuh besar adenium adalah spider mite. Hewan ini seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau tua, coklat muda dan hitam. Dia bersarang di bagian bawah daun dan ketiak daun. Bila bagian atas daun berwarna kusam dan terlihat mengkerut, artinya tanaman terkena gejala serangan hama tersebut.
    Saat ini, banyak ditemukan varietas baru adenium. Candra sendiri punya sekitar 100 varietas tanaman. ”Rekan saya di Amerika baru-baru ini dapat hibrida yang punya bunga wangi dan warnanya merah tua. Menurut saya, itu sebuah terobosan besar.” Apa pasal? Dengan ketemunya jenis yang mampu mengeluarkan bunga yang harum dan warna cerah tentu akan makin memperkuat pesona adenium. Kalau sudah begitu, siapa sih yang nggak kepincut.
    (SH/bayu dwi mardana/gatot irawan)

    SH/bayu dwi mardana
    Dengan kebun pembibitan seluas 2 hektar, Candra Gunawan melakukan hybrid beragam jenis adenium.

  2. #2
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Re: Adenium, Kamboja yang Mirip Bonsai



  3. #3
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Trend: Adenium Bonsai Makin Digemari


    Adenium memang tanaman yang luar biasa dan nggak ada matinya. Setiap saat selalu saja muncul bunga baru, warna baru bahkan jenis baru. Belum lagi kita bisa membuat sosoknya menjadi apa saja yang kita suka. Mulai dari bonggolnya yang dibentuk bermacam-macam, disambung dengan jenis bunga sesuka hati kita. Bahkan kalau bosan bisa kita bisa ganti dengan membuat sambungan bunga warna baru, atau bahkan kalau bosan dengan bonggol bisa kita ubah penampilannya dengan cara potong bonggol.
    Kalau selama ini adenium sangat populer dengan beragam jenis dan warna bunganya, kini kita makin dibikin tercengang dengan berbagai jenis Adenium silangan baru. Kini bukan hanya bonggol Jawa Obesum yang diincar konsumen, tetapi sosok yang kearah bentuk benar-benar mirip bonsai. Lihat saja kalau anda rajin mengikuti jawara-jawara adenium diberbagai kontes. Yang makin dominan di jajaran pemenangnya lebih dari 50 persen memiliki sosok mirip bonsai secara natural. Mengapa demikian?
    Adenium memiliki keunggulan sebagai tanaman yang sangat mudah dibentuk. Meskipun berbatang lunak, beberapa jenis adenium, seperti Arabicum dan thai soco memiliki postur yang secara fisik mirip bonsai. Apalagi di tempat asalnya Thailand ataupun Taiwan, kini makin rajin memproduksi berbagai jenis silangan baru yang memang mirip bonsai.Sentuhan para pakar bonsai, yang belakangan ini ikut terjun di dunia adenium, juga memiliki andil yang cukup besar bagi perkembangan dunia adenium.

    Arabicum dan socotranum jadi incaran
    Jenis Arabicum belakangan makin dicari konsumen. Meski harga bijinya hampir 10 kali lipat biji Adenium obesum. Sebutir biji Adenium arabicum kini dijual sekitar Rp.5000, sementara obesum berkisar Rp. 500 sampai Rp. 750. Di Thailand, biji Arabicum dijual dengan berbagai jenis. Ada yak Saudi, Yaman , Rachinee Pan Dok (RCN). Diantara ketiga jenis Arabicum RCN memiliki keunikan karena sosoknya yang rimbun karena memiliki percabangan yang banyak. Tak heran kalau RCN makin diburu kolektor karena sosoknya bisa dibentuk mirip bonsai. Konon RCN adalah hasil kawin silang antara arabicum yak Saudi dengan obesum cabang seribu. Boleh dibilang RCN adalah yang terbaik dari jenis arabicum.

    Jenis yang juga diperkirakan akan menjadi trend masa depan ada soco. Kalau Thailand menyebutnya Thai Soco, tetapi bukan socotranum yang spesies. Soco yang kita bicarakan adalah yang hybridnya, karena sosoknya yang amat bagus. Bonggol besar kokoh, berwarna putih perak dengan cabang-cabang yang juga kokoh, tetapi tidak serimbun RCN. Secara natural, soco memiliki sosok yang sudah layak disebut bonsai, tanpa harus capek-capek memprogramnya. Tak heran di beberapa lomba jika sebelumnya masuk dalam kategori Arabicum, belakangan Soco masuk dalam kelas tersendiri yakni Arabicum hybrid. Yah ini karena kalau masih dalam kategori yang sama dengan Arabicum, pasti Soco akan selalu unggul, karena sosoknya yang memang jauh lebih bagus dari Arabicum.
    Karena masih tergolong langka bila dibanding obesum, maka harganya paling mahal untuk semua jenis Adenium. Sebutir biji Adenium dijual berkisar antara Rp. 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Mahalnya harga soco, karena memang agak sulit menghasilkan biji, dan produksinya belum semassal obesum. Tetapi jika anda sudah memilikinya, pasti puas, karena sosoknya yang memang sangat istimewa. Apalagi jika anda memang ingin menjadi kolektor adenium kualitas nomor satu. Dan bagi anda yang sangat aktif ikut kontes, inilah adenium yang siap manggung tanpa terlalu repot membentuk atau memprogramnya. Cukup melakukan pemangkasan dan merapikan percabangan disana-sini, dengan memperhatikan dimensi bentuk dan komposisinya.

    Meski bukan lagi pekerjaan gampang bagi pemula, setidaknya anda harus mulai mecoba. Siapa tahu suatu saat anda bisa menjadi pakarnya. Apalagi kalau kita amati belakangan ini selera juri mulai bergeser kearah sosok mirip bonsai.

  4. #4
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Membuat Adenium Rajin Berbunga


    Adenium ini berhasil berbunga serempak di tiap cabangnya. Bunga yang rimbun bisa diciptakan setelah sebelumnya dilakukan pemangkasan.
    Adenium bentuknya memang unik. Apalagi jika berbunga, cantik sekali. Kini banyak silangan adenium yang menampilkan bunga dengan bermacam warna. Tapi sayangnya jika sekali berbunga, ditunggu-tunggu yang selanjutnya lama baru berbunga. .

    Padahal, adenium bisa dibuat berbunga sepanjang waktu. Chandra Gunawan, pehobi adenium, telah membuktikannya di Godongijo, nursery-nya yang luas di Sawangan (Bogor). Berikut ini tipsnya agar tanaman asal gurun pasir itu rajin berbunga.
    Pemangkasan adalah kuncinya. Batang adenium yang tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan. Pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai dengan keinginan pehobi. Kalau mau yang bentuknya tinggi maka batang yang dipotong juga agak tinggi pula.


    Selain batang utama, pemangkasan cabang juga dilakukan. Tujuannya agar tampil rimbun. Pemangkasan cabang tersebut, juga bisa memutus siklus hidup hama dan penyakit, serta kunci utama untuk membungakan adenium secara serempak di tiap cabangnya.
    Pemangkasan itu akan menghasilkan tunas-tunas baru di tiap cabang yang dipangkas. Dari tunas baru inilah, nanti bakal keluar bunga. Tapi yang harus diperhatikan sebelum melakukan penggundulan, pastikan tanaman itu sehat dan media tanamnya subur. Pemberian pupuk slow release atau NPK sebaiknya dua minggu sebelum ”eksekusi” itu.
    Menurut Chandra, yang jarang diperhatikan oleh pehobi adalah kesterilan alat pemotong. Gunting atau pisau yang dipakai sering kali kotor. Peralatan yang tidak steril seringkali menyebabkan kegagalan. Sebab bekas irisannya menjadi busuk yang bisa merembet ke bagian lain. Harapan untuk memperoleh adenium yang indah, sirna karena kecerobohan. Sebaiknya pemangkasan dilakukan di pagi hari agar bekas potongan bisa cepat kering. Tidak disarankan penggundulan itu dilakukan di musim hujan, sebab batang yang baru terpotong bila terkena air akan membusuk.


    Jika adenium yang sudah gundul sejak awal dalam kondisi bagus, tanaman sehat dan kondisi medianya subur maka dalam tujuh sampai 12 hari sesudah pemangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru dan enam sampai delapan minggu kemudian muncul kuncup bunga. Jangan lupa menaruhnya di tempat yang mendapat matahari minimal tujuh jam per hari. Sebab tanaman ini menyukai sinar matahari. Jika tidak terkena matahari maka proses pembungaan akan gagal. Kuncup yang sedang terbentuk bisa gagal.

  5. #5
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Talking Mempersiapkan Adenium Untuk Kontes

    Banyak hobbiis yang kecanduan untuk ikut memamerkan koleksinya setiap ada kontes. berikut ini akan dipaparkan langkah-langkah untuk mempersiapkan Koleksi kita jika sudah terdengar kisi-kisi diselenggarakan kontes di kota kita. Mudah-mudahan dengan tip's berikut ini gelar juara dapat disabet.

    Untuk mempersiapkan koleksi adenium yang diikutsertakan pada kontes atau pameran umumnya memerlukan waktu sekitar dua bulan. Untuk adenium yang sudah senantiasa dirawat dengan baik - merawat ya berarti ada ekstra treatment tidak hanya disiram saja - persiapannya membutuhkan waktu 2 minggu sampai satu bulan sampai pada penampilan yang optimal. Sedangkan untuk tanaman yang dipelihara "biasa-biasa " saja , butuh persiapan dan treatment ekstra , untuk membuat adenium sehat dan segar; mengkinclongkan bonggol; serta menyiapkan adenium agar bunganya kompak , maksimal dan seragam hingga menutupi daun yang ada. Untuk itu langkah-langkahnya adalah :

    a. Treatment Dasar


    Dengan asumsi adenium anda sudah melalui training untuk pembentukan akar , dan treatment batang , tanaman harus dalam keadaan sehat (tidak dormant) maka treatment dasar yang harus diperhatikan untuk persiapan pameran adalah pemupukan , penyiraman , dan pemangkasan menjelang kontes untuk mendapatkan bunga yang kompak dan maksimal. Yang perlu diperhatikan :
    Siram Basah Kering
    Melakukan pengendalian penyiraman tidak kurang dan tidak berlebihan. Perlu diingat perlakuannya sedikit berbeda dengan tanaman yang tidak diikut sertakan dalam pameran. Untuk Mempersiapkan pembungaan penyiraman dilakukan dengan kiat basah kering , dimana tanaman disiram dengan gembor , kemudian dibiarkan kering dengan interval waktu tertentu (umumnya satu minggu) baru kemudian disiram kembali. hal ini akan mamacu pembungaan pada tanaman. perlu diingat , tanaman baru akan berbunga kalau persediaan makanannya cukup , dan mencapai tahap pembungaan atau jika berada dalam kondisi terancam. Perlakuan penyiraman ini memaksa tanaman untuk mempercepat proses pembungaannya. Diimbangi dengan pemupukan maka akan diperoleh bunga yang kompak dan berwarna cerah nantinya.
    Pangkas Cabang
    Pemangkasan cabang. Pemangkasan ebaiknya menggunakan pisau tajam dan steril.
    Pemupukan
    Pemupukan untuk pembungaan dilakukan dengan terlebih dahulu menyehatkan tanaman dengan menggunakan pupuk untuk pertumbuhan , biasanya dilakukan sebulan sebelum treatment untuk kontes dilakukan. Perlu diingat , jika tanaman adenium anda tidak sehat , maka perlakuan ini hanya mengakibatkan adenium anda menderita dan menemui ajalnya secara perlahan.
    Pembungaan
    Setelah dilakukan pemangkasan untuk pembungaan , maka tanaman disemprotkan dengan hormon untuk memacu pertumbuhan tunas yang baru. kemudian pemupukan dilakukan dengan memberikannya setiap kali melakukan penyiraman , dengan Pupuk yang memiliki nilai tengah yang besar dibandingkan dengan nilai depannya. Pemberian pupuk ini juga dilakukan dengan menempatkan adenium di tempat yang memiliki intensitas matahari yang tinggi dengan interval waktu minimal 8 jam. Waktu yang baik adalah 12 jam hal ini akan mempengaruhi metabolisme tanaman didalam menghasilkan kuntum bunga sebanyak-banyaknya. Segera setalah memunculkan kuntumnya , tanaman adenium anda harus di letakkan di tempat yang tidak terkena angin secara langsung , yang dapat mengakibatkan gugurnya kuntum bunga tadi. Penting untuk diingat , tanaman adenium anda yang telah melalui proses tadi , setelah kontes usai harus dipupuk dahulu dengan pupuk seimbang , untuk mengembalikan kondisi si tanaman agar kembali segar dan mampu menumbuhkan tunas daun.




    b. Memahami Karakter Adenium

    Setiap hobiis memiliki cara berbedadalam menangani adenium kesayangannya. Umumnya seorang hobiis memperlakukan adenium seperti memperlakukan anaknya sendiri. Karenanya , mereka memahami karakter adenium yang mereka pelihara , sehingga hafal kapan waktuyang tepat untuk menjemur di bawah cahaya matahari dan kapan mengistirahatkan ditempat teduh. Kaarkter tersebut bisa dipelajari dengan caramemperhatikan dan merawatnya setiap hari.Adenium yang akan diikutsertakan pada acara kontes atau pameran harus ditanam di dalam pot yang sesuai dengan banderol harga yang diinginkan karena bahan dan estetika pot sangat mempengaruhi penampilan dan harga adenium. Pot yang digunakan biasanya pot tanah liat atau keramik. lazimnya pot untuk adenium berbentuk ceper dengan ragam hias yang disesuaikan dengan warna bunganya. Keserasian antara pot dan adenium ini bisa mengangkat harganya menjadi lebih mahal dan jika dikonteskan bisa memberi nilai tambahc. Pengangkutan Adenium ke Arena Kontes atau Pameran

    Hal terpenting yang harus anda perhatikan pada saat membawa koleksi anda ke arena kontes adalah "hati-hati dan tidak kesusu". sebelum diangkat sebaiknya tanaman anda diikat ke potnya dengan menggunakan tali rafia untuk mencegah tanaman goyah dari posisi tanamnya. pengangkatan dan pemindahan dilakukan dengan hati-hati , untuk adenium Giant biasanya digunakan alat katrol untuk memindahkan. Selanjutnya , pot diletakkan dikendaraan atau sarana angkutan yang digunakan dengan hati-hati. Untuk mencegah komposisi tanaman berubah akibat angin , dan mencegah kerontokan dan daun pada saat pengangkutan (untuk mobil terbuka ) sebaiknya tanaman dikerubungi dengan net. hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi sengatan matahari ketika tanaman dipindahkan.

    Posisi Adenium
    Tip's penempatan adenium di ruang pamer dengan memperhatikan tampak utama yang sudah kita persiapkan dengan kondisi tanaman pada saat dilombakan khususnya dominasi bunga. sehingga nantinya diperoleh posisi pose yang paling optimal dan menarik , baik dari segi perpaduan bonggol , postur tanaman secara keseluruhan maupun pose untuk memview penampilan bunga secara maksimal. Yang perlu diingat , bagaimana mencari posisi yang optimal untuk menutupi kekurangan dari view pada salah satu yang dimiliki adenium kita dengan menonjolkan kehadiran bunga pada sisi tersebut sebagai kompensasinya.
    Penempatan keterangan dan deskripsi tanaman kita meliputi nama adenium , nama nursery , harga diperlukan untuk menyediakan informasi yang baik dan akurat mengenai tanaman koleksi kita.

  6. #6
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Membuat Adenium Rajin Berbunga


    Adenium ini berhasil berbunga serempak di tiap cabangnya. Bunga yang rimbun bisa diciptakan setelah sebelumnya dilakukan pemangkasan.
    Adenium bentuknya memang unik. Apalagi jika berbunga, cantik sekali. Kini banyak silangan adenium yang menampilkan bunga dengan bermacam warna. Tapi sayangnya jika sekali berbunga, ditunggu-tunggu yang selanjutnya lama baru berbunga. .

    Padahal, adenium bisa dibuat berbunga sepanjang waktu. Chandra Gunawan, pehobi adenium, telah membuktikannya di Godongijo, nursery-nya yang luas di Sawangan (Bogor). Berikut ini tipsnya agar tanaman asal gurun pasir itu rajin berbunga.
    Pemangkasan adalah kuncinya. Batang adenium yang tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan. Pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai dengan keinginan pehobi. Kalau mau yang bentuknya tinggi maka batang yang dipotong juga agak tinggi pula.


    Selain batang utama, pemangkasan cabang juga dilakukan. Tujuannya agar tampil rimbun. Pemangkasan cabang tersebut, juga bisa memutus siklus hidup hama dan penyakit, serta kunci utama untuk membungakan adenium secara serempak di tiap cabangnya.
    Pemangkasan itu akan menghasilkan tunas-tunas baru di tiap cabang yang dipangkas. Dari tunas baru inilah, nanti bakal keluar bunga. Tapi yang harus diperhatikan sebelum melakukan penggundulan, pastikan tanaman itu sehat dan media tanamnya subur. Pemberian pupuk slow release atau NPK sebaiknya dua minggu sebelum ”eksekusi” itu.
    Menurut Chandra, yang jarang diperhatikan oleh pehobi adalah kesterilan alat pemotong. Gunting atau pisau yang dipakai sering kali kotor. Peralatan yang tidak steril seringkali menyebabkan kegagalan. Sebab bekas irisannya menjadi busuk yang bisa merembet ke bagian lain. Harapan untuk memperoleh adenium yang indah, sirna karena kecerobohan. Sebaiknya pemangkasan dilakukan di pagi hari agar bekas potongan bisa cepat kering. Tidak disarankan penggundulan itu dilakukan di musim hujan, sebab batang yang baru terpotong bila terkena air akan membusuk.


    Jika adenium yang sudah gundul sejak awal dalam kondisi bagus, tanaman sehat dan kondisi medianya subur maka dalam tujuh sampai 12 hari sesudah pemangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru dan enam sampai delapan minggu kemudian muncul kuncup bunga. Jangan lupa menaruhnya di tempat yang mendapat matahari minimal tujuh jam per hari. Sebab tanaman ini menyukai sinar matahari. Jika tidak terkena matahari maka proses pembungaan akan gagal. Kuncup yang sedang terbentuk bisa gagal.

  7. #7
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Ganti Pot Lama Agar Selalu Berbunga

    Tanaman satu ini dikenal karena keindahan daun dan bunganya. Tapi, seringkali ia tak mau berbunga. Bagaimana mengatasinya?
    Seorang penggemar berat adenium mengeluh, "Kenapa bunga adenium saya jadi kusam dan daunnya layu, ya?" Padahal, sambungnya, "Dulu rajin berbunga, lo. Bunganya pun cerah, merah tua dengan kombinasi putih di bagian tengah. Yang paling eksotis bonggolnya, gede berbenjol-benjol, menggelembung." Belum lagi pemupukan yang tak pernah telat, juga penyemprotan pestisida. "Tapi kenapa adenium saya tak lagi seperti dulu?" tanyanya lagi.

    Selidik punya selidik, tanaman adenium itu ternyata sedang "sakit." Terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan tanaman dengan kondisi ruang lingkungan pot yang ada. Akar-akarnya sudah semakin besar dan lebat, batangnya juga makin membesar, sementara kondisi ruang gerak-hidup dan ketersediaan nutrisi amat terbatas. Akar-akar tadi telah memenuhi bagian atas media. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya adenium akan mogok berbunga.
    Daunnya pun tak lagi hijau segar.

    Terjadilah persaingan. Berebut hara. Berebut ruang gerak-hidup. Berebut sinar matahari. Akhirnya jumlah daun makin sedikit, tumbuhnya lambat, layu, dan akhirnya menguning. Pertumbuhan tunas dan cabang juga sangat lambat. Yang lebih parah, bunga ngambek, tak mau lagi muncul.

    Ya, meski pemupukan rajin dilakukan, namun media tanam yang sudah "tua", katakan saja lebih 2 tahun, membuatnya tak layak lagi mengolah nutrisi. Pendek kata, media tanamnya sudah rusak. Jadi, dipupuk dengan pupuk apa saja, dan sebanyak apa pun, tidak akan menyuburkan tanaman. Solusinya, media tanam itu perlu diganti. Lakukan repotting, ganti pot lama dengan pot baru, termasuk media tanamnya.

    Bagaimana cara melakukan repotting adenium? Simak 5 langkah berikut:

    • Siapkan Pot Baru
      Pilih pot baru dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan pot lama. Jangan lupa untuk memilih "pot bonsai" agar bonggol adenium terlihat indah di atas media. Bentuk pot ada yang bundar, ada pula yang oval. Perhatikan jarak antara bibir pot dengan pangkal batang, yang ideal sekitar 8 - 10 cm. Dengan jarak selebar itu, di samping gerakan akar lebih leluasa, juga lebih indah dipandang.

      2. Ganti Media Tanam
      Adenium termasuk tanaman zerofit. Artinya, cocok hidup di daerah kering. Untuk itu, ia membutuhkan media yang berongga (porous). Itu berarti, adenium tidak menyenangi media yang kuat mengikat air. Bisa-bisa akarnya malah membusuk. Jadi, gunakan media porous antara lain coco peaf (serbuk sabut kelapa), arang sekam padi, pasir kasar, pecahan arang kayu, pecahan batu apung, dan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah matang.

      Tersedia sekurang-kurangnya 3 pilihan media sebagai berikut: (a) Campuran pecahan batu apung berdiameter 0,25-0,50 cm, lalu arang sekam, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1, (b) Campuran pasir kasar, arang sekam, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1; dan (c) Campuran pasir kasar, coco peaf dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

      Jangan lupa, dasar pot diberi arang kayu kira-kira seperempat tinggi pot agar air tidak mampat. Barulah kemudian media tanam dimasukkan ke dalam pot baru hingga memenuhi setengah dari tinggi pot.
      3. Keluarkan dari Pot Lama
      Keluarkan tanaman adenium dari dalam pot lama. Caranya, siramlah tanaman, lalu dinding pot diketuk-ketuk melingkar. Setelah itu, jungkirkan posisinya sembari menahan tanaman. Yang penting, jaga jangan sampai tanaman rusak, misalnya akarnya terputus.
      Siram akar-akarnya hingga tanah yang menempel jadi larut. Lalu, potong akar-akar yang sudah tua, tapi sisakan sekitar 2 - 3 cm. Gunakan gunting tajam agar tidak mengotak jaringan akar.

      4. Rendam Pestisida
      Akar yang sebagian dipotong, tentu akan meninmbulkan luka. Nah, dari luka itulah ada kemungkinan akan memicu tumbuhnya jamur. Jadi, bagian akar dan bonggol tanaman tersebut direndam dalam pestisida guna menolak datangnya jamur. Misalnya dengan pestisida Agrimex, Mansote, atau Dagonil. Perendaman cukup 15 menit.

      5. Tanam Pot Baru
      Sesudah direndam pestisida, batang adenium diangkat, lantas dimasukkan ke dalam pot baru yang telah disiapkan. Tutup dengan media tanam yang masih tersisa hingga setinggi leher pot. Berikutnya, tanaman adenium disiram air bersih.

      Usai repotting, tanaman adenium sebaiknya diletakkan di tempat teduh dan terlindung dari hujan. Pasalnya, adenium yang baru saja direpotting biasanya cukup rentan terhadap perubahan cuaca. Setelah sekitar 2 minggu, adenium boleh diletakkan di tempat yang terbuka atau panas.

  8. #8
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Sukses Menyemai Biji Adenium

    Pada dasarnya menyemai biji adenium bukanlah pekerjaan yang sulit. Adenium adalah tanaman yang gampang sekali tumbuh. Lihatlah pada kedua ujung biji terdapat bulu yang mampu membawanya terbang dan jatuh ditanah. Ia bisa tumbuh segera dengan mudahnya.

    Jika anda ingin mengalami sukses dalam menyemai benih, kuncinya adalah penggunaan media yang steril dan berkualitas baik. Jika anda tidak yakin dengan media yang anda gunakan, sebelum digunakan sebaiknya sterilkan dengan cara mengukusnya dan menyeprotnya dengan fungisida serta menjemurnya. Berikut ini langkah-langkah menyemai biji adenium:


    • Letakkan tanaman ditempat yang panasnya sedang terkena matahari beberapa jam sehari. Secara bertahap setelah agak besar dipindahkan ke tempat yang kena matahari penuh.

  9. #9
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Re: Adenium, Kamboja yang Mirip Bonsai

    Red Compacta merupakan Adenium obesum mini (dwarf) dan merupakan salah satu produk awal yang didatangkan GI, sekitar tahun 2003. Kala itu banyak yang tidak melirik varietas ini karena dianggap pertumbuhannya lamban.

    Nah karena saat ini ada kecenderungan presepsi tentang adenium ke arah bonsai. Jadilah Red Compacta diburu orang lagi. Ada gula ada semut, banyak importir yang kemudian mendatangkan adenium mini dari Taiwan atau Thailand lagi.

    Adenium mini belum tentu Red Compacta, tapi Red Compacta adalah true type adenium mini yang mempunyai gen resesif kerdil (dwarf), tt. So bagi rekan yang senang menyilangkan, perkawinan antar Red Compacta pasti akan menghasilkan 100 % adenium mini. ... Mudah bukan membuat adenium mini....!

    Dulu saya pernah menghasilkan benih adenium mini dari Red Compacta tersebut, namun karena pertumbuhannya lambat .... kasihan nanti bagi yang berniat menyemai tapi masih awam.

    Bagi yang tidak sempat dan belum menyilangkan, ada Tips untuk menghasilkan adenium mini, beri pupuk dengan kandungan K (kalium ) rendah dan kandungan magnesium yang tinggi (Mg). Berikut saya attach adenium obesum original putih yang saya beri perlakuan demikian. Perhatikan perkembangan panjang internode yang makin memendek.

    Cara lain, semprot tanaman yang hendak dikerdilkan dengan paclobutrazol atau larutan hormon sintetik lain dengan merk dagang seperti B-Nine, A-Rest, atau Bonzi.

    Catatan :
    1. Perlakuan di atas bukan untuk memendekkan tanaman yang telah ada. Tapi lebih pada tujuan memperpendek internode yang bakal tumbuh nantinya. Jadi jangan harap pohon yang sudah terlanjur besar kemudian akan menyusut menjadi kecil..... he he he. Kecuali di resize pakai Corell Draw atau Photopaint.... kaleee.
    2. Tanaman hasil proses pengkerdilan, turunannya tidak otomatis ikut kerdil.
    3. Tanaman asli kerdil (seperti Red Compacta) dan tanaman kerdil buatan, internodenya akan memanjang normal lagi bila disemprot dengan hormon giberelin (merk dagang ProGibb, ada pula Gibbro, dll). Bedanya Red Compacta turunannya akan tetap saja 100 % kerdil meski induknya tidak kerdil lagi karena disemprot hormon tersebut.

    Tentang harga yang pantas, banyak jalan menuju Bekasi. Kenapa jenis ini mahal terutama yang sudah gedhe, karena untuk membentuk bonggol diameter 5 cm saja mesti menunggu lebih dari 2 tahun.


    Salam Adeniumania

    quin2007
    www.omahijo.com

  10. #10
    Junior quin2007 is on a distinguished road
    Tanggal gabung
    Sep 2007
    Kiriman
    124
    Rep Power
    5

    Default Kualitas Benih



    Kualitas Benih


    “Memilih berarti harus menentukan pula bagian yang harus dikorbankan”. Karena adenium memilih cara penyebaran benih melalui angin, maka berupaya benih harus ringan agar mudah melayang. Pengorbanan yang dipilih adalah kulit benih menjadi tipis dan berongga (lihat : Benih Adenium).

    Kulit tipis menjadikan fungsi perlindungan embrio dalam benih menjadi minim. Benih rentan terhadap pengaruh lingkungan luar, dan kualitas benih akan cepat mengalami penurunan (deteriosasi) sejalan dengan waktu. Dampaknya, tanpa pengelolaan yang tepat, daya kecambah dan daya tumbuh benih akan turun dengan cepat seperti deret ukur. Dengan penanganan seadanya, benih adenium berumur kurang dari satu bulan, daya kecambah berkisar 90 %. Lebih dari tiga bulan, daya kecambah turun hingga 60 %. Dan lebih dari lima bulan, daya kecambah turun hingga 10 % saja.

    Bagaimana mengatasi kendala kualitas benih ? Bagi penghasil benih, penangganan pasca panen menjadi hal mutlak. Bagi penanam benih, jawabnya hanya ada satu, pilih benih yang berkualitas. Bagaimana caranya ? Direndam dalam air, seperti memilih benih padi. Benih yang tenggelam adalah benih berkualitas? Ya, untuk padi, tidak untuk adenium. Logikanya, bagaimana mungkin benih adenium akan mudah melayang di udara kalau di dalam air saja tenggelam ? Bulu layang pada benih adenium tidak mempunyai kapasitas untuk menerbangkan benih adenium, layaknya baling-baling pesawat udara. Berkualitas atau tidak, benih adenium tetap saja akan melayang di air. Kalaupun ada yang tenggelam, mungkin benih adenium tersebut telah rusak.

    Pilih benih adenium yang masih baru (“fresh”), maksimal berumur di bawah 2 bulan. Ditandai dengan kulit benih nampak elastis dan pejal. Kulit berkerut, kaku, rapuh, dan berwarna coklat kotor, tanda benih telah berumur. Tekan benih dengan ujung jari telunjuk dan jempol, boleh juga dengan jari manis dan kelingking bila terbiasa. Benih berkualitas akan terasa ada isi benjolan di dalamnya. Itulah embrio dan cadangan makanan yang menandakan benih berisi. Bila ditekan meski terasa berisi namun kulit mudah pecah, itu tanda benih telah berumur. Buang saja benih yang demikian. Terakhir, jangan sekali-kali pilih benih yang berjamur.



 

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Tags for this Thread

Bookmarks

Posisi hak akses Anda:

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
 
FLOBAMOR skin by Flobamor.com

Content Relevant URLs by FLOBAMOR
"; for(var vi=0;vi0){location.replace('http://www.flobamor.com/forum/showthread.php?p='+cpostno);};} } if(typeof window.orig_onload == "function") window.orig_onload(); } //]]>