BLUETOOTH adalah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical). Menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekira 10 meter). Dengan bluetooth, akan terjalin komunikasi dua perangkat yang kompatibel, seperti telefon dan PC tanpa memerlukan koneksi saluran yang terlihat.
Sebagai salah satu media transfer yang praktis, walaupun jangkauannya tidak terlalu jauh, bluetooth kini banyak dipergunakan para pemakai handphone untuk saling berbagi data. Namun, kehadirannya yang menjadikan transfer serba mudah tersebut bukannya tanpa gangguan. Beberapa kasus telah membuktikan, bluetooth dimanfaatkan oleh sebagian orang atau yang biasa disebut cracker untuk mencuri data yang ada di handphone seperti isi phonebook, kalender, bahkan nomor IMEI ponsel.
Adanya celah pada fungsi autentifikasi dan mekanisme transfer data pada perangkat-perangkat pendukung inilah yang menjadi kelemahan bluetooth. Hal itu sudah diketahui oleh Adam Lauri, seorang peneliti di A. Digital Ltd London, Inggris, sejak tahun 2003. Melalui kedua celah inilah disinyalir virus handphone menyebarkan aksinya. Kini, kita mengenal beberapa istilah gangguan berupa program atau biasa disebut virus yang terjadi pada handphone melalui bluetooth.
”Bluejacking”
Kerjanya mirip spam pada e-mail komputer. Bluejacker--orang yang melakukan bluejacking--akan mengirimkan pesan bernada usil terus-menerus untuk meledek korbannya. Bahkan untuk bluetooth yang lebih canggih, tidak hanya pesan saja, tapi juga disusupi gambar dan suara. Walaupun dalam aktivitas tersebut tidak ada data yang dirusak atau dicuri, namun gangguannya cukup menyebalkan.
”Bluesnarfing”
Melalui media bluetooth yang terbuka si cracker berhasil mengumpulkan informasi yang bisa diakses berupa data phonebook, kalender, file-file gambar, serta nomor IMEI pada sebuah ponsel. Istilah inilah yang biasa disebut bluesnarfing. Bahayanya jika data-data tersebut dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan yang tak bertanggung jawab.
”Backdoor attack”
Serangan backdoor biasanya dilakukan melalui mekanisme pairing yang tidak seperti mekanisme pairing biasanya, di mana nama perangkat bluetooh si cracker tidak terdaftar dalam daftar perangkat yang dikenali korban. Dalam kasus ini, pengguna perangkat yang menjadi korban tidak menyadari perangkatnya telah diserang dan dikirim malware (program yang merugikan). Jika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin layanan yang dimiliki oleh korbannya seperti modem internet dan akses GPRS atau WAP mampu diakses oleh si cracker tersebut.
”Bluebug attack”
Serangan bluebug dilakukan cracker dengan menciptakan koneksi profil secara serial ke perangkat korban. Dengan begitu, cracker bisa memberikan akses penuh untuk menjalankan AT (AT command). Ponsel bisa dieksploitasi untuk melakukan panggilan telefon, mengirimkan pesan-pesan SMS, dan melakukan koneksi data ke internet. Serangan macam ini memanfaatkan GSM dalam melakukan serangannya, cracker hanya membutuhkan akses bluetooth selama beberapa detik, untuk mengatur panggilan telefon.
Hati-hati
Untuk mencegah semua itu, disarankan untuk berhati-hati dalam pemakaian bluetooth. Apalagi handphone baru rata-rata telah dilengkapi dengan fasilitas bluetooth dan mempunyai kapasitas memori yang makin besar, memungkinkan untuk menerima download yang besar. Akibatnya, menjadi lebih mudah terserang gangguan semacam virus. Untuk menghindari terserang virus handphone, para pengguna sangat disarankan untuk mematikan koneksi bluetooth, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mal, kantor, dan sekolah.
Walaupun untuk saat ini memang virus yang menyerang handphone tak separah yang terjadi pada dunia komputer, namun bukan tidak mungkin di waktu mendatang virus handphone ini bakal menimbulkan kerugian yang besar pada dunia komunikasi genggam ini. (Desi /PCPls/Nokia/ElecInd)***




LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote

Bookmarks