Nama kadang menyesatkan. Februari lalu di halaman ini disajikan ponsel dual mode GSM-CDMA. Mereknya Mito, yang bisa diasosiasikan sebagai buatan Jepang. Kini ada ponsel serupa bermerek Taxco. Ada yang mengira ia buatan Meksiko. Padahal, Mito dan Taxco sama-sama produksi Tiongkok.
-------------
Bentuk keypad ponsel dual mode GSM-CDMA bernama lengkap Taxco DM70 ini mirip dengan Motorola L7. Dimensi fisiknya 106,85 x 47,15 x 14,82 mm dan berat 93 gram. Ia dapat beroperasi di jaringan dual band GSM 900/1800 dan single band CDMA 800 MHz.
Sama dengan ponsel dual mode dual online lain yang pernah dibahas di halaman ini, baik GSM-CDMA maupun GSM-GSM, dalam posisi siaga terdapat dua sinyal di kiri atas layar. Bedanya, tombol dengan ikon telepon untuk melakukan panggilan keluar hanya satu, bukan dua.
Pada posisi siaga, di kanan bawah layar terdapat pilihan mode. Ada empat pilihan, yaitu C/G dual mode, G/C dual mode, CDMA mode, dan GSM mode. Anggap saja pengguna memilih C/G dual mode. Berarti, nomor CDMA dianggap sebagai nomor utama. Bila pengguna mengetikkan nomor, lalu menekan tombol bersimbol gagang telepon warna hijau, maka panggilan keluar dilakukan memakai nomor CDMA.
Bagaimana jika ingin menelepon via nomor GSM? Ada dua alternatif cara. Pertama, memindahkan mode siaga ke G/C dual mode. Dalam waktu tak lebih dari satu detik nomor GSM telah beralih posisi menjadi nomor utama. Alternatif kedua, ketik dulu nomor tujuan atau cari di buku telepon. Setelah itu tekan option dan pilih GSM dial. Ketika pengguna sedang bertelepon dengan seseorang, entah via GSM atau CDMA, panggilan kedua yang masuk tetap bisa diketahui dan diterima.
Masih terkait dengan fungsi telepon, tersedia fitur call guard di ponsel berlayar TFT 256 ribu warna itu. Pengguna dapat memasukkan hingga lima nomor telepon ke dalam sebuah daftar. Selanjutnya pengguna tinggal mengatur agar hanya lima nomor itu yang dapat meneleponnya. Atau sebaliknya, siapa pun bisa meneleponnya, kecuali lima nomor yang tercantum dalam daftar tersebut.
Pengguna tak perlu khawatir SMS nomor GSM dan CDMA akan tercampur. Sebab, DM70 memiliki dua folder SMS terpisah. Satu bernama GSM SMS, satu lagi CDMA SMS.
Ponsel dengan menu berbahasa Inggris dan Indonesia itu dibekali buku telepon berkapasitas 1.000 nama secara multiple entry. Supaya nomor yang disimpan bisa dikenali optimal kala ada panggilan masuk, pengguna tak perlu menyimpan nomor telepon dalam dua prefiks atau awalan, +62 dan 0. Cukup simpan salah satu. Hal serupa belum bisa dinikmati oleh pemakai ponsel dual mode GSM-CDMA merek tertentu yang juga diproduksi di Negeri Tirai Bambu.
Kamera 1,3 megapiksel yang kinerjanya belum layak disebut memuaskan, stopwatch, perekam suara, dan organizer merupakan beberapa fitur lain DM 70. Ada pula GPRS, MMS, dan slot microSD. Tidak ada bluetooth atau inframerah. Untuk memindahkan data dari ponsel ke komputer atau sebaliknya, pengguna dapat menggunakan kabel data yang telah disertakan dalam paket penjualan.
Sebagai nada dering kala ada panggilan masuk, pengguna ponsel yang mendukung layanan GPRS dan MMS ini bisa memanfaatkan file berformat MP3. Pengguna dimungkinkan membedakan nada dering telepon GSM dan CDMA. Sedangkan untuk nada SMS, pengguna cuma dapat memilih satu di antara sepuluh nada yang tersedia. Alert SMS juga tak bisa dibedakan antara nomor GSM dan CDMA.
Di Surabaya, kemarin, Taxco DM70 ditawarkan pada rentang harga Rp 2,55-2,6 juta. Paket penjualannya termasuk satu baterai, charger, handsfree berkabel, kabel data, microSD 512 MB, pouch, dan leather case.
Hadianto Ho, GM marketing Citra Era Communications, distributor Taxco, optimistis ponsel Taxco perdana ini akan direspon positif oleh konsumen. "Sebab, harga jualnya terjangkau. Kami serius masuk ke pasar, terbukti dengan langsung mendistribusikannya ke sepuluh kota besar," tegasnya. Saat ini Taxco telah tersedia di, antara lain, Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Lombok, Makassar, Pekanbaru, dan Semarang.




LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote

Bookmarks