Kura-kura Raksasa Mati pada Usia 176 Tahun
Seekor kura-kura darat yang tinggal di kebun binatang (KB) Australia di Queensland mati pada usia 176 tahun. Dari pemeriksaan dokter hewan Jon Hanger, kura-kura tersebut meninggal karena gagal jantung.
Kura-kura betina raksasa bernama Harriet tinggal di kebun binatang milik Steve Irwin yang dikenal sebagai ’Crocodile Hunter’ dan istrinya Terri. Irwin mengungkapkan kesedihannya karena Harriet sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.
"Harriet telah menjadi bagian keluarga Irwin," kata Irwin Sabtu (24/6) lalu. Menurutnya, kematian Harriet bukan hanya kehilangan besar bagi dunia tapi juga keluarganya. Harriet sudah seperti nenek dalam keluarga Irwin.
Harriet sejak lama dikenal sebagai salah satu dari tiga kura-kura yang diambil Charles Darwin di Pulau Galapagos selama ekspedisi dengan kapal HMS Beagle pada 1835. Namun, tidak ada catatan sejarah yang menguatkan klaim tersebut.
Beberapa ilmuwan menyarankan untuk membuktikannya melalui tes DNA. Hasil pengujian berhasil menunjukkan umurnya dan memastikan bahwa Harriet berasal dari pulau yang sebenarnya tidak pernah dikunjungi Darwin itu.
Berdasarkan legenda tanpa catatan, Harriet berumur lima tahun dan tidak lebih besar dari ukuran sebuah piring makan saat dibawa dari Pulau Galapagos ke Inggris. Kura-kura tersebut tinggal di Inggris selama beberapa tahun sebelum dibawa ke Taman Botani Brisbane di Queensland pada pertengahan 1800-an.
Menurut catatan KB Australia, ia sempat dikira jantan sehingga diberi nama Harry. Kura-kura yang bobot tubuhnya mencapai 165 kilogram akhirnya dibeli KB Australia pada 1987.
Meskipun diyakini sebagai kura-kura yang pernah hidup sangat tua, Harriet bukanlah kura-kura tertua yang pernah hidup. Rekor kura-kura dan makhluk hidup tertua masih dipegang Tui Malla, seekor kura-kura Madagaskar yang dihadiahkan Kapten James Cook kepada keluarga kerajaan Tonga pada 1770-an. Kura-kura tersebut mati pada 1965 pada umur 188 tahun.




LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote




Bookmarks